NovelToon NovelToon
Transfer Student

Transfer Student

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Viin

Bastian, siswa pindahan yang mengundang sorotan publik karena ketampanannya. Ia juga lihai dalam bermain sepak bola
yang menambah nilai plus dari setiap mata yang menyaksikannya. Ia dipertemukan dengan Aleksa sang ketua OSIS yang tidak menyukai pemain bola. Namun mereka ditakdirkan untuk menjalani hari-hari bersama.
Seperti apakah kelanjutannya?
Mari, temukan dalam cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Libur

Udara pagi, sejuk menusuk sukma. Aroma embun yang masih jelas terasa sangat sesuai untuk berolahraga. Saat-saat libur seperti ini adalah hari yang cocok untuk menambah stamina, daya tahan tubuhnya. Dalam bermain sepak bola, bukan hanya skill yang layak diagungkan, kekuatan fisik, stamina dan segala hal yang mendukung perlu diseleraskan.

Para generasi yang menyadari betapa pentingnya olahraga, di waktu libur seperti ini tentunya akan meluangkan waktu untuk kebugaran dirinya. Seperti halnya Bastian yang tak ingin kalah dari yang lainnya. Ia sudah berlari sejak pukul 6.37 WIB tadi. Tak lupa pula, demi mengisi kesepiannya ia menggunakan headset Bluetooth untuk menutup kedua telinganya. Ia lari dengan celana pendek dan jaket parasut, agar keringat yang keluar jauh lebih banyak.

Sudah hampir 7 KM ia jajaki dengan kedua kakinya. Ia sungguh menikmati, sehingga tidak menyadari sejauh mana ia berlari. Udara pagi semakin meningkatkan adrenalinnya, ia sudah sampai taman kota. Bastian menghentikan langkahnya. Ia duduk di bangku taman. Menarik nafas dalam.

Tak lama teleponnya berdering dari Tere kakak kelasnya. Setelah pangilan ketiga ia baru mengangkatnya.

“Bas?’’sapanya dengan nada lemah.

“Ya?’’

“Boleh minta tolong?’’

“Apa itu?’’

“Supirin kami pulang Bas. Bunda pulang pagi ini. Aku kurang tidur enggak sanggup nyetir Bas.”tuturnya memelas. Suaranya terdengar parau.

“Hm, aku masih lari. Ini masih di taman kota. Tunggu 10 menit lagi bisa? Aku masih istirahat kak.’’ucapnya. Ia tidak tega dengan kondisi Tere yang saat ini. Tere yang dikenalnya berlaku sesukanya memiliki sisi yang lemah juga.

Gadis itu mampu mengubah mimik wajahnya dalam waktu singkat, seolah semua tidak terjadi apa-apa. Jauh di dalam pribadinya yang hobi memaksa itu, ia pribadi yang rapuh. Dicampakkan, oleh seorang ayah, dibuang gitu saja, bagi seorang anak perempuan itu adalah patah hati paling besar. Ayah adalah cinta pertama anak perempuan. Secara umum ayah adalah sosok yang tak tergantikan, kehadirannya bak idola bagi anak-anaknya. Namun hal itu tidak didapat Tere, baginya ayah adalah sosok penjahat yang hanya memikirkan dirinya sendiri.

“Selamat pagi Tante.’’sapa Bastian ramah. Wanita itu sudah duduk di atas kursi roda, Bersiap pulang. Barang-barang dan segala keperluan adminstrasi juga sudah dibereskan.

“Pagi Bas, maaf lagi-lagi tante ngerepotin.’’ujarnya malu.

Bastian mendekat, “Hehe, enggak repot kok Tan.’’Ia melirik Tere yang terlihat pucat. Gadis itu tidak berbohong kalau dia memang kurang tidur. “Kita berangkat sekarang Tan?’’

Wanita itu mengangguk. Bastian beralih memegang pegangan kursi dorong itu.

“Udah aku aja Bas.’’Tere mencoba mengatasi.

“Dih, bocil, gih sana geser. Kamu udah kayak zombie tau enggak Kak.’’

