Kisah cinta antara dua anak manusia yang di pisahkan jarak dan waktu, kehidupan yang keras dan penuh dengan manipulasi membuat mereka saling terpisah satu sama lain.
Akankah Samudra dan langit akan bersatu…? Jika penasaran dengan ceritanya, baca novel ini ya…?
Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya, karena dengan like dan komentar kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya, salam hangat…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembicaraan empat mata.
Alex mengundang samudra untuk segera menemuinya, dengan langkah mantap samudra berjalan menyusuri lantai marmer di kediaman megah alex. Terdengar suara sepatu melangkah menuju ruang kerja alex, sedangkan alex yang masih membaca beberapa email yang masuk ke layar komputernya tidak menyadari kedatangan samudra.
Tok… Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan keras di pintu ruang kerja alex, dengan suara sedikit keras alex menyuruh orang tersebut masuk yang tak lain adalah samudra. Terlihat wajah tampan samudra dengan rahang tegasnya menatap alex dengan penuh rasa hormat, Alex pun segera berdiri dan berjalan menghampiri samudra.
“Duduk sam…” perintah alex tegas, samudra pun segera mendudukkan dirinya di atas sofa empuk di ruang kerja alex.
“Kamu tahu apa maksud saya memanggil kamu ke sini….?” Tanya alex ambigu.
“Tidak tuan.” Jawab samudra tegas.
Senyuman alex terlihat penuh arti menatap samudra, dia tahu jika samudra sedang menyembunyikan sesuatu terlihat dari raut wajahnya.
sebelum meneruskan obrolannya, alex berdiri dan menggambil berkas yang ada di laci.
Sebuah amplop coklat yang bertuliskan universitas tempat di mana angel berkuliah, samudra mengambil amplop tersebut dan membaca formulir yang terlihat belum di isi.
“Maksudnya bagaimana ini tuan.” Tanya samudra yang masih bingung dengan maksud alex.
“Aku tahu jika putri telah mengatakan jika kamu harus berkuliah bersamanya, dan aku harap kamu segera mengisi formulir pendaftaran tersebut. Biar sisanya arnold yang akan mengurusnya, tapi tugas kamu tidak hanya kuliah. Kamu akan menjadi pengawal ke dua putriku sam, apa kamu sanggup.”
Terlihat samudra sedikit terkejut dengan penuturan alex, dia menatap alex dengan tatapan penuh arti. Di dalam benak samudra, apa dia sanggup menjadi pengawal dua orang sekaligus. Sedangkan dulu menjadi pengawal angel saja dia sudah kewalahan, dan dia sering menerima ke marahan angel.
“Kamu tidak usah berfikir sanggup atau tidaknya, kamu hanya cukup mengantarkan putri putriku ke sekolah dan mengawasi mereka saat istirahat. Jangan kawatir mengenai jatah liburan kamu, kamu akan tetap bisa libur sebulan sekali seperti dulu. Hanya saja tugasmu menjadi sedikit bertambah, aku juga akan menaikkan gaji kamu sam.”
Alex duduk dengan menumpangkan kaki kanannya ke kaki kiri, dia menatap samudra yang terlihat menghela nafasnya. Alex tahu jika samudra merasa keberatan dengan perintahnya, tapi karena permintaan mamanya alex tidak bisa menolaknya.
“Hmm… baiklah tuan, saya usahakan.” Ucap samudra dengan suara tegasnya, alex tahu jika samudra tidak akan bisa menolak permintaannya.
“Baiklah saya percayakan keamanan kedua putriku ke kamu sam, jaga amanat ku ingat jangan sampai kamu mempunyai perasaan ke salah satu putriku. Ingat kamu adalah pengawal mereka.” Kalimat alex membuat hati samudra merasa tercubit, dia pun dengan tegas mengangukan kepalanya.
“Kamu isi formulir ini sekarang, dan setelah itu letakkan di ruang kerja saya.”
Mendengar perintah alex samudra segera berdiri, dia memilih akan mengisi formulir tersebut di taman. Samudra keluar dari ruang kerja alex, langkah kakinya dia arahkan menuju ke taman depan rumah.
Leo yang melihat alex sedang duduk di gazebo menghampirinya, dia melihat alex yang terlihat sedang fokus.
“Ehem…”
Mendengar suara orang berdehem alex mendongak menatap siapa yang telah mengganggu ketenangannya, dia tersenyum melihat Leo yang terlihat menautkan kedua alisanya.
“Lagi ngapain kamu sam, serius amat.”
