Serena adalah mantan bodyguard namun karena sebuah insiden Serena di pecat dan berakhir menjadi seorang pelayan di sebuah restoran untuk bertahan hidup.
Wanita berusia 28 tahun itu juga suka membaca novel yang bergenre SCI-FI dan juga novel-novel tentang hari kiamat.
Sebuah hal ajaib terjadi pada nya setelah dia membaca novel tentang hari kiamat yang dia temukan di atas meja salah satu pengunjung yang tertinggal. Serena malah menjadi salah satu tokoh yang tak penting dalam cerita.
Menjadi seorang tokoh yang di jual suami dan sahabat nya untuk menjadi salah satu bahan ekperimen bersama tokoh utama di dalam cerita itu.
Apa yang akan di lakukan Serena saat membuka mata dan menemukan dirinya terikat di atas meja laboratorium sebagai kelinci percobaan.
Apakah Serena berhasil melarikan diri atau bahkan menyerah dan mati di halaman pertama?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BANJIR YANG DI REMEHKAN
"aku bilang lepaskan aku!! Jika kau ingin selamat maka lepaskan aku sekarang!!".
Serena masih belum berhenti meminta pria ini untuk melepaskan nya. Brian dan para bawahan nya kini membawa Serena menuju sebuah gedung yang paling tinggi di kota ini.
Brian ingin membuktikan kata-kata Serena dan akan bermain-main dengan subjek 357 yang baru saja dia dapat. Sheryl adalah wanita lemah yang di jual oleh suami nya sendiri hanya demi uang dan kebebasan.
Wanita ini mempunyai anak laki-laki yang di jadikan tameng oleh suami nya untuk mengontrol Sheryl. Semenjak bisa bertahan dengan virus yang di tanam dalam tubuh nya wanita ini terlihat lebih menarik.
Brian pernah bertemu sebelum nya saat dengan wanita ini saat dia pertama kali di seret suami nya untuk di jual di laboratorium. Wanita lemah yang pernah di lihat Brian ternyata berubah menjadi wanita yang cukup pemberani.
Brian berpikir apakah virus yang di suntikan laboratorium gila itu mampu mengubah sifat dan sikap seseorang?.
Jika bisa berarti virus yang ada di dalam tubuh wanita yang terus memberontak itu cukup hebat berkolaborasi dengan darah nya.
Yang tidak di ketahui oleh Brian jika ada jiwa yang berbeda yang menempati tubuh wanita itu. Jiwa jadi dunia nyata yang tau bagaimana akhir dari kota yang dia bangun ini.
Serena di bopong seperti karung beras oleh salah satu orang yang bekerja untuk Brian. Serena memberontak terus menerus agar di lepaskan namun Brian tak memperdulikan nya.
Mereka masuk ke dalam lift khusus yang akan membawa nya ke puncak gedung pencakar langit yang di ciptakan oleh pria antagonis sampingan itu. Brian akan menunjukan sebuah tembok yang dia bangun untuk menahan segara jenis bencana alam di dunia ujung kiamat.
"Kau!! Kau tidak akan bisa menyelamatkan kota kesayangan mu ini!!. Lepaskan aku!!". Teriak Serena lagi agar pria gila ini melepaskan nya.
"Air akan datang sebentar lagi dan aku tidak ingin terjebak di sini!! Dimana anak ku!!!". Pekik Serena lagi saat belum ada tanggapan apapun dari Brian.
"Huh.. berisik sekali!! Kau tidak perlu khawatir tentang anak mu!! Karena anak mu ada di kota Grizel!!. Dia di bawa oleh suami istri kaya raya yang sebagai seorang budak!!".
"Apa!! Budak!! Bagaimana bisa seorang anak yang berusia 6 tahun menjadi budak!!. Bagaimana bisa!!".
Serena semakin memberontak marah. Dia tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Brian tentang Noah. Namun sekali lagi Brian tidak memperdulikan nya hingga pintu lift itu pun terbuka secara otomatis.
Mereka akhirnya sampai di tepat paling atas bangunan yang megah, kokoh dan juga tinggi ini. Dari atas sini mata bisa melihat ke seluruh kota. Dan di atas sini juga ada landasan helikopter dan beberapa helikopter nya juga.
Langit kini di penuhi awan hitam yang mengeluarkan hujan. Sejak Serena diculik hujan tak kunjung reda. Dan seperti nya memang tidak akan reda, Serena tau ini lah tanda-tanda badai dan air laut yang akan meluap dan menenggelamkan kota ini.