“hm.’’Tere jalan duluan. Ia membawa barang-barang Rita keluar dari kamarnya. Segala adminstrasi juga sudah ia bayar. Jalannya tak setegar biasanya.

Sesampainya di teras rumah sakit, Bastian mengambil mobil untuk memudahkan Rita melangkah.

“Tan, bisa?”Bastian memapah Rita masuk menuju mobil. Ia minta duduk di belakang.

“Makasih ya Bas.’’

“Maaf kalau Bastian bau tante, karena abis olahraga. Hehe.’’

“Kamu ini!’’sentaknya. “Dengan kamu bantu tante aja udah bersyukur kali. Enggak mungkin tante protes.’’

“Noh, kan! Secara enggak langsung tante bilang aku bau.’’candanya. Rita tertawa melihat tingkah adik kelas anaknya itu.

“Kamu ini Bas.’’

Mobil pun melaju dengan santai. Bastian terlihat fokus menghadap ke depan. Sementara itu Tere tertidur di sebelahnya. Diliriknya Rita dari kaca spion.

“Kak Tere memang enggak bisa tidur tadi malam tan?’’

“Enggak Bas, tadi malam sepertinya dia terjaga.”terang Rita sembari tersenyum tipis.

“Ehm, supir tante ke mana tan?’’

“Istrinya melahirkan Bas, untuk sementara cuti.’’wanita itu menatap Bastian lembut. “Tante enggak tahu harus bayar kamu berapa Bas.’’

Bastian tertawa,’’Dih, tan, aku bukan laki-laki bayaran loh.’’candanya. “Hehe, bayarnya cukup tante jaga kesehatan, jangan sakit-sakit lagi tan.’’ucapnya sambil tersenyum.

“Hm, Bas, pasti orang tua kamu, orang hebat, bisa didik anaknya menjadi pribadi yang seperti ini.’’

“Tante juga hebat, bisa didik kak Tere seo…”Bastian menghentikan omongannya. Ia takut Rita tersinggung dengan omongannnya.

“Kamu udah sarapan Bas?”

“Udah Tan. Tadi sebelum kemari. Tante belum ya?”

“Kamu ini pekanya enggak ketolongan ya Bas.’’puji Rita. “Nanti kita berhenti sebentar ya Bas. Enggak apa-apa kan?’’

“Ok Tan.’’

Mereka cukup lama berhenti membeli sarapan. Bastian yang turun mengantri, dilihatnya Tere masih tertidur di sana dengan lelapnya. Ia ketemu Reyfan di sana sedang mendekatinya.

“Bang, di sini juga?’’

“Eh iya Rey. Kamu udah lama?”

“Lumayan Bang. Noh, si Al duduk di atas motor enggak mau turun!”tunjuknya ke arah 6 meter darinya. Ia masih mengenakan piyama berwarna sage dengan cardigan hitam.

Bastian mengamati. “Kalau enggak mau turun kenapa dia ikut?’’

“Takut aku ngilang bang.’’keluhnya kesal. “Oii kak Al?’’teriaknya kuat. Ia melambaikan tanganya. Kemudian menunjuk-unjuk ke arah Bastian memberikan isyarat bahwa Bastian sedang bersamanya. Aleksa kikuk, ia terkejut Bastian sudah berada di situ.

Bastian menutup hidungnya meledek Aleksa yang belum mandi. Semakin salah tingkah gadis itu diperlakukan Bastian seperti itu. Aleksa tak menghampiri mereka. Ia masih bertahan di sana.

“Bang, aku duluan ya.’’Reyfan pamit.

“Iya Rey. Hati-hati.’’

Bastian pun kembali melanjutkan perjalanannya. Aleksa tadi sempat melihat Bastian menaiki mobil Tere. Gadis itu semakin over thingking, ditambah kaca depan setengah terbuka. Ada gadis yang tengah tertidur di dalam mobil itu.

“Rey, kamu enggak lihat tadi Bastian sama siapa?’’

“Samaku tadi di depan stealing itu.’’

“Ih, kamu ini, oon banget sih!’’celutuknya kesal

“Kamu yang oon Kak.”balas Reyfan.

“Kamu lihat tadi dia naik mobil hitam. Kan ada cewek di dalamnya ya Rey?”

