NovelToon NovelToon
Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .

Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.Mengusir Parasit

Raline melangkah keluar dari mobil menuju ke dalam rumah untuk mengusir para parasit yang seharusnya terusir sejak lama. Di belakangnya, Fauzan turun menyusul sambil membawa map dokumen tebal. Sorot matanya serius, tajam, mengikuti setiap langkah Raline.

"Lihat, Raline. Aku berhasil mengakhiri penderitaanmu bertahun-tahun dengan mudah. Orang-orang yang membuangmu dulu kini berakhir dibuang olehmu, "batinnya penuh percaya diri saat melangkah masuk ke dalam mansion." batin Raline

Begitu Raline memasuki ruang tengah, Maya dan Arumi langsung menoleh. Senyum mereka lenyap seketika.

“Kamu ngapain ke sini?!” bentak Arumi sambil berdiri.

Raline tidak menjawab. Ia hanya menatap gadis itu dengan rendah. Apalagi beberapa waktu lalu, ia melihatnya bercumbu mesra bersama Kenzo.

"Gadis terhormat? Kamu bahkan tidak lebih dari sekadar sampah, Arumi," batin Raline dingin.

“Aku tanya kamu ke sini buat apa?!” ulang Arumi, semakin emosional sambil mendorong bahu Raline hingga wanita itu mundur beberapa langkah.

Raline menatap bahunya yang didorong, lalu mengibas-ngibaskan bajunya dengan gerakan tenang. Ia tersenyum miring sebelum menatap Arumi kembali.

“Tentu saja aku datang untuk mengambil alih kepemilikanku dari para parasit yang sudah menguasainya selama bertahun-tahun lamanya.”

Maya berdiri perlahan, wajahnya tegang penuh amarah. Tatapannya menusuk Raline kejam.

“Siapa yang kamu sebut sebagai parasit, anak kampung? Dan apa maksudmu mengambil alih?!”

Raline menunjukkan deretan giginya.

“Tentu saja parasit itu adalah kalian. Orang-orang yang tidak tahu diri, yang seenaknya menguasai hartaku,” jawab Raline.

“Dasar anak kampung! Aku bisa memenjarakanmu atas penghinaan yang kamu katakan kepadaku!” bentak Maya sambil mengangkat tangan hendak menampar Raline.

Namun dengan cepat, Fauzan menahannya.

“Bahkan sebelum Ibu memenjarakannya, Ibu yang akan masuk penjara terlebih dahulu. Karena aset yang Ibu bicarakan kini adalah milik Nona Raline,” jelas Fauzan, membuat Maya tercengang tak percaya.

Raline mengangkat wajahnya datar.

“Mulai hari ini, mansion ini milikku. Dan aku tidak ingin melihat para parasit seperti kalian berkeliaran di dalam rumahku,” ucap Raline.

Arumi tertawa keras. “Tidak mungkin! Kamu sudah gila?! Ini rumah Papaku!”

“Bukan lagi,” potong Raline dingin. “Rumah ini tercatat sebagai aset perusahaan Kusumawardani. Dan perusahaan itu sekarang milikku.”

Fauzan melangkah maju, membuka mapnya, lalu berbicara dengan suara tenang namun tegas.

“Berdasarkan dokumen aset dan kepemilikan perusahaan, rumah ini berada di bawah nama Kusumawardani Group. Klien saya adalah pemilik saham mayoritas, sehingga seluruh aset perusahaan kini berada di bawah kewenangannya.”

Maya melangkah mendekat, matanya memerah.

“Tidak mungkin! Perusahaan itu milik suamiku! Tidak mungkin tiba-tiba beralih kepadamu! Kamu sama sekali tidak berhak! Kamu hanya anak buangan! Anak tidak berguna! Kamu tidak memiliki kuasa apa pun di sini!”

Raline tersenyum tipis.

“Yang kamu sebut sebagai anak buangan kini menjadi pemilik sah segalanya, Mama tiri tercinta.”

“Semua penghinaan yang kamu katakan barusan kepadaku kini adalah nasibmu,” jelas Raline.

Arumi panik. Ia segera duduk di sofa dan mencengkeram sandaran kursi erat.

“Kami tidak akan pergi dari sini!” teriak Arumi. “Kamu tidak bisa mengusir kami!”

“Kenapa tidak bisa? Apa kamu tidak dengar apa yang baru saja pengacaraku katakan? Aku pemilik perusahaan serta semua asetnya. Lagipula aku tidak mengusir kalian,” jawab Raline. “Aku hanya memindahkan.”

