seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
Kia dan Atar sudah sampai di bandara namun Atar terasa berat untuk meninggal kan sang istri.
"Ingat ya Kia jangan mau kalau mama nya Aldo atau Aldo Jemput" ucap Atar.
"Iya mas"
"Dan ingat kalau ada apa-apa langsung hubungin mas"
"Iya mas iya"
"Pokoknya satu yang paling penting jangan mau kalau dijemput sama Aldo" ucapan sambil menatap Kia.
"Iya mas iya ya ampun"
"Awas kalau nggak nurut" ancam Atar.
"Ya ampun mas iyaaaaaa" Kia sampai kesal dengan suaminya sedangkan antara hanya tersenyum.
"Udah sana mas kamu berangkat nanti telat loh pesawatnya juga udah mau berangkat kan" titah kia.
"Udah mas berangkat ya" ucapan tersambung mengelus kepala Kia.
"Iya mas" jawab Kia kalau mencium punggung tangan suaminya.
"Ingat jaga yang harus dijaga" ucap Atar.
"Siap" Jawab Kia dengan hormat.
Atar pun mendekat ke arah kia dan mencium kening sang istri dengan lembut dia pun tersenyum.
"Udah sana berangkat takut telat"
"Males banget deh mau berangkat" keluh Atar.
"Nggak boleh gitu"..
Atar kembali mendekat ke arah Kia dan memeluknya dengan sangat erat ia pun tersenyum lalu membalas pelukan suaminya.
"Udah sana berangkat ya"
"Iya kamu hati-hati ya" jawab Atar .
"Ya mas mas juga hati-hati ya kabarin Kia kalau udah sampai'
"Iya... Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Atapun mulai melangkah memasuki bandara sambil menyeret kopernya setelah suaminya tak terlihat Kia kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut untuk pulang.
Sampai di rumah Kia langsung bersiap dan mengganti mobilnya dengan mobil yang biasa saja yang ada di rumah suaminya kemudian ia langsung berangkat menuju kampus.
Sampai di parkiran kampus Dia sudah ditunggu oleh sahabatnya Amelia.
"Assalamualaikum"ucap Amelia saat Kia turun dari mobil.
"Waalaikumsalam"
"Wah wah Aura pengantin baru beda banget ya" goda Amelia.
"Apa sih kamu Lia, perasaan biasa aja deh"jawab Kia.
"Masih ada waktu kan kita sebelum ketemu dosen' tanya Kia.
"Ada 25 menit lagi" jawab Amelia.
Kia pun mengangguk lalu mengajak Amelia untuk masuk ke dalam kampus.
"Araaaaaa" teriak Raka tanpa malu.
"Ya ampun Raka bukannya ngucapin salam malah teriak-teriak" omel Kia.
"Hehehe maaf ya assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Kia dan amalia bersamaan.
"Berangkat sama siapa neng pasti diantar suami ya" goda Raka.
"Enggak aku bawa mobil sendiri, udah deh pagi-pagi jangan bikin kesel, ya udah ya aku duluan mau ketemu dosen takut telat" ucap Kia pada Raka.
"Oke"
"Araaaa nanti pulang bareng ya" teriak Raka saat dia sudah mulai menjauh.
"Astaghfirullahaladzim" iya sampai mengelus dada melihat kelakuan sahabat kecilnya itu.
Kia dan amalia melangkah menuju ruangan dosen pembimbingnya masing-masing.
"Sejauh ini semua nilai kamu aman" ucap dosen pada Kia.
"Alhamdulillah makasih pak" jawab kia merasa lega.
"Sebelum sidang skripsi apa kamu keberatan jika magang dulu selama 2 minggu di rumah sakit x" ucap dosen pada Kia.
"Maksudnya gimana pak mohon dijelaskan" jawab dia karena dia tidak mengerti.
"Kamu adalah salah satu siswa terbaik jadi saya merekomendasikan kamu untuk magang di rumah sakit sebelum skripsi ini bisa menjadi nilai plus buat kamu"
"Ini pun jika kamu mau jika tidak tidak masalah" sambung.
"Berapa orang pak yang megang di sana??" Tanya Kia.
"Saya hanya pilih lima siswa terbaik"
"Apa teman saya Amalia termasuk???"
"Ya sepertinya Amalia termasuk salah satunya"
Kia pun berpikir sejenak lalu ia pun menyetujui ucapan dosen tersebut.
"Baik kalau begitu pak saya mau"
"Baik kalau begitu saya rasa hari ini cukup sampai di sini nanti untuk lebih lanjutnya Saya akan hubungi kamu" ucap dosen tersebut.
"Baik pak terima kasih" setelah mengucapkan itu dia pun keluar dari ruangan dosen.
Karena Amalia belum keluar dia pun menunggu nya.
"Alhamdulillah akhirnya hari ini kelar juga" ucap Amalia saat keluar dari ruangan dosen.
"Udah selesai??" Banyak Kia Amalia pun mengangguk.
"Magang???"
"Kok tahu??" Tanya Amelia heran.
"Tahulah kita kan magang di tempat yang sama" jawab Kia.
"Biaya alhamdulillah ada temennya" jawab Amelia dengan girang.
"Tapi sayang magangnya bukan di rumah sakit tempat mas Atar kerja" keluh Kia.
"Yaelah baguslah kalian nggak satu rumah sakit"
"Memangnya kenapa kalau kita satu rumah sakit??" Tanya Kia.
"Ya bisa-bisa aku jadi nyamuk tiap hari"
"Ihhh dasar"
"ya udah yuk ah balik" ajak Kia.
