Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Pesta Berdarah dan Perlindungan Sang Dewi Es
Dua minggu berlalu dalam sekejap mata.
Puncak Utama Sekte Pedang Bintang hari ini tampak seperti istana kahyangan yang turun ke bumi. Bangau-bangau spiritual berbulu putih terbang mengelilingi pegunungan, sementara jembatan pelangi yang terbuat dari formasi cahaya menghubungkan setiap puncak. Lonceng perunggu raksasa berdentang sembilan kali, menandakan dimulainya perayaan agung: Ulang Tahun ke-500 Pemimpin Sekte, Jian Wuji.
Ribuan meja batu giok yang dipenuhi anggur spiritual, buah persik berusia ratusan tahun, dan daging monster tingkat tinggi tertata rapi di alun-alun raksasa.
Di tribun kehormatan tertinggi, Jian Wuji duduk dengan jubah emasnya, menerima ucapan selamat dari para tetua agung sekte lain, kaisar dari dunia fana, dan utusan faksi-faksi besar di Benua Azure.
Namun, pusat perhatian sebenarnya dari generasi muda yang hadir bukanlah sang Pemimpin Sekte, melainkan sesosok wanita yang duduk di kursi tamu kehormatan VIP di sebelah kanan Jian Wuji.
Itu adalah Mu Qingxue, Sang Nona Suci dari Istana Es Surgawi. Ia mengenakan gaun sutra putih bersulam benang perak, wajah cantiknya tertutup oleh cadar es yang tipis, namun auranya yang suci, dingin, dan mempesona membuat ratusan jenius muda dari berbagai sekte tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.
Meski dikelilingi oleh tatapan kagum, mata kristal ungu Mu Qingxue tampak tidak fokus. Pandangannya terus menyapu ribuan murid Sekte Pedang Bintang di alun-alun bawah, mencari sesosok jubah abu-abu yang tak kunjung terlihat.
Di mana dia? Apakah dia tidak selamat di Reruntuhan Lembah Darah? batin Mu Qingxue sedikit cemas, mengingat ia melihat Lin Xuan bertarung dengan Kera Iblis Darah raksasa dari keretanya waktu itu. Ia bahkan sempat meminta keretanya turun, namun formasi badai darah di ngarai itu menghalangi pandangannya dan memaksanya melanjutkan perjalanan.
Di tengah alun-alun, acara penyerahan hadiah dari para murid inti sedang berlangsung.
Master Puncak Utama, seorang tetua galak bermata elang bernama Lei Jiantian, mengerutkan kening dalam-dalam. Ia berdiri di belakang Pemimpin Sekte dan menatap ke arah gerbang masuk dengan tidak sabar.
"Mengapa Liu Cheng belum kembali?" geram Lei Jiantian. "Dia berjanji akan membawa Inti Monster Tingkat 3 Puncak sebagai hadiah utama untuk Pemimpin Sekte hari ini! Ke mana perginya anak itu bersama kelompoknya?!"
Tepat pada saat itu, sebuah langkah kaki yang tenang namun berat bergema dari arah gerbang batu alun-alun.
Kerumunan perlahan terbelah. Seseorang berjalan masuk dengan santai, mengabaikan tatapan ribuan orang berpakaian mewah di sekitarnya. Ia mengenakan jubah abu-abu sederhana yang ujungnya sedikit robek, rambut hitamnya diikat sembarangan, dan sebilah pedang besi hitam raksasa tanpa sarung tersandang dengan angkuh di bahu kanannya.
Itu adalah Lin Xuan.
Namun, ada yang berbeda darinya hari ini. Auranya yang dulu tertahan di tingkat awal Pembentukan Fondasi kini bergejolak hebat, memancarkan tekanan spiritual yang membuat murid-murid di sekitarnya tanpa sadar menahan napas dan mundur.
Selama dua minggu di Reruntuhan Lembah Darah, ia telah menyerap separuh dari setengah Inti Emas milik Kera Iblis Darah. Kultivasinya telah meroket menembus hambatan layaknya roket!
