NovelToon NovelToon
Lahir Kembali Dari Dendam

Lahir Kembali Dari Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Balas dendam pengganti / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Elara mengira pernikahannya adalah akhir dari semua penderitaan.
Namun malam itu, ia justru menemui akhir hidupnya—dikhianati, dijebak, lalu dibunuh oleh suaminya sendiri dan wanita yang ia percayai sebagai sahabat.
Saat membuka mata, Elara kembali hidup.
Ia terlahir kembali ke masa sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.
Rambut putihnya menjadi saksi kelahirannya yang kedua.
Mata pink-nya menyimpan dendam yang tak lagi bisa dipadamkan.
Kali ini, Elara bukan wanita polos yang mudah diinjak.
Ia mengingat setiap pengkhianatan, setiap rencana keji, dan setiap kebohongan yang pernah merenggut nyawanya.
Bukan untuk memohon keadilan.
Bukan untuk meminta belas kasihan.
Elara kembali…
untuk membalas semuanya, satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 5: Pengkhianatan Manis Sang Asisten

Pagi itu, kediaman keluarga Lane terasa lebih tenang dari biasanya, namun bagi Sera, ketenangan itu adalah kesempatan. Ia berdiri di belakang Elara, menyisir rambut putih panjang sang majikan yang berkilau seperti benang perak di bawah sinar matahari.

Elara menatap pantulan Sera di cermin. Wajah asistennya itu tampak berusaha keras menyembunyikan kegelisahan. Sera biasanya cerewet tentang gosip para bangsawan, tapi hari ini ia diam seribu bahasa.

"Sera," panggil Elara lembut, namun nada suaranya membuat Sera sedikit tersentak.

"I-iya, Nona Elara?"

"Kau sudah bekerja denganku cukup lama. Kau tahu bahwa aku sangat menghargai kesetiaan, bukan?" Elara memainkan salah satu helai rambutnya. "Sayangnya, sepertinya Adrian tidak memiliki nilai yang sama. Banknya di ambang kehancuran, dan aku dengar dia mulai mencari siapa saja yang bisa ia jadikan kambing hitam untuk menutupi kesalahannya."

Tangan Sera yang memegang sisir sedikit bergetar. "Benarkah, Nona? Tuan Adrian tampak sangat mencintai Anda..."

"Cinta adalah kata yang murah bagi pria yang tenggelam dalam hutang, Sera." Elara berbalik, menatap langsung ke mata Sera. "Tadi malam, Grand Duke Alaric mengatakan sesuatu yang menarik padaku. Dia bilang, dia membutuhkan seseorang yang berada di lingkaran dalam Adrian untuk memberinya informasi tentang 'buku catatan hitam' yang disembunyikan keluarga Miller. Siapa pun yang bisa memberikannya, akan mendapatkan perlindungan penuh dari kediaman Ravenhurst dan... sejumlah besar emas untuk memulai hidup baru di luar negeri."

Mata Sera membelalak. Buku catatan hitam. Ia tahu di mana Adrian menyimpannya. Itu adalah buku berisi daftar suap yang diberikan keluarga Miller kepada para pejabat korup untuk melancarkan bisnis bank mereka. Jika buku itu jatuh ke tangan yang salah, Adrian tidak hanya akan bangkrut, ia akan dihukum gantung.

"Tapi tentu saja," Elara melanjutkan sambil berdiri, "aku ragu ada orang yang cukup berani untuk mengkhianati Adrian. Dia sangat kejam pada orang-orang yang mengkhianatinya."

"Nona... apakah Grand Duke benar-benar akan memberikan perlindungan?" tanya Sera dengan suara bisikan yang penuh ambisi.

Elara tersenyum—senyum yang sangat manis namun menyimpan racun. "Alaric tidak pernah ingkar janji, Sera. Dia adalah pria yang memegang kata-katanya dengan nyawanya sendiri."

Dua jam kemudian, Sera meminta izin untuk keluar dengan alasan membeli perlengkapan kosmetik untuk Elara. Namun, langkah kakinya tidak menuju pasar, melainkan menuju kantor pribadi Adrian di pinggiran kota.

Di sana, ia menemukan Adrian sedang mengamuk. Ruangan itu berantakan dengan kertas-kertas yang berserakan.

"Sera! Kau di sini!" Adrian menerjang ke arahnya, mencengkeram bahu Sera dengan kasar. "Dengar, aku butuh kau melakukan sesuatu. Ambil buku hitam di brankas belakang lukisan itu. Bawa ke rumah aman di dermaga. Aku tidak bisa membawanya sendiri, agen audit Ravenhurst terus mengawasiku!"

Sera merasakan jantungnya berdegup kencang. Ini dia. Kesempatannya.

"Tentu, Tuan Adrian. Anda bisa mempercayai saya," ucap Sera dengan wajah yang tampak tulus.

Adrian mencium kening Sera dengan terburu-buru. "Hanya kau yang bisa kupercaya sekarang, Sera. Elara sudah berubah, dia menjadi dingin. Setelah badai ini berlalu, aku akan menceraikannya dan menjadikanmu nyonya di rumah ini, aku berjanji."