“Memindahkan? Apa maksudmu? Ke mana kamu akan memindahkan kami?!” bentak Maya.

Raline menoleh ke arah jendela belakang, menunjuk sebuah bangunan kecil di kejauhan.

“Ke paviliun belakang. Tempat itu sangat cocok dan sangat layak untuk parasit seperti kalian.”

Maya terperanjat. “Paviliun itu?! Itu gudang tua!”

“Sangat cocok, bukan, untuk menampung parasit sepertimu dan juga anakmu,” jawab Raline dingin.

“Bahkan paviliun itu lebih layak dari tempat aku dibuang dulu. Atapnya kokoh, dindingnya rapi tanpa lubang, dan lantainya cantik—tidak lantai tanah yang dingin dan lembap seperti saat kalian mengantarkanku ke rumah nenekku dulu, tanpa belas kasihan, tanpa bantuan, dan tanpa uang sedikit pun,” jelas Raline. “Aku masih memiliki sedikit hati nurani untukmu dan keluargamu, jadi terima saja sebelum aku mengirimmu ke pedesaan untuk berternak sapi dan kambing di sana seperti yang kalian perbuat kepadaku,” ancam Raline.

“Tidak! Kamu tidak berhak, Raline! Ini harta Papaku selama berpuluh-puluh tahun! Tidak mungkin begitu saja beralih kepadamu! Kamu pasti hanya mengada-ada! Pengacara ini pasti hanya pengacara bayaran tanpa kuasa! Tidak mungkin!” teriak Arumi histeris.

Fauzan angkat suara.

“Kamu baru saja menghinaku sebagai pengacara gadungan? Kamu tidak mengenalku? Aku adalah Fauzan Prasetya, pengacara korporat yang terkenal, anak dari mantan Ketua Mahkamah Agung. Tentu saja lisensiku tidak perlu diragukan lagi.”

“Dan secara hukum, klien saya berhak menentukan penggunaan aset perusahaan, termasuk memindahkan penghuni yang tidak lagi memiliki hak atas properti ini seperti kamu dan keluargamu,” lanjut Fauzan, membuat Arumi gemetar ketakutan.

Di tengah kekacauan itu, Hendra baru saja kembali dan melihat keberadaan Raline dan pengacaranya di rumahnya.

Arumi langsung berlari ke arahnya, bergelayut manja di lengan papanya sambil mengadukan semua perkataan Raline.

“Papa, anak buangan itu mengatakan hal yang tidak masuk akal! Dia mencoba mengusir aku dan Mama serta mengatakan bahwa perusahaan sekarang adalah miliknya! Itu tidak mungkin, kan, Pa? Mana mungkin anak buangan seperti dia tiba-tiba bisa memiliki perusahaan dan menguasai semua aset kita,” rengek Arumi.

“Raline, kenapa kamu memperlakukan keluargamu sendiri seperti ini? Tidak bisakah kamu memberikan Papa waktu untuk menjelaskan baik-baik kepada mereka?” ucap Hendra.

“Apa dulu kamu dan keluargamu memberikan waktu untukku menerima kehidupanku sebagai anak buangan di desa? Apa kalian pernah memikirkan bagaimana penderitaanku di sana? Bahkan untuk merasakan berkabung atas kehilangan ibuku saja kalian tidak memberikannya. Lantas kenapa aku harus memberikannya sekarang kepada kalian?” ucap Raline.

“Papa tidak menyangka kamu setega ini kepada keluargamu sendiri, Raline. Kenapa kamu bisa memiliki dendam begitu kejam kepada keluargamu? Jika bukan karena Papa, kamu tidak akan ada di dunia ini,” bentak Hendra.

“Jangan berkata seperti itu, Pa. Teknik manipulatifmu tidak akan mempan untukku, karena aku bukanlah Raline anakmu lagi,” tegas Raline, lalu memanggil para pelayan yang telah ia perintahkan membawa beberapa barang untuk diletakkan di paviliun.

Pelayan-pelayan itu membawa satu kompor kecil, tikar, bantal, tiga buah selimut, dan sedikit makanan untuk mereka bertahan hidup di paviliun. Para maid meletakkan barang-barang itu di hadapan Hendra, Maya, dan Arumi.

