NovelToon NovelToon
Bukan Benih Suami

Bukan Benih Suami

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Selingkuh / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:305.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Moena Elsa

Meyra Melati adalah istri dari Reynand, seorang manager perusahaan swasta yang besar.
Menjadi seorang manager mengharuskan dirinya untuk mengikuti segala kegiatan yang ada di kantor. setiap rapat internal tak ada yang boleh dilewatkan olehnya.
Hingga suatu hari, perusahaan tempat Meyra bekerja mengadakan pesta ulang tahun perusahaan. So pasti, Meyra pun ada ada di sana.
Tepat tengah malam Meyra merasakan pening yang luar biasa.
Saat sadar didapatinya, dirinya polos bertelanjang dada dan berada di ranjang yang sama dengan sang bos.
Apa yang terjadi? Bagaimana jika suamiku tahu? Saat pikiran sedang berkecamuk, sang bos terbangun.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? No one knows.
Stay tune di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepo

Adnan tak menuruti perintah Leo, dan melajukan mobil ke kediaman tuan Armando.

"Ngapain kita ke sini?"

"Tuh!" arah mata Adnan menunjuk seseorang yang berkacak pinggang dan berdiri di sebelah Leo.

Leo membuang nafas kasar, "Matih gue," keluh Leo.

"Siapkan dirimu! Malam ini keluarga Alea akan datang untuk makan malam," tegas tuan Armando.

"Tuan bos, aku balik ke perusahaan dulu," sela Adnan di antara dua tuannya yang sedang beradu pandang itu.

"Gak bisa Adnan, lo harus mulai jalankan misi yang aku perintahkan tadi" tegas Leo.

"Misi apa?" telisik tuan Armando.

"Begini tuan...," Adnan hendak menjelaskan, tapi keburu ditahan oleh Leo.

"Pergi lo!" suruh Leo membuat Adnan buru-buru melajukan mobil.

Daripada harus berdiri di tengah mereka berdua, tentu sangat menyulitkan bagi Adnan.

"Gimana keadaan kamu Leo?" tanya kakek Armando sepeninggal Adnan.

"Seperti yang kakek lihat, badanku masih berada lemas," jelas Leo.

"Ya sudah istirahat aja dulu, siapkan buat makan malam nanti," suruh kakek.

"Harus ya? Hari ini aku hanya ingin tidur kek. Di rumah sakit aku malah nggak bisa istirahat," curhat Leo.

"Harus. Mereka dengan sabar menunggu kamu ada waktu Leo," balas Armando.

"Kan masih ada besok, besok lagi atau seminggu lagi kek," karena Leo hari ini hanya ingin menghabiskan waktu di kamar dan sembunyi di bawah selimut tebal kamarnya.

Beberapa hari nggak bisa tidur nyenyak, membuat Leo ingin membayar lunas semua dengan tidur seharian ini.

Leo melangkah gontai masuk mansion.

Malas dengan seruan kakek.

.

Di kediaman Meyra, dia tengah sibuk dengan kedua bayi yang rewel bersamaan.

"Apa sebaiknya aku cari pengasuh saja ya, biar bisa bantuin jaga dan juga bantu bersih-bersih rumah," gumam Meyra.

Beberapa hari begadang, mata panda Meyra semakin nampak saja.

Tok... Tok...

"Masuk aja bu Agus," seru Meyra dari dalam rumah.

Bu Agus dan beberapa tetangga datang berkunjung.

Meski banyak jiwa kekepoan mereka, tapi sejatinya mereka baik.

Tak ingin melihat Meyra susah.

Terkadang Meyra dibuat tersenyum oleh obrolan mereka yang sedang bergunjing. Biasalah ibu-ibu kompleks.

Malah ada juga yang nanya to the point, alias tanpa tedeng aling-aling atau tanpa basa basi.

Seperti bu Agus ini, "Mey, apa suami kamu tak ingin lihat anak-anaknya? Mereka ini lucu sekali loh Mey," seru bu Agus yang memang secara usia seperti ibu Meyra.

Meyra hanya menanggapi dengan senyuman.

