NovelToon NovelToon
Lingkaran Cahaya Yang Terlupakan

Lingkaran Cahaya Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / TKP / Iblis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

*"Di dalam kedalaman tanah yang menyelimuti kota Manado, ada sebuah ruang bawah tanah yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang telah 'dipanggil'. Lima belas wanita berjubah hitam berdiri melingkari lingkaran cahaya emas yang bersinar seperti darah yang baru saja mengering. Setiap malam, mereka menyanyikan doa yang tak dikenal manusia, memanggil sesuatu yang seharusnya tetap tertidur di dalam kegelapan.

Sevira, seorang dokter muda yang baru saja pindah ke Manado untuk mengobati warga miskin, tidak menyadari bahwa rumah yang dia sewa dulunya adalah bagian dari kompleks gereja kuno itu. Saat dia mulai menemukan jejak-jejak aneh – kain hitam yang tersangkut di pagar, suara nyanyian yang terdengar di malam hari, dan wajah-wajah menyakitkan yang muncul di cermin saat malam hujan – dia terjerumus ke dalam rahasia yang telah menyiksa keluarga keluarganya selama berabad-abad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALINYA BATU HATI DESA

Kalung Batu Hati Desa jatuh tepat di pangkuanku, dan saat menyentuh kulitku, aku merasakan ledakan kekuatan yang membuat seluruh tubuhku bergetar. Cahaya emas yang keluar dari kalung itu menyinari seluruh desa dengan terang seperti siang hari, membuat Ratu Kegelapan menjerit kesakitan dan mundur ke belakang dengan cepat.

Dari arah di mana pria itu berlari, aku melihat Kapten Hasan berdiri dengan tubuh yang goyah tapi wajah yang tegas. Senapannya masih berada di tangannya, dan di tanah di depannya ada bekas darah yang menyebar luas. “Aku tidak bisa membiarkannya membawa kalung itu pergi!” teriaknya dengan suara yang serak, jatuh ke lutut karena kelelahan dan luka di dadanya.

Ayahku segera berlari ke arahnya dan membantunya berdiri. Aku melihat bahwa Kapten Hasan sudah terluka cukup parah darah terus mengalir dari luka di dadanya dan kakinya yang terkilir. Tapi matanya tetap penuh dengan tekad saat melihatku. “Jangan khawatir padaku, Sevira,” katanya dengan suara yang lembut tapi jelas. “Selesaikan apa yang kamu mulai!”

 

Saat aku mengenakan kalung kembali ke leherku, aku merasakan bahwa semua kekuatan yang hilang kembali dengan lebih kuat dari sebelumnya. Kekuatan jahat yang ada di dalam diriku masih ada, tapi sekarang aku bisa mengendalikannya dengan mudah menggunakan kegelapan itu untuk melawan kegelapan yang lebih besar. Aku melihat ke arah Ratu Kegelapan yang sedang berusaha untuk bangkit kembali, tubuhnya yang hitam pekat mulai bergoyang mengikuti irama nyanyian dari dunia bawah tanah.

“Ibu ku pernah bilang bahwa setiap kegelapan ada cahayanya,” bisikku dengan suara yang penuh kekuatan, melangkah ke depan lagi. “Dan setiap kejahatan ada kebaikan yang akan mengalahkannya!”

Saat aku berbicara, aku melihat bayangan nenekku yang pertama muncul di atas lubang besar itu. Dia mengenakan jubah putih yang cantik dan membawa sebuah benda kecil yang bersinar dengan cahaya keemasan. “Ini adalah kunci terakhir, cucu,” katanya dengan suara yang penuh hikmat, melemparkan benda itu ke arahku. “Dengan ini kamu bisa mengunci Ratu Kegelapan selamanya tapi kamu harus mengorbankan sesuatu yang sangat berharga untukmu.”

Benda itu jatuh ke tanganku sebuah liontin kecil yang terbuat dari tanah liat merah, dengan wajah ibu ku yang diukir di atasnya. Aku merasakan bahwa ada pesan tersembunyi di dalamnya, dan saat aku menyentuhnya, aku bisa mendengar suara ibu ku yang sedang berbicara dalam pikiranku:

“Untuk mengunci kegelapan selamanya, kamu harus menyerahkan kesempatanmu untuk hidup sebagai orang biasa di dunia atas. Kamu harus tinggal di antara dua dunia selamanya, menjadi penjaga yang tidak pernah beristirahat. Apakah kamu siap untuk itu, cintaku?”

Aku melihat ke arah ayahku yang sedang menatapku dengan mata penuh cinta dan pengertian. Aku melihat ke arah Kapten Hasan yang sedang tersenyum padaku dengan lembut. Dan aku melihat ke arah semua orang di desa yang sedang menunggu dengan harapan yang dalam. Aku tahu apa yang harus kulakukan.

“Saya siap,” bisikku dengan suara yang penuh kesedihan tapi juga tekad yang kuat. “Aku akan melakukan apa saja untuk melindungi orang-orang yang aku cintai.”

