Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Pagi ini Luella bangun lebih awal bahkan sebelum alarmnya berbunyi, ia sudah bangun. Bukan tanpa alasan, Luella merasa gelisah karena mantan suaminya ingin bertemu dengannya hari ini.
Luella tidak tahu apa yang membuat Edric ingin menemuinya, Luella bahkan berusaha mengingat kesalahan apa yang ia buat. Dan Luella juga merasa jika dia tidak melakukan appaun, bahkan cek pemberian dari Edric tidak pernah ia gunakan.
“Aduh, ada apa lagi sih ini” ucap Luella
Setelah mandi dan bersiap, Luella segera berangkat menuju ke kantor. Pagi ini dia menunggu di depan ruangan HRD untuk meminta izin keluar di saat jam kerja karena ia harus menuju ke kantor Ale untuk memulai desainnya.
“Pagi Bu Via” Sapa Luella
Via adalah HRD di kantor Luella, usianya 32 tahun saat ini. Dan Via terkenal dengan tegasnya. Banyak karyawan yang menghindari Via dikarenakan Via terlalu mempersulit semua karyawan di kantor.
Tapi Hari ini Luella, dengan suasana hati yang kurang baik, dia harus menghadap Via untuk mendapat izin keluar kantor karena ada urusan dengan Alex, sebagai klien VIP perusahaan tersebut.
“Pagi, ada apa?” jawab Via.
“Saya mau minta izin untuk keluar di jam kantor Bu”
“Tidak bisa. Jangan biasakan keluar saat jam kantor”
“Tapi ini untuk bertemu klien Bu”
“Saya rasa klien juga tidak bodoh, klien tahu ini jam kerja. Jangan mmebuat alasan dan kembali ke ruangan kamu. Karena saya tidak mengizinkan” jawab Via dengan tegas.
Luella hanya menganguk kecil, kemudian meninggalkan Via di depan ruangannya. Sementara Via dia segera masuk ke dalam ruangannya dan memulai pekerjaannya meskipun sambil mendengus kesal karena sudah menghadapi karyawan yang menurutnya sangat menjengkelkan, hanya karena meminta izin keluar kantor.
Sampai di mejanya, Luella menghela nafasnya. Tangannya meraih ponsel kemudian mulai mengirim pesan.
“Pak Alex, saya belum bisa mendapat izin untuk keluar kantor. Tapi saya akan coba nanti siang Pak. Saya harus memberi tahu kan tentang ini karena saya hawatir tidak bisa menemui Pak Alex hari ini” – Luella
“Alex. Tanpa Pak” – Alex
“Astaga” pekik Luella.
“Iya Alex. Sorry” – Luella
“Kenapa? HR mempersulit ya?” – Alex
“Iya, mungkin karena terlalu pagi hehe” – Luella
“Biasalah, HR memang pekerjaannya mempersulit staff” – Alex
“Hehe” – Luella
Luella kembali fokus dengan pekerjaannya, dia melihat kearah jam pada layar komputernya. Sudah jam 9.30 namun sarah belum juga datang.
Luella mencoba menghubunginya, tapi ponsel sarah sedang tidak aktif. Perasaan Luella mulai gelisah, karena sarah tidak pernah seperti ini sebelumnya apalagi sampai tidak bisa di hubungi.
“Sarah, kamu dimana? Begitu ponsel aktif, segera telfon balik” – Luella
Pesan singkat itu Luella kirimkan kepada sarah, untuk memastikan ketika Sarah melihat pesannya, Sarah akan segera menghubungi Luella.
Sementara di tempat lain, hari ini Edric dan Alex sedang berada diruang rapat yang sama.
Ya, Alex adalah staff di kantor Edric. Alec menjabat sebagai direktur, karena memang Alex memiliki kemampuan untuk itu. Dan selama ini, Alex tidak pernah mengecewakan Edric sebagai CEOnya.
Alex menyadari jika suasa hati Edric pagi ini tidak terlihat baik. Karena beberapa kali Edric mengabaikan beberapa poin yang Alex ajukan dalam rapat tersebut.
Alex memang tidak membuat kesalahan dalam pekerjaannya, tapi Alex membuat kesalahan karena ia semalam bersama dengan Luella, mantan istri Edric.
Entah apa yang membuat Edric merasa kesal dengan Alex hanya karena melihat Luella bersamanya, padahal secara legalitas Edric dan Luella sudah bukan suami istri. Mereka sudah bercerai dengan sah.
Edric menatap ponselnya yang terlihat menyala, kemudian ia mulai membaca pesan tersebut. Bibirnya tersenyum tipis, kemudian ia meletakkan kembali ponsel tersebut.
“Jadi bagaimana dengan design interiornya Pak?” tanya Edric kepada Alex.
“Tadi malam saya sudah bertemu dengan designernya Pak. Harusnya hari ini bisa ke kantor untuk segera memulai pekerjaan itu” jawab Alex.
“Semalam?” batin Edric.
Edric tidak pernah mengetahui apa pekerjaan Luella, dan ketika Alex menjelaskan, pikiran Edric melayang mengambil kesimpulan jika desiner itu adalah Luella.
“Siapa yang akan menjadi desainernya?” tanya Edric
“Namanya Luella Pak, Luella Brynn” jawab Alex.
Deg!
Nama itu adalah nama yang pernah Edric sebut di altar pernikahan satu tahun yang lalu. Nama yang juga Edric benci selama setahun terakhir sampai akhirnya Edric menerima fakta jika Luella hanyalah korban.
Semua orang di dalam ruangan rapat hening, mereka semua menunggu jawaban dari Edric. Sementara Luke, dia juga terkejut mendengar nama Luella Brynn.
Luke adalah asisten Edric, orang yang begitu Edric percaya untuk menyimpan semua rahasia pribadi juga rahasia perusahaannya.
Luke menyadari keheningan Edric, dikarenakan Alex menyebut nama perempuan yang begitu di benci oleh Edric.
“Pak Edric” bisik Luke.
“Oke, saya setuju. Tapi saya ingin bertemu dengan desainer tersebut sebelum dia merubah design kantor saya” jawab Edric tegas.