Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
" Anggap saja saya perwakilan dsri investor. " kata nya, suara nya datar, tidak tinggi, tidak rendah dan sulitdi tebak usianya.
Pemilik perusahaan menyipit kan mata nya. " Investor biasa nya datang dengan nama bukan mengenakan topeng. "
Pria bertopeng itu tidak langsung menjawab. Ia meletakan sebuah map tipis di atas meja, lalu mendorong nya perlahan ke tengah.
" nama tidak penting. '' kata nya dengan tenang.
" Yang penting adalah solusi. "
Salah satu direktur membuka map itu. Mata nya membelalak sedikit.
" iiii....... Ini....... Rencana pelunasan hutang? " gumam nya.
Pria bertopeng mengangguk ringan. " Sebahian. "
Pemilik perusahaan akhir nya mengangkat pandangan nya penuh. " Dan sisa nya ? "
" Restrukturisasi total. " jawab pria ber topeng itu.
" Manajemen lama tetap ber tahan sebagai simbol kontinuitas. Namun kendali strategis berpindah . "
Suasana ruang rapat menjadi berat.
" Kami tidak menjual perusahaan ini dengan murah. " kata pemilik perusahaan , nada nya tegas meski kelelahan jelas terlihat. " Ini hasil hidup saya. "
Pria ber topeng itu menatap nya dengan lama melalui lobang topeng yang gelap.
" Justru karena itu. " Kata nya pelan.
" Saya tidak akan membiar kan nya mati. ''
Ia menekan sebuah tombol di tablet kecil di hadapan nya. Layar di dinding menyala, menampil kan grafik dan angka , arus modal baru, skema investasi, dan proyeksi pemulihan. Tidak ada janji kosong, hanya angka. Dan angka itu berbicara jelas.
Direktur - direktur mulai berbisik pelan
Pemilik perusahaan menarik napas panjang. " Apa yang anda dapat kan dari semua ini ? "
" Perusahaan ini akan hidup kembali. " jawab pria bertopeng tanpa ragu.
" Dan hak untuk menggunakan nama serta struktur nya sebagai kendaraan investasi. "
Hening kembali menyelimuti ruangan. Beberapa detik berlalu sebelum pemilik perusahaan akhir nya berandar di kursi nya..
" Kapan anda ingin menyelesai kan semua nya? " tanya nya.
" Secepat mungkin. " Jawab si pria ber topeng.
" waktu tidak ber pihak pada yang ragu. "
Tatapan pemilik perusahaan mengeras, lalu perlahan melunak, ia tahu jika tawaran nya ini akan di tolak, tidak akan ada tawaran lain.
" Aku ingin bertemu langsung dengan pemilik modal. " kata nya.
" Tanpa pelantara. "
Pria ber topeng berdiri.
" Itu tidak mungkin. " kata nya dengan tenang.
" Identitas nya harus tetap bersih. "
Pemilik perusahaan tersenyum pahit. " Jadi aku akan menyerah kan perusahaan ku pada bayangan ? "
" Bukan bayangan. " jawab pria bertopeng.
" akan Tetapi pada masa depan. "
Beberapa saat kemudian, dokumen kesepakatan awal di tanda tangani. Saat pria bertopeng itu melangkah keluar dari gedung, angin malam menyapu jas hitam nya. Di balik topeng putih itu tidak ada senyuman tidak ada rasa puas.
Hanya perhitungan. Di hadapan nya, layar sistem muncul singkat tak terlihat oleh siapa pun selain dirinya.
[ AKUISISI DI MULAI ]
[ PENGELUARAN BERTAHAP TERKONFIRMASI ]
[ POIN KEKUATAN DALAM PROSES AKUMULASI ]
Topeng putih itu adalah hadiah dari sistem, bukan sekedar penutup wajah, melain kan pemutus identitas. Selama ia mengenakan nya, tidak ada metode biasa yang dapat menautkan pria ber topeng itu dengan mahasiswa bernama Radit.
Ia melangkah pergi, menyatu dengan kegelapan kota. Di mata dunia bisnis malam itu hanya lah pertemuan investor misterius. Namun di balik topeng putih itu seorang prajurit sedang membangun jalan nha menuju prajurit akhir , satu perusahaan pada satu waktu.
Malam telah sepenuh nya turu ketima sosok ber topeng putih itu meninggal kan gedung perusahaan yang akan segera di akuisisi. Jalan kota tidak sepenuh nya sepi . Tetepi cukup lenggang untuk menyembunyikan banyak hal yang tidak ingin di lihat orang.
Lampu jalan memantul kan cahaya pucat ke aspal basah. Langkah pria bertopeng itu tenang, terukur, seolah malam hanyalah latar belakang yang netral.
Di balik topeng putih polos itu Radit sedang berpikir. Pertemuan berjalan sesuai rencana. Akuisisi tinggal menunggu tahap akhir, poin kekuatan akan terus mengalir. Jalan nya menuju prajurit akhir semakin dekat dan semakin jelas.
Namun dunia tidak akan membiar kan seseorang berjalan lurus terlalu lama. Dari sebuah gang sempit di sisi jalan, ter dengar suara teredam. Bukan teriakan melain kan suara napas tercekik dan langkah panik.
Radit berhenti.
Kepala nya sedikit menoleh, dua pria berdiri di ujung gang, tubuh mereka menghalangi cahaya lampu. Di hadapan mereka, seorang gadis muda terdesak ke dinding. Wajah nya pucat, mata nya di penuhi ketakutan. Tas nya telah terjatuh ke tanah.
" Kalian..... Tolong.... Aku cuma mau pulang..... " suara gadis itu dengan gemeteran.
Salah satu pria tertawa rendah. " Tenang saja. Cantik Canti gini masa mau sendirian. "
Yang kain melangkah lebih dekat, terlalu dekat. Pada detik itu sesuatu berubah. Udara di sekitar gang terasa lebih berat. Langkah kaki pelan terdengar dari arah belakang mereka.
Salah satu pria menoleh. " Hahh? "
Sosok pria bertopeng putih itu berdiri di mulut gang.
Diam.
Tegak.
Tak bergerak.
"Pergi ! " ucap pria ber topeng itu datar. Ke dua pria itu saling pandang lalu tertawa.
" Ngapain lu pake topeng segala. Emang nya gue takut sama lu ! " ejek salah satu nya. " Mau jadi pahlawan kesiangan lu ? "
Di dalam sosok bertopeng putih itu Radit tidak menjawab. Ia melangkah masuk ke dalam gang . Satu langkah, aura tak kasat mata menyambar, belum sepenuh nya terlepas, tetapi cukup untuk membuat napas lawan terasa berat.
" Apa lu tuli ? " bentak pria pertama sambil mengangkat tangan.
Kesalahan. Radit bergerak tidak cepat , tidak lambat, akan tetapi tepat. Dalam satu tarikan napas , ia berada di depan pria itu. Tangan nya mencengkram pergelangan tangan lawan . Bukan dengan amarah tetapi dengan kontrol.
KRETEK.... Suara tulang patah terdengar dengan jelas. Pria itu menjerit, tubuh nya terhempas ke dinding gang sebelum jatuh tersungkur ke tanah. Kemudian pria ke dua itu membeku.
Bersambung.....
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