Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marwah si Gadis indigo
Pagi harinya terlihat marwah membuka mata dan mendengar suara perutnya yang berbunyi,dia duduk dan melihat masih berada didalam kamar yang sama.
dia juga tidak melihat keberadaan kuntilanak itu, Marwah berdiri dan melihat kearah jendela,ternyata rumah nya ada di belakang kota.
" huhhhh nasib apes lagi dan sekarang aku harus terbiasa melihat hal-hal yang diluar nalar,,untung nya aku sudah dari dulu minum obat penguat mental " ucapnya berjalan memasuki kamar mandi.
3 menit kemudian dia keluar dari sana dan mengeluarkan makanan dari ruang nya.
" aku merasa sangat lapar,lebih baik aku makan kenyang dulu " ucapnya dan melahap makanan yang ada diatas meja.
sedangkan dibelakang rumah marwah terlihat kuntilanak putih sedang berada didalam gua kecilnya,disana dia juga termenung memikirkan kejadian tadi malam.
" untungnya aku sudah kabur sebelum dia bangun,,,kenapa dia tiba-tiba berubah ?? dan sepertinya dia tidak takut lagi pada kami " gumamnya menopang dagunya.
didalam gua kecil itu terlihat ayunan tempat tidurnya jika dia merasa lelah.
" ini masalah yang serius,,sepertinya aku harus melaporkan ini pada si kuntilanak merah " ucapnya dengan yakin,dia akhirnya istirahat di ayunan nya.
***********
diruang makan, terlihat semua anggota keluarga george sedang sarapan pagi, wanita paruh baya yang melihat kursi putrinya kosong merasa sedih.
" apa putri kita belum juga mau sarapan bersama kita suamiku ?? " tanyanya wanita paruh baya itu menatap suaminya dengan murung.
wanita paruh baya itu adalah ibu marwah,dia bernama Ratna George yang berusia 45 tahun.
" hahhhh kita tidak bisa berbuat apa-apa sayang,,,aku takut nanti dia semakin mengamuk jika kita memaksa nya " ucap laki-laki paruh baya itu dengan termenung.
pria paruh baya itu bernama Yoga George yang berusia 48 tahun,dia juga sangat sedih dengan keadaan putrinya.
mereka yang mendengar ucapan kedua orang tuanya hanya terdiam,tapi yang mereka tidak ketahui seorang wanita sedang tersenyum licik dan makan dengan santai.
" teruslah seperti itu marwah,,dan jadilah orang yang terlihat gila kalau perlu aku akan menghasut ayah dan mama mu memasukkan mu kerumah sakit jiwa " gumamnya dalam hati ,dia merasa senang dengan ketidak hadiran marwah dimeja makan.
wanita itu bernama Sagita yang berusia 17 tahun yang saat ini masih bersekolah,keluarga George mengangkat nya sebagai putri..
dia ditemukan putra pertama george dijalanan yang sedang menahan lapar,,karna kasihan mereka akhirnya membawanya pulang.
" sudahlah ma tidak usah memikirkan nya,,itu sudah kemauan nya sendiri,,,jangan terlalu berfikir berat nanti mama malah sakit " ucap seorang pemuda tampan yang menatap kedua orang tuanya.
pemuda tampan itu bernama Xander George yang berusia 29 tahun,dia seorang ceo perusahaan.
mama Ratna menatap tajam putranya.
" apa kamu bilang ??? tidak usah di fikirkan ??? kamu sungguh keterlaluan dia itu adik kamu !!! seharusnya kamu jaga dan bujuk dia,,,kalian semua selalu mengacuhkan nya,,,mama sangat kecewa dengan kalian bertiga" bentaknya dengan marah dan langsung pergi meninggalkan ruang makan.
Yoga menggeram marah dan menatap putranya dengan dingin.
" ingat ini !!! jangan pernah lagi aku mendengar kalian bertindak keterlaluan pada Marwah dan juga jaga bicara kalian dihadapan istriku !!!! " setelah itu dia juga pergi menyusul istrinya.
mereka langsung meletakkan sendok makan dengan menatap kepergian ayahnya.
" apa yang salah dari ucapan kakak ??? padahal dia hanya tidak mau mama sakit,,,, aku heran kenapa mama sebegitu sayang padanya " marah seorang pemuda tampan yang bernama Kanza George,yang berusia 20 tahun dia seorang pengusaha sukses,diusianya yang masih muda.
" pelankan suaramu jangan membuat masalah semakin kacau " suara dingin seorang pemuda menatap adiknya dengan tajam.
pemuda itu bernama Brayen George yang berusia 25 tahun dia putra ke 2 Ratna dan Yoga,, orang-orang mengetahui nya sebagai pengangguran tapi sebenarnya dia adalah seorang gangster.
