NovelToon NovelToon
Villain'S Mother Change

Villain'S Mother Change

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:868.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: eka zeya257

Zella, gadis bar-bar yang baru berumur 19 tahun, sekaligus pemilik sabuk hitam karate. dia terkenal di kalangan anak seusianya karena memiliki sifat ceria dan blak-blakan serta tak kenal takut.

Hingga suatu hari saat dia hendak berangkat ke tempat latihannya, dia tersandung batu dan membuat tubuhnya nyungsep ke dalam selokan dan meninggal di tempat.

Zella kira dia akan masuk ke dalam alam baka, namun takdir masih berbaik hati membiarkan dia hidup meski di tubuh orang lain.

Zella bertransmigrasi ke dalam novel yang sudah lama dia baca, dan menjadi tokoh antagonis yang selalu menyiksa anaknya.

Akankah Zella mampu mengubah sebutan 'Penjahat' pada dirinya? dan meluluhkan hati anaknya yang sudah di penuhi dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

...Keajaiban selalu terjadi pada setiap orang, dan gue harap gue salah satunya....

...>Arzen <...

.......

...✨✨✨...

Udara sejuk di pagi hari menemani rutinitas Arzen, dia sedang bersiap hendak pergi jogging. Berhubung hari ini tanggal merah dan sekolah Arzen libur, dia ingin merilekskan tubuh dan pikirannya.

Tiga hari sudah berlalu sejak pertengkaran Zion dan Zella, selama tiga hari itu Zion tidak pulang ke rumah sedangkan Zella? Dia masih bersikap akrab pada Arzen seperti biasa, tidak ada raut kesal yang terlihat di wajah Zella setiap kali Arzen menolak bahkan memaki wanita itu.

Persiapan Arzen baru saja selesai, dia mengambil ponsel dan juga earphone lalu bergegas menuju pintu kamarnya. Begitu dia membuka pintu, Arzen di kejutkan dengan sosok Zella yang berdiri sambil tersenyum cerah didepan kamar miliknya.

"Pagi, Sayang," sapa Zella ceria.

"Ngapain anda berdiri di sini?" sahut Arzen menunjukan raut tak suka.

Zella merasa kikuk, hingga tanpa sadar dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan kembali menjawab pertanyaan Arzen.

"Mommy mau ikut jogging boleh?"

Salah satu alis Arzen naik, dia meneliti pakaian yang di kenakan Zella. Ternyata dia sudah bersiap sejak tadi, terlihat dari pakaian jogging yang melekat pada tubuh ibu tirinya tersebut.

"Nggak!" tolak Arzen mentah-mentah.

"Ayolah, Mommy nggak bakal gangguin kamu kok janji,"

Zella menunjukan jari kelingkingnya di depan Arzen, namun Arzen mengabaikan hal tersebut dia lebih memilih pergi meninggalkan Zella di depan kamarnya.

"Zen, Arzen! Tungguin Mommy," teriak Zella sambil berlari kecil mengejar Arzen.

Mereka berdua keluar dari kediaman secara beriringan, banyak pelayan yang keheranan karena sikap Zella semakin hari menunjukan ke arah yang lebih baik.

Tidak ada lagi suara bentakan dan teriakan dari Zella kepada Arzen, dan juga tidak ada lagi dokter yang sering mondar mandir di mansion itu.

Semua menyambut perubahan Zella dengan senang hati, hanya saja Arzen yang masih belum bisa menerima Zella seutuhnya.

Selang beberapa menit kemudian, mereka mulai berlari santai mengitari komplek rumah mereka. Zella mengekori Arzen seperti anak ayam, pandangannya selalu tertuju pada punggung Arzen dia masih tak percaya bahwa statusnya yang jomblo telah naik pangkat menjadi ibu.

'Gila, gue nggak nyangka udah punya anak sebesar itu,' batin Zella merasa bangga dengan pencapaiannya.

Suasana yang sejuk di sertai hembusan angin pagi membuat langkah kaki mereka terasa ringan, tanpa mereka sadari mereka sudah berputar mengelilingi komplek selama lima belas kali.