Serena sudah di turun kan namun masih di dalam pengawasan yang cukup ketat dari orang-orang berbadan besar ini.
Mata Serena melihat pemandangan yang kota dari atas gedung yang paling tinggi.
"Wah!!! Kota ini sangat indah dan juga luar biasa!!!". Ucap Serena dengan rasa kagum tanpa di sadari.
Brian yang mendengar ucapan itu pun tersenyum puas dengan Apa yang sudah dia buat selama ini. Dia bangga Serena memuji hasil usaha nya selama ini.
"Lihat kan kau bahkan mengagumi nya tanpa sadar. Dan kau lihat itu!". Ujar Brian berjalan mendekat ke arah Serena lalu menunjukkan sebuah tembok raksasa yang mengelilingi kota.
"Itu adalah tembok yang kokoh dan tidak akan pecah walaupun terserang bencana dahsyat. Jadi kau tidak perlu takut dengan apa yang akan terjadi. Kota ini tidak akan tenggelam".
Serena mendengus kesal pada Brian. Pria antagonis yang keras kepala ini sangat bodoh dan terlalu percaya diri.
"Kau akan mempercayai nya beberapa saat lagi air akan naik dengan cepat".
Dan benar saja apa yang di ucapkan Serena benar-benar terjadi. Terdengar suara jeritan beberapa orang dari arah bawah. Jeritan yang sangat melengking hingga terdengar sampai ke atas.
"AAAAA BANJIR!!!".
Masih menolak untuk percaya Brian kini berjalan ke pembatas gedung dan melihat orang-orang yang ukuran nya sangat kecil dari atas sini sedang berlari untuk mencari tempat aman.
"Bagaimana bisa!!". Gumam Brian yang tak percaya jika air sudah tergenang walaupun hanya sebatas mata kaki.
"Ini belum seberapa!! Sebentar lagi akan ada gelombang air yang cukup besar yang akan menghantam dinding kota kebanggaan mu ini!! Jadi lepaskan aku dan lebih baik kalian mulai menyelamatkan barang-barang berharga kalian!!". Ujar Serena yang masih berusaha untuk di lepaskan.
"Dean!!! Cek cctv di bagian terluar kota dan perintahkan bagian keamanan untuk melihat apa yang sedang terjadi!!". Perintah Brian yang sedikit terkejut dengan apa yang di katakan oleh Serena.
Namun saat Dean ingin pergi meninggalkan tempat itu, pintu penghubung terbuka lebar. Serta terdengar Beberapa keributan. Archie dengan wajah yang penuh luka dan tangan.
Entah apa yang terjadi pada nya selama berpisah dengan Serena beberapa jam yang lalu. Tapi yang pasti dia sedang mengalami sesuatu yang buruk.
Mereka menoleh ke arah kedatangan Archie begitu pula Serena. Serena heran bagaimana bisa Archie menyusul nya hingga ke tempat ini. Apa pria itu tidak mencari kekasih nya. Apa pria itu tidak meninggalkan tempat ini.
Serena hanya diam melihat ke arah di mana sang pemeran utama pria itu dengan luka di wajah nya berjalan dengan tatapan tajam.
"Wah!! Hari ini benar-benar sangat spesial ya!! Bisa-bisa nya experiment kota Lecorn sekarang berada di sini!! Apa kau sedang mengantarkan diri untuk bekerja di bawah laboratorium ku??"
Archie tidak peduli dengan ucapan dari Brian dia hanya ingin membebaskan Serena. Entah kenapa tujuan nya cuma satu yaitu membawa Serena pergi dari tempat ini.
"Lepaskan wanita itu sekarang juga!! Atau aku akan membunuhmu!!".
Brian yang mendengar nya tertawa terbahak-bahak. Di saat seperti ini ternyata ada saja orang yang ingin mengantarkan nyawa nya.
"Oh ayo lah!! Ini bukan waktu yang tepat!! Lebih baik kita pergi dari tempat ini terlebih dahulu dan kita bisa berkelahi di tempat yang aman!!". Teriak Serena di tengah hujan yang semakin deras dan tak kunjung berhenti.
Teriakan Serena kini di ikuti dengan air yang tiba-tiba menghantam dinding kota dengan sangat kuat. Air laut benar-benar datang seperti tsunami yang besar.
Tapi untung nya air gelombang itu belum sampai di atas gedung ini. Orang-orang yang ada di atas cukup panik. Lalu Brian dengan cepat memerintahkan orang-orangnya untuk menyiapkan penyelamatan.
"kan sudah ku katakan!! Kita harus selamat kan diri!!".
semangat
semangat