seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Pakaian Seksi
Yuda sudah rapi dengan pakaian nya, namun di dapur Yuda sedikit melamun karena kepikiran dengan Bagas dan dua teman nya, telah di temukan dan di nyatakan mati karena mendapat serangan makhluk buas. “Apakah setelah aku pergi ada harimau yang menggigit mereka,” pikir Yuda, tanpa sadar dua wanita cantik sedang mengintip nya dari arah ruang tamu.
“Kak Leni, suami sedang apa? Kok kelihatan sedang melamun ya,” tanya Kirana Penasaran.
Leni juga menoleh namun hanya menggeleng sambil kembali mengompres luka memar di wajah adik nya. “Gak tahu mungkin lagi masak, tuh liat.”
awwh,,
“Iya, kak Leni beruntung selama ini hidup pasti bahagia ya, bareng sama suami!” tebak Kirana, ia tak tahu kalau dulu kakak nya juga sama hal dengan nya, menderita.
“Sudah diam!! Jangan banyak ngomong, nanti rahang kamu sakit lagi.”
Kirana pun diam sambil mengusap pipi nya, sudah agak mendingan karena di kompres oleh kakak nya.
“Ah, sudahlah lagian bukan salah ku juga, mereka yang mau bunuh aku, aku hanya membela diri, mendingan makan pasti istri ku sudah kelaparan..!”
namun Yuda teringat dengan satu hal lagi, pakaian yang ada di ruang penyimpanan buka kah lebih baik di coba oleh istri nya. “seperti nya itu bukan hal buruk...”
“Sistem berikan dua set celana hotpants dan tanktop buat istri ku,” pinta Yuda.
“**Baik tuan, ini dia**.”
Yuda tersenyum melihat baju yang seksi seperti itu, apalagi berwarna hitam dan putih, dan akan di pakai oleh istri-istri nya, yang langsing pasti akan terlihat cocok.
“Ohya, bir ku juga keluarin..!”
setelah lengkap Yuda langsung membawa makanan ke meja makan dengan bir kaleng, sedangkan dua setengah pakaian itu Yuda letakan di ruang tamu agar istri nya bisa berganti di sana.
“Hemm, pasti udah gak sabar buat makan kan, tapi aku lihat pakaian kalian itu-itu saja, di ruang tamu aku sudah siapkan pakaian baru, pergi ganti!” suruh Yuda sambil dirinya menyusun makanan di atas meja.
“Baik mas.. kami ganti baju dulu,” Leni langsung menarik adik nya, ia merasa terharu karena suami nya sampai membelikan pakaian baru untuk mereka.
Setelah keduanya pergi Yuda menata sate babi dan juga bir kaleng yang terlihat sangat enak. “Eh, tunggu tutup pintu dulu,” Yuda saking semangat ingin melihat istri nya memakai pakaian seksi sampai lupa kalau pintu nya masih terbuka lebar.
Yuda menoleh ke luar kanan dan kiri, terlihat sepi tampak nya, orang-orang sudah pada tidur karena memang ini sudah larut malam.
Di sisi lain Len dan Kirana bingung, saat melihat pakaian yang di siapkan suami nya terlihat aneh di mata mereka. “Kak, kita pake ini?”
Leni melihat tanktop itu langsung memerah tapi di sisi lain ini adlah permintaan suami nya, dan ia tak enak untuk menolak nya karena suami jya sudah baik seharian ini. “iya Kirana, bagaimana pun kita harus menyenangkan suami.”
Kirana pun hanya mengagumi mengerti lalu mengikuti kakak nya mengenakan pakaian yang terlihat aneh, celana pendek membuat betis mereka terekspos jelas putih di tambah tanktop yang sexsi di tubuh mereka melekat pas seperti di ukur.
“Kak, kok Kirana merasa aneh ya, kayak terbuka,” ujar Kirana merasa malu sedikit takut.
“Udah! Ayo kita makan, nanti suami malah nungguin,” Leni tidak peduli walau hati nya juga merasa malu, tapi Leni merasa senang karena ini permintaan suami nya.
“Aku rela mas, memang ini tugas kami,, semoga kamu tetap baik kepada kami.”
