Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ritual
Malam menjelma. Kiara berjalan keluar dari rumahnya. Ia membawa ayam cemani yang sudah ia sembelih dan diambil darahnya.
Tak lupa pisang barangan sesisir, kembang melati, mawar merah, dan juga kenanga sebagai pelengkapnya.
Ia menggunakan masker, dan juga hoodie agar tidak dicurigai warga.
Gadis itu sangat takut jika ada yang melihatnya, maka akan menjadi gunjingan.
Kiara mengemudikan motornya, lalu menuju makamNyai Punden Ronggeng yang sudah memberikan segala apa yang diinginkannya.
Kini ia menjadi primadona bagi para pria, dan mereka rela memberikan apa saja padanya demi untuk bisa merasakan apem legit miliknya.
Gadis itu tiba dipos jaga. Ia menitipkan motornya, dan berjalan dimalam sepi nan gelap menuju makam dengan melewati pematang sawang.
"Udah malam, Neng. Sendirian, apa gak takut?" tanya security yang baru saja bertugas, saat dititipi motor.
"Ada urusan disawah, Pak. Nitip motornya ya," ucap Kiara, lalu bergegas pergi meninggalkan pos jaga dengan diiringi tatapan memindai dari sang security.
"Waduh, kenapa cuma liat bodynya saja, rudalku bisa berdiri? Itu cewek bohay banget," ia menggerutu dengan lirih, dan berharap dapat bertemu lagi dengan sang wanita, sebelum jam kerjanya berakhir, ia sangat berharap akan itu. "Semoga saja dia kembali ke pos," pria itu menghela nafasnya dengan berat.
Sementara itu, Kiara berjalan menyusuri perkebunan kelapa sawit dan hawa dingin terasa begitu menyengat kulitnya.
Ia seolah tak lagi takut jika ada setan yang datang tiba-tiba muncul dihadapannya, sebab ia sendiri juga sudah menjadi setan.
Kantong kresek yang dijinjingnya terlihat berayun mengikuti arah langkah kakinya.
Hingga akhirnya ia tiba dipematang sawah, tatapannya tertuju pada sebuah gubuk yang menjadi saksi biksu atas penganiayaan terhadapnya.
Ia mengulas senyum sinis. Sebab sudah berhasil membuat pembalasan pada kedua orang tersebut, dan pastinya hubungan Reva dan Rama sedang kacau.
Ia kembali melanjutkan perjalanannya menapaki tanah tinggi menuju tempat pemakaman Nyai Punden Ronggeng.
Aroma melati yang sangat kuat menyambutnya, dan ia mempercepat langkahnya.
Setibanya didepan makam, ia memandang sekejap sekelilingnya, tampak gelap.
Ia mengjela nafasnya dengan berat lalu memasuki ruang pemakaman yang dibuat seperti rumah.
Suasana berubah dengan drastis, dan ia merasakan tubuhnya meremang. "Termyata serem juga kalau malam disini," ucapnya dengan perasaan yang tak nyaman.
Ia sudah berada didalam makam, dan tak lupa meletakkan sesaji berupa pisang matang satu sisir, kembang tiga rupa, dan membakar dupa disisi makam bercat putih.
Suasana sangat dingin, dan aura negatif terasa sangat begitu kuat.
Sesaat ia teringat akan sesaji yang lainnya. Lalu bagaimana dengan ayam cemani dan darahnya? Ia bingung dengan benda tersebut.
Hingga sebuah bisikan yang datang tepat ditelinganya. "Pergi ke bawah rumpun pisang." suara halus itu terdengar nyata, dan mempengaruhi akal fikirannya, seperti sebuah sugesti yang tak dapat ia tolak.
Kiara keluar dari ruang pemakaman berjalan menuju tempat yang dianggapnya sebagai petunjuk.
Langkahnya sangat hati-hati. Ia masih mengingat dimana rumpun pisang tersebut, dan melangkah dengan tekad yang cukup kuat.
Setibanya didepan rumpun pisang, ia berdiri mematung, hingga sebuah suara kembali datang berbisik.
"Duduklah disana, didepan lubang galian makam yang pernah dibuat oleh Rama,"
Kiara lagi-lagi tak.dapat membantah, lalu berjalan menuju galian lubang, dan duduk bersila.