"Aku belum dijemput"
"Aku anterin aja mau??" Tawar kia. Amelia pun terdiam sejenak namun Kia langsung menarik tangannya melangkah menuju parkiran.
"Eh tunggu aku baru sadar deh kalau mobil kamu beda??" Tanya Amelia.
"Ini bukan mobil aku tapi punya mas Atar" jawab Kia.
"Uhh romantis nya"
"Udah yuk ah pulang" ucap nya menyuruh Amalia untuk masuk.
***
Di luar kota saat Atar baru nyampe dia langsung melaksanakan tugasnya karena, rencananya Atar akan menghubungi Kia saat nanti jam istirahat.
Dan benar saja pas istirahat antar langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Kia.
"Halo assalamualaikum" ucap Atar.
"Walaikumsalam mas"
"Maaf ya tadi mas pas sampai nggak langsung hubungin kamu soalnya langsung tugas"
"Iya nggak papa kok mas, sekarang mas lagi apa??"
"Ini mas lagi istirahat, Kamu lagi di mana??" Tanya nya.
"Dia lagi di rumah di dalam kamar" jawab nya.
"Oke, gimana kuliahnya hari ini lancar??"
"Alhamdulillah mas"
"Mas sendiri gimana kerjaannya hari ini lancar??"
"Alhamdulillah lancar"
"Ya udah mas istirahat dulu aja pasti capek kan dari tadi belum Isti" ucap Kia
"Jadi pengen pulang deh" ucap Atar sambil terkekeh.
"Baru juga nyampe mas masa udah mau pulang"
"Ya udah mas tutup ya kamu juga istirahat ya" ucap Atar.
"Iya mas"
"Assalamualaikum "
"Walaikumsalam "
Atar tersenyum sambil memandangi ponselnya ia bisa merasakan perubahan yang sangat pesat pada dirinya sendiri semenjak keberadaan Kia, ia pun menyandarkan tubuhnya di sofa berukuran cukup besar untuk memejamkan matanya sebentar.
Saat Atar baru saja memejamkan mata tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata nama Sarah yang tertera di sana.
"Tumben anak vc mau apa ya" gumam Atar namun ia males mengangkatnya Atar pun membiarkan ponselnya berdering begitu saja.
"Angkat woy sombong banget sih" tulis Maura mengirimkan pesan pada Atar.
Atar hanya membacanya sekilas lalu mengabaikan pesan dari adiknya tersebut.
Tak lama ponselnya kembali berbunyi.
"Woy bang di sini ada bang Aldo loh, mampus dah kak Kia mau di ajak jalan jalan" pesan kedua Sarah sontak membuat attar terkejut dan langsung melakukan panggilan video kepada adiknya itu.
"Mana Aldo" Tanya Atar saat Sarah mengangkat video call-nya.
"Mana??" Banyaknya lagi karena salah malah cengengesan tidak jelas.
"Lo pasti bohongin gue kan" kesal Atar.
"Hahahaha mau aja sih di tipu"
"Dasar adek curut emang Lo"
"Hahaha sorry sorry bang ini mah serius Sarah cuma mau minta izin aja sama Abang" ucapnya dengan serius.
"Apaan??" Tanya Atar dengan malas.
"Nanti malam boleh ya Sarah ajak kaki ya keluar sebentar" pinta nya.
"Kemana?? Tanya nya.
"Ke mall dekat sini doang kok bang"
"Berdua doang" tanya Atar.
"Enggak sih kayaknya sama bang Aldo deh" ucap Sarah kembali menggoda Atar.
"Oh, yah tadinya mau gue kasih black card nggak jadi deh" jawab Atar.
"Eh jangan gitu dong bang masa nggak jadi sih, tak cuman berdua kok"
"Oke tapi pulangnya jangan lewat jam 09.00 malam" tegas Atar.
"Iya, mana black card nya hehehe"
"Ntar sama Kia"
"Kayak Abangku sayang terima kasih ya" ucap Sarah dengan manis.
"Jagain Kia jangan sampai dia kenapa-napa awas lo kalo dia sampai kenapa-napa....."
"Iya iya Abang bawel banget sih" jawab Sarah memotong ucapan antar.
"Ya udah ya Sarah matiin dulu assalamualaikum Abang" ucap Sarah langsung mematikan ponselnya.
"Dasar adik curut rasanya pengen gue telan hidup-hidup nih anak" ucap attar sambil memandang ponselnya yang sudah dimatikan oleh Sarah.
Atar pun kembali memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar tapi ponselnya kembali berdering.
"Iya Kia ada apa??" Tanya nya dengan lembut saat mengangkat panggilan dari sang istri.
"Mas Kia mau izin pergi nanti malam sama Sarah boleh ya" izin nya.
"Iya tapi jangan pulang lebih dari jam 9 malam" jawab nya.
"Ok mas makasih "
"Oh ya, kamu buka laci kecil di dekat tempat tidur " titah Atar.
"Terus??"
"Ada buku kamu angkat buku nya"
"Belck cart " ucap Kia saat mengangkat bukut tersebut.
"Iya itu untuk kamu "
"Tapi ini terlalu berlebihan mas"
"Gak ada yang berlebihan kamu tanggung jawab mas sekarang " jawab Atar.
"Yaudah makasih ya mas"
"Kamu mau beli apa ke mall??" Tanya Atar.
"Kok mas tau Kia mau ke mall" tanya Kia heran.
"Sarah udah isin terlebih dahulu tadi sama mas"
"Ohhh, gak tau Kia juga liat nanti aja mas"jawab Kia.
"Yaudah Kia tutup dulu ya, mas istirahat lagi aja,, asalamualaikum "
"Walaikumsalam "