NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Dexter

Istri Kesayangan Tuan Dexter

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:44.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

"Ini cek satu miliar. Tapi serahkan putri mu." Dexter.

Dexter yang dikenal dingin terhadap perempuan. Tapi tertarik pada seorang gadis yang ditemuinya.

Dengan caranya sendiri, dia memaksa untuk menikahi gadis itu. Bahkan tidak segan-segan memberikan cek senilai satu miliar.

"Pa, aku tidak ingin menikah dengan pria tua dan cacat." Wilona.

Sementara gadis yang diincar Dexter adalah Kiandra. Seorang gadis yang memiliki identitas ganda.

Siapa gadis itu sebenarnya? Apa yang istimewa dari gadis itu sehingga membuat Dexter tertarik? Bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan gadis itu.

Kalau penasaran baca yuk.

Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

"Kamu beruntung, nyonya Dexter tidak memecat mu. Tapi jika sekali lagi kamu berbuat masalah, aku tidak jamin kamu bisa lolos," kata Naomi mengingatkan.

"Nyonya Dexter? Apa mungkin dia ...." Sela membatin. "Tidak, tidak mungkin. Jika Kiandra istrinya tuan Dexter, mana mungkin dia bekerja sebagai cleaning service," batin Sela.

"Sekarang kembali lah, lanjutkan pekerjaanmu," kata Naomi.

Sela keluar dari ruangan itu. Dalam benaknya penuh dengan tanda tanya. Dia penasaran, siapa istri tuannya?

Naomi menghela nafas, dia merasa Kiandra terlalu baik. Wajar saja jika tuannya lebih memilih Kiandra daripada perempuan lain.

Naomi tidak tahu, jika Kiandra sebenarnya seorang ketua dunia bawah. Sifatnya bisa lebih kejam jika ada yang berbuat tidak baik kepadanya.

Sementara Dexter dan Kiandra sudah dalam perjalanan pulang. Mereka menggunakan satu mobil, sedangkan mobil yang dipakai Kiandra ditinggal di parkiran.

"Kenapa senyum? Jangan bilang kalau kamu ingin main-main dengan Sela, kan?" tanya Dexter curiga.

"Kamu bisa menebak dengan benar," jawab Kiandra.

Dexter mengelus kepala Kiandra dengan lembut. Kiandra terdiam, dia menatap Dexter beberapa saat.

Merasa ditatap, Dexter pun menoleh. Akhirnya keduanya saling bertatapan. Namun tidak lama, karena Dexter sedang menyetir.

"Minggu besok aku ingin kembali ke desa."

"Aku antar."

"Apa tidak merepotkan?"

Dexter menggeleng. Lagipula hari Minggu dia tidak ada jadwal apapun. Jadi, dia bisa bersama Kiandra kembali ke desa.

Dexter tidak menanyakan alasannya. Hanya saja dia menebak, mungkin Kiandra rindu dengan tempat tinggalnya di desa.

Kiandra meminta Dexter untuk mampir ke rumah Basuki Wijaya. Dia ingin membawa pengasuhnya untuk tinggal bersamanya.

Tentu saja dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Dan Dexter pun tidak keberatan.

Lagipula, Dexter tidak akan jatuh miskin hanya karena membayar gaji pembantu rumah tangga.

"Saat aku dalam kesulitan, hanya ibu Nisa yang baik padaku. Tapi, beliau juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika aku diasingkan ke desa," ungkap Kiandra.

Dexter menoleh sebentar, sebelum dia menikahi Kiandra, Dexter sudah lebih dulu mencari tahu latar belakang Kiandra.

Tidak sulit bagi Dexter mengetahui informasi tentang latar belakang Kiandra. Sebagai seorang keturunan keluarga Henderson yang jenius, Dexter tentu bisa dengan mudah mendapatkan informasi tersebut.

"Lalu, apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?" tanya Dexter.

"Aku tidak perlu berbuat apa-apa. Biarkan mereka hancur dengan sendirinya karena keserakahan mereka sendiri. Oh iya, sebenarnya perusahaan dan rumah yang mereka tinggali adalah peninggalan almarhum ibu ku."

