NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 18

Setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya, Drake tidak langsung pergi. Ia justru berdiri lebih lama di tengah ruang kantor yang selama ini menjadi saksi bagaimana ia diperlakukan dan diremehkan, disuruh ke sana kemari, dipanggil hanya ketika ada pekerjaan kasar yang tak ingin disentuh siapa pun.

Hari itu, Drake tidak lagi menunduk.

Dengan bahu tegak dan senyum tipis yang sarat kesombongan, ia menatap satu per satu wajah atasannya dan rekan-rekan kerja yang dulu gemar merendahkannya.

“Saya rasa sudah cukup.” Ucapnya datar, namun penuh tekanan.

“Mulai hari ini, saya tidak bekerja di sini lagi.”

Atasannya mendengus kecil, nyaris meremehkan. “Oh ya? Dapat kerja di mana? Jangan bilang masih jadi pegawai serabutan di tempat lain.”

Drake terkekeh pelan. Bukan tawa gugup, melainkan tawa orang yang merasa berada satu langkah di atas.

“Saya diterima sebagai Manajer di Darwin IT.”

Ucapan itu seperti batu yang dijatuhkan ke kolam yang tenang. Ruangan pun mendadak riuh.

“Apa?”

“Darwin IT?”

“Perusahaan teknologi itu?”

Beberapa pegawai saling pandang, sebagian lain tertawa kecil, mengira itu hanya lelucon murahan dari seseorang yang terlalu sakit hati.

“Jangan mengada-ada, Drake.” Cletuk salah satu pegawai dengan nada mengejek.

“Darwin IT itu perusahaan besar. Mereka rekrut lulusan luar negeri, bukan….” Ia berhenti sejenak, menatap Drake dari ujung kepala sampai kaki.

“— bukan lulusan SMA.”

Wajah Drake mengeras, namun senyumnya tetap bertahan. Tipis. Sinis.

“Percaya atau tidak, itu bukan urusan kalian.” katanya tenang.

“Yang jelas, mulai minggu depan, saya duduk di kursi manajerial. Bukan lagi berdiri menunggu perintah.”

Perdebatan pun pecah. Ada yang terang-terangan menuduh Drake berbohong, ada pula yang mulai gelisah, karena di balik ketenangan Drake, ada keyakinan yang terlalu nyata untuk sekadar gertakan.

Bagaimana mungkin mereka percaya?

Drake, yang selama ini hanya dikenal sebagai pegawai serabutan. Drake, yang bahkan tak punya gelar sarjana. Namun justru di sanalah letak ironi yang membuat ruangan itu terasa pengap.

Karena untuk pertama kalinya, mereka menyadari satu hal yang mengganggu. Drake tidak terlihat seperti orang yang sedang berbohong.

“Jika kalian tidak percaya terserah. Tapi, aku mempersilahkan kalian mengeceknya sendiri di laman website Darwin IT.”

Dengan kecepatan bak netizen, semua langsung mengunjungi laman Website Darwin IT, dan benar saja, nama Drake tertera di sana sebagai Manajer Khusus Investasi.

Ruangan itu mendadak riuh kembali. Bisik-bisik berubah menjadi gumaman keras, lalu pecah menjadi suara-suara kaget yang tak lagi bisa ditahan. Beberapa orang bahkan refleks saling menunjukkan layar ponsel mereka, seakan takut apa yang mereka lihat hanyalah ilusi.

“Ini… benar-benar Drake?”

“Manajer Khusus Investasi? Katanya ini adalah divisi baru.”

“Sejak kapan?”

Nama itu terpampang jelas, rapi, resmi, lengkap dengan jabatan dan tanggal pengangkatan. Tak ada celah untuk menyangkal. Fakta berdiri telanjang di hadapan mereka semua. Dan Drake tersenyum sinis dengan bahu yang tegap.

———

Lampu-lampu mall memantul di lantai marmer yang mengilap ketika Drake melangkah di samping Ezme. Suasana ramai, penuh tawa dan obrolan ringan, kontras dengan kekacauan yang diam-diam sedang terjadi di tempat lain.

Ezme memeluk tangan Drake, menggelayut manja, sesekali Ezme menyuapkan es krim rasa strawberry pada Drake sembari berjalan. Jika Ezme melihat pakaian yang cocok untuk Drake, gadis itu langsung semangat masuk ke dalam toko.