Pembentukan Fondasi Tingkat 6!
Dan dengan Tulang Besi Kulit Giok, kekuatan fisiknya kini setara dengan monster spiritual murni.
Di sudut tribun yang sepi, Feng Wuchen, yang sedang menenggak araknya, tiba-tiba tersedak dan menyemburkan minumannya. Mata merahnya terbelalak menatap muridnya itu. Bocah gila... dua minggu yang lalu dia masih di tingkat 2! Obat iblis macam apa yang dia telan?!
Melihat kedatangan Lin Xuan, Mu Qingxue di kursi VIP tanpa sadar mencengkeram pegangan kursinya, secercah kelegaan melintas di matanya. Dia hidup.
Namun, kelegaan itu segera tergantikan oleh ketegangan saat Lei Jiantian melompat turun dari tribun kehormatan dan mendarat keras di depan Lin Xuan, menghalangi jalannya.
"Kau! Murid Puncak Pedang Patah!" bentak Lei Jiantian, auranya di puncak Alam Inti Emas meledak, mencoba menekan Lin Xuan hingga berlutut. "Kau berada di kelompok yang sama dengan murid utamaku, Liu Cheng, menuju Reruntuhan Lembah Darah! Di mana dia?! Mengapa hanya kau yang kembali hidup-hidup?!"
Tekanan Inti Emas itu bagaikan gunung yang menimpa bahu Lin Xuan. Namun, Lin Xuan yang telah menghadapi sisa aura Sang Demon Venerable setiap hari, hanya mendengus pelan. Kakinya tidak bergetar sedikit pun. Ia berdiri tegak lurus bak tombak yang menantang langit.
Lin Xuan menatap balik Lei Jiantian dengan mata kelabu yang setajam es. Ia merogoh lengan jubahnya dengan tangan kirinya.
"Master Puncak Lei mencari Liu Cheng?" suara Lin Xuan menggema di alun-alun yang kini sunyi senyap.
Clang.
Lin Xuan melemparkan sesuatu ke atas lantai giok. Benda itu berguling dan berhenti tepat di ujung sepatu bot Lei Jiantian.
Itu adalah sebuah Cincin Penyimpanan berwarna emas yang berlumuran darah kering, dan sepotong gagang pedang emas yang terputus.
Mata Lei Jiantian membelalak horor. Seluruh murid Puncak Utama di sekitarnya tersiap ngeri. Itu adalah Pedang Emas Penembus Matahari—senjata identitas kebanggaan Liu Cheng!
"Benda ini," ucap Lin Xuan datar, "adalah hadiah ulang tahun dariku untuk sekte. Adapun pemiliknya... dia dan anjing-anjing peliharaannya mencoba membunuhku di Ngarai Tulang Hitam untuk merebut hartaku."
Lin Xuan tersenyum sinis, senyum yang membuat darah semua orang yang melihatnya membeku. "Jadi, aku mengirim mereka semua bereinkarnasi lebih awal. Jika Master Puncak Lei ingin mencarinya, kau mungkin harus menyaring abu vulkanik di dasar ngarai itu."
BOOOOOOM!
Keheningan meledak menjadi hiruk-pikuk yang menghancurkan langit.
"D-dia membunuh Liu Cheng?! Murid Inti Peringkat Pertama?!"
"Gila! Bocah ini benar-benar gila! Dia membantai sesama murid dan membuang senjatanya di depan Pemimpin Sekte saat perayaan ulang tahun?!"
Wajah Lei Jiantian berubah menjadi ungu kehitaman. Niat membunuh yang murni dan absolut meledak dari tubuhnya, menciptakan badai angin yang menerbangkan meja-meja giok di sekitarnya.
"IBLIS KECIL! BERANINYA KAU MEMBANTAI MURID INTI KAMI DAN MEMFITNAHNYA! AKU AKAN MENCABUT JIWAMU DAN MEMBAKARNYA SELAMA SERATUS TAHUN!"
