NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Duel Estetika dan Skandal "Harga Teman"

Lobi Galeri Nasional yang biasanya tenang dan hanya diisi suara bisik-bisik intelektual, mendadak berubah suasananya.

Kehadiran Bagas dengan baret merahnya, Jaka yang terus-menerus membetulkan kerah kemeja, dan Manda yang sibuk mengarahkan kristalnya ke arah lukisan-lukisan abstrak, membuat para pengunjung lain menjaga jarak setidaknya tiga meter.

​Dira berusaha tampil se anggun mungkin, meski pundaknya masih terasa pegal akibat terjepit patung Jago selama dua jam perjalanan. Dira mencoba mengabaikan Supra yang kini sedang digendong Bagas layaknya seorang bangsawan.

​"Dir, jujur ya," bisik Manda sambil menatap sebuah lukisan garis lurus warna merah. "Lukisan ini auranya negatif. Garisnya terlalu lurus, ini pasti simbol pengekangan kebebasan berpendapat di era digital. Gue harus kasih tahu kuratornya buat netralisir pake garem dapur."

​"Man, tolong ya," Dira memohon dengan wajah memelas. "Sekali ini aja, simpen dulu teori konspirasinya. Kita di sini buat dukung Bagas, bukan buat ngerombak tata ruang galeri."

​Sementara itu, di depan patung Jago yang sudah dipajang di atas podium kayu putih, Aris berdiri dengan gaya yang sangat classy. Aris sedang berbincang dengan seorang kolektor seni kawakan yang rambutnya sudah memutih semua. Aris menoleh ketika mendengar suara cempreng Bagas yang sedang menjelaskan arti "kacamata hitam" pada Jago.

​"Wah, Bagas. Ternyata ini karya kamu?" tanya Aris dengan nada yang terdengar ramah tapi punya undertone meremehkan. "Sangat... berani. Menggunakan semen sisa untuk galeri nasional itu adalah sebuah langkah yang sangat... hemat biaya."

​Bagas membalikkan badan, menatap Aris dari atas ke bawah. Aris memakai setelan jas seharga satu motor matic, sementara Bagas memakai rompi yang salah satu kancingnya lepas.

​"Bukan hemat biaya, Ris. Ini namanya 'Upcycling of Soul'," jawab Bagas mantap. "Semen ini punya memori. Dia pernah jadi bagian dari pagar yang menjepit leher gue. Dia tahu rasanya berjuang. Daripada jas lo itu, mahal tapi nggak punya sejarah selain digantung di butik."

Jaka maju ke depan, berdiri di samping Bagas, mencoba menandingi tinggi badan Aris yang atletis. Jaka membusungkan dada sampai kemejanya hampir robek. "Mas Aris, secara manajemen nilai, patung ini nggak ternilai. Kenapa? Karena dia punya unique selling point berupa kacamata hitam yang nggak bisa ditembus oleh tatapan pria-pria yang hanya mengandalkan ketampanan tanpa kedalaman logika seperti kami."

​Aris tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat "mahal". "Logika ya? Menarik. Kebetulan saya tertarik untuk membeli patung ini untuk ditaruh di lobi kantor baru saya. Berapa harganya, Gas? Sebut saja, saya akan tulis cek sekarang juga. Anggap saja ini bantuan untuk dana pensiun kamu."

​Dira yang mendengar itu langsung mendekat. Dia tahu Aris sedang mencoba merendahkan Bagas dengan cara "membantu".

​"Aris, patung ini nggak dijual sembarangan," potong Dira tegas. "Ada proses kurasi. Dan Bagas nggak butuh 'bantuan' dana pensiun. Dia punya karier sendiri."

​"Oh, tentu, Dira. Saya tidak bermaksud begitu," Aris tersenyum maut ke arah Dira. "Saya hanya ingin mengapresiasi karya suami kamu. Tapi jujur saja, Gas... apa kamu yakin patung ayam pake kacamata ini pantas dihargai lebih dari sekadar harga semen per sak-nya?"

​Suasana mendadak tegang. Manda yang tadinya sibuk sama kristal, langsung mendekat ke arah Aris. Dia mengarahkan batu amethyst-nya tepat ke depan hidung Aris.

​"Stop! Mas Aris, energi lo ini sangat dominan dan cenderung toksik!" seru Manda. "Gue liat ada bayangan hitam di belakang lo. Itu pasti aura kesombongan yang terakumulasi karena terlalu sering pake parfum merkuri! Jangan coba-coba beli Jago kalau hati lo belum murni!"

​Para pengunjung galeri mulai berkumpul, mengira ini adalah bagian dari performance art.

​Bagas menatap Aris dengan tenang—ketenangan yang jarang dia miliki kecuali kalau lagi nungguin mi instan matang. Bagas menurunkan Supra ke lantai, kemudian berjalan mendekati Aris sampai jarak mereka hanya tersisa selembar tisu.

​"Ris, lo mau tau harga patung ini?" tanya Bagas pelan.

​"Sebutkan," tantang Aris sambil mengeluarkan bolpoin emasnya.

​"Harganya adalah... kebahagiaan Dira," ujar Bagas mantap. "Patung ini dibuat pas malam kita mati listrik. Dira yang pegangin lampunya, gue yang ngaduk semennya. Setiap guratan kasar di semen ini adalah saksi bisu gimana gue sama Dira ketawa bareng pas token listrik bunyi. Lo punya uang milyaran, tapi lo nggak akan pernah bisa beli memori itu. Jadi, jawaban gue cuma satu: Jago nggak dijual buat orang kayak lo."

