*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11. NML
Happy Reading ✨
Seminggu ini Nana benar benar sibuk dengan pekerjaan nya bahkan untuk bertemu Sagara saja Nana sampai tidak memiliki waktu hingga mood nya naik turun .
"selesai dok , semua ini sisanya tinggal kita minta orang Lab untuk mengecek dan tinggal tunggu hasilnya " kata salah satu suster yang membantu Nana dan satu dokter lagi.
"hah,,,, selesai juga " kata dokter Hendra menghela napas dan mulai melepas semua aksesoris otopsi nya yang di bantu oleh suster .
"dokter Nana hasil pemeriksaan korban kemarin saya kirim ke email kamu ya , tolong di cek dan frin karena nanti mau di ambil entah jam berapa pasti nya mau di ambil jam berapa tapi maaf saya tidak bisa mendampingi karena ingin ada acara setelah ini" kata dokter Hendra , dokter senior Nana yang banyak sekali memberikan pengetahuan baru untuk nana yang baru bekerja sekita 4 tahun belakangan ini.
"tidak papa dok , dokter boleh pergi setelah ini dan sisanya biar saya yang mengurus dan memeriksanya kembali" kata Nana yang juga sudah melepas semua aksesoris operasinya dan kini keduanya melangkah keluar ruang otopsi.
"jika sudah selesai dan berkas nya sudah di ambil pulang lah untuk beristirahat kamu pasti juga lelah" kata dokter Hendra yang membuat Nana tersenyum dan mengangguk lalu setelah nya dokter yang berumur kisaran hampir 60 tahun itu berlalu meninggalkan Nana yang membuat Nana menghela napas lelahnya.
"aku harus selesaikan semuanya lalu setelah itu pulang dan tidur " kata Nana melangkah pergi untuk menuju ruangannya.
rasanya tubuh nana juga sangat lelah dan butuh istirahat. Nana melihat jam tangan dan setelah itu tersenyum .
"kalau aku bisa selesai cepat masih bisa minta jemput dong dan tinggal kasih kabar" kata Nana yang berjalan sambil tersenyum lalu.
"akhhh" Nana menjerit pelan ketika bahunya di tabrak sesuatu yang Nana yakini dia menabrak seseorang bukan tiang atau benda keras lainnya.
"kalau jalan itu mata Lo di pakai dong , masa jalan sambil senyum senyum. Lo kerasukan ya ??? " kata dokter yang tidak pernah akur dengan Nana ini yang entah karena apa.
" lorong rumah sakit seluas ini dan Lo malah milih jalan yang sama sama gue ??? Lo memang sengaja mau cari masalah sama gue kaya nya ??? " kata Nana tertawa sambil melipat kedua tangannya di bawah dada dan melihat ke arah Anisa si perempuan paling soft spoken dan anggun ini.
"gue gak se punya banyak waktu itu untuk nyari masalah masa Lo ya tapi Lo yang menang jalan nya gak pakai Mata dan nabrak gue" kata Anisa yang memang tidak mau mengakui kesengajaan nya .
"sejak kapan ya ibu dokter jalan itu pakai mata ??? setahu saya jalan itu pakai kali kecuali Mata dokter sudah pindah ke kaki" kata Nana yang selanjutnya berjalan tapi menabrakkan bahu nya ke bahu milik Anisa hingga dokter cantik itu hampir terjatuh karena keseimbangan goyah di tabrak Nana dengan kencang .
setelah menabrak bahu Anisa dengan sengaja Nana malah berjalan gontai seolah tidak ada yang terjadi bahkan Nana tidak menoleh lagi dan membiarkan Anisa meneriaki Namanya geram.
"sialan memang perempuan itu , sakit pula" kata Anisa mengusap bahunya kesal karena Nana menabraknya lebih keras dari apa yang di lakukan nya tadi.
