NovelToon NovelToon
ARINDRA

ARINDRA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 3.3
Nama Author: Lesta Lestari

STORY LOVE ARINDRA

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya kala ia terbangun di ranjang rumah sakit. Entah berapa lama ia tertidur, saat ini yang dirasakan hanya sakit kepala yang luar biasa menyerangnya.

Beberapa orang muncul setelah kesadarannya, namun tak satupun ia mengenalnya. Ia berusaha mengingat, namun semua di luar kuasanya.

"Mbak menderita amnesia anterograde"
Kata seorang dokter saat menyapanya

Namun sesosok bayangan muncul di balik pintu kaca, seorang laki-laki berbaju putih itu menatap ke arahnya, seketika ia teringat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan menjerit memukul-mukul kepalanya.

"Brengsek, laki-laki brengsek, tak cukup kau memperkosaku, kau pun ingin membunuhku, pergi-pergi"

Jeritan itu terus menerus terlontar, air matanya juga tak kuasa dibendung. Membuat beberapa orang yang di ruangan itu pun panik, karena wanita itu juga memukul-mukul kepalanya dan berusaha melepas selang infusnya dan hendak berlari, namun pada kenyataannya ia malah terjatuh di sisi ranjang dan kaki yang tak bisa digerakkan.

Syabila Arindra nama wanita itu, kisah sedih pilu, romantis dan misteri hidup yang menyelimutinya. Sanggupkan bertahan dan apa yang membuat ia bertahan???

Nantikan selalu Upnya ya pembaca budiman, dang lupa komentar terbaiknya 😆😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Hana dan Syara setelah pulang dari negara A, langsung menuju rumah sakit. Menuju ruangan Arindra, saat mereka masuk terlihat Hans tertidur sambil duduk dengan tangan

masih menggenggam erat tangan Arindra.

"Kak bangun, kak Hans"

Hans mengeliat dan melihat Hana dan Syara duduk di sofa. Kemudian Hana terbangun untuk memeriksa keadaan Arindra.

"Kalian sudah pulang?"

"Sudah dari siang, tadi langsung ke sini tapi istirahat di ruangan, kakak dari kapan di sini?, itu tangan Mbak Arindra dipegang-pegang bukan mahrom tau"

"Kakak dari pagi di sini, jam berapa sekarang?"

"Pukul lima sore kak, lho jari Mbak Arindra ada cincinnya?"

Syara bangkit melihat apa yang baru diucapkan oleh Hana.

"Kakak sudah menikahinya tadi pagi, oh ya Ra apa kabar"

Hans melirik Syara yang juga ikut memperhatikan jari tangan Arindra.

"Aku baik kak, alhamdulillah. Kakak sudah menikah sama Mbak Arindra?"

Hans mengangguk,

"Hemm adiknya g ditanyain kabar nih, Syara aja yang ditanya, oh ya keluarganya Mbak Arindra dateng dong kak, mana ada fotonya enggak"

"G ada Han, tadi pake wali hakim nikahnya soalnya ternyata dia anak yatim piatu. Tinggal dipanti katanya gitu"

"Jadi nama aslinya siapa?, dan selamat ya tolong bantuin kami menjaga dan merawat Mbak Arindra"

Syara tersenyum ke Hans tak lama kemudian langsung menundukkan kepalanya. Hans hanya tersenyum balik melihatnya.

"Apakah nanti kamu juga akan tersenyum di hari pernikahan kita Ra"

Ucap Hans dalam hati.

"Makasih ra, kamu enggak ngucapin selamat buat kakak, sekarang kakak enggak jomblo lho"

Hans mencolek hidung adiknya itu.

"Idih yang enggak jomblo pamer hehee, kak beneran enggak di foto atau vidio tadi pas akad nikah, oh ya dari rumah yatim piatu mana kak asal Mbak Arindra"

"Enggak ada foto or vidio Han, soalnya dadakan banget. Semua Daddy yang atur, mengenai nama kata Daddy biarkan identitasnya sesuai nama yang kamu beri, nama asli dan lainnya kakak enggak tau soalnya Daddy semua yang urus. Kakak terima beres"

"Kakak yakin enggak bohong sama Hana"

Hana berbicara sambil memutari punggung kakaknya itu dan kemudian menatap sorot matanya.

"Lebay banget ni jomblo akut satu ini, kakak sendiri enggak dipercaya"

"Bukannya enggak percaya si kak, cuma Hana mencium aroma-aroma"

"Aroma apa maksudmu?"