"Aku bisa bantu kamu untuk mendapatkan kembali semuanya. Biarkan mereka tinggal di jalanan."

Kiandra kembali menatap Dexter. Sementara Dexter tetap fokus ke depan sambil menyetir mobil.

Hingga akhirnya mereka pun tiba disebuah rumah megah. Rumah yang memberikan kenangan manis dan juga pahit yang pernah dialami Kiandra.

"Nona?" Nisa langsung menghampiri Kiandra ketika baru keluar dari mobil.

"Ibu apa kabar?" tanya Kiandra.

"Baik Nona, baik," ucap Nisa.

Kiandra memeluk Nisa, kemudian memintanya untuk bersiap-siap. Karena Kiandra akan membawanya untuk tinggal bersamanya.

"Dia?" tanya Nisa.

"Suamiku Bu," jawab Kiandra.

Nisa tertegun melihat Dexter. Yang dia tahu, suaminya Kiandra seorang pria tua dan lumpuh. Tapi ini yang datang malah seorang pemuda tampan.

"Nona, bukankah orang yang menikah dengan Nona itu tua dan lumpuh? Tapi ini ...." Nisa tidak meneruskan ucapannya.

Kiandra tersenyum, kemudian dia menoleh ke Dexter yang terlihat tenang. Kemudian Dexter menyalami dan mencium tangan Nisa.

Karena Kiandra mengatakan, jika Nisa adalah ibu keduanya yang merawatnya sejak kecil. Nisa bahkan sudah menganggap Kiandra seperti anaknya sendiri.

Namun, dia sadar, dia hanya seorang pembantu. Dia merasa tidak pantas memanggil Kiandra dengan sebutan nama saja.

"Mari Nona, Tuan," ucap Nisa mempersilakan mereka masuk.

Kiandra dan Dexter pun mengikuti Nisa masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, Maura dan Wilona sedang duduk di sofa ruang tamu.

"Ngapain kemari?" tanya Maura tanpa basa-basi. "Kau bawa selingkuhan mu?" tanyanya lagi.

"Aku datang hanya untuk mengambil barang-barang peninggalan mamaku. Atas dasar apa kamu melarang ku?" Balas Kiandra.

"Kiandra, kamu sudah memiliki suami kaya raya, untuk apa kamu mengambil barang yang tidak berharga itu?" Wilona angkat bicara.

Plak... Satu tamparan keras mendarat di pipi Wilona. Sudah sejak tadi dia menahan diri, sejak di restoran tadi. Baru sekarang terealisasikan.

"Kiandra!" pekik Maura.

"Kamu juga mau?" tanya Kiandra sambil tersenyum tipis. Kiandra sudah hilang hormat kepada Maura.

Biasanya dia memanggil tante. Tapi kali ini Kiandra memanggil Maura dengan sebutan kamu.

Kiandra menarik pelan tangan Dexter. Keduanya naik ke atas ke kamar yang dulu ditempati olehnya.

Maura dan Wilona hanya melongo melihat keberanian Kiandra membawa seorang pria ke dalam kamar.

"Ma, kok bisa sih Kiandra bersama tuan muda Henderson?" Wilona tidak terima karena Kiandra lebih beruntung darinya.

"Kamu menyukai pria itu, sayang? Bagaimana jika kamu mendapatkannya? Tapi kita harus menyingkirkan Kiandra terlebih dahulu."

"Mama punya ide?" tanya Wilona.

Maura meminta Wilona untuk mendekat. Maura pun membisikkan sesuatu ke telinga Wilona. Wilona tersenyum dengan ide mamanya.

"Baiklah, kalau begitu aku siapkan minuman untuk mereka,' kata Wilona.

Sementara Dexter dan Kiandra sudah berada di dalam kamar. Kamar yang tidak pernah ditempati setelah dia diasingkan ke desa.

"Ini kamar mu?" tanya Dexter. Kiandra hanya mengangguk.

Kamarnya bersih, karena Nisa selalu membersihkannya. Hanya saja, kamarnya cukup kecil dari kamar lainnya.