"Suaminya pasti sibuk jeng, nyari duit buat masa depan anak-anak yang menggemaskan ini," sela yang lain.

"Iya kan bu Mey?" ucap yang lain.

"Aamiin, makasih doa-doa ibu semua," balas Meyra.

Ibu-ibu kompleks itu pergi setelah memberi bingkisan buat bayi-bayi tampan Meyra.

Sejenak Meyra teringat akan kebutuhannya mencari ibu pengasuh buat kedua putranya.

Meyra coba nyari lewat sosmed, iklan-iklan baby sitter.

Tok... Tok... Terdengar pintu depan ada yang mengetuk lagi.

"Siapa lagi ya?" gumam Meyra dengan mata masih tertuju di layar ponsel.

"Iya, sebentar," kata Meyra untuk menyahut ketukan.

Dan Bayu lah yang datang.

"Ada apa Bayu?" tanya Meyra.

"Begini nyonya, karena untuk sementara kafe masih tutup dalam proses penyelidikan. Kami ijin untuk bekerja di tempat lain. Kebetulan di depan kafe mau dibangun hotel dan restoran," kata Bayu.

"Oh ya? Bukannya di depan kafe ada angkringan juga?" sela Meyra.

"Dibongkar dua hari ini nyonya, makanya kita-kita repot juga cari tongkrongan," balas Bayu.

"Oke lah Bayu. Aku juga belum tahu sampai kapan kafe tutup. Picik sekali kalau aku menahan kalian untuk tidak bekerja," kata Meyra.

"Nggak papa nyonya. Tapi kalau nanti kafe buka lagi, bolehkan kita bekerja lagi?" ijin Bayu.

"Owh, tentu saja," seru Meyra mengiyakan.

'Mau dibangun restoran? Ntar bagaimana nasib kafeku?' pikir Meyra. Padahal setelah ini dirinya butuh uang yang tak sedikit untuk biaya anak-anaknya kelak.

Oek... Oek... Terdengar kedua bayi tampan itu saling menangis bersamaan.

.

Di mansion tuan Abraham, Leo baru bangun tidur setelah keluarga Alea hendak pamitan pulang. Bangun itupun karena diancam oleh kakek Armando.

"Iya... Iya... Aku ke depan," balas Leo saat kakek Armando menelponnya yang keseratus sekian kali.

Leo hanya mengenakan kaos rumahan dengan rambut acak-acakan serta kelopak mata bagai berasa di lem.

Leo menyodorkan tangan hendak berkenalan, tapi tangan itu ditepis dalam waktu sepersekian detik.

"Iissshhh apaan sih?" suara itu membuat netra Leo langsung terbuka.

Dan ternyata yang disodori tangannya adalah kakek Armando.

"Ooopppssss..., Malam kek," sapa Leo tanpa merasa bersalah.

"Sapa tuh Alea dan kedua orang tuanya," suruh kakek membuat pandangan Leo beralih.

'Cantik, tapi Alea bukan type gue,' pikir Leo dalam benak.

"Kok bengong kalian?" sela kakek Armando.

Leo menyodorkan tangannya ke arah wanita muda bertubuh sintal dengan belahan dada rendah itu.

"Leo," sebut Leo.

"Lea, tepatnya Alea," Alea menyebut namanya.

Ponsel Leo berdering saat dirinya hendak memulai obrolan dengan Alea.

"Halo Adnan," sapa Leo.

"Tuan Bos, aku mau melaporkan hasil misi anda hari ini," seru Adnan.

'Wah, kesempatan melarikan diri nih dari kerumunan ini,' pikir Leo.

Leo beranjak dan hendak balik kanan.

"Mau ke mana lo?" seru kakek Armando.

"Adnan mau melaporkan sesuatu, dan kakek dilarang untuk kepo. Bye... Makasih," balas Leo telak.

"Leo, duduk!" suruh kakek.

"Sudah biarkan saja tuan, barangkali tuan muda ada urusan kerjaan dengan asistennya," kata Alea dengan gestur memamerkan body goalnya.

Leo mencibir dan berlalu tanpa bersuara, meninggalkan sang kakek dan keluarga Alea.

