NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Axlyn mengangguk pelan, meski di dalam hatinya ia tahu dunia yang ia pijak tidak pernah mudah melepaskan orang-orang yang telah terlalu lama hidup di dalamnya. Namun setidaknya, kali ini ia tidak akan berjalan sendirian. Ada kakaknya dan juga kedua anaknya yang tidak akan lama lagi ikut mewarnai hidupnya yang sempat kelabu.

...****************...

Malam itu, di kamarnya, Axlyn berdiri di depan jendela, menatap langit yang asing namun menjanjikan. Ia berbicara pelan, seolah dua detak kecil di dalam dirinya bisa mendengar. Ia baru saja selesai berdebat dengan kakaknya, karena mengambil keputusan tanpa memikirkan resikonya.

Jelas Sherin marah, karena Axlyn tetap memilih bertugas sebagai pengawal padahal dirinya sedang hamil dua anak kembar sekaligus. Memintanya membatalkan tugas itu, tapi Axlyn keras kepala dan malah menyakinkan dirinya bahwa durasi tugasnya hanya tiga bulan dan selama itu Axlyn berjanji akan menjaga dirinya dan juga anak dalam kandungannya sebaik mungkin.

“Kita akan pergi bekerja sebentar ‘yah, Sayang?” bisiknya. “Hanya tiga bulan saja Mama membawa kalian ikut bekerja, setelah itu Mama hanya akan fokus menjaga kalian dengan baik."

...****************...

Hujan turun tipis di balik dinding kaca gedung tertinggi di pusat kota, BLOUSHZE Group. Kilat sesekali menyambar, memantulkan bayangan dua pria yang berdiri saling berhadapan di dalam ruangan yang diterangi lampu gantung kristal.

Kay tidak duduk. Ia berdiri tegak, kedua tangan di saku mantel panjangnya. Sorot matanya tajam, membaca situasi sebelum satu kata pun diucapkan. Di hadapannya, Spencer Carmichael Gustavo—sahabatnya tampak berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Bukan lagi pria santai yang selalu selangkah lebih cepat dari bahaya, melainkan pewaris dua klan mafia besar yang sedang terdesak.

“Aku dengar kau sedang berusaha mencari seseorang? Bagaimana kalau aku bantu?” ujar Spencer memulai pembicaraan.

“Jangan membuang waktu? Katakan saja apa tujuan dari kedatanganmu ini, hmm?” Kay tidak ingin basa basi lagi, ia sudah cukup pusing di desak oleh keluarganya untuk segera menemukan keberadaan wanita malam itu yang sampai detik ini belum juga mendapatkan jejaknya.

“Aku tidak akan membuang waktumu lagi,” ujar Spencer akhirnya, suaranya berat. “Klan milikku sedang retak dari dalam.”

Kay mengangkat alis tipis. “Retak… atau sudah dihancurkan?”

Spencer tersenyum hambar. Ia menekan remote, dan layar besar menyala. Grafik keuangan merosot tajam. Beberapa cabang bisnis utama seperti pelabuhan, ekspor logistik, perusahaan konstruksi tiba-tiba mengalami kerugian besar. Di sisi lain layar, foto-foto orang dengan tanda silang merah terpampang.

“Pengkhianat? Seorang Spencer Carmichael Gustavo masih berani dikhianati? Cari mati.” Kata Kay dengan senyum tipis sedikit meremehkan. Sebab ia tahu persis bagaimana sifat dan kelakuan sahabatnya itu.

“Bukan orangku, tapi tiga orang kepercayaan ayahku,” jawab Spencer datar. “Mereka bersekutu dengan keluarga rival. Jalur distribusi senjata kami dibocorkan. Dua gudang disita. Dan saham perusahaan legal kita dijatuhkan lewat permainan kotor.”

Kay melangkah mendekat, memperhatikan data dengan tenang. “Kau kehilangan kendali keuangan dan kendali internal sekaligus.”

“Karena itulah ayahku terbaring sakit sekarang,” lanjut Spencer pelan. “Aku sudah membawanya ke tempat Kak Zhea untuk dirawat secara intensive bersama ibuku dengan alasan liburan. Namun jika berita ini tersebar, mereka akan bergerak cepat untuk merebut wilayah.”