​Seluruh lobi galeri hening. Dira merasakan matanya panas. Dira tidak menyangka si "Tapir" bisa mengeluarkan kalimat sedalam itu di depan saingan terberatnya.

​Jaka tiba-tiba bertepuk tangan sendirian dengan sangat keras. "GILA! Speech yang sangat Alpha! Gas, gue bangga jadi asisten metafisika lo hari ini!"

Aris tampak kaget. Dia tidak menyangka akan ditolak secara mentah-mentah di depan umum. Wajahnya yang semula tenang kini sedikit memerah karena malu. "Oke, kalau itu keputusan kamu. Saya harap memori 'mati listrik' kamu bisa membayar tagihan rumah sakit kalau nanti kamu sakit lagi gara-gara kejepit pagar."

​Aris berbalik dan pergi dengan langkah cepat, mencoba menyelamatkan harga dirinya yang baru saja dihancurkan oleh pria berbaret merah dan seekor kucing pincang.

​Kurator galeri yang sejak tadi mengamati, mendekati Bagas. "Mas Bagas... ucapan Anda tadi adalah sebuah statement seni yang sangat kuat. Saya baru saja bicara dengan seorang kolektor dari Singapura, dan dia ingin menawarkan kontrak pameran tunggal untuk Anda di sana. Dia tidak ingin membeli Jago, dia ingin 'meminjam' spirit Jago."

​Bagas melongo. "Ke Singapura, Pak? Wah, di sana ada martabak manis nggak ya?"

Dira langsung memeluk Bagas dari samping. "Bagas! Singapura! Kita bakal ke luar negeri gara-gara patung ayam lo!"

​"Tapi Ndoro," bisik Bagas pelan. "Supra dapet paspor nggak ya? Gue nggak tega ninggalin dia di sini sendirian, nanti dia malah bikin aliansi sama tikus got buat ngerampok dapur kita."

​Manda sudah sibuk dengan ponselnya. "Gue harus cek ramalan bintang! Ke Singapura di bulan ini butuh proteksi ekstra terhadap radiasi laser bandara!"

​Sementara Jaka mulai merapikan rambutnya lagi. "Singapura... tempat di mana banyak wanita karier mandiri. Ini adalah kesempatan gue buat mempraktikkan teori 'Pesona Pria Semen' di kancah internasional."

​Malam itu, rombongan absurd itu pulang dengan kemenangan besar. Di dalam mobil yang ban-nya sudah tidak terlalu amblas (karena patung Jago ditinggal di galeri), mereka bernyanyi kencang sepanjang jalan. Dira menatap Bagas yang sedang fokus menyetir sambil sesekali mencium kepala Supra.

​Dira sadar, mungkin Bagas memang seekor "Tapir" yang aneh. Tapi Tapir ini baru saja membuktikan bahwa emas sejati bukan terletak pada gigi Aris atau jas mahalnya, melainkan pada kejujuran hati seorang suami yang rela dibilang gila demi membuat istrinya tersenyum.

Kemenangan telak atas Aris membuat posisi Bagas di mata Dira naik kasta dari "Tapir" menjadi "Pangeran Semen". Tapi, perjalanan ke Singapura bukan perkara mudah. Selain urusan paspor Supra, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa Mama Ratna (ibu kandung Bagas) bersikeras ingin ikut untuk memastikan Bagas tidak "mengharumkan nama bangsa dengan cara yang salah".

1
Alissia
/Joyful//Joyful/
Alissia: jangan pangil aku tante dek,kyak berasa tua banget dan umur aja baru 20 tahun😭😭
total 2 replies
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
ceritanya bagus, menarik dan lucu"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
🖤ᴡᴀɴɢ ɴᴀɴ
bagus kak,
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
🧡⃟ɱᷫυᷤɱυ ιɱυҽƚ
luar biasa bagus ceritanya, lucu dan pasti ga bosen bacanya
up terus kaka semangat 🤗🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι²
bagus cerita nya dan menghibur
semangat up kaka🤗
🧡⃟мσᷫмᷤσ
bagus ceritanya, udah gtu banyak banget ide ide yang menarik
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
🧡⃟мυᷫмᷤυ αη∂нιкα
sungguh karya yang bagus
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁴
ceritanya bagus kak, penulisan juga rapih dan enak dibaca
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
ceritanya bagus , humoris, lucu
yang pasti bnyak ketawa nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ceritanya bagus kak
menarik banget
🧡⃟ɢᴏͨɴͥᴛᷝᴇͥɴᷜɢ²ᵇ
ceritanya bagus alur juga keren pokoknya novelnya bagus ceritanya
ketawa terus pas setiap baca perbab
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁶ᵇ
ceritanya bagus kaka
semangat up iya kaka🤗
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
goood banget ceritanya kak bagus aku suka
semoga makin asyik kedepannya 👍
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren mama mu bagas dia jadi maskot 🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha karena extra pedas ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren sih usaha mereka 🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha pelajaran baru dari bagas itu😅
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ga mau kalah ini emak satu wkwkwkwk
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
kdng emang ga bisa dipredikdi justru yang aneh itu yang menarik perhatian banyak orang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha kapok makanya jangan maen" smaa bagas😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!