Kanza merasa takut dengan kakaknya,apalagi melihat bekas sayatan yang ada dibagian pipinya.
" sepertinya ini semua karna marwah kak,coba dia tidak bertingkah seperti itu pasti mama dan ayah tidak akan kepikiran " suara Sagita membuat mereka menoleh kearahnya.
Kanza dan Xander merasa ucapan sagita benar,tapi tidak dengan Brayen dia melanjutkan sarapannya tanpa memperdulikan mereka.
" apa yang adik ucapkan benar,,aku sangat muak melihatnya yang kadang-kadang berteriak tidak jelas ,,dia seperti orang yang tidak waras " ucap Kanza dengan serius dan menatap mereka semua.
Xander mengangguk setuju setelah dia mengingat perilaku adik bungsunya.
" apa kita bawa saja dia kerumah sakit jiwa,,,aku terkadang takut dia melukai orang-orang yang ada dirumah ini " jelas Xander tak kalah serius.
mendengar itu Sagita menyeringai jahat dia merasa rencananya akan berjalan dengan lancar, tinggal menghasut kedua orangtuanya saja dan masalah ini akan beres.
sedangkan Brayen setelah menyelesaikan sarapannya dia langsung pergi dari sana dengan memasukkan tangannya di kantong celananya,,dia berjalan dengan santai tanpa memikirkan semua ucapan yang dia dengar.
mereka melihat kepergian Brayen hanya terdiam karna itu sudah menjadi kebiasannya.
" sebaiknya kita bicarakan saja ini pada ayah dan mama,,,siapa tau dengan kita membawanya kerumah sakit marwah bisa sembuh secepatnya" usul Sagita lagi dengan menatap kedua kakaknya dengan serius.
Xander dan Kanza mengangguk dan mereka pergi meninggalkan Sagita disana.
" bagus,,,semua rencana ku berjalan dengan lancar" gumamnya,dia langsung menatap seorang pembantu dan memberikan kode pada nya.
pembantu yang melihat itu mengangguk dan berjalan membawa makanan kelantai atas.
************
didalam kamar marwah, terlihat marwah sedang duduk dihadapan cermin,dia mengoleskan liptint agar wajahnya' tidak terlihat pucat.
" nah seperti ini kan cantik,,dan tidak terlihat pucat lagi ,,," gumammya dengan tersenyum manis dihadapan cermin.
disaat dia membuka handphone nya marwah mendengar suara pintu terbuka,dia menyerhit heran dan melihat seorang pembantu yang sedang membawa nampan berisi makanan.
sedangkan pembantu itu meliriknya dengan tajam dan meletakkan makanan itu dengan kasar diatas meja.
" ini cepatlah makan!!! dan jadilah terlihat seperti orang gila agar orang-orang dirumah ini segera membawamu kerumah sakit jiwa " ucapnya dengan dingin.
marwah yang mendengar itu ??? tentu saja dia menarik sudut bibirnya.
" apakah begini cara berbicara seorang pembantu pada majikannya???." tanya marwah sembari mengangkat kakinya keatas meja riasnya.
dahi pembantu itu menyerhit ,dia merasa heran dengan ucapan marwah apalagi melihat tingkah nya.
" beraninya kamu melawanku dan beraninya kamu menghina ku sialan !!! " teriaknya dengan marah dan mendekati marwah dengan tangan mengepal.
" memang nya kamu siapa sehingga aku tidak berani melawan mu ??? kan kamu dirumah ku hanya seorang pembantu yang membutuhkan uang untuk makan mu ?? " ucapnya dengan sinis ,dia melihat pembantu itu yang berjalan kearahnya langsung menyeringai licik, dan menurunkan kakinya kelantai.
brukkkkkkk
pembantu yang sedang melangkah terjatuh tepat di bawah kaki marwah dengan meringis kesakitan,,marwah menggunakan sihirnya membuatnya terjatuh.
" ada apa dengan mu ?? kenapaa kamu berlutut dihadapan ku ?? apa kamu ingin minta maaf agar aku tidak memecat mu ?? " tanyanya dengan terkekeh.
wajah pembantu itu memerah semakin marah dia berteriak,tepat pintu kamar marwah terbuka.
" beraninya kamu sialan !!! kamu bukan majikanku nona sagita yang menggaji ku,,,dan kamu semakin berani dengan ku ??? lihat saja aku akan memukul mu sampai tidak bisa bergerak " teriaknya dengan keras.
orang-orang yang berdiri didepan pintu terkejut mendengar ucapan seorang pembantu pada marwah.
sedangkan Sagita yang mendengar itu mematung dan terkejut mendengar ucapan pembantu itu.