“Engg, mamanya bang Bas mungkin Kak.”

“Enggak Rey, itu mobil Tere, mobil kakak kelasku.”

“Lah, bagus dong. Biar kamu nyadar kalau bang Bas enggak cocok sama kamu.”cetusnya semakin menjadi. “Mungkin mereka habis olahraga bareng.”

“Tere enggak bisa olahraga, sama sepertiku.”

“Bodoh amat lah Kak. Kalau kamu kepo? Langsung telepon bang Bas!’’ucapnnya memberikan solusi. “Dari pada over thingking enggak jelas kayak gini!”

“Kamu gila? Aku langsung nanya.”

Reyfan menghentikan motornya kemudian menelepon Bastian. Aleksa mati ketakutan, ia langsug merampas handphone adiknya, dan memutuskan sambungan itu.

“Memang kamu ya Rey!’’cetus Aleksa kesal.

Reyfan tertawa terkekeh. Ia tidak bisa menghentikan tawanya. “Lah, kan biar kakak enggak penasaran lagi.’’

“Enggak gitu juga caranya Rey!”

“Jadi gimana? Kita ikuti? Yuk!”tantang Rey kepada kakaknya. “Lagian kepo amat, cemburu ya enggak diajak? Kasian amat!’’ledek Reyfan sambil memajukan-majukan bibirnya.

“Kamu ya!’’Aleksa mencubit perut adiknya. “Ayo jalan!’’titahnya.

Sementara itu kedua wanita yang Bastian antar sudah berada di ruang tamu. Bastian tadi sempat membantu menurunkan barang-barang Tere dan membawanya ke dalam. Tere masih duduk termenung, menatap sarapannya masih belum dimakan.

“Dih, dianggurin makanannya.”Bastian membuyarkan lamunan Tere.

“Masih belum lapar Bas.”jawabnya singkat.

“Tante aja udah habis makannya. Kamu malah gitu Kak.’’

Rita menyuruh anaknya makan. Ia tahu bahwa kalau sudah seperti ini berarti Tere lagi tak enak badan. Dengan setengah memaksa, akhirnya Tere memakannya.

“Tan, aku pamit ya, udah siang.”

“Oh iya Bas, tante pesenin ojol ya?’’

“Enggak usah tan. Udah dipesen kok.”

“Bas, makasih ya.”ucap Tere sembari tersenyum

“Oke. Jaga kesehatan!’’ujarnya sambil berlalu.

1
Sasa Ran
sweet banget babasss/Chuckle/
Sasa Ran
hehe
Sasa Ran
mau kok bas
Sasa Ran
aku salting bas🫣
Sasa Ran
bastian /Brokenheart/
Sasa Ran
bawain utk ku juga ya leksa
Devoy 🍁
Luv luv luv
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
semangat terus untuk berkarya kak.
Ayano
Temen curhat ternyata 😅
Ayano
Bastian udah punya anak orang 🤣
Ayano
Melabeli orang bisa jadi sayang
Ayano
Aku ampe salting sangking cepetnya. Kupikir Leksa yang nembak. Ternyata salah pokus 😅

Pastinya aku seneng banget akhirnya mereka jadian

Mawar buat thorthor lah
5 cukup kali buat semangat 🤗
Viin: hahaha
terima kasih kaka
sayang banyak2 untuk kakak 💐💐💐💐💐😁
total 1 replies
Ayano
Aduh
Congrats 🤗🤗🤗
Ayano
Serius lah. Akhirnya jadian juga. Eh... nyaris jadian maksudnya
Ayano
The real MVP kali ini adalah Raka
Selamat kamu keren
Ayano
Aku nitip satu tamparan lagi buat Bastian biar dia bangun
Ayano
Jleb kan
Akhirnya ada juga yang ngomong
Ayano
Bastian masih gak peka atau pura-pura gak peka ya
Kamu mesti liat kepingan hati Alexsa
Ayano
Bas Bas... kukasih kembang tujuh rupa. Kamu abis ini pulang terus mandi ya
Ayano
Gue yang laporin. Tuh cewek urat malunya dah putus 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!