Hening menggantung di antara mereka. Kay masih memperhatikan semua data yang Spencer perlihatkan. Memang rumit dan sangat beresiko, karena tidak hanya klan mafianya saja yang bermasalah tetapi juga perusahaan utama ikut terseret dalam masalah tersebut. Jelas Spencer akan kesulitan untuk mengurus semuanya sendirian, meski ada anak buahnya yang bisa ia andalkan.

“Aku butuh seseorang yang bisa memisahkan urusan bisnis dari emosi klan,” kata Spencer kemudian. “Seseorang yang cukup dingin untuk memotong anggota tubuh yang terinfeksi tanpa ragu.”

Tatapan Kay beralih padanya. “Dan kau pikir aku orangnya?”

Spencer tersenyum tipis. “Kau selalu orangnya.”

Kay terkekeh pelan, tanpa humor. “Mengurus perusahaan multinasional berbeda dengan mengurus keluarga mafia yang siap saling bunuh.”

“Kau pernah hidup di dalamnya,” balas Spencer tajam. “Kau hanya memilih keluar. Lagi kau hanya perlu membantu masalah perusahaan, sementara masalah klan aku sendiri yang akan menanganinya secara langsung.”

Kata-kata itu tidak memancing emosi. Kay tetap tenang. “Apa tepatnya yang kau minta?”

Spencer berjalan mendekat. “Aku ingin kau mengambil alih manajemen bisnis legal kami. Audit semuanya. Bekukan aset yang mencurigakan. Bersihkan jalur keuangan.”

“Dan urusan klan?”

“Kau hanya perlu bantu aku menyusun ulang struktur kekuasaan di perusahaan. Kita identifikasi siapa yang masih loyal, siapa yang harus disingkirkan.”

Kay menatap hujan di luar jendela. Urusan mencari keberadaan wanita yang kemungkinan sedang mengandung anaknya belum menemukan titik terang. Kini ia malah harus membereskan masalah orang lain, mengabaikan masalahnya sendiri yang entah kapan bisa terselesaikan. Mungkin jika saja wanita itu muncul dan meminta pertanggungjawaban, maka semuanya akan selesai dengan mudah.

“Aku tidak datang untuk kunjungan singkat, Spencer,” katanya pelan. “Jika aku terlibat, aku tidak akan setengah-setengah. Dan aku perlu ijin dari Papahku dan juga Grandpa untuk membantumu.”

“Itu sebabnya aku memintamu tinggal. Dan kau tenang saja, aku sudah membicarakan tentang permintaanku ini kepada Papah Luca dan Grandpa, mereka telah mengijinkan karena itulah aku bisa menemuimu sekarang,” jelasnya. Ruangan terasa lebih sunyi dari sebelumnya.

“Tinggal?” ulang Kay.

“Minimal tiga sampai empat bulan. Mungkin lebih. Sampai semuanya stabil. Kau akan punya otoritas penuh atas divisi bisnis. Dan dalam urusan klan… aku mungkin hanya akan meminta beberapa saranmu untuk mengambil keputusan.”

Kay menoleh perlahan. “Kau sadar artinya?”

Spencer mengangguk. “Artinya kau kemungkinan besar juga menjadi target bersama denganku.”

Hujan semakin deras. Beberapa detik terasa seperti menit. Kay memejamkan mata sejenak, menimbang berbagai hal. “Baiklah,” ucapnya akhirnya.

Spencer terdiam, seolah tak yakin ia mendengar dengan benar. Karena jujur saja, permintaannya kali ini cukup berat dan berbahaya. Ia saja kewalahan menghadapi masalah ini sendirian, sehingga meminta bantuan kepada keluarga Xavier.

“Aku akan tinggal di Negara B,” lanjut Kay. “Aku akan terbang besok dan aku akan langsung ambil alih keuangan begitu tiba. Tapi satu hal—”

“Apa?”

“Aku tidak akan ragu menjatuhkan siapa pun. Termasuk orang yang kau anggap keluarga.”

Spencer menatapnya lurus. “Itulah yang aku butuhkan.”

Kay meraih jasnya. “Siapkan daftar seluruh pemegang saham, kepala divisi, dan kepala wilayah klan. Begitu aku tiba, aku ingin semua berkas itu sudah ada di ruanganku.”

“Kau tidak ingin istirahat dulu? Beberapa hari mungkin?”

Kay tersenyum tipis. “Masalahmu sudah terlalu lama dibiarkan bernapas. Dan juga aku butuh pelampiasan rasa frutasiku selama beberapa bulan ini. Hueek … sial, aku tidak tahan lagi melihat wajahmu.”

Bersambung ….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!