“Kalian bisa membawa itu ke paviliun untuk bertahan hidup. Setelah itu, cobalah mencari bahan makanan sendiri, karena rumah ini dan semua pelayan yang ada di sini tidak akan melayani kalian lagi. Oh, dan satu lagi, kalian juga tidak akan bisa menginjakkan kaki kalian ke mansionku lagi setelah ini,” tegas Raline.

Arumi dan Maya benar-benar tidak menyangka. Mereka mencoba membuat Hendra bicara, namun pria itu hanya diam, seolah menerima semua perlakuan anak buangan itu.

“Kalian punya satu jam. Setelah itu, kalian pindah ke paviliun. Tidak satu barang mewah pun yang boleh dibawa.”

Fauzan menambahkan, suaranya datar namun tegas.

“Jika ada aset yang tetap dibawa tanpa izin, itu akan dianggap sebagai penggelapan aset perusahaan dan dapat diproses secara hukum.”

“Ini kejam… kamu sangat kejam, Raline,” ucap Maya sambil berusaha memberontak.

“Ini sangat adil untukmu, Mama tiri,” jawab Raline membalas tatapan tajam mereka.

Raline menepukkan tangannya dua kali hingga dua orang pria mendekat ke arahnya.

“Keluarkan mereka semua dari rumahku, dan jangan lupa setelah ini kemasi semua barang mereka dan lemparkan ke paviliun. Aku tidak ingin melihat keberadaan para parasit ini di mansionku,” ucap Raline, lalu berlenggok duduk di sofa sembari menyuruh beberapa pelayan membuatkannya minuman bersama Fauzan.

Dua laki-laki itu langsung mendorong kasar ketiga orang tersebut.

“Raline! Aku tidak akan tinggal diam! Ini rumahku! Aku akan kembali mengusirmu, aku pastikan itu!” teriak Arumi sambil memberontak.

“Dasar anak buangan tidak tahu diri! Aku tidak akan tinggal diam!” teriak Maya menyusul, sementara Hendra hanya terdiam menatap Raline dengan mata membara.

Raline menyilangkan kakinya, lalu mengangkat dan memutar gelas minumannya.

“Ini baru permulaan pembalasanku,” gumamnya, masih bisa terdengar oleh Fauzan.

"Wanita ini benar-benar bukan wanita biasa. Pantas saja Raka menyuruhku menyelidiki sedetail apa pun tentangnya. Kelicikan serta kecerdasannya begitu layak diacungi jempol. Entah kenapa melihatnya seperti ini membuatku teringat dengan Anes yang sama kejamnya dengan dia," batin Fauzan.

.

.

.

💐💐💐 Bersambung 💐💐💐

Akkkhhh akhirnya keluarga parasit terangkat juga dari mansion mewah itu ya,kira - kora gimana caranya dua ulat bulu itu bertahan hidup di paviliun kotor dan kumuh itu ya mana cuma beralas tikar untung Raline masih punya hati di kasih bantal sama selimut.

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

1
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Irsyad layla
tapi dia pake kursi roda kek mana ni
Kutipan Halu: oooooh iyaaa maaf kk. makasi koreksinya🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 haisssss para demit berkumpul jadi satu
vj'z tri
tepat banget tebakan bang Joni 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa iya mau ikut tinggal di mansion bagian puojoooooook belakang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suprise 🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
seru seru seru seru 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kalau kata pakde Didi kempot bojo loro 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kutipan Halu: siap kakak🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
kaplok lohhh 🎉🎉🎉🎉🎉 wes tak tonton Soko kene
Kutipan Halu: lanjut🫶🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
sungguh mati aku jadi penasaran,sampai mati pun akan ku perjuangkan 🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
smas maut di lontarkan queen!!!! masukkkkkk🎉🎉🎉🎉
Kutipan Halu: asik asik josss😅
total 1 replies
vj'z tri
tambah looohh up nya 🎉🎉🎉
Kutipan Halu: masih mak pikirin cintaaa🫨🫨🫨
total 1 replies
vj'z tri
awas bucin beneran nanti 🤭🤭🤭
Kutipan Halu: maunya gitu biar bisa uwuwuwuwu🤭
total 1 replies
vj'z tri
horeeeeee masalah tambahan 🎉🎉🎉🎉
Kutipan Halu: kejutan dimulai🤭
total 1 replies
vj'z tri
buang bunga teratai ngambil bunga bangkai 🤧🤧🤧🤧🤧 selamat menikmati
Kutipan Halu: kirain pantun syggg😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!