NovelToon NovelToon
Gairah Terlarang Cinta Pertamaku

Gairah Terlarang Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:756.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Nadeo Gibran Erlangga berniat untuk melamar Arzela Kayzel Atharva, yang selama ini dia klaim sebagai jodohnya.

Namun Nadeo terpaksa harus mengubur impiannya itu demi membalas budi pada keluarga yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini.

Nadeo harus menikah dengan Sabrina Eleazar menggantikan sang adik yang kabur di hari pernikahannya.

Arzela hancur dan patah hati, namun ia harus tetap mengikhlaskan cinta pertamanya itu menikahi Sabrina yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Akankah Nadeo bertahan dengan pernikahannya setelah tahu kebenaran yang selama ini tersembunyi?

Ataukah justru takdir mempersatukan Nadeo dan Arzela kembali?


Sekuel Belenggu Cinta Pria Beristri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Sabrina berlari menuju kamar mandi sambil membungkam mulutnya menggunakan tangan. Ia tiba-tiba merasa mual saat mencium aroma Daddy Rako.

Huekkk... huekkk...

Sabrina mengeluarkan seluruh isi perutnya, namun hanya cairan agak kekuningan saja yang keluar dari mulutnya.

"Kamu kenapa, Baby?"

Rako menghampiri Sabrina yang berjalan sempoyongan. Ia sangat khawatir saat melihat wajah Sabrina yang tiba-tiba memucat.

"Dad, sepertinya aku hamil. Bagaimana ini?"

Sabrina mengguncang-guncang lengan Rako. Wanita itu tiba-tiba khawatir karena jelas tahu siapa ayah janin yang dikandungnya. Tentu saja bukan Nadeo, karena suaminya belum pernah menyentuhnya sama sekali. Terlebih lagi pernikahannya dengan Nadeo baru berjalan beberapa hari.

Sedangkan Gentala menyentuhnya kala itu sebulan sebelum hari pertunangan diputuskan, itu pun hanya sekali saja, dan setelah itu Sabrina meminum obat penunda kehamilan.

"Kenapa Kamu khawatir?"

Rako terlihat biasa saja, tidak ada sedikitpun raut khawatir di wajahnya. Justru Rako merasa bingung dengan Sabrina yang terlihat frustasi.

"Daddy masih nanya?" Sabrina memicingkan matanya memastikan jika ia tidak salah dengar.

"Iya, kan Kamu punya suami," celetuk Rako dengan entengnya.

"Ini anak Daddy, aku yakin itu. Daddy inget kan sebulan yang lalu Daddy menggempur ku di apartemen?"

Sabrina masih ingat, sebulan yang lalu tepatnya setelah Gentala dan Sabrina resmi bertunangan, Rako dan Sabrina menghabiskan waktu di apartemen rahasia Rako.

Keduanya saling memuaskan, mereka tak perduli sama sekali dengan Mommy nya Sabrina yang kala itu tengah di rawat di rumah sakit.

"Daddy ingat, tapi daddy gak mungkin mengakui bayi itu, bagaimana dengan mommy Kamu nanti?"

Sebenarnya Rako bukan tidak mau mengakui bayi itu, hanya saja ia takut dengan Dania, istrinya. Bagaimana reaksinya nanti jika Dania mengetahui selama ini suaminya sendiri menjalin hubungan dengan putrinya sampai menghasilkan anak.

Sabrina memang bukan putri kandung Rako, Sabrina adalah putri Dania dari suami terdahulunya yang sudah meninggal.

Sejak awal Rako sudah berkomitmen untuk menerima Dania sebagai istrinya walaupun tidak bisa memberinya anak. Rako juga sangat menyayangi Sabrina seperti putri kandungnya sendiri.

Namun saat Sabrina tumbuh menjadi dewasa, rasa sayang itu berubah menjadi cinta terlarang. Bahkan sebenarnya Rako lah yang sudah mengambil keperawanan Sabrina. Namun Sabrina sengaja menjebak Gentala untuk menjadikannya sebagai Alibi, supaya Dania tidak mencurigainya.