Lei Jiantian tidak peduli lagi dengan perayaan. Ia mengangkat tangannya, memadatkan Qi pedang raksasa di udara yang mengunci langsung ke arah kepala Lin Xuan. Sebagai kultivator Inti Emas, serangannya sepuluh kali lebih mematikan dari mendiang Tetua Agung Klan Lin.
Lin Xuan mencengkeram gagang Pedang Pembelah Kekacauan. Otot-ototnya menegang. Ia sudah bersiap untuk menggunakan kartu as terakhirnya—mengorbankan sisa Inti Kera Iblis di Dantiannya untuk menahan satu serangan ini dan melarikan diri menggunakan rahasia langkah Kekacauan.
Namun, sebelum Qi pedang raksasa itu bisa turun, sebuah hembusan angin sedingin es abadi menyapu seluruh alun-alun, membekukan Qi pedang Lei Jiantian hingga hancur menjadi serpihan es di udara!
"Tahan tanganmu, Master Puncak Lei."
Suara merdu namun membawa wibawa yang tak terbantahkan terdengar dari atas tribun.
Semua mata, termasuk Lin Xuan, berpaling ke arah sumber suara.
Mu Qingxue bangkit dari kursi kehormatannya. Ia berjalan perlahan menuruni tangga es yang tercipta dari setiap langkah kakinya, melayang anggun hingga mendarat tepat di antara Lin Xuan dan Lei Jiantian.
Aroma bunga teratai es yang lembut langsung menyapu penciuman Lin Xuan, aroma yang sama yang ia cium di hutan malam itu.
Lei Jiantian mengertakkan gigi, namun terpaksa menahan auranya. Di belakang gadis ini berdiri Istana Es Surgawi, raksasa yang tidak bisa disinggung oleh Sekte Pedang Bintang.
"Nona Suci Mu," ucap Lei Jiantian menahan amarah yang meledak-ledak. "Ini adalah urusan internal sekte kami. Pemuda pengkhianat ini telah mengutuk sektenya sendiri dengan membantai Murid Inti Utama. Saya harap Anda tidak ikut campur."
Mu Qingxue berdiri tegak, memunggungi Lin Xuan. Dari jarak sedekat ini, Lin Xuan bisa melihat lekuk bahunya yang ramping di balik jubah sutranya, mengingatkannya pada malam di mana ia memurnikan racun dari punggung gadis itu.
"Urusan internal?" Mu Qingxue mendengus pelan, suaranya sedingin angin musim dingin. Ia menoleh sedikit, melirik Lin Xuan dari sudut matanya, sebelum kembali menatap tajam para petinggi Sekte Pedang Bintang.
"Pemuda ini, Lin Xuan, adalah pahlawan yang telah menyelamatkan nyawaku dari serangan racun mematikan di Hutan Iblis Azure beberapa bulan lalu," deklarasi Mu Qingxue, suaranya menggema ke seluruh pelosok sekte.
Seketika, seluruh alun-alun kembali sunyi senyap. Mulut Lei Jiantian terbuka lebar, dan bahkan Pemimpin Sekte Jian Wuji pun terperanjat dari kursinya.
Pemuda berjubah reyot dari Puncak Pedang Patah ini... adalah penyelamat nyawa Nona Suci Istana Es Surgawi?!
Mu Qingxue mengangkat tangan kanannya, memunculkan sebuah token es berbentuk teratai yang memancarkan aura mengerikan dari seorang kultivator Alam Mahayana (Tahap Kenaikan). Itu adalah Token Pemimpin Istana Es Surgawi!
"Siapa pun yang berani menyentuh sehelai rambut pun dari kepala Lin Xuan hari ini..." mata kristal ungu Mu Qingxue menyapu Lei Jiantian dengan niat membunuh yang tak kalah tajam, "...akan dianggap sebagai musuh abadi dari Istana Es Surgawi. Apakah Sekte Pedang Bintang siap menanggung akibatnya?"
dan kalau bisa update nya jangan lama lama