Sera mengangguk, namun di dalam hatinya ia mencibir. Menjadi nyonya dari pria bangkrut? Tidak, terima kasih. Aku lebih suka menjadi kaya di bawah perlindungan Grand Duke.

Setelah Adrian pergi untuk menemui para investor, Sera dengan cepat mengambil buku hitam tersebut. Namun, saat ia hendak keluar dari ruangan, ia bertemu dengan Kael, tangan kanan Alaric, yang sudah menunggu di koridor gelap.

"Anda sangat cepat, Nona Sera," ucap Kael sambil mengulurkan tangan.

Sera menyerahkan buku itu dengan tangan gemetar. "Ini. Pastikan Grand Duke tahu bahwa saya yang memberikannya. Dan... tentang emas dan perlindungan itu..."

"Jangan khawatir," Kael mengambil buku itu dan memeriksanya sekilas. "Grand Duke sudah menyiapkan segalanya. Sebuah kereta kuda sudah menunggu di gerbang belakang kota untuk membawamu ke pelabuhan. Ini adalah paspormu dan sekantong koin emas sebagai uang muka."

Sera menerima kantong emas itu dengan mata berbinar. Ia tidak menoleh lagi. Ia segera berlari menuju kebebasan yang ia impikan, tanpa menyadari bahwa paspor yang diberikan Kael memiliki tanda khusus yang akan membuatnya ditangkap oleh penjaga perbatasan atas tuduhan pencurian dokumen negara.

Malam harinya, Elara duduk di sofa beludru di ruang perpustakaannya. Alaric duduk di depannya, sedang membolak-balik halaman buku hitam yang diberikan Sera.

"Isinya jauh lebih busuk dari yang kubayangkan," ucap Alaric dingin. "Adrian tidak hanya menyuap pejabat, dia juga mendanai kelompok tentara bayaran untuk menyabotase bisnis pesaingnya. Ini sudah cukup untuk mengirimnya ke tiang gantungan tiga kali lipat."

"Sera sudah pergi?" tanya Elara.

"Dia sedang dalam perjalanan menuju sel penjara di perbatasan," jawab Alaric tenang. "Dia pikir dia bisa mengkhianatimu dan mendapatkan hadiah? Aku tidak suka orang yang tidak setia, bahkan jika pengkhianatannya menguntungkanku."

Alaric bangkit dan berjalan menuju Elara. Ia berlutut di depan wanita itu, mengambil tangan Elara dan mencium telapak tangannya. "Besok pagi, tim audit akan menyerbu Bank Miller dengan bukti ini. Adrian akan kehilangan segalanya dalam hitungan jam."

Elara menatap mata gelap Alaric. "Kau melakukan semua ini dengan sangat rapi, Alaric. Kenapa kau membantuku sejauh ini? Kau bisa saja mengambil buku ini dan menghancurkan Adrian sendiri tanpa melibatkanku."

Alaric mendongak, tatapannya begitu intens hingga Elara merasa seolah jiwanya sedang ditelanjangi. "Karena aku ingin kau yang memberikan pukulan terakhirnya, Elara. Aku ingin kau melihat cahaya di matanya padam saat dia menyadari bahwa wanita yang dia remehkan adalah orang yang menghancurkannya."

Alaric mengusap rambut putih Elara dengan lembut. "Dan setelah itu... aku ingin kau melihatku bukan sebagai senjata, tapi sebagai pria yang telah menunggumu di setiap kehidupan yang kau lalui."

Elara terdiam. Kalimat terakhir Alaric semakin mengonfirmasi dugaannya. Pria ini tahu tentang reinkarnasi. Pria ini bukan hanya mencintainya di masa sekarang, tapi dia telah mengikutinya menembus waktu.

"Alaric... siapa kau sebenarnya?" bisik Elara.

Alaric hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membuat jantung Elara berdebar tak karuan. "Aku adalah bayanganmu, Elara. Dan bayangan tidak akan pernah meninggalkan pemiliknya, bahkan di dalam kegelapan sekalipun."

Tiba-tiba, suara ketukan keras terdengar di pintu depan kediaman Lane. Suara teriakan Adrian yang frustrasi menggema hingga ke lantai atas.

"ELARA! BUKA PINTUNYA! AKU TAHU KAU DI DALAM!"

Elara berdiri, merapikan gaun ungunya. Matanya yang pink berkilat dengan kepuasan. "Iblisnya sudah datang untuk meminta pertanggungjawaban. Mari kita sambut dia, Alaric."

"Dengan senang hati, Ratuku," jawab Alaric sambil menawarkan lengannya.

1
Tamyst G
Semangattt
Kustri
pemuda cantik?
qu membayangkan opa"😂
Kustri
alaric jg terlahir kembali
Kustri
tulisan'a rapi, enak dibaca
lanjuuut
Tamyst G: Terimakasih atas supportnya kak
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
ini 2024 tp msh ada kereta kuda yaa🤔
Tamyst G: ini konsep alternate timeline, jadi 2024 versi dunia yang berbeda🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!