Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan
.
.
Tiga tahun kemudian.
Seorang wanita cantik dengan pedang di tangannya itu melap keringat nya di bawa trik sinar matahari .
" Han istirahat dulu nanti lagi latihan nya " ucap Jenifer seraya membawa segelas jus jeruk untuk sahabat nya itu
Hanabi menghampiri Jenifer yang kini duduk dengan santai di kursi seraya meminum jus wortel kesukaan nya .
Hanabi mendudukkan dirinya di kursi kosong dan pedang tajam yang ada di tangan nya itu ia letakkan di atas meja , setelah nya ia meminum jus jeruk nya sampai setengah .
" aku sudah bertemu dengan tuan Jackson dia bersedia membantu kita dan membawa kita bertemu dengan ibu nya " ucap Jenifer
" rasanya aku sudah tidak sabar Jen .... Tiga tahun kita berada di negara ini dan sudah saat nya aku membalaskan semua dendam ku kepada pria itu " ucap Hanabi dengan ambisi nya yang sangat besar ingin membunuh Delvin atau Zilong .
" aku tau Han .... Tapi sebelum kita menghadapi pria itu kita harus melakukan banyak persiapan , termasuk kita harus mendapatkan akupuntur beracun itu " ucap Jenifer
Ya selama tiga tahun ini banyak perubahan yang terjadi kepada Hanabi termasuk wanita itu ia melakukan operasi plastik untuk mengubah wajah dan penampilan nya , supaya ia tidak mudah di kenal oleh Delvin jika ia sudah kembali ke Hongkong .
Selain itu selama di Tiongkok kegiatan Hanabi hanya latihan ia menyiapkan semuanya sebelum permainan di mulai .
Hanabi kembali diam seraya ia menyeruput jus jeruk nya " jam tiga sore tuan Jackson mengajak kita bertemu di restoran xxxx beliau ingin bertemu langsung dengan mu " ucap Jenifer
" tak masalah ..... lanjutkan bersantai nya aku ingin kembali latihan " ucap Hanabi setelah nya ia beranjak berdiri dan kembali melanjutkan latihan pedang nya .
Jenifer hanya menggelengkan kepala nya gadis yang berpenampilan tomboy tiga tahun yang lalu itu kini ia juga mengubah penampilan nya sama seperti wanita yang lain nya .
.
.
.
Hongkong
Crystal duduk di sebuah taman yang sepi yang tak jauh dari Mansion papi nya , bocah kecil yang dulu memiliki wajah yang sangat menggemaskan dan cara bicara nya yang cadel kini sudah berusia tujuh tahun .
" kakak cantik kenapa dia gak pernah terlihat lagi " gumam Crystal dengan wajah sedih nya , setiap kali ia pulang dari sekolah ia menyempatkan diri singgah ke taman itu dan hanya satu tujuannya ia ingin bertemu dengan Hanabi wanita cantik yang pernah ia temui tiga tahun yang lalu .
" nona .... Ayo pulang ini cuacanya sangat panas " ucap pak Jono selaku sopir pribadi nya berjalan menghampiri nya
Crystal menatap pria paruh baya itu setelah nya ia menganggukkan kepalanya dan menghampiri pak Jono yang kini berdiri tidak jauh dari nya .
Sebelum masuk kedalam mobil Crystal kembali menoleh ke belang berharap di sana ada Hanabi yang berdiri tersenyum kepada nya .
" ada apa Nona .... ? " tanya pak Jono
Crystal menghela napasnya dengan kasar " tidak apa-apa pak ayo pulang " ucap Crystal seraya ia melangkah masuk kedalam mobil nya , dan setelah di pastikan duduk dengan aman dan nyaman pak Jono menutup pintu mobil itu .
Entah kenapa tiga tahun sudah berlalu dan Crystal hanya bertemu dengan Hanabi satu kali saja , tetapi gadis kecil yang berusia tujuh tahun itu selalu mengingat sosok Hanabi seperti kedua nya memiliki ikatan yang sangat erat .
.
.
.