Keringat mulai mengalir dari kening dan tubuh mereka, hingga saat putaran terakhir Arzen berbelok ke arah taman begitu juga dengan Zella.

Mereka duduk di sebuah bangku, Zella menyeka keringatnya menggunakan handuk yang melingkar di leher.

"Seger banget, udah lama gue nggak jalan kaya gini," gumam Zella.

Arzen yang duduk di samping Zella menoleh, dia melihat wajah ibu tirinya memerah. Namun senyum di wajah Zella sama sekali tidak luntur, hal itu membuat Arzen heran.

Zella yang merasa di perhatikan tiba-tiba ingin menjahili Arzen, "Mommy tau Mommy cantik, jangan di lihatin terus,Zen, Mommy malu."

Seketika Arzen memutar kedua bola matanya dengan malas, dia mengalihkan pandangannya ke arah depan. Zella tertawa lirih melihat tingkah Arzen, dia mendongak ke atas melihat langit yang membentang luas.

"Hidup itu cape, kan, Zen? Tapi mati lebih cape." Keluh Zella.

Tanpa menoleh Arzen menjawab, "Jangan sok tau, anda belum pernah mengalami kematian! Jangan berdrama."

"Ya, ragaku memang belum pernah mati tapi jiwaku sudah, Zen, jauh sebelum kamu lahir ke dunia ini."

Arzen menoleh, dapat dia lihat raut wajah Zella berubah sendu. Entah mengapa hal itu mengganggu perasaannya, Arzen ingin menanyakan alasan di balik perkataan Zella barusan namun dia sangat gengsi, hingga beberapa menit kemudian Zella kembali bersuara.

"Untungnya kamu berhasil bertahan dari sikap jahat ku selama ini," Zella menoleh dia memberikan senyuman yang begitu tulus pada Arzen.

"Terima kasih sudah bertahan hidup, Arzen, dan maaf karena aku gagal menjadi ibu yang baik untukmu," imbuh Zella.

Arzen dapat merasakan ucapan Zella sangat tulus, tidak ada kebohongan dalam perkataannya barusan.

Zella berdiri dari bangku tempatnya duduk, "Mommy pulang dulu yah, jangan di sini terlalu lama Mommy tunggu di rumah."

Selepas mengatakan hal tersebut, Zella pergi dari taman. Arzen melihat punggung Zella yang semakin menjauh, ada setitik perasaan hangat mulai menyelimuti hatinya.

"Apa gue boleh berharap meski itu hanya ilusi?" gumam Arzen tanpa mengalihkan pandangannya dari Zella.

...***...

Perasaan Zella semakin membaik saat berjalan menuju rumahnya, begitu sampai di halaman rumah dia melihat mobil Elzion sudah terparkir di sana.

Zella berdecak sebal, dengan malas Zella melanjutkan langkahnya menuju pintu mansion.

Ceklek.

Begitu dia membuka pintu, Zella melihat Zion dan Kennan sedang duduk di kursi meja makan sembari menikmati secangkir kopi dan koran di tangan mereka masing-masing.

'Enak banget hidup mereka, datang-datang langsung ngopi,' batin Zella menggerutu.

Tanpa melihat ke arah Zion, dia berjalan lurus menuju tangga. Namun di pertengahan jalan suara Zion membuatnya berhenti.

"Duduk dulu, Zel, ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Zion tak terbantahkan.

"Gue mau mandi dulu, bisa nanti, kan?" sahut Zella tanpa menoleh ke arah suaminya.

"Kalau di perintah suami itu yang nurut, kau itu istrinya jangan jadi pembangkang! Dasar tidak tau diri," cetus Kennan yang sejak tadi diam.

Zella merasa kesal saat Kennan ikut terlibat dalam pembicaraannya dengan Zion, dia membelokan langkahnya menuju meja makan. Begitu sampai dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, Zella menarik sudut bibirnya ke atas saat kedua netranya bertatapan dengan Kennan.

"Heh, Tuan asisten yang terhormat! Lo itu cuma bawahan Zion, posisi lo sama gue masih tinggian gue. Lain kali jaga mulut lo sialan, gue nggak suka di kritik sama orang yang sok pinter tapi nggak punya otak!" ujar Zella sarkas.