"apa sih yang di pandang Teddy dari si Dokter stres itu??? Cantikan dan pintaran gue tapi si Teddy malah selalu melihat ke arah Nana dan terkagum kagum ketika melihat wajah perempuan itu" kata Anisa yang kesal sendiri.
sedangkan yang membuat Anisa kesal sedang duduk santai memeriksa berkasnya di atas meja sambil meminum kopi hitam yang di buat oleh OB tadi.
"permisi dokter" ketuk dari pintu yang ada di depan Nana membuat Nana menoleh dan mengangkat kepalanya melihat siapa yang masuk ke ruangannya.
"ini berkas hasil yang dokter minta dok,,, semua sudah saya rangkum lagi dan kebun rinci lagi dan juga ini hasil Labnya" kata suster Billa yang memberikan map coklat yang Nana minta tadi.
"terimakasih ya" kata Nana menerima map tadi .
"dokter di depan ada polisi yang di katakan dokter Hendra beliau menunggu anda???" kata suster Billa yang membuat Nana meminta suster itu untuk mempersilakan polisi itu untuk masuk.
"permisi dokter selamat malam, maaf menganggu waktunya" kata polisi yang Nana sudah kenal itu.
"malam pak,, sudah menunggu sejak tadi ya? silakan duduk dulu " kata Nana mempersilakan dua polisi itu untuk duduk terlebih dahulu.
"begini dok seperti yang saya sudah sampaikan pada dokter Hendra tadi pagi , kami kesini ingin mengambil hasil dari otopsi dua pasien yang di janjikan selesai hari ini oleh dokter Hendra" kata dokter dengan name tag Boris itu.
"ohhh kebetulan sekali kedua hasil itu sudah selesai dan sudah saya periksa ulang dan ini dia" kata memberikan dua Map dengan dua kasus yang berbeda.
"tapi nanti jika ada yang bapak tidak pahami bapak bisa menghubungi saya atau dokter Hendra untuk bertanya dan juga di setiap map ini bisa saya pastikan sudah kamu berikan penjelasan secara terinci" kata Nana yang membuat polisi itu tersenyum.
"seperti biasa selama bekerja sama dengan dokter dan dokter hendra kami selalu puas dengan hasil pemeriksaan kalian, yasudah kalau begitu ibu dokter kami hanya ingin mengambil ini dan maaf menganggu waktunya" kata polisi boris pada Nana.
"sama sama pak kami juga senang bekerja sama dengan bapak " kata Nana bersalaman dengan dua polisi tersebut.
setelah mengantar kedua polisi tadi keluar dari ruang praktek nya Nana segera membereskan semua barangnya dan juga meja bekerja nya .
ponsel Nana berdering membuat Nana tersenyum senang saat nama yang tertera di layar ponselnya adalah Sagara My love yang Nana berikan dengan emoticon hati merah itu.
"ya mas,,, di mana???" kata Nana membereskan mejanya sambil mengapit ponselnya dengan baju dan pipi kanannya .
"mas sudah di bawah??? tunggu 5 menit lagi ya aku mau beresin meja kerja aku dulu" kata Nana yang setelah nya mematikan sambungan telponnya.
"ahhh makan apa ya enaknya , pasti di luar dingin karena habis hujan" kata Nana yang mulai berpikir ingin makan apa.
"ahhh atau gak usah makan di luar aja , aku ajak aja Sagara ke apartemen ku terus aku ajak peluk pelukan di sana . siapa tahu lagi untung kan di grebek warga terus kami di nikahi" kata nana dengan gaya gila nya yang tidak pernah berubah dari dulu.
"ahhh senang deh rasanya kalau pulang gini ada yang jemput, mana tunangan lagi yang jemput rasa nya kaya loncat dari lantai lima gedung rumah sakit ini takut takut gimana gitu" kata Nana mengigit jari telunjuk sambil menggoyang tubuhnya ke kanan dan ke kiri .
"ahhhh loncat nih loncat nihhh" kata Nana berbalik dan memukul patung tengkorak yang ada di dalam ruangannya lalu setelah itu berjalan keluar dari ruangannya untuk menemui Sagara yang sudah menunggu nya di bawah.
**********