Tepat jam tiga sore , kini Hanabi dan juga Jenifer sudah berada di restoran dimana mereka akan bertemu dengan pria yang bernama tuan Jackson .
dan tak lama muncullah sosok pria tampan berwajah datar dan di samping nya ada seorang wanita cantik dengan perut buncit nya .
Hanabi dan Jenifer segera berdiri menyambut kedatangan mereka berdua " selamat sore tuan Jackson dan nyonya , silahkan duduk " ucap Jenifer dengan sopan nya , sedangkan Hanabi ia hanya tersenyum saja .
Jackson hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi sedangkan wanita hamil itu tersenyum ramah kepada mereka berdua .
" oh ya tuan Jackson dia adalah Hanabi , dia lah yang pernah saya ceritakan kepada anda " ucap Jenifer
Jackson kembali menganggukkan kepalanya bersamaan dengan pelayan restoran datang membawakan berbagai macam makanan untuk mereka .
" maaf tuan dan nyonya , kami tidak tau makanan apa yang kalian sukai jadi nya kami memesan berbagai macam makanan.... Silahkan dimakan " ucap Hanabi kepada mereka berdua seraya mempersilahkan Jackson dan istrinya untuk makan.
Istri dari Jackson itu tersenyum lembut kepada Hanabi " tidak masalah .... Oh ya namaku Erika , aku istri Jackson " ucap wanita itu memperkenalkan dirinya kepada Hanabi dan juga Jenifer.
" aku Hanabi Nyonya dan dia sahabat ku namanya Jenifer " ucap Hanabi
Erika kembali tersenyum kepada mereka berdua " melihat kalian berdua aku jadi rindu momen aku dan sahabatku dulu " ucap Erika ia kembali mengingat masa-masa nya bersama dengan sahabat nya , yang kemungkinan momen itu tidak bisa di ulang lagi .
" oh ya .... Kenapa gak di ulang lagi momen nya nyonya " ucap Jenifer
Erika menghela napasnya dengan kasar seraya ia mengambil sepiring nasi putih dan ayam krispi " dulu dan sekarang sudah berbeda , dia sudah menikah dan fokus mengurus rumah tangga nya dan aku pun juga begitu " ucap Erika
Hanabi dan Jenifer saling melirik apa nanti mereka berdua juga akan seperti itu " dan kalian jangan memanggil ku dengan sebutan nyonya , aku tidak nyaman dengan panggilan itu .... panggil aku kakak Erika saja " ucap Erika lagi
Hanabi dan Jenifer kembali saling melirik " kakak Erika " ucap kedua nya bersamaan .
Erika tersenyum senang " aku sangat menyukai panggilan itu , sayang kau dengar kan mereka berdua memanggilku dengan sebutan kakak itu berarti aku mempunyai dua adik sekaligus " ucap Erika dengan senang nya
" hhhhmmmm.... Asalkan kau senang aku juga ikut senang ... Ayo di habiskan makanan nya " ucap Jackson masih dengan wajah datar nya tetapi ucapan nya itu sangat lah lembut kepada istri nya .
Setelah selesai makan mereka langsung membahas apa yang seharusnya mereka bahas .
" Jenifer sudah menceritakan semua nya kepada ku , aku sangat salut dengan kehebatan yang kalian berdua miliki , tapi sebelum aku menyetujui permintaan kalian , aku ingin meminta hal kepada kalian " ucap Jackson menatap datar kedua nya
Hanabi dan Jenifer saling pandang dan setelah nya ia menatap Jackson yang menatap nya dengan sirus .
" apa itu tuan. ? " tanya Hanabi
" tidak susah ... Aku hanya ingin kalian berdua meninggalkan perkejaan kalian , ... memang aku ini seorang Mafia yang kejam tapi aku tidak pernah membunuh seseorang yang tidak bersalah " ucap Jackson , Jenifer sudah mengatakan kepadanya jika ia dan sahabat nya yang bernama Hanabi itu seorang pembunuh bayaran yang berasal dari Hongkong.
tetapi kedua nya di kejar oleh seseorang yang ingin membunuh Hanabi karena perkara masa lalu , hingga kini kedua nya berada di Hongkong selama tiga tahun lama nya .
.
.
.