"Aroma sandiwara"

"Kayak cenanyang aja kamu ini, udah kebanyakan nonton horor sih jadi udah berasa kayak dukun aja"

"Idih mit amit deh Kak, Hana itu psikolog jadi roman-roman yang kakak tampilin nih enggak menyakinkan"

"Udahlah ngomong sama kamu memang maunya ngajak ribut mulu, enggak ada manis-manisnya. Untung ada Syara yang manis"

"Ehh kok Syara dibawa-bawa"

Syara yang sejak tadi diam menyimak dan melihat adegan kakak adik itu bersuara tak terima.

"Deile, masih jadi penganten baru aja dah godain cewek lain, dasar playboy katak lo"

"Pletakk"

"Aduuhh kenapa kepala Hana dijitak sih Kak"

"Habisnya kamu bawel pake banget, enggak tau apa kakaknya laper. Kakak pulang dulu bye"

"Ehh pulang bukannya salam kek, main bye-bye aja"

Hans sudah tak peduli protesan adiknya itu. Ia melangkah keluar untuk pulang ke rumah.

"Ra, kamu percaya enggak kalo Mbak Arindra itu yatim piatu"

"Enggak tau Han, mungkin benar kata kakakmu"

"Kalo mereka tau Mbak Arindra yatim, pasti mereka udah nyari tau asal usulnya dong. Harusnya tau nama aslinya dong, iya enggak sih"

"Harusnya sih, tanyain aja sama Daddy kalau kamu penasaran, oh ya kok sampai Kak Hans sampai nikahin Mbak Arindra sih. Memangnya anak yang di kandung Mbak Arindra anak Kak Hans?"

"Dugaan kita selama ini benar, Kak Hans yang sudah memperkosanya"

Ucap Hana lemah, ia takut membayangkan reaksi sahabatnya itu jika tau Kakaknya juga yang sudah menabrak, dan calon suami dirinya.

"Astaqfirullahaladzhim, tapi aku salut sama Kakakmu, dia mau bertanggungjawab meskipun dia enggak kenal sama sekali dengan Mbak Arindra"

"Kamu enggak marah sama Kak Hans?"

"Marah sih dulu, geram banget saat pertama kali melihat kondisi Mbak Arindra. Kamu juga kan tau kondisinya seperti apa"

"Sekarang saat kamu tau Kak Hans pelakunya menurutmu bagaimana?"

"Hemm...sejauh yang aku lihat, Kakakmu menyesal dan memperbaikinya. Aku rasa itu bagus, artinya ia bertanggungjawab atas apa yang sudah dilakukan dan memperbaikinya"

"Menurutmu kakakku orang baik"

"Hehee kamu ini lucu sekali, pastinya orang baik. Kalo enggak baik mana mungkin aku berteman denganmu"

"Hehee, jadi kamu mau jadi kakak iparku dong"

"Lho kok jadi kesana, aku aja masih bingung Han, siapa laki-laki yang akan menikahi, bentar lagi dan aku takut. Aku enggak bisa jadi istri yang baik baginya, hatiku saat ini masih dipenuhi harapan pernikahan dengan Afdan"

Syara terdiam dan kembali termenung.

"Maaf ya, menikah dengan orang yang kita cintai memang impian. Tapi kadang kita tak bisa melawan takdir"

"Kamu benar Han, hati ini masih sakit atas keputusan Abi. Abi tak pernah seperti ini sebelumnya"

"Maafin aku ya Ra, jangan pernah membenciku ya sampai kapanpun"

Hana memeluk sahabatnya itu

"Kok kamu yang melow sih Han, emang kamu ada salah sama aku"

"Salah enggak salah, aku minta maaf selama ini banyak menyusahkanmu"

"Enggak kebalik nih"

Mereka tertawa bersama pada akhirnya.

"Kuasa Allah ya Han, mungkin inilah hikmah untuk Mbak Arindra. Mendapatkan suami saat ia masih koma. Kita malah jomblo meski sehat"

"Eh iya juga ya, enggak sadar aku"

"Kamu kebanyakan nolak sih Han, padahal banyak tuh yang antri pingin jadiin kamu istri"

"Alah kayak situ aja enggak banyak nolak, gegara cari sosok Afdan yang lain dilupakan"

Ups, Hana langsung menepuk bibirnya, melihat perubahan wajah Syara.

"Sorry Ra, bukan maksud aku..."