Kembali sebuah bisikan halus yang menggelitik telinganya.
"Minum darah ayam cemani, dan lemparkan ayam tersebut ke dalam lubang makam,"
Kali ini bisikkan itu membuatnya tercengang. Bagaimana mungkin ia dapat meminum darah ayam tersebut? Ia merasa jijik.
"Aku tak mau, ini sangat menjijikkan," sahut Kiara, menolak permintaan tersebut.
"Kau akan hidup abadi, kecantikanmu tidak akan tertandingi, meskipun kau sudah memasuki usia tua," suara itu kembali menggema, meruntuhkan segala ketakutan dan juga imannya.
Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan cup transparan yang bertutup lalu mengangkatnya dengan dilema.
Keinginan untuk mendapatkan kecantikan yang abadi membuatnya harus melawan rasa jijik tersebut.
Dengan cepat ia meneguk habis darah ayam cemani tersebut, dan menelannya meskipun rasa mual hampir memuntahkan isi perutnya.
Ia menutup mulutnya dan bergegas mengabaikan rasa anyir dan bau amis, agar rasa mual itu menghilang.
Saat darah itu sudah berada dilambungnya, mendadak kepalanya merasa pusing, dan semakin lama semakin kuat rasa sakitnya.
Pandangannya mengabur, dan perlahan semuanya tampak semakin kelam, hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.
****
Ning nong ning nong, ning nong ning nong gong!
Sebuah alunan musik gamelan terdengar sayu-sayu ditelinga. Kiara mengerjapkan kedua matanya, dan saat ia membukanya dengan terang, ia melihat sebuah pertunjukkan gamelan yang sama seperti waktu itu.
Hanya saja, ia melihat satu sosok meneer bertubuh tinggi dan tampan sedang menatapnya.
Sosok itu tersenyum padanya, dan anehnya, tak ada yang begitu peduli padanya, sebab mereka sibuk sedang menari ronggeng bersama para Nyai yang lihai melenggokkan pinggulnya.
Kiara masih merasakan kepalanya sangat pusing. Hal ini membuatnya seolah sangat sulit untuk bergerak.
Saat bersamaan, sang meneer datang menghampirinya, lalu menatapnya dengan senyum memikat.
"Mari Nyai, saya bantu kamu untuk bangkit," ucap sang Meneer dengan uluran tangannya yang berkulit sangat putih.
"Nyai?" bathin Kiara dengan bingung, sebab ia merasa dirinya bukan seorang Nyai Ronggeng.
Kiara menyambut tangan sang Meneer, lalu berdiri dengan kepala sedikit pusing.
"Saya akan mengajakmu ke suatu tempat yang sangat indah, ikutlah denganku," sosok itu menarik tangannya, berjalan menuju kebun tembakau, dan melewati jalanan setapak yang kanan kirinya dipenuhi tumbuhan yang mengandung zat nikotin tersebut.
Kiara berjalan dengan langkah bingung sebab ia melihat pakaiannya sudah berubah menjadi penari ronggeng. Kemben berwarna hijau dan dipadu dengan rok ketat dari kain jarik berwarna hijau, serta sebuah selendang dilehernya yang berwarna merah.
"Hah, apa ini?" Kiara terlihat bingung.
Tanpa sadar, mereka sudah tiba disebuah bangunan berbahan permanen, dan itu terlihat seperti sebuah gudang, tapi ia tak dapat melihatnya dengan begitu jelas.
Lampu obor terpasang didepan bangunan, dan aroma singkong bakar tercium begitu kuat.
"Saya mau dibawa kemana?" tanya Kiara dengan nada bingung.
Ia merasa jika sosok yang sedang membawanya berhawa sangat panas, dan membuatnya bergidik ngeri, meskipun wajahnya sangat tampan khas warga Belanda.
Kulitnya putih, tubuh tinggi, manik mata berwarna biru, dan hidung mancung, membuatnya terlihat sangat tampan.
"Tenanglah, aku hanya ingin membuatmu merasa senang, dan apa yang akan aku berikan, menjadi awal pembuka bagimu untuk menjadi orang yang kuat, dan digemari banyak pria," ucapnya dengan ekspresi yang sangat sulit dijelaskan.
Kiara menatap bingung, dan ia semakin merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sosok Meneer tersebut.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