Samudra sekilas memperlihatkan formulir pendaftaran sebuah universitas, dia tahu dimana universitas itu berada. Seketika Leo memelototkan matanya, melihat nama samudra di lembaran kerja tas tersebut,
“Gila kamu, jadi beneran kabar yang aku dengar itu. Kamu ditugaskan menjadi pengawal kedua putri tuan alex, dan kamu juga di suruh kuliah bersama putri beliau. Wah… beruntung banget kamu sam… sekali gayung dua tiga pulau terlampaui.” Goda Leo sambil menepuk bahu kekar alex.
“Andai aku bisa memilih, aku akan memilih menjadi pengawal seperti kamu. Dari pada aku harus kuliah dan menjadi pengawal ke dua wanita cantik, dan yang pasti aku akan kelimpungan menghadapi sikap mereka.”
Samudra membayangkan ketika dia menghadapi angel saat tantrum, dia sampai kewalahan sendiri. Samudra meraup mukanya kasar dengan kedua tangannya, pikirannya merasa kacau saat ini.
“Sam, kamu kuliah sekalian cari cewek aja di sana. Katanya di kampus tempat nona angel kuliah, disana banyak cewek cantiknya. Apalagi itu kampus terkenal dengan orang orang tajirnya.”
Leo mengerlingkan satu matanya melihat samudra, dengan keras menepuk bahu Leo. Terdengar rintihan kesakitan karena tepukan tangan samudra yang terasa panas, Leo yang kesakitan mengelus elus bahunya.
“Gila kamu sam, sakit tahu.” Ucap Leo yang melihat samudra tertawa lepas.
“Eh… bro, enak aja kamu ngomong. Bisa kena bogem mentah aku sama tuan alex, aku tuh kerja tau. Kalau kamu mau mengangukan aku, dengan senang hati aku akan menukar tempatku.”
Samudra kembali meneruskan mengiri formulirnya, dia tidak mempedulikan Leo yang masih meringis kesakitan.
Sedangkan di dalam sebuah kamar, angel yang dari tadi melihat samudra dan Leo terkikik geli. Dia dengan jelas mendengar obrolan samudra dan Leo, angel yang mendengar jika samudra akan berkuliah bersamanya merasa sangat senang. Tapi ada kekesalan di hati angel, ketika mengetahui jika samudra akan satu jurusan dan sekaligus satu ruangan bersama langit.
“Kenapa kamu tidak bersama aku aja sih sam, kenapa juga harus bareng langit.” Lirih angel kesal sambil membanting bantal.
Angel yang akan bersiap ke kampus dengan segera menggambil tasnya, melihat samudra yang akan masuk ke dalam rumah, Dia ingin hari ini samudra mengantarnya ke kampus.
Samudra yang baru saja keluar dari ruangan alex, terkejut melihat angel yang berdiri di depan ruang kerja alex dengan memperlihatkan senyuman manisnya.
“Nona angel…” sapa samudra.
“Sam, anterin aku ke kampus.”
Ajak angel dengan menarik lengan samudra seperti anak kecil, melihat angel yang dengan berani menarik lengan samudra. Dengan cepat samudra melepaskan tangan angel, dia takut jika alex melihatnya dan menjadikan alex marah dengan samudra.
“Tapi nona, itu bukan tugas saya. Biar saya panggil Leo untuk mengantar nona ke kampus.”
Samudra yang akan beranjak segera di cegah angel, dia ingin hanya samudra yang mengantarnya hari ini.
“Aku inginnya kamu yang mengantarku sam, bukan Leo atau yang lain.”
Angel yang merasa kesal dengan penolakan samudra segera menarik lengan samudra. Alex yang melihat interaksi angel dan samudra segera menghampiri mereka.
“Apa yang kamu lakukan angel…?”
Terdengar suara berat alex menegur angel, dengan terkejut angel menghentikan langkahnya. Sedangkan samudra menatap alex dengan tatapan rasa bersalahnya dan rasa takutnya, alex melirik ke arah samudra.
“Aku ingin samudra mengantarkan aku ke kampus pa,” Ucap angel manja, dia tahu jika alex tidak akan bisa menolak permintaannya.
“Sam, antar angel sampai kampus. Sekalian kamu antarkan formulir ini ke kampus.”
Samudra menatap dua amplop coklat di tangan alex, sebenarnya alex yang tadinya akan menunggu arnold datang. Menjadi urung setelah mengetahui jika angel meminta samudra mengantarkannya ke kampus, dia akan menyerahkan tugas arnold ke samudra sekalian mengantarkan angel.
“Baik tuan.”
Senyum mengembang di bibir merah angel mendengar jawaban samudra, dia senang karena samudra tidak bisa menolak kemauannya.