NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir, mantan prajurit wanita hebat di dunia kuno, kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad ia bergerak menumpas kejahatan dan zombie.

Sepupu dan tunangan yang selingkuh? Bunuh!
Paman dan Bibi yang licik? Bunuh!
Orang-orang serakah yang berniat jahat? Bunuh!

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya. Bersama orang-orang kepercayaannya, menaklukkan kota miskin yang terbuang, menciptakan sebuah kota aman yang akan menjadi cahaya dimasa depan. Menciptakan sebuah harapan ditengah-tengah keputusasaan.

Mampukah Elle menciptakan harapan ditengah kehancuran? Atau justru gugur dimakan kejinya akhir dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membangkitkan Kemampuan Supernatural

**

Setelah mengusir Darrion dari kamar yang ditempatinya, Elle lantas menghela nafas, ia tidak banyak berpikir lagi dan langsung memasuki ruangan miliknya lagi.

Sebelumnya ia baru sempat tidur beberapa menit, tapi Darrion dan Shaya malah datang. Membuatnya bangun dan keluar dari komunitas diam-diam, bolak-balik atas dan bawah yang cukup melelahkan. Andai ia bisa menghilang dan muncul dimanapun ditempat yang ia inginkan, alangkah baiknya.

"Eh? Tunggu, aku ingat ada seseorang yang bernama Shelly di kehidupan sebelumnya yang punya kekuatan ruang. Ia menggunakan ruang, menggali potensi ruangnya sendiri sehingga bisa memakai ruang tersebut sebagai kekuatan lain, teleportasi! Bagus sekali, aku akan mengikuti teladannya!" Ucap Elle dengan semangat. Tapi setelahnya menggelengkan kepala.

"Aku bahkan tidak tahu kemana perginya energi dari inti kristal yang aku serap." Ucapnya dengan raut frustasi. Masih banyak yang harus dilakukan, tidak apa-apa, lakukan perlahan. Tidak sedang berlomba dengan siapapun, pikirnya kemudian.

"EH?!" Pekik Elle seraya melebarkan kedua matanya. "Sejak kapan ada pohon disini?!" Lanjutnya berteriak. Letak pohon besar berada tepat disudut halaman rumah kayu yang ia bangun, menambah kesan rumah pedesaan yang damai.

Elle berjalan memutar, melihat keseluruhan pohon besar yang tumbuh subur tersebut. "Wow! Ada air, akhirnya ada air dalam ruangku!" Ucapnya bersemangat. Sebelumnya memang tidak ada, tanaman yang ditanam tumbuh hanya dengan tanah hitam itu tanpa disiram yang sungguh ajaib.

Elle berjalan ke dapur sederhana yang ada disisi lain halamannya, mengambil satu gelas kayu dan mengisinya dengan air jernih yang berasal dari pohon tersebut. Setelah meminumnya, Elle merasa terbang seketika. Kesegarannya benar-benar membuat pikirannya jernih dan, "Oh wow! Bahkan rasa pegal, sakit kepala, dan kekesalanku hilang?" Gumamnya semakin senang. "Ini terlalu ajaib!" Lanjutnya memekik, kemudian segera berterimakasih karena telah memberikan sub-ruang yang begitu hebat padanya.

"Hmm... Tapi tidak mungkin pohon ini tiba-tiba muncul, kan? Apa yang aku lakukan sebelumnya sampai--oh aku tahu! Mungkinkah inti kristal itu?!" Ucapnya menerka dengan pikiran yang seolah terbuka.

Elle kemudian mengeluarkan inti kristal yang masih dibawanya. Dari semua inti kristal yang didapatkan, Elle mendapat bagian sebanyak 28 inti kristal putih transparan. 12 inti telah ia gunakan, tersisa 16 yang dalam genggamannya 8 dan sisanya ada dalam tas diluar sub-ruangnya. Dan sisa 20 inti kristal lainnya dibagi rata dengan yang lain termasuk Darrion karena semua orang berjasa membunuh zombie dan menyelamatkan penyintas, kecuali Avin yang tidak dapat bagian.

Elle menatap inti kristal di genggamannya dengan ragu. Meski begitu, ia tetap mencobanya dengan hati penuh harapan. Ia mulai memposisikan dirinya bermeditasi, memejamkan kedua mata dan mulai menyerap inti kristal.

Setengah jam lebih berlalu, ia telah menyerap semuanya. Ia lantas melihat sekelilingnya, dan menghela nafas kecewa. Tidak ada perubahan sama sekali. Mungkinkah ia salah menebaknya? Pikir Elle bingung.

Yang Elle tidak tahu adalah, energi yang masuk kali ini tidak terserap oleh inti energi sub-ruangnya, tapi inti energi kekuatan kayunya. Jadi, ketika ia mencoba melepaskan sulur untuk mengambil gelas yang ada diluar, ia dibuat takjub.