Barang belanjaan dan tas-tas paper bag dari merk-merk terkenal sudah bertumpuk di tangan Drake. Parfum mahal, sepatu mahal, setelan jas mahal, semua di borong Ezme untuk membuat pacarnya terlihat tampan dan berwibawa.

Ezme berjalan lebih dulu, tas-tas belanja kecil dan ringan menggantung di kedua lengannya. Wajahnya berseri, matanya berbinar setiap kali berhenti di depan etalase baru. Drake hanya mengikuti di belakang, sesekali tersenyum tipis, senyum aman, tanpa usaha.

“Masuk sini.” Ajak Ezme antusias, sudah menarik tangan Drake ke sebuah butik jam tangan mewah. “Aku rasa yang hitam itu cocok untukmu sayang.”

Tanpa menunggu jawaban Drake. Ezme memanggil pramuniaga, menunjuk model termahal. Drake mencoba jam itu sekilas, lalu menatap pantulan dirinya di cermin. Ezme berdiri di sampingnya, bangga, seolah pencapaian Drake adalah pencapaiannya juga.

“Kau terlihat semakin tampan dan semakin berwibawa.” Kata Ezme lembut.

Ezme mengeluarkan kartu kreditnya dan beberapa jam mahal pun menjadi milik Drake. Tentu saja pria itu tersenyum penuh kepuasan dengan segala yang ia dapatkan.

“Ayo, berikutnya, sepatu kulit, kemeja, lalu parfum.”

“Kita sudah beli parfum dan sepatu. Kenapa beli lagi.” Kata Drake.

“Tidak mungkin kan dalam seminggu kau memakai pakaian itu-itu saja. Setidaknya kau harus punya setelan yang banyak dan sepatu yang banyak, koleksi jam dan parfum itu juga penting untuk seorang pria.” Kata Ezme.

“Terimakasih sayang. Kau yang paling ku cintai.” Kata Drake.

“Nanti saja terimakasihnya, saat kita pulang ke rumah. Kau tahu bagaimana harus berterimakasih bukan?” Goda Ezme manja dan memeluk lengan Drake.

“Aku akan memuaskanmu…” bisik Drake di telinga Ezme.

Wajah Ezme mendadak merah dan merona. Ezme sejatinya adalah gadis manja dan dia suka dengan pria tampan, entah pria itu miskin atau kaya, memiliki istri atau tidak, selama Ezme ingin memilikinya maka Ezme akan memilikinya.

Sudah banyak sekali yang Ezme beli hari ini. Barang-barang yang tidak bisa mereka bawa, akan di kirim melalui paket. Gerakan Ezme cepat dan mantap, seperti tak ingin memberi Drake kesempatan menolak. Ada kepuasan tersendiri di wajahnya setiap kali mesin EDC berbunyi, seolah setiap transaksi adalah bukti cinta.

Drake tidak melarang. Ia menerima semuanya dengan sikap datar, nyaris pasif.

” Tidak perlu sebanyak ini.” Kata Drake, basa-basi yang terlambat.

Ezme tersenyum lebar.

”Aku mau kau tampil keren dan tampan.” jawabnya ringan. “Selama aku bisa bikin kamu senang.”

Mereka berhenti di kafe. Ezme memesan minuman favorit Drake, tanpa bertanya, karena ia hafal. Mereka pun duduk saling berhadapan, Ezme bercerita panjang tentang rencana liburan, tentang masa depan yang ia bayangkan berdua. Drake mengangguk, sesekali mengangkat sudut bibirnya.

Namun di balik kaca kafe, di tengah pantulan lampu mall dan lalu lalang orang, Drake tampak jauh. Semua yang Ezme berikan, perhatian, uang, pengorbanan, diterimanya begitu saja. Bukan karena cinta Drake pada Ezme yang membara, melainkan karena kemudahan.

Dan Ezme, terlalu tenggelam pada perasaannya, ia tidak menyadari satu hal yang paling berbahaya, ia terus memberi, sementara Drake tak pernah benar-benar meminta, atau menjanjikan untuk membalas.

“Sudah sore kita pulang?” Tanya Drake.

“Kita mampir ke butik di depan mall sebentar ya. Aku harus membelikanmu dasi. Kita lupa belum membeli dasi kan?” Kata Ezme setengah panik.

Drake mengangguk pelan dan menurut.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!