Saat aku mengucapkan kata-kata itu, aku merasakan bahwa tubuhku mulai berubah lagi. Kulitku mulai bersinar dengan cahaya emas yang lembut, dan sayap dari kain hitam nenekku mulai terbuka lebar di punggungku. Aku bisa merasakan bahwa aku sekarang benar-benar menjadi Pembawa Cahaya yang sebenarnya mampu bergerak bebas antara dua dunia tapi juga harus menjaganya dengan sepenuh hati.

Ratu Kegelapan melihat semua ini dengan wajah yang penuh ketakutan. “Kamu tidak akan berhasil!” teriaknya dengan suara yang semakin lemah. “Aku akan selalu kembali aku adalah bagian dari kamu sekarang!”

 

Aku mulai mengucapkan kata-kata ritual untuk mengunci Ratu Kegelapan selamanya. Setiap kata yang keluar dari mulutku membuat cahaya dari kalung semakin terang, dan suara nyanyian dari dunia bawah tanah semakin kuat. Ratu Kegelapan mulai menyusut dengan cepat, tubuhnya yang besar sekarang hanya tinggal sebagian kecil dari ukuran semula.

Tapi kemudian dia melakukan sesuatu yang tidak terduga dia menyerang orang-orang di desa dengan kekuatan terakhirnya, membuat sebagian dari mereka terlempar jauh ke belakang dan terluka parah. Aku melihat bahwa ayahku sedang terjatuh ke tanah dengan luka di dahinya, dan Kapten Hasan sedang berusaha dengan segala kekuatannya untuk melindungi beberapa anak kecil yang sedang menangis.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti mereka lagi!” seruku dengan suara yang menggema ke seluruh desa. Aku menggunakan semua kekuatan yang kudapatkan untuk menyerang Ratu Kegelapan dengan penuh kekerasan, membuatnya terlempar jauh ke dalam lubang besar itu.

Saat dia jatuh ke dalam lubang, aku mulai mengucapkan kata-kata terakhir dari ritual. Pintu dunia bawah tanah mulai menutup perlahan-lahan, dan cahaya emas yang menyala mulai redup. Aku melihat bahwa Ratu Kegelapan sedang berusaha untuk keluar lagi tapi tidak bisa pintu sudah mulai mengunci dirinya sendiri.

Tapi sebelum pintu benar-benar tertutup, aku melihat bahwa sebagian dari kekuatan jahat itu berhasil keluar dan menyebar ke seluruh desa, menyembunyikan diri di balik rumah-rumah dan pepohonan. Aku bisa merasakannya yang sedang mengintai dari jauh, menunggu kesempatan yang tepat untuk kembali.

“Aku akan menemukanmu semua,” bisikku dengan suara yang penuh tekad, melihat ke sekeliling desa yang mulai pulih perlahan-lahan. “Aku tidak akan pernah berhenti menjaga desa ini tidak sampai aku benar-benar mengalahkan kegelapan yang ada di dalamnya.”

Saat pintu dunia bawah tanah benar-benar tertutup, aku merasakan bahwa tubuhku mulai terbang ke udara. Aku bisa melihat seluruh desa dari atas rumah-rumah yang terbakar mulai padam dengan sendirinya, orang-orang yang terluka mulai merasa lebih baik, dan suasana yang damai mulai kembali mengelilingi tempat itu.

Aku turun dengan lembut ke tanah di depan ayahku dan Kapten Hasan. Ayahku segera memelukku dengan erat, menangis sambil menyebut namaku berkali-kali. Kapten Hasan juga mendekat dan menyentuh bahuku dengan lembut, matanya penuh dengan kagum dan cinta.

“Kamu telah menyelamatkan kita semua, Sevira,” katanya dengan suara yang penuh bangga. “Kamu adalah pahlawan yang selalu kita butuhkan.”

Aku tersenyum padanya dengan lembut. Tapi kemudian aku melihat ke arah kejauhan, di mana ada bayangan hitam yang sedang menyelinap dengan diam-diam menjauh dari desa ke arah hutan yang lebat. Aku bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang salah bahwa Ratu Kegelapan tidak sepenuhnya hilang, dan bahwa ada orang lain yang sedang mengendalikan kekuatan jahat itu sekarang.

“Aku harus pergi sekarang,” kataku dengan suara yang lembut kepada ayahku dan Kapten Hasan. “Ada sesuatu yang aku harus selesaikan sesuatu yang akan memastikan bahwa desa ini benar-benar aman selamanya.”

Tanpa menunggu jawaban mereka, aku membuka sayap kain hitamku dan mulai terbang ke arah hutan yang lebat. Cahaya dari kalung di leherku menyinari jalan depanku, dan aku bisa merasakan bahwa perjuangan yang sebenarnya baru saja dimulai dan bahwa aku akan menghadapi musuh yang lebih kuat dari sebelumnya.

1
grandi
bau yang gak enak
grandi
cepat
grandi
aku suka tentang sejarah 👍
grandi
hujan 👍
Dewi Kartika
mantap thor
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!