"Apa Daddy cuma memikirkan mommy? Apa Daddy tidak menginginkan bayi ini?" Entah mengapa Sabrina tiba-tiba sangat sensitif. "Kalau begitu aku akan menggugurkan bayi ini."

Sabrina berjalan meninggalkan Rako yang mematung di tempatnya. Sabrina sangat kecewa dengan Rako. Bukan ia tidak memikirkan kondisi mommy-nya, jujur saja Sabrina pun takut jika Dania tahu akan berakibat buruk pada kesehatan mommy-nya itu.

Dania memiliki penyakit jantung itulah salah satu faktor yang membuat Dania tidak diperbolehkan hamil lagi. Selama ini Dania rutin melakukan pengobatan, dan jika Dania hamil itu akan berakibat pada kesehatannya dan bayinya.

"Sabrina tunggu!" Rako berlari mengejar Sabrina setelah sadar dan mencerna ucapan Sabrina. Ia tidak akan membiarkan Sabrina menggugurkan bayinya.

Rako sangat ingin memiliki anak, namun ia tidak pernah menunjukkan itu di depan Dania. Karena Rako tidak ingin Dania merasa bersalah padanya. Dan di saat Sabrina hamil buah cintanya, walaupun cinta terlarang, tapi Tuhan sudah menitipkan itu untuknya. Rako tidak akan membiarkan bayi yang sangat ia nantikan itu lenyap karena keegoisannya.

"Kamu mau ke mana?"

Saat sampai di kamar Sabrina, Rako melihat Sabrina sudah siap dengan setelan rapinya. Sabrina bersiap untuk pergi ke rumah sakit.

"Aku mau ke rumah sakit. Aku akan melakukan aborsi."

Sabrina berjalan melewati Rako yang berdiri di pintu. Ia tidak menatap sedikitpun pada Daddy-nya itu. Hatinya sangat kecewa saat Rako tidak memperdulikan perasaannya sama sekali. Rako hanya memikirkan Dania.

"Jangan pernah melakukan itu Sabrina!" Ucapan Rako berhasil menghentikan langkah Sabrina. Rako mencekal tangan Sabrina dan menuntunnya masuk kembali ke dalam kamar.

Rako duduk di sofa lalu Sabrina ia dudukan di pangkuannya.

"Jangan menggugurkan bayi ini. Daddy sudah sangat mengharapkannya sejak lama." Rako menyingkap dress yang Sabrina kenakan lalu perlahan tangannya mengusap perut Sabrina yang masih rata.

Sabrina memejamkan matanya, untuk sesaat ia merasa nyaman saat tangan hangat itu menyentuh kulitnya.

"Terus aku harus apa?" Tanya Sabrina dengan mata sayu-nya.

Pergerakan tangan Rako yang mulai menjalar ke dadanya membuat Sabrina menginginkan sesuatu yang lebih.

"Kita akan membuat Nadeo mau menerima bayi ini," ucap Rako sambil memainkan dada Sabrina.

"Tapi Nadeo belum pernah menyentuhku, Dad. Pernikahan kita juga baru beberapa hari. Dia tidak mungkin mau mengakui bayi ini," ucap Sabrina.

Sabrina sangat yakin Nadeo tidak akan pernah mau mengakui bayi ini, justru Nadeo akan menjadikan ini jalan untuk lepas dari jeratannya.

"Kamu tenang saja, Daddy punya rencana." Rako tersenyum menyeringai. Ia sudah menyiapkan rencana untuk menjebak Nadeo. "Tapi sebelum itu Daddy akan memuaskanmu. Kamu sudah basah, Baby," ucapnya sambil menyentuh sesuatu di bawah sana.

Sabrina tersenyum malu, Sabrina selalu tidak tahan dengan sentuhan Rako. Daddy-nya itu selalu berhasil membuatnya pasrah akan kenikmatan yang membuai nya.

"Ahhhh Dad...!"

...----------------...

Sementara itu ketegangan masih menyelimuti keluarga yang kini saling berseteru. Harleya menatap nyalang Arzelo yang semakin kurang ajar padanya. Awalnya Harleya bingung dari mana Arzelo mengetahui identitasnya yang hanya diketahui keluarganya saja.