Setiba nya di ruang makan Yuda sedang duduk sambil menuangkan bir ke gelas, begitu melihat kedatangan istri nya Yuda melotot sambil terdiam.
Gluk!
“Mampus! mereka cantik dan seksi parah,” Yuda sampai menelan ludah melihat penampilan istri nya, yang sangat menggoda.
“Ke-kenapa mas, apakah aneh, kami akan ganti lagi kalau gitu,” Leni yang merasa malu di tatap oleh suami nya hendak ganti kembali.
Tapi Yuda segera menarik tangan keduanya lalu menyuruh nya duduk. “Gak perlu kalian sangat cantik, udah duduk kita makan dulu, nanti kalian kelaparan.”
“Mas, ini apa, kok aku baru melihat nya?” tanya Leni menunjuk bir kaleng yang sedang di buka Yuda.
“Ouh, ini bir sangat enak kamu cobain! Ini.”
Leni meneguk satu gelas dan merasakan rasa yang luar biasa. “Waaw, ini enak banget mas, aku mau lagi.”
"Nih sayang, sambil makan sate nya, hey Kirana ayo kamu juga minum,” ucap Yuda menuang kan untuk istri baru nya.
mereka melanjutkan makan malam sambil meminum bir yang Yuda dapatkan dari sistem sebanyak lima botol. “Ayo sayang, makan sate nya juga,” suruh Yuda menyodorkan sate kepada Kirana yang masih tampak malu-malu.
Blus.!,
“Iya mas, terimakasih..!”
“Kamu jangan sungkan gitu, mulai sekarang kalau ada yang berani nyakitin kamu, bilang sama aku, oke!” ucap Yuda. Di balas anggukan oleh Kirana sambil makan sate yang tidak pernah ia makan.
Malam ini adalah malam yang berarti bagi Kirana karena ia merasakan rasanya makanan enak dan kenyang, serta kasih sayang yang nyata dari orang di dekat kita.
Begitu pula Leni yang juga ini pertama kali nya makan seenak ini dengan suami nya.
30 menit berlalu mereka sudah selesai makan, bahkan Leni mabuk. “Satu gelas lagi mas..!” pinta nya menyodorkan gelas milik nya.
“Udah habis sayang!! Kamu udah minum dua kaleng sendiri lho! Udah ya..!” bujuk Yuda merasa kasian.
namun Leni malah berontak dan memaksa meminta bir lagi. “Eum, maaf mas,, biar Kirana antar kak Leni ke kama-..”
“Nggak usah Kirana, kamu kalau udah selesai boleh langsung istirahat, sudah tahu kan kamu tidur di mana?”
“Sudah mas....!” jawab Kirana. “Kalau gitu Kirana ke kamar duluan ya mas..” Yuda mengangguk Kirana memang sedikit mabuk tapi gadis itu tidak seperti kakak nya yang sampai menghabiskan dua kaleng bir.
“Mas Yuda memang sangat perhatian, bahkan sama kakak..!” gumam Kirana sambil memasuki kamar nya, yang sederhana.
Sedangkan Yuda kewalahan karena Leni terus berontak, tapi yang membuat Yuda tak bisa menahan adalah tubuh istri nya sangat indah bagian atas yang menonjol membuat nafsu nya, juga tak tertahan.
Brugh.!!,
Yuda melepaskan Leni ke atas tempat tidur. “Kamu mau kemana mas, temani Leni tidur..!”
Yuda langsung menegang saat tangan Leni menarik tangan nya hingga ia ikut jatuh ke atas tempat tidur. “Kamu yang mancing aku sayang, aku akan pelan-pelan kok..!”
Yuda yang tidak bisa menahan lagi, langsung menahan tangan Leni di atas kepala nya lalu di saat itulah aksi Yuda di mulai.
Pakai tipis itu di robek secara kasar oleh Yuda yang sudah di kuasai nafsu nya, bahkan tanpa sadar istri nya sedikit merintih kesakitan. “Maaf sayang, aku terlalu bersemangat..”
“Iya mas..! lakukan yang membuat kamu senang..!” Leni terlihat sudah sadar, tapi ternyata belum.
“Dasar..! Istri kecil ku, nakal.”
Cup!!.
~
**Malam up lagi gak**?