ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 16 |NOSTALGIA|
Makan malam pun tiba dan semua nya telah berkumpul di ruang makan kecuali Eltav yang sejak sore tadi belum juga keluar dari ruang kerja nya.
"ke mana Eltav? Kenapa belum turun?" tanya Lyora.
"mungkin masih di ruang kerja mom, sejak pulang sekolah kan dia langsung masuk ke ruang kerja nya dan belum keluar sampe sekarang" jawab Divya.
"cepat panggil dia, entah apa yang ia kerjakan sampe berjam jam begini"
"biar Zufa yang panggil mom"
"tolong ya sayang"
"buna, kita ikut" pinta Feyza.
"ya sudah ayo"
Zufa pun naik ke lantai dua untuk memanggil Eltav di ruang kerja nya. Sesampai nya di depan ruang kerja, baru saja Zufa hendak mengetuk pintu, tapi sang empu nya sudah keluar dan sedikit terkejut melihat kehadiran nya dan kedua anak nya.
"maaf, kita mau panggil kamu buat makan malam" ucap Zufa.
"terima kasih, kalo begitu ayo turun"
Mereka pun kembali turun dan kali ini bersama Eltav, dan saat memasuki ruang makan, Eltav berhenti menatap dua orang asing di rumah nya.
"son, kenapa hanya diam di sana? Ayo duduk di sini, kita makan malam bersama" ujar Lyora.
"iya mom"
"kamu mau sakit lagi hm? Ngapain aja tadi di ruang kerja?"
"ngerjain kerjaan, kerjaan El lagi numpuk"
"jangan capek capek, mommy gak mau lihat kamu sakit lagi, kamu tega buat mommy sedih hm"
"maaf mom"
Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara, Eltav selalu memperhatikan kedua anak nya yang sedang makan sendiri tanpa peduli dua cowok yang ada di hadapan nya yang sedang memperhatikan nya.
✴✴✴
Selesai makan malam, semua nya berkumpul di ruang keluarga kecuali Eltav yang sedang membuatkan susu untuk kedua anak nya di dapur.
Setelah itu, Eltav ikut bergabung dan memberikan susu yang ia buat pada duo kecil.
"son, kenalkan dia sepupumu Zahen Darius Baxter, dia yang membuatkan kalung khusus untukmu" ucap Darion.
"tarik orang lo atau El bunuh dia" ucap Eltav.
"eh ya jangan dong, gak bisa gitu nambah satu orang dek" ucap Zahen.
"gak"
"baiklah baiklah, jangan bunuh dia, lo udah nembak 30 anak buah gue"
"oh ya dek, ini temen abang nama nya Ryu Jhonson, panggil aja bang Ryu"
"oh abang nya Roy ternyata"
"Eltav, tolong jangan bunuh adek gue ya, cuma dia keluarga gue satu satu nya yang gue punya" mohon Ryu.
"tergantung adek lo gimana perlakukan nya ke gue, adek lo nantang gue buat balapan sama duel"
Setelah itu Eltav pergi ke kamar nya bersama anak anak nya tanpa mempedulikan Ryu yang terus memanggil nya dan memohon pada nya.
"sudah bang, kita lihat besok malam bagaimana dan gue yakin dia gak akan bunuh adek lo" ucap Regan.
"kenapa lo bisa seyakin itu?" tanya Zahen.
"gue gak tau apa yang di pikirkan nya, tapi gue yakin dia gak akan langsung membunuh nya"
"sudah sudah, kalian istirahat lah dan besok malam kalian lihat sendiri bagaimana hasil nya nanti" lerai Lyora.
"baik mom, selamat malam"
"selamat malam"
✴✴✴
Pagi hari nya, seperti biasa mereka sarapan bersama, hanya menambah dua orang saja.
"dek, mommy sama papa mau pulang setelah ini karna pekerjaan papa dan mama tidak bisa di tinggal lama" ucap Lyora.
"iya dek dan sebagai ganti nya, bang Zahen dan bang Ryu tinggal di sini" ucap Divya.
"kamu gak keberatan kan son kalo mereka tinggal di sini?" tanya Darion.
"gak pa" jawab Eltav singkat.
"mmm...El, anak anak lo gue ajak jalan jalan ya" izin Zahen.
"tanya mereka aja mau apa gak" ucap Eltav.
"Fey Fay, mau gak ikut om jalan jalan?" tanya Zahen.
"daddy ikut?" tanya Feyza pada Eltav.