" brengsekkk kenapa dia membawa bawa nama ku,,,sialannnn bisa..bisa.. rencana ku gagal " gumamnya dalam hati dia merasa takut.
memang dia sudah merencanakan semua ini, dia juga yang menyuruh pembantu itu mengantar makanan dan juga menyuruhnya memancing amarah marwah.
dan saat marwah berteriak seperti orang gila dia akan datang bersama kedua orang tuanya, sehingga melihat keadaan marwah mereka akan membawanya kerumah sakit jiwa.
tapi ini ??? dia sangat terkejut apalagi mendengar pembantu itu membawa bawa namanya,dia tidak menyangka rencana nya akan gagal.
Ratna yang melihat seorang pembantu memarahi putrinya merasa marah, dia berjalan dengan menarik bahu pembantu itu.
hingga membuat pembantu itu terbalik badan akibat tarikan ratna.
plakkkkkkkk
dia menamparnya dengan keras,dan menjambak rambut pembantu itu dengan marah.
" beraninya kamu membentak putriku sialan..!!! aku yang akan memukulmu hingga tidak bisa bergerak lagi " kecamnya dan menarik rambut pembantu itu dengan kuat.
" ampun nyonya.. maafkan saya.. hikkksss ini sangat sakit " tangisnya didalam kamar dia melihat kearah Sagita meminta pertolongan.
Sagita yang melihat itu mendekati mamanya dengan lembut.
" mama jangan seperti itu kasihan dia,,lihatlah dia sudah menangis..ak.." perkataan nya terhenti dan.
plakkkkkkkkkkkk
dia terkena tamparan ratna dengan kuat,sagita terkejut dan menutup mulut dengan tidak percaya.
" kamu tidak usah ikut campur dengan urusan keluarga kami !! kamu itu hanya orang luar dan selamanya akan jadi orang asing dirumah saya..dan kamu kan yang membayar pembantu ini makanya kamu membelanya " dia menatap sagita dengan tajam.
" tidak ma..aku..aku...." gagap sagita tidak tau harus menjawab apa.
Ratna terkekeh sinis dan menatapnya dengan bengis.
" sekali lagi kamu ikut campur dengan urusan keluarga kami,,!!! aku akan mengusir mu dari rumah ku dan aku tidak perduli jika putraku menentang keputusan ku !!! karna ini adalah rumahku !!! " ucapnya dengan dingin.
Yoga berjalan menghampiri putrinya dan memeluknya dengan erat.
" sayang apakah kamu tidak apa-apa?? apa para pembantu sering bersikap seperti ini padamu nak ??? " tanya yoga dengan lembut.
tapi dalam hatinya dia merasa bersalah karna tidak mengetahui apa yang terjadi dengan putrinya.
" iya ayah..aku sangat takut dan mereka sangat jahat,,mereka juga mengancam ku supaya berteriak seperti orang gila,,agar mama dan ayah membawaku kerumah sakit jiwa " tangis marwah dengan memeluk ayahnya.
tapi dia tersenyum licik ,biarlah ayah dan mamanya mengurus dan membuat perhitungan pada mereka semua.
deg
Ratna yang mendengar itu terkejut dia menatap putrinya yang sedang menangis,,sontak dia berjalan mendekati nya dengan mata memerah.
Yoga juga sangat terkejut tangannya mengepal karna marah,apa ini yang membuat putrinya selalu berteriak tidak jelas,,??
" beraninya mereka bersikap seperti itu pada putrinya,,,!!! aku akan membunuh mereka semua " gumamnya dalam hati.
dia melihat istrinya berjalan kearah mereka,yoga menguraikan pelukannya dia tau istrinya pasti juga terkejut mendengar ucapan putrinya.
" sayang hikkkkssss...maafkan mama nak karna tidak tau keadaan mu dan mama juga sangat bodoh karna tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu " isaknya memeluk putrinya dengan erat.
marwah mengangguk dia membalas pelukan mamanya dengan lembut.
" mama jangan bicara seperti itu,,,mama dan ayah adalah orang tua yang terbaik di dunia ini bagi marwah" ucapnya dengan suara serak.
kedua orang tuannya yang mendengar itu tersenyum haru karna ucapan putrinya yang terdengar membuat hati mereka menghangat.
Sagita yang mendengar ucapan marwah terdiam kaku ,dia langsung pergi dari sana dengan wajah pucat nya.
" kenapa...kenapa dia mengadukan semuanya pada orang tuanya ? biasanya dia akan merasa takut jika berbicara tentang kejadian yang dia alami " gumamnya dengan meringis karna merasakan sakit dibagian pipinya.
" sialan baru kali ini aku ditampar dan semua ini gara-gara si marwah sialan itu,,aku harus mencari rencana yang lain untuk membuatnya menderita,,,dan aku yakin mama pasti tidak akan berani mengusir ku karna putranya akan menentang keputusan nya " ucapnya tersenyum licik dan memasuki kamarnya.