Namun kebingungan itu sirna berubah menjadi kesal dan marah saat mengingat seseorang yang sudah membocorkan identitasnya.

"Mommy mu tidak pernah berubah. Selalu iri dengan kebahagiaanku."

Arzelo mengernyitkan keningnya, namun ia tetap diam menunggu apa yang akan Harleya ucapkan selanjutnya.

"Dia kan yang sudah memberitahu mu kalau aku hanya putri angkat keluarga Malik?" Tanya Harleya sedikit berteriak.

"Bukan. Mommy mana tahu soal ini. Andai pun dia tahu, Mommy-ku tidak akan ikut campur. Dia tidak seperti Aunty yang selalu iri dengan apa pun yang Mommy miliki."

"Tutup mulutmu Arzelo! Mommy-mu yang sudah mengambil semuanya dariku. Mas Kaivan, orang tuaku, dia sudah merebut kasih sayang mereka!"

Harleya merasa sejak Hazelle masuk ke dalam keluarganya, keluarganya lebih menyayangi Hazelle daripada dirinya. Bahkan saat orang tuanya meninggal, semua aset perusahaan jatuh ke tangan Kaivan. Dan secara otomatis juga menjadi milik Hazelle, benak Harleya.

"Jangan pernah menyalahkan mommy-ku, dia disayangi karena dia tulus pada siapapun. Jadi, bukan salah mommy-ku kalau semua orang lebih menyukainya daripada Aunty."

"Tulus Kamu bilang?" Harleya tersenyum sinis. "Asal Kamu tahu, dia baik karena ingin harta Mas Kaivan saja, sampai-sampai rela jadi pelakor."

Arzelo mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. Ia sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Harleya yang sangat keterlaluan.

"Apa Aunty lupa, Mommy-ku sudah kaya sejak lahir. Dan soal menjadi pelakor, Aunty sebaiknya ngaca!"

Jleb

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

1
Omah Tien
crei kan aja mebahaya kan
Omah Tien
aneh ko tunangan lebih baik kwin lm2 kelihatan nanti perut nya sm aja haram
ayu cantik
suka
Santhi Agung
seru ceritanya satset satset
Deistya Nur
sukses selalu ka 👍💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: Terima kasih akak😍
total 1 replies
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
knp kejadian hazelle terjadi lagi pada arzella yg merupakan anak sah dari pernikahan, sangat disayangkan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: hmmmm sayang bgt yaa kak😭
total 1 replies
Sri Afrilinda
Suka bgt sama ceritanya thour, seru, bikin ngakak gx habis²🤣🤣😍😍🤗💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: gak sedih kah🤣 kok malah ngakak🤣😭
total 1 replies
Deni Satam
bagus
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: 😍😍 makasih kak
total 1 replies
Risna Tanjung
Babiiii ko harley 🙏🙏🙏maaf thor esmosi akunya😭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gpp kak, silahkan hujat Harleya🤣
total 1 replies
Rahma Wati
♥️♥️♥️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: Terima kasih😍
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bocah gendeng 😩
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: bukan gendeng lagi😭😭🤣🤣 gehell katanya
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lebih tepat asal ga ketaun publik ga masalah wkwk slnya kalo di bilang ga mempermalukan sebenernya ya udah mempermalukan lah 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ga jadi kasian lah kalo gini, kirain bakal sedih calon suami nya minggat ternyata emang ngincer yg lain 😌
Tiara Anjani
pantesan Nadeo tergila gila sama Arzela...Arzela nya cantik banget 😍
Yuli Yanti
suka thor sma visual beda dri yg lain
Elizabeth
𝘱𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘬𝘯𝘪𝘬🤣🤣🤣
Elizabeth
𝘚𝘢𝘣𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢
Elizabeth
𝘚𝘢𝘣𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘧𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩
Elizabeth
𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘦𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢.. 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘪" 𝘩𝘳𝘴 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘫𝘨𝘯 𝘭𝘦𝘮𝘰𝘵
Elizabeth
𝘯𝘢𝘥𝘦𝘰 𝘢𝘨𝘢𝘬 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘦𝘬 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢.. 𝘴𝘪𝘨𝘢𝘱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!