"Bagaimana Adnan? Sudah ketemu jejak Meyra?" tanya Leo begitu jauh posisinya dari sang kakek.

"Belum tuan, tapi sore ini aku ijin. Meluncur ke proyek kita di kota B," beritahu Adnan.

"Sialan, kirain sudah ketemu dia," umpat Leo.

"Kalau ketemu, mau kau nikahin tuan? Bukannya sudah ada Nona Alea?" tukas Adnan terbahak. Sengaja mengolok Leo yang mau dijodohkan itu.

"Iissssshhh...," desis Leo sebal.

"Mau ngapain lo ke kota B?"

"Supervisi lahan proyek hotel dan resto perusahaan lah. Mau apalagi? Oh ya, ijin tuan bos. Linda sekalian aku ajak," ucap Adnan.

"Awas saja Linda lo apa-apain. Dia terlalu polos untuk kamu babat," balas Leo.

"Cih, bukankah tuan bos lebih parah. Melakukan tapi menolak hasilnya...." olok Adnan.

Leo terdiam. Selama ini dia memang menolak kehamilan Meyra. Yang bahkan saat itu Meyra sudah mengatakan semuanya dengan jelas.

Leo mengacak rambutnya, "Dosa apa gue? Sampai menghancurkan sebuah keluarga," gumam Leo dan kembali berjalan ke kamar.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued, happy reading

1
ayu cantik
seru
moenaelsa: thengkiyu kak
total 1 replies
Netty Indriani
bikin nagih.. thanks thor,, terus semangat berkarya
moenaelsa: makasih kak... silahkan lihat karya yg lain
total 1 replies
tulus kesawen
Adnan asisten lemot
tulus kesawen
bos kq ga peka.. hrsnya selidiki meyra hamil anak sp
nox's
aku sangat menikmati kisah ini,asyik/Angry//Drool/
moenaelsa: makasih kakak /Heart/
total 1 replies
Yuliana Tunru
Luar biasa
Nety Dina Andriyani
3 th berlalu berarti kembar umur 4 th knp blm bs bicara kakak
ruly
saya heran knp byk novel yg membenarkan perselingkuhan apakah emang novel ndak ada yg memberikan pesan moral. yg baik
Shifa Burhan: fakta
karena novelis itu rata2 wanita maka ini yang terjadi
jika novel bertema suami selingkuh maka mereka akan laknat habis habisan perselingkuhan suami itu
tapi jika novel bertema istri (pemeran utama wanita/sudut pandang novelis itu) maka mereka akan melakukan berbagai cara untuk membela dan membenarkan perselingkuhan itu

yang artinya novel bukan membenarkan perselingkuhan tapi novel2 wanita akan melaknat suami selingkuh tapi mereka akan membela dan membenarkan jika posisi mereka yang selingkuh dengan kata lain dari novel2 ini kita bisa lihat sifat asli author yang tidak bermoral dan munafik
total 2 replies
Nicky Nick
meyra sembuh gnti alea yg gila
Shifa Burhan: hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh
total 1 replies
Nicky Nick
cakeeeep thor👍
Nicky Nick
haduuh mlah ktmu ulat bulu.. 🙃
Nicky Nick
reynand pura2 gila.. gila beneran looh
Nicky Nick
meyra cari masalah aja
Nicky Nick
mantaaaf thoor
Setianingrum Ningrum
Luar biasa
Nicky Nick
cakeeep thoor
Nicky Nick
met berbahagia
Nicky Nick
meyra ayo dong buka hatimu..
Nicky Nick
alea percaya diri bgt mo dpt gono gini dr leo
Shifa Burhan
najis lihat novel yang membela dan membenarkan sebuah perselingkuhan dan tukang selingkuh berakhir bahagia

atau apakah novelis tukang selingk.. juga

karena fakta hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh

sampai disini pahamkan
G.Lo: Shifa Burhan...bukan kah sering orang bilang tulisan sebuah novel adalah cermin penulis itu sendiri...karena tokoh utama itu penulis sendiri...menjijikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!