"Kita siap-siap sholat Magrib aja, aku ambil mukena di kamar. Kita sholat berdua di sini"

"Sekali lagi maaf ya Ra"

"Lupakan Han"

Syara bergegas pergi meninggalkan Hana yang masih dengan wajah bersalahnya. Bagaimanapun Syara masih sangat sensitif tentang batalnya acara khitbahnya dengan Afdan. Ia masih belum ridho dengan apa yang sudah terjadi, baginya ini terlalu mendadak.

Belum jua rasa hatinya sembuh, ia harus menerima fakta empat hari lagi ia harus menikah dengan laki-laki yang bahkan ia tidak tau siapa.

Sepanjang perjalanan ke kamar rumah sakit, ia tertunduk, berusaha untuk tidak lagi mengeluarkan air mata.

"Brukk"

Kotak makanan itu terjatuh, Syara menoleh terlihat sosok laki-laki tersenyum padanya.

"Maaf, enggak sengaja"

Karena berjalan tertunduk tak sadar Syara menabrak laki-laki ini.

"Its oke, kamu enggak pa-pa?"

"Oh enggak aku baik, untung enggak tumpah"

Ucapnya sambil menyodorkan kotak nasi itu.

"Thanks, kalo jalan lihat ke depan biar enggak nabrak"

"Sekali lagi maaf, apa perlu saya ganti kotak makannya"

"Tidak usah ini masih bisa di makan, Dokter Syara sepertinya terburu-buru"

"Oh iya, kok tau nama saya"

Laki-laki menunjuk nama yang tertera di jas dokternya.

"Oh, kalo begitu saya permisi dulu"

"Oke"

Syara pun bergegas pergi, sedangkan laki-laki itu memandangi punggung Syara hingga menghilang.

#######

**Alhamdulillah selesai chapter 16

Hemmm mau bilang apa ya

seng pastine sih tetep doa dan dukungannya hehee berasa lagi kontes aku ya

votee

likee

komen

poin

and follow lesta lestari

bagi yang udah trims,bagi yang belum ditunggu

love

love

love❤❤❤❤❤**

1
Julia Lubis
Kenapa harus sad ending sih😭😭😭😭
Nurma Lisa Hasanah
ihhh author kenapa ngambil foto idola saya... udah ganteng hafiz Qur'an jg...itu punya saya Thor hehehe 🤭
Tiwi Rahayu
sungguh baru kali ini aku kecewa lihat Jack menikahi Hana 😭😭😭😭
Tiwi Rahayu
tidak mudah melupakan rasa sakit yang dialami oleh Arindra ,rasa sakit yang ditorehkan berulang ulang,kematian orang tuanya dan orang disekitarnya yang turut jadi korban ...
Tiwi Rahayu
aku suka gayamu Arindra...bangkitlah dan bslaskan rasa sakit hatimu.
Tiwi Rahayu
nyesek banget kisah mu Syara tapi lebih miris dan nyesek Arindita yang tidak tau kalau sudah dinikahi dan hamil dari seorang pria pemerkosa dan parahnya lagi beristri 2 ...
Tiwi Rahayu
terkejut dong aku saat Abi Hasan tidak menerima pinangan Afdhan buat Syara
Tiwi Rahayu
Gimana nih jadinya Arindra. apabila tersadar dari komanya mengetahui fakta dia hamil dan lebih parahnya , orang yang harusnya bertanggung jawab malah menikahi orang lain.
Tiwi Rahayu
sediih banget Hana mengetahui kakak yang sangat disayangi dan dikagumi sanggup melakukan pemerkosaan dan yang hadir penyebab sikorban menjadi celaka 😭😭😭
Nur Khofifah
baru baca karya kk ternyata bagus banyak inspirasi banyak hal yg menuju islamnya banyak banget pelajarannya...
tpi kok kisahnya hana sama jack gx di lanjut kak😁
en_en
cerotanya bagus. 👍👍👍bisa out the box
Rain sky
saya dukung mereka gak bersatu😇
Anh PGRI
Terima kasih. novel yg banyak ilmu. salut buat author dan sukses selalu. Amin YRA
Dedeh Hasanah
xxc5
Dedeh Hasanah
,99,,999c, 9,
Mbak Gading Qeyod
aq gak suka polygamist, secara tidak ada hati wanitapun yg akan iklhas
tpi dgn novel ini dpt pelajaran jg dlm artian luas.......
(dan aq ttp menolka poligami) hehhehe

semangat thorrrr.......
Reny Ganestya
kasihan sama aindra ,,,
kasih jodoh buat aindra thor jga sama hans
Ari♈Aries
👍👍👍👍👍
Anggie Nifmala
CeritanyA bagus..
yeni nofriza
Disini yg terluka batinnya wanita2 sholeha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!