"Wow! Sulurku seperti menjadi lebih besar?!" Pekiknya semangat, dengan senyum lebar. Kemudian menganggukkan kepalanya mengerti, "jadi begitu, energinya terserap ke dalam inti energi kekuatan kayuku." Gumamnya pelan.

Tapi, bagaimana caranya energi dari inti kristal ini masuk ke dua tempat yang berbeda seperti ini? Elle merasa sangat kebingungan, mencari tahu dalam pikirannya tapi nihil, ia tidak mengerti. Kepalanya malah terasa pusing, dan akhirnya Elle memilih untuk tidur. Ia belum tidur lagi hari itu. Tubuhnya tidak tahan lagi, dan langsung terlelap begitu menyentuh kasur.

**

Pada sore hari, semua orang terbangun dari tidur dengan keadaan lapar. Elle yang sudah lebih dulu bangun, sudah berkutat dengan peralatan masak didapur sejak 30 menit lalu.

Dengan rencana keberangkatan besok pagi, kali ini Elle memasak semua makanan yang ada didapur. Hanya menyisakan daging kalengan, mie instan dan biskuit untuk perbekalan dijalan.

Air yang digunakan adalah air yang ia dapat dari orang yang mempunyai kemampuan supernatural air. Tentu saja ia menukarnya dengan beberapa mie instan. Jadi, selama beberapa hari ia tidak perlu khawatir kekurangan air. Ditambah, ia memiliki banyak air diruangannya. Hanya saja, agar ia punya alasan mengeluarkannya, maka mau tidak mau Elle harus bertukar lebih dulu.

Setelah makan di sore hari selesai, Elle memerintahkan semua orang agar berkumpul diruang tengah dengan membawa inti kristal. Rencana perjalanan sudah dibicarakan, maka inilah saatnya untuk membangunkan kekuatan supernatural orang-orang dalam tim.

Begitu semua orang berkumpul, Elle mulai berbicara. Setelah semua orang mengerti, Elle melakukan demonstrasi untuk dilihat semuanya. Dengan Darrion yang ia jadikan bahan percobaan.

Demi maaf sang kakak, Darrion rela. Ia mengulurkan tangannya, dengan kedua mata terpejam. Membuat Elle tersenyum samar, merasa geli dalam hatinya. Lantas, Elle menyayat telapak tangan Darrion dengan belati miliknya, begitu darah keluar, ia menaruh inti kristal diatasnya.

"Pusatkan pikiranmu." Titah Elle pada Darrion yang meringis merasa perih.

Begitu Darrion memusatkan pikiran, inti kristal ditangannya perlahan memancarkan sinar lembut. Setelah beberapa saat, cahaya tersebut hilang.

"Bagaimana?" Tanya Elle pada Darrion. Tapi Darrion menggeleng dengan kecewa, ia tidak merasakan perubahan apapun dalam tubuhnya.

"Baiklah, tidak apa-apa. Kau masih bisa membunuh zombie meski tanpa kekuatan supernatural." Ucap Elle seraya mengusap kepalanya. Alhasil, Darrion tersenyum, melupakan kekecewaannya sejenak. Tidak apa, yang penting kakaknya sudah kembali bersikap baik padanya, pikir Darrion.

Elle beralih pada yang lain, khususnya menatap 3 orang dewasa yang berdiam diri dengan wajah tertarik. "Baiklah, lakukan seperti yang aku lakukan sebelumnya." Ucap Elle pada ketiganya.

Paman Jergh dan Sam langsung mempraktikkannya saat itu juga, dan mulai memejamkan mata untuk lebih fokus. Tapi Luca diam, ia menatap Elle dengan datar.

"Aku tahu kau sudah membangkitkan kemampuanmu. Itu kemampuan psikis, bukan?" Tebak Elle, karena jelas sekali, sebelumnya Luca juga memberitahu beberapa informasi sebelum ia benar-benar menyergap.

Luca menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu, gunakan inti kristal itu untuk menaikkan tingkatan kekuatanmu." Ucap Elle mengangguk, kemudian ia beralih pada Avin dan memberinya 5 inti kristal unruk diserap.

"Kau juga harus meningkatkan kekuatanmu, di masa depan kau akan menjadi informanku." Ucap Elle seraya mengangguk, agar Avin mau menerima inti kristalnya. Lagipula, ia juga ikut membedah kepala zombie.

"Terimakasih, kakak." Ucap Avin seraya tersenyum. Dan mulai fokus. Meninggalkan sepasang kakak beradik yang tidak melakukan apapun.

"Kakak..." Panggil Darrion sedikit iri.

"Tidak perlu iri, di masa depan kau mungkin juga akan membangkitkan kemampuan." Ucap Elle, membuat Darrion mengangguk ringan.

**

1
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!