Kamar Kiandra yang sebenarnya adalah kamar yang ditempati oleh Wilona. Sejak kedatangan Wilona, Kiandra dipaksa pindah ke kamar yang kecil.

"Nona, ini barang-barang peninggalan nyonya. Saya simpan dengan baik agar tidak diambil oleh nyonya Maura," kata Nisa.

"Terima kasih Bu," ucap Kiandra. Kiandra pun mengambil barang tersebut dan membukanya.

Kiandra tersenyum, karena barangnya masih utuh. Nisa kemudian kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.

Dia sudah bertekad untuk berhenti dari sini dan mengikuti Kiandra. Nisa tidak menikah, meskipun usianya sudah separuh baya.

Hidupnya dia habiskan untuk bekerja, untuk membantu perekonomian keluarganya. Adik beradik nya yang sudah berkeluarga pun masih mengharapkan kiriman uang darinya.

"Ayo." Dexter mengambil alih barang-barang yang ada di tangan Kiandra.

Kiandra tersenyum dan mengangguk. Mereka pun keluar dari kamar itu. Kiandra perlahan mengusap air matanya.

"Jangan sedih, aku tidak akan biarkan kamu bersedih lagi," kata Dexter.

"Terima kasih," ucap Kiandra.

Tiba di bawah. Ternyata Basuki sudah pulang dari kantor. Dia langsung maju dan mengangkat tangannya hendak menampar Kiandra.

Namun Dexter segera menangkap tangan Basuki dan berkata. "Jika kalian mengganggu Kiandra, jangan salahkan aku membuat kalian semua hancur."

Walaupun dengan suara rendah, namun perkataan itu cukup membuat mereka ketar-ketir.

Terutama Basuki. Dia kenal betul dengan orang yang ada di depannya ini. Apa yang dikatakan Dexter bukan sekedar omong kosong belaka, tetapi ancaman bagi keluarganya.

1
Astuti tutik2022
Sayangny kebanyakan di dunia nyata kadesny malah lebih dulu mentingin perutny sendiri. Destiny satu yg seprt ini
Osie
laahh mama regina g pengen tau gitu àpa nama belakang dexter/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Cindy
lanjut kak
🇦 🇵 🇷 🇾👎
zio
Nice1808
keluarga handerson tiada tanding kebaikannya, klo dunia nyata ada mungkin kita ikut senang🤣ini dunia novel🤭👍👍👍lanjut thor
Lucy
lanjut double up thor🤭dexter dan kiandra bnr2 org baik🤭😄👍
Sani Srimulyani
andai saja keluarga Henderson ada di dunia nyata, pasti rakyat ikut sejahtera....
Pa'tam: Hehe, kenyataannya semuanya hanyalah khayalan penulisnya semata.
total 1 replies
Sani Srimulyani
Henderson dilawan.....🤭
Cindy
lanjut kak
dik sugiyantoro
kalo mama regina dulu ratu dunia bawah berarti kenal dong dong dengan papa zio papanya Dexter, kan sama mantan pimpinan dunia bawah sebelum diteruskan oleh Dexter.
kaylla salsabella
eh... datang cuman buat duel uji nyali🤣🤣🤣
Astuti tutik2022
"Dan aku pastikan Itu tak akan pernah terjadi" 🤣🤣🤣.kata hati Dexter
Nice1808
🤣🤣🤣Datang cuma mau ngetest suaminya kiandra tapi regina salah krna suami kiandra gk trklaahkan palagi keturunan kluarga Henderson dan mafia 🤣🤣
Lucy
hahaha DTG cuma mau menguji suami kiandra🤭tapi salah kalian kalah dgn keturunan kluarga henderson
StAr 1086
Dateng cuma untuk menguji Dexter doang....
Cindy
lanjut kak
StAr 1086
Next
Astuti tutik2022
Tenanglah nyonya Regina Kiandra tdk slh plih suami. dijamin 100persen setia.
Dewi kunti
doyan ya Ama yg legit2😄😄😄😄😄
Dewi kunti
kuliahnya sejak tadi gitu😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!