NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16(luka Baskara)

Keadaan mobil sangat lah hening, sedari tadi pikiran Baskara hanya tertuju pada Viona, laki-laki itu tak memperdulikan gadis yang saat ini sedang bersama nya

"Kenapa dari tadi Baskara cuekin gue sih?" Batin Aurel

Ehem....

Gadis itu mencoba berdehem untuk mencairkan suasana, tetapi laki-laki itu sama sekali tak merespon, yang membuat Aurel bertambah kesal

"Kita jalan dulu yok? Gue sumpek di rumah terus" Ajak Aurel

"Gue ada urusan, jadi gak bisa" Tolak Baskara yang membuat wajah gadis itu berubah masam

Penolakan Baskara tidak membuat Aurel menjadi goyah, gadis itu mulai meraih tangan Baskara yang membuat laki-laki itu tersentak kaget

"Jangan kurang ajar! Siapa yang nyuruh elo pegang tangan gue!" Bentak Baskara dengan wajah merah padam

"S-orry-sorry, gue gak sengaja" Ucap Aurel dengan takut

......................

Viona dan juga ibu nya kini sudah berada di dalam rumah Salma, Ratih sempat menolak ajakan putri nya untuk tinggal bersama, ia lebih nyaman tinggal di rumah milik nya sendiri meskipun bangunan itu hampir mirip seperti gubuk

Tapi Viona tak menyerah begitu saja, ia mulai mengeluarkan jurus andalan nya yaitu dengan menangis sehingga Ratih yang melihat nya pun tak tega, jadi mau tak mau ia pun bersedia untuk pindah demi membuat putri nya senang

"Rumah nya besar banget, ibu takut gak bisa tidur" Ucap Ratih yang membuat Viona tertawa

"Emang hubungan nya apa buk, rumah besar sama gak bisa tidur?" Tanya nya penasaran

"Kamu liat deh, di sini banyak barang-barang mewah, takut nya kalo kita tidur terus ada pencuri masuk gimana?"

Viona terkekeh geli karena ucapan ibu nya, dengan lembut ia mengambil tangan Ratih dan mengelus nya dengan pelan

"Di sini ada satpam buk, terus rumah nenek juga di pagar, jadi gak akan mungkin ada pencuri masuk, ibu gak usah mikirin itu" Jelas nya

Gadis itu membawa ibu nya duduk di kasur yang sebelum nya sudah di siapkan oleh Salma dan juga Sari

"Ini kasur nya apa enggak kebesaran nak? Kita kan cuma berdua?"

Ratih yang melihat kasur sebesar itu hanya bisa meneguk air ludah nya dengan kasar, seumur-umur baru ini lah ia merasakan kasur empuk dan juga besar

"Itu nenek yang kasih buk, aku juga kaget kasur nya kok gede banget* jawab gadis itu yang memang tidak tau

Setelah membaringkan tubuh ibu nya, Viona mengambil dua tas yang berisi baju untuk ia susun pada lemari yang sudah di siap kan

Viona menatap baju-baju itu dengan tatapan nanar

"Aku janji buk, setelah biaya rumah sakit dan pengobatan nya selesai, Viona bakal kumpulin uang lagi buat beli baju-baju baru"

Banyak sekali baju yang sudah tidak layak pakai di dalam tas itu, karena memang Ratih sendiri tidak memiliki uang untuk membeli pakaian baru

Uang yang selama ini Viona kirim kan hanya cukup untuk makan dan sisa nya Ratih tabung untuk keperluan putri nya di masa depan

"Buk, semua nya udah aku tata, sekarang aku pamit dulu mau beres-beres dapur" Izin Viona yang di angguki oleh wanita itu

Viona berjalan santai menuju dapur yang memang sedikit berantakan, karena tadi setelah selesai memasak tiba-tiba saja Bik Sari di panggil nenek untuk di ajak nya berbelanja di supermarker untuk membeli kebutuhan pribadi nenek

"Semoga aja besok aku punya dapur kagak gini" Gumam Viona sembari mulai mengelap meja dengan kain yang ia ambil dari dalam lemari

20 menit pun berlalu, kini semua nya sudah nampak bersih dan juga rapi

"Hufzz, ternyata capek juga ya" Gumam nya dengan lirih

Ketika ingin melepas celemek yang ia pakai, tiba-tiba saja terdengar suara orang menutup pintu, Viona yang mengira jika itu nenek Salma, segera berlari keluar untuk menyambut nya

Cittt...

Suara gesekan sandal dan lantai terdengar begitu keras di dalam mansions yang sepi

Gadis itu sangat terkejut melihat kedatangan Baskara dengan tangan penuh luka

"Habis dari mana?" Tanya Viona

Laki-laki itu tak menjawab, ia berjalan gontai ke arah sofa, Viona yang melihat nya dengan cepat mengambil obat P3K untuk mengobati luka Baskara

Viona berlari kecil membawa beberapa obat-obatan, di lihat nya kedua mata laki-laki itu terpejam dengan rapat, membuat perasaan Viona menjadi tak menentu

"Mau gak ya, dia aku obatin" Batin nya

Tetapi melihat darah terus menetes dari telapak tangan laki-laki itu, membuat Viona dengan cepat mendekat dan meraih nya

"Kok bisa kayak gini? Habis ngapain?" Tanya gadis itu lagi

Baskara enggan menjawab, laki-laki itu hanya melirik sekilas pada gadis di samping nya, kemudian ia memejamkan kembali seraya menikmati sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh gadis itu

"Kalo di tanya tuh di jawab, bukan nya diam aja!" Kesal Viona dengan tidak sengaja menekan luka laki-laki itu

Awwww.....

Jerit Baskara dengan suara melengking, luka nya terasa sangat perih dan juga sakit, sebab Viona menekan nya terlalu dalam hingga mengakibatkan darah itu kembali mengalir

"Astaga! Maaf-maaf, aku beneran gak sengaja" Sesal Viona dengan panik

Ia kembali mengobati luka Baskara dengan sangat hati-hati, setelah darah nya tidak lagi menetes, gadis itu mulai menuang kan obat merah yang membuat laki-laki iu meringis kesakitan

"Aww.. Jangan banyak-banyak, perih"

"Iya gak banyak" Jawab Viona

Setelah obat merah itu sudah sedikit meresap, Viona dengan telaten mulai membungkus tangan Baskara menggunakan perban

"Ini buat sementara aja, nanti kalo misal nya udah selesai mandi, perban nya bisa di lepas" Jelas gadis itu

"Tangan gue kan lagi sakit, jadi elo harus bantuin gue mandi" Titah Baskara yang membuat Viona melongo

"Gila aja! Udah gede kek gini masih minta mandiin orang, gak gak gak! Mandi sendiri!" Tolak Viona mentah-mentah

Dengan cepat gadis itu memasukan semua obat-obatan ke dalam kotak P3K, ia tak mau mendengar lagi permintaan yang tidak masuk akal keluar dari mulut Baskara

Ketika ia ingin bangkit dari duduk nya, tiba-tiba tangan nya di tarik kuat oleh Baskara yang menyebabkan Viona jatuh tepat di pangkuan laki-laki itu yang membuat jantung Viona berdetak dengan sangat kencang

Tangan Baskara terulur untuk memeluk pinggang Viona dari samping, dan tangan yang luka ia gunakan untuk mengelus pelan pipi gadis itu

Mereka saling menikmati posisi itu hingga tak menyadari jika di depan pintu sudah ada dua orang wanita yang terkejut melihat pemandangan di depan nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!