Suli tumbuh didalam panti asuhan, hidupnya sangat menyedihkan, dia dibuli,dihina dan di kucilkan oleh teman teman nya,suli lemah dan sakit-sakitan hingga suatu hari dia di lirik oleh seorang putra mafia yang terkenal kejam di kota Hainan,entah apa yang merasuki kedua laki laki itu sehingga mereka merasa tersentuh untuk merawat dan membesarkan suli, dari sanalah suli bangkit dengan sisa traumanya selama dia tinggal di dalam panti asuhan, suli tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan ceria,namun jangan ganggu Suli, karena gadis itu bisa berubah menjadi monster kecil yang mengerikan,hingga suatu hari Tuan muda Shen Li mendapatkan sebuah kalung ajaib dari pasar lelang yang merupakan kalung peninggalan dari dinasti ming semenjak itulah perjalanan Hidup suli di mulai..
penasaran..? mari kita simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Devitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Hari sudah Sore,para Pria di villa Shen saat ini sedang pergi bekerja, disana hanya ada Suli yang masih terdiam menahan bosan, bahkan jing guo saja harus pergi bersama tuan shen katanya dia ikut belajar bisnis dunia bawah,
"Bosan sekali" ucap Suli melihat ponsel nya, tidak ada satu orang pun yang sempat mengirim nya pesan,lalu dia pun berpikir untuk pergi keluar untuk berbelanja,
"Lebih baik aku keluar saja ahhh beli beberapa barang yang sudah habis" ucap nya berdiri dan berganti pakaian,tak lupa juga dia memakai masker untuk menutupi wajahnya, dan kemudian dia mengirim pesan singkat pada tuan Shen,
"KAKEK,SULI IZIN KELUAR, KE MALL BELI SEDIKIT BARANG"
"BAIK, HATI-HATI NAK"
Setelah mendapatkan izin dari Tuan shen Suli pun berjalan menuju garasi mobil,
"Mau kemana nona, tuan besar berpesan agar nona tetap di rumah" ucap pengurus vila
"Ke mall,tidak apa-apa hanya sebentar, aku sudah izin " ucap Suli
"Hati-Hati di perjalanan nona muda"
"Hmmm, terimakasih", lalu Suli menginjak gas mobil nya dan berjalan menuju mall terbesar di Kyoto,sepertinya Mall tersebut adalah milik keluarga Ran,
"Ckiittttt"
Suli memarkir mobilnya dan berjalan santai masuk kedalam mall yang bernama Hugo mall itu,tak disangka disana juga ada Nyonya Ran dan Zuli yang sedang melakukan pengecekan, terlihat di sebuah toko orang-orang berkumpul melihat kehebohan yang terjadi,
"PLAKKK"
"KAU KU PECAT"
"Wahhh ada apa ini"
"Katanya pegawai itu menumpahkan air ke pakaian yang di pakai oleh nona muda Ran, kau lihat baju itu sepertinya sangat mahal karena itu merk terkenal"
Suli tertarik melihat keramaian itu dan dia pun menyalip ke dalam ingin tau Siapa yang menjadi biang keributan, betapa terkejutnya dia saat tau bahwa orang itu adalah keluarga Ran, si sombong Zuli bersama ibu nya si paling Kaya Nyonya Ran, mereka sedang menghajar seorang pegawai toko yang lemah,
"Maafkan saya nona, tangan saya gemetaran saya belum makan, pagi sekali ibu saya jatuh sakit,saya harus cepat membawa nya ke rumah sakit lalu kemudian langsung bekerja tanpa sarapan" ucap pegawai itu memegang pipi nya yang merah akibat tamparan dari Zuli
"AKU TIDAK PERDULI, KAU DI PECAT DAN HARUS MENGGANTI GAUNKU YANG BASAH,KAU KU DENDA TIGA PULUH JUTA"
"Nona saya tidak punya uang sebanyak itu"ucap pegawai itu menangis
Semua orang menahan nafas mendengar harga yang Zuli sebutkan,padahal hanya basah, bisa di keringkan bukan? Tapi tidak, nona muda ini terlalu sombong dan jangan sampai ikut campur dalam masalah ini pikir mereka,
"Prokkk, prokkk, prokkk"
"Begini kah cara nyonya Ran yang terkenal lemah lembut itu mendidik putri nya, "? Tanya Suli mulai bertepuk tangan dan bersuara,
"Anda siapa?maaf,jangan ikut campur, ini bukan urusan mu ucap nyonya Ran,
"Pegawai ini sudah mengatakan alasan nya, dia hanya menyiramkan air bukan api, cukup anda suruh kakak ini untuk mengeringkan nya saja, maka masalah selesai,lagipula gaun nya tidak rusak" ucap Suli lagi, dan mendengar ucapan nya orang-orang pun mulai mencibir nyonya Ran dan Zuli, dan hal itu membuat Zuli kesal
"KAU INI SIAPA, GADIS MISKIN SEPERTI MU KENAPA BISA MASUK KE DALAM MALL KU"? tanya Zuli,dia memperhatikan penampilan Suli yang sederhana dari atas sampai bawah, namun dia tidak sadar semua benda yang melekat di badan Suli merupakan merk terkenal di dunia edisi terbatas
"Apakah Mall ini hanya Khusus orang kaya, lalu bagaimana dengan para pegawai yang hanya bekerja sebagai pelayan toko atau seorang tukang bersih-bersih, maaf nona tidak semua orang seberuntung dirimu" ucap Suli
"KAU DARI TADI IKUT CAMPUR TERUS APA MAUMU SEBENARNYA"? tanya nyonya Ran mulai panas
"Akhirnya Sifat asli anda muncul juga" ucap Suli, tersadar karena diperhatikan semua orang Nyonya Ran pun kembali menurunkan nada bicara nya, karena selama ini Citra hidup nyonya Ran adalah baik hati dan lemah lembut
"Maaf nona, saya hanya terbawa emosi, jika anda tidak memiliki urusan silahkan keluar" ucap nya menunjukan jalan
"Saya membela orang yang benar, setidak nya anda harus memiliki hati nurani, tadi kakak ini berkata bahwa ibunya sedang sakit, dia belum makan dari pagi, badan nya gemetar dan tidak sengaja menumpahkan air ke gaun putri anda,tolong di maafkan saja jika sudah selesai baru saya akan pergi" ucap Suli tetap berdiri tegak
"Nona, terimakasih anda sudah membela saya" ucap pegawai itu lemah
"KAU SIAPA"?