Sontak kedua bola mata Kennan melotot, dia tidak percaya kata-kata seperti itu akan keluar dari wanita yang dulunya selalu diam dan menundukkan kepala setiap kali berhadapan dengan Zion.

"Kau-"

"Cukup! Jika kalian ingin ribut, lebih baik keluar dari sini!" Zion tiba-tiba memotong perkataan Kennan.

Mendengar hal itu Zella tersenyum remeh, dia kembali berucap, "Tuh dengerin majikan lo, masih pagi udah ngajak ribut aja emang dasar mulut tante-tante,"

BRAAK.

Zion mengebrak meja hingga membuat kopinya tumpah, dia menoleh ke arah Zella sorot matanya terlihat dingin, tanpa di duga Zion membentak Zella sangat keras.

"ZELLA, CUKUP! Jangan memancing keributan jam segini,"

"Kenapa jadi gue? jelas-jelas bawahan lo yang mulai duluan," sahut Zella tak terima.

Elzion memijit pelipisnya pelan, dia mulai kewalahan menghadapi sikap Zella semenjak istrinya itu berubah.

"Zel, bisakah kamu mengalah? Kennan hanya ingin menasihatimu saja, tidak perlu kamu tersinggung seperti itu,"

Zella terkekeh hambar, lagi dan lagi dia yang harus mengalah. Bahkan dia di paksa memaklumi penghinaan yang di berikan Kennan, Zella mencondongkan tubuhnya ke arah Zion dia menunjuk dada Zion yang terbalut kemeja.

"Lo... emang nggak punya hati, El! Lo bahkan nggak bisa bedain mana menasehati mana menghakimi, kalau gue yang bilang seperti sama lo apa lo bakal memakluminya hah?"

"Zel, aku hanya-"

"Tolol! nyesel gue punya suami tapi sikapnya bajingan kaya lo!" Zella memotong ucapan Zion.

Degh.

Zion tak berkutik, dia terlihat syok mendengar ucapan Zella. Kini Zella menoleh ke arah Kennan yang masih terdiam melihat perseteruan antara dia dan suaminya.

"Lo juga sama, kalo lo nggak suka sama gue nggak usah mengkritik urusan rumah tangga gue, tugas lo cuma ngurus perusahan bukan rumah tangga orang! bego kok di pelihara," ejek Zella dan berlalu dari hadapan kedua pria itu.

Kennan menganga tak percaya dengan penglihatannya, "D-dia Zella, kan?" ucap kedua pria itu bersamaan.

1
hancur
Luar biasa
Cahaya Pasaribu
mau sedih tapi jadi ngakak gara gara mati di selokan 🙂‍↔️
Jessica _ ica Ica
Luar biasa
Mary Randaging
aku tidak suka dengan akhir ceritanya.knpa zela mati di tangan silla yg tidak punya kekuatan?
Zee✨: hehe mf ya, pas bikin ini lg gak mood makanya endingnya kurang memuaskan hehe
total 1 replies
kalea rizuky
males ma endingnya tau
kalea rizuky
langsung dor selesai arvie tolol/Curse//Curse/
kalea rizuky
males klo ceritanya muter
kalea rizuky
wah jalang di rebutin dih najia
kalea rizuky
halah lu aja doyan kan
kalea rizuky
wih jd suami nya selingkuh bentar kok baru kuliah umurnya brp
kalea rizuky
arzen cwek kah
kalea rizuky
visual arsen mana
Annisa Feby
Luar biasa
Nana Nana
sungguh membagongkan mati diselokan 🫣🫣🤣🤣
Tri Haryanto
Luar biasa
Nana Niez
kl season 1 aja sdh sad ending,, mau lanjut season 2 terasa berat
Nana Niez
baru ini pemeran cewek nya kuat tapi berakhir mati,, pengaruh banget lhow Thor sm mood yg bc,, bs jdi sad seharian
Nana Niez
apa zella mati,, jdi ikut parno sblm bab akhir
Nana Niez
lha kok malah penulisnya ikutan jugaaaa
Nana Niez
bukan gw yg bunuh dia jatuh sdri,,, 🤣🤣🤣🤣🤣bnr bnr deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!