"daddy sekolah girl, sama om Zahen dulu ya, nanti sepulang sekolah daddy nyusul oke" jawab Eltav.
"janji ya"
"iya"
"kita mau om"
"kalo gitu, ayo siap siap dulu sama oma" ucap Lyora.
"baik oma"
Setelah itu Eltav, Zufa, Regan dan Divya berangkat ke sekolah bersama dengan Regan yang menaiki motor dan membonceng Divya karna Davin kekasih nya tidak bisa menjemput.
Sesampai nya di sekolah, Abigail cs dan Davin sudah menunggu mereka di parkiran. Kemudian mereka pergi ke kelas masing masing, saat di koridor Eltav, Regan dan Zufa melewati Roy dan Davis.
Eltav hanya melirik mereka sekilas, dan Roy juga melakukan hal yang sama.
"Vis, apa persiapan untuk nanti malam sudah selesai?"
"sudah Roy, lo tenang aja"
"bagus lah"
✴✴✴
Di taman kota, dua cowok sedang memperhatikan duo kecil yang sedang bermain kejar kejaran dan terkadang mengambil bunga yang berjatuhan lalu mengumpulkan nya sebelum akhir nya di lempar ke atas hingga jadi hujan bunga.
Siapa lagi kalo bukan Zahen dan Ryu serta duo kecil Feyza dan Fayren, mereka mengambil beberapa foto untuk di jadikan sebagai kenang kenangan dan ada beberapa juga yang dikirimkan pada Eltav daddy duo kecil.
Tiba tiba seorang gadis menghampiri mereka yang sedang duduk bersama menikmati minuman mereka dan cahaya matahari yang semakin menghangat.
"Ryu" panggil gadis tersebut.
Ryu dan Zahen sedikit terkejut, mereka tidak menyangka bahwa mantan tunangan Ryu berada di sana padahal mereka tidak mengabarkan kepulangan mereka ke negara asal.
"seperti nya anda salah orang" ucap Ryu.
"gak, aku gak mungkin salah, kamu Ryu"
"om Liu, tante itu siapa?" Tanya Feyza dengan tanpa polos nya.
"heh, saya gak setua itu ya, enak aja main panggil saya tante" sentak gadis tersebut membuat duo kecil terkejut hingga membuat mereka takut.
"lo selesai in dulu masalah lo, gue ke sana dulu. Ayo anak anak, kita tunggu om Liu di sana ya, jangan takut oke" ucap Zahen.
"maafin om ya anak anak, kalian sama om Hen dulu ya. Sorry Hen"
"hm"
"mau apa lgi lo? Kalo gak penting lebih baik pergi deh, gue juga sibuk" ujar Ryu datar.
"aku mau kita balikan, kamu mau ya" bujuk nya.
"gue harus bilang berapa kali sih Va, gue gak mau balikan lagi sama lo sampe kapan pun walau di dunia ini cuma ada lo seorang"
"kenapa sih Ryu? Gue cuma gak mau moment berdua kita di ganggu sama adek lo, apa gue salah? Belum nikah aja adek lo udah ganggu apalagi kalo udah nikah dan lo minta adek lo buat tinggal sama kita setelah kita menikah" marah Vanya Axva.
"kenapa baru ngeluh sekarang dengan sikap adek gue? Kenapa baru sekarang lo bilang gak suka adek gue? Kenapa gak sebelum kita jadian aja atau setidak nya sebelum kita tunangan lo bilang? Selama kita jadian lo udah tau semua sikap dan sifat adek gue, tapi kenapa lo malah mau nerusin hubungan kita padahal lo gak suka?"
"lo tau kalo dia keluarga gue satu satu nya dan gue gak bisa biarkan dia hidup sendirian, tapi apa? Adek gue memilih kembali ke sini setelah dia sembuh, karna dia gak ingin mengganggu hubungan kita"
"andai lo bisa nerima adek gue apa ada nya, mungkin adek gue gak akan ninggalin gue. Sudah lah, inti nya gue gak mau balikan sama lo dan anggep aja kita gak saling kenal setelah ini dan juga jangan ganggu gue lagi"
Setelah itu Ryu pergi menghampiri Zahen dan duo kecil yang menunggu nya, sedangkan Vanya yang di tinggalkan begitu saja pun kesal.
"liat saja nanti Ryu, gue akan buat lo bertekuk lutut lagi di hadapan gue, tapi kalo tetap gak bisa maka jangan salahkan gue kalo adek lo yang jadi sasaran gue" gumam nya kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...