"Saya orang lewat" sahut Suli
"CIHHH, BRENGSEK" ucap Zuli menarik masker Suli hingga terlepas,alangkah terkejut nya mereka berdua saat melihat wajah asli Suli tanpa penutup wajah,
"LI-LI XU" ucap Zuli terbata namun berbeda dengan nyonya Ran tubuh nya terhuyung kebelakang
"Tidak mungkin, tidak, dia tidak mungkin kembaran Li xu yang asli, bukankah dia sudah mati di buang ke sungai"
Isi pikiran Nyonya Ran membuat Suli menyeringai, akhirnya dia mendapatkan satu fakta yang baru lagi,
"Ada aap dengan kalian,apakah aku terlalu cantik, sampai kalian tidak bisa berbicara" ejek Suli
"KAU, KAU"
"Perkenalkan Aku Suli tanpa marga, aku hanya seorang yatim piatu" ucap Suli berbohong dia hanya ingin mendengar isi pikiran nyonya Ran setelah dia mengatakan hal itu,
"SIAL SEPERTINYA DIA MEMANG SAUDARA KEMBAR LI XU, ANAK HARAM INI KENAPA HARUS MUNCUL DI DEPANKU, TIDAK BISA, AKU HARUS MENCARI KEBENARAN NYA"
"Deggg, deggg"
Suli menahan diri untuk tidak menghajar Nyonya Ran yang berani menyebutnya anak haram
"Cihhh, wajahmu biasa saja,minggir sana, dasar kampungan" ucap Zuli menetralkan sikap nya
"Kakak ayo keluar tinggalkan tempat ini" ucap Suli membawa pegawai tadi
"HEI URUSAN KITA BELUM SELESAI"Zuli berteriak namun Suli tidak perduli dan terus membawa pegawai itu pergi menjauh dari kerumunan,
"Maaf nona, saya tidak bisa ikut, saya butuh pekerjaan ini" ucap nya berhenti di jalan
"Tenang saja,kamu nanti aku beri pekerjaan, sekarang mari kita ke rumah sakit,tempat ibumu di rawat" ucap Suli, lalu mereka pun pergi menuju arah rumah sakit,
******
"SIAPA SEBENARNYA PEREMPUAN ITU, KURANG AJAR SEKALI DIA BERANI-BERANI NYA IKUT CAMPUR" ucap Zuli kesal sementara nyonya Ran hanya Melamun memikirkan apa yang baru saja dia lihat,
"Bagaimana jika dia memang saudara kembar li Xu, mereka tidak boleh bertemu, atau semua nya akan terbongkar" ucap nyonya Ran dalam hati, lalu dia mengambil video rekaman kejadian tadi dan mengambil foto Suli, lalu mengirimkan pesan kepada seseorang,
"BUNUH GADIS INI, BUANG MAYAT NYA JANGAN SAMPAI DIA LOLOS"
Begitulah isi pesan yang dikirimkan nyonya Ran pada seseorang yang di tugaskan untuk menghabisi Suli,.
Bersambung***
hey Wang jangan belagu smaa suli nnti bucin akut baru nyahooo😂😂😂😂
pasti ada orang dibalakang nyonya rangkeng,
knp aku panggil dia rangkeng, karena dismbong bingit😂😂😂😂
apa lagi Zulidin, ben mulutnya kek kurang disilett😂😂😂😂
tau aja seleranya cari yang cakep" 😅
semangat Suli, aku padamu 🤣
apalagi Shen Li yuhuuuuu
idaman aing, Fung Shi ren juga keyen
semua keyen keyen keyen
emak selaranya emang ga pernah gagal🤭
wahhh, aku penasaran sama visualnya Wang 🤭
saingan berat banyak yang dekatin Suli wkwk
berat mikirin identitas mereka😖😖
tapi, ini fix kalau Nyonya Ran bukan ibu kandung Li Xu/Scream/
cuma mumu pahami dlu siapa tau arahnya kerumah mumu hahaaaaaa😅
mereka ana Shen Li
mana Shen Li nangis iih malu"in😅😅😅
ih.. kalau aja bisa tuh lempar si Zuli ke jurang /Angry/