**********
dimalam harinya, Marwah sedang berbaring diatas tempat tidur, tiba-tiba dia merasakan bulu kuduknya merinding.
dia duduk dengan tegak dan pura-pura bermain handphone, terlihat 2 wanita sedang memasuki jendela kamarnya dengan angin yang bertiup kencang.
kedua wanita itu menatap tajam marwah yang sedang fokus bermain handphone.
" hey manusia,,,apakah benar kamu yang sudah membuat sikunti putih pingsan tadi malam ?? " tanya wanita yang berwajah datar pada marwah.
sontak marwah melihat kearah mereka berdua yang sedang menatapnya tajam, marwah menaikkan alisnya.
" aku tidak mengingatnya,," jawabnya dengan santai.
kedua wanita itu saling menatap.
" dia berbohong,,dia meninju rahang ku,,dan lihatlah rahang ku jadi penyot seperti ini " adunya pada wanita itu dengan sedih.
wanita itu mengangguk dan berjalan mendekati marwah dengan tatapan menusuk.
" apakah kamu tau hukuman jika kamu berani memukul sahabatku ?? " ucapnya dengan dingin.
marwah berdiri dengan tegak dan menatapnya juga dengan tajam.
" tidak tau dan tidak mau tau " ucap marwah dengan ketus.
" hey manusia !!! " teriak wanita itu dengan marah, sedangkan kuntilanak putih itu takut dengan teriakan sahabatnya.
" heyyyy setannnn !!!! " balas marwah dengan teriakan membahana.
sontak mereka berdua terperanjat,sementara kuntilanak putih itu menjauh dan duduk di atas lemari marwah.
" kamu berani berteriak padaku ??? apakah kamu tau aku ini siapa ??? aku ini orang yang ditakuti di dunia perhantuan !!! " ucapannya dengan dingin.
" tentu saja ,,,aku tau siapa kamu,,kamu kan si kuntilanak hijau dan apa kamu juga tau aku ini siapa ??? aku adalah orang yang ditakuti di neraka !! dan ingat kamu bukan orang tapi setannnnn !!! " peringat Marwah dengan berkacak pinggang.
" kamu salah aku ini bukan kuntilanak hijau tapi kuntilanak merah,,lihatlah bajuku ini yang berwarna merah..!! apakah kamu tidak bisa melihat nya " ketusnya dengan menggoyang gaunnya yang panjang.
marwah yang melihat itu terdiam dan menatap wajah kuntilanak merah itu dengan tajam.
" aku tidak perduli,,kuntilanak merah,,hijau,,kuning kelabu,,,muda dan biru aku tidak perduli sama sekali " ucap marwah dan duduk dengan tenang.
kedua kuntilanak itu terdiam dan saling memandang dengan ucapan marwah.
" hey manusia apakah kamu sedang bernyanyi?? " tanya nya dengan konyol pada marwah.
. kuntilanak putih itu langsung turun dengan wajah serius nya.
" hey sobat apakah kamu lupa dengan kedatangan kita kesini " ucap kuntilanak putih dengan kesal.
kuntilanak merah terdiam dan langsung menatap marah marwah.
" kamu berani mengalihkan pembicaraan,,aku akan memberikan pelajaran padamu karna sudah berani pada sahabatku" teriaknya lalu maju kearah marwah.
marwah yang melihat' itu,, tersenyum menyeringai dan langsung menarik gaun kuntilanak itu dengan cepat dan merobeknya dengan pisau kecil yang ada ditangannya.
kuntilanak merah terdiam dia melihat gaun kebanggaan nya dengan shock ,tiba-tiba dia menangis.
" aiooooo. ..hihihihihi gaun ku yang indah...hhihihihihihihi tidak.....gaunku kenapa kamu seperti ini ..hihihihihi " suara kuntilanak terdengar didalam kamar marwah.
kuntilanak putih ? matanya melotot dan melihat gaun kuntilanak merah yang terlihat compang-camping.
" hihihihihihi.....gaunku tidakkkkk"tangisnya dan langsung menghilang dari dalam kamar.
kuntilanak putih yang mematung mendengar suara marwah.
" apakah gaun putih mu juga ingin aku robek" ucap marwah dengan memajukan pisau kearah bajunya.
kuntilanak itu menggeleng takut dan dia menghilang dari sana.
" huhhh,,,ini sangat melelahkan dan setiap hari aku harus berhadapan dengan semua hantu,,,sepertinya aku harus ke sekolah dan aku juga harus membicarakan nya pada kedua orang tua ku " gumamnya dia menguap dan menaiki ranjang.
dia tidak tau kuntilanak merah sedang merana karna gaunnya yang rusak...