NovelToon NovelToon
PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Semua orang di Stockholm tahu bahwa tidak ada seorang pun yang akan menikahi Lea Atkinson, yang telah dicampakan oleh tunangannya yang ternyata sudah bersekongkol dengan saudara tirinya untuk mengusir Lea dari Keluarga Atkinson.

Sebagai anak bungsu dari istri simpanan Tuan Atkinson, dia harus mencari yang terbaik untuk menemukan seseorang yang mau menikahinya. Namun ketika akhirnya ia berhasil, sayangnya suaminya tidak memiliki apa-apa, tidak ada harta benda, tidak ada mobil, tidak ada tabungan.

Lea menjadi pembicaraan di kalangan sosialnya. Namun di luar dugaan semua orang. Tiba-tiba saja suaminya berubah menjadi seorang CEO Foster Group. Seorang taipan keuangan Eropa yang terkenal dan orang penting yang sangat kaya dan berkuasa.

Lea terkejut dengan hal ini, akankah Lea menerima semua kebohongan yang dibuat suaminya itu atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STRATEGI JITU

Sebelum rapat di tutup tadi Claudia mentertawai tantangan Lea, lalu dia menaikan tantangan itu menjadi lebih tinggi satu level. Dan Lea menerima tantangan itu untuk menjadikan Atkinson menjadi sebesar dan sepopuler Foster Grup

kompetisi bisnis ini adalah tantangan bagi keduanya, mereka cukup melakukan setengahnya saja, karena jika ingin menyaingi kepopuleran Foster Grup tidak akan cukup meski sudah diberi waktu selama puluhan tahun.

Claudia memberikan tantangan ini, karena merasa jika Lea masih anak baru dalam dunia bisnis, merasa jika Lea tidak akan berhasil dan hanya akan mendapat malu dan kegagalan, lalu melihat kejadian tadi, tentu saja membuat kepala Claudia mulai memikirkan trik licik selanjutnya.

Keesokan harinya, Lea nampak banyak termenung, untuk dia yang baru terjun ke dunia bisnis tentu saja dia merasa seperti sedang berendam dengan 1000 jarum. Sedang dalam kondisi yang membahayakan.

"Apa yang harus aku lakukan," gumam pelan Lea seraya menelungkupkan kepalanya ke atas meja kerjanya.

Telah menerima tantangan tentu saja Lea harus betul-betul mencari strategi promosi yang tepat untuk dilakukan, ""Ya itu saja," pikir Lea yang baru saja mendapatkan ide.

"Will, mulai besok kita tidak usah ke kantor," ujar Lea.

"Lalu kemana?" tanya Will.

"Perpustakaan." Jawab Lea.

"Nah, kebetulan aku baca di CV-mu kau memiliki hobi membaca, jadi tepat sekali bukan," imbuh Lea dengan sangat bersemangat.

Lea harus mendapatkan startegi pemasaran yang jitu jika ingin memenangakan kompetesi ini. Lea melihat jam di tangan lalu berkata lagi, "Ayo kita pergi bandara."

Lea menunggu kedatangan Cleo, mencari-cari wanita dengan kursi roda tapi tidak mendapati. Malah seorang wanita dengan sepatu imut berdiri di depannya.

"K-kau siapa?" tanya Lea.

"Oh ya ampun apa kau benar-benar tidak mengenaliku?" ujar wanita itu.

Lea memperhatikan rambut hitam dengan ikal di ujung bawahnya. Matanya terbelalak seraya berkata, "Cleo, ini beneran kau?"

"Mana kursi rodanya?" tanya Lea.

"Aku tidak membutuhkannya lagi sekarang," jawan Cleo sambil berputar-putar.

"Oh ya ampun kau sudah bisa berjalan," ujar Lea seraya memeluk Cleo dengan perasaan lega senang.

"Iya aku bisa berjalan lagi, Farmasi Long benar-benar hebat. Mereka memiliki metode pengobatan yang super sekali. Menggabungkan metode tradisional dengan metode pengobatan modern, mereka keren sekali," puji Cleo Spencer kepada Farmasi Long.

"Wuah, yang aku dengar memamg mereka sangat keren sekali, keluarga Long memang patut diperhitungkan," puji Lea juga.

"Ini siapa? Pacar barumu?" tanya Cleo.

"Ah i-ini, dia adalah pengawal yang Nenek Atkinson beri untukku," jawab Lea.

Cleo memahami maksud Nenek Atkinson, karena pasti ingin melindungi Lea, dia pun berkata, "Karena dia termasuk orang kita, maka kita ajak dia juga. Aku akan mentraktir kalian."

Di restoran Lea menceritakan hal yang sedang dia alami sekarang, tiba-tiba Cleo memukul meja makannya seraya berkata, "Dasar ular, mereka berdua tidak berubah dan tidak akan pernah berubah."

"Tenanglah, aku yakin kau pasti bisa," ujar Cleo menyemangati.

Keesokan harinya Lea banyak pergi ke perpustakaan untuk mendalami ilmu ekonomi dan juga pemasaran yang tepat dan juga efektif. Pada saat ini Will dengan setia membantu Lea belajar di perpustakaan.

Bertumpuk-tumpuk buku telah di baca, tapi Lea masih juga belum menemukan teknik yang tepat untuk memulai peperangannya.

Lea tertidur sesaat di meja perpustakaan, lalu terbangun. Dia mengangkat kepalanya. Melihat Will dengan wajah datar,dingin tengah memandanginya membuat dia terkejut, "Astaga, sejak kapan kau duduk di sana?"

Will menarik napas panjang, lalu melihat ke arah sekelilingnya. Banyak para gadis yang memilih duduk dekat meja Lea. Semenjak Will rajin menemani Lea pergi ke perpustakaan umum, maka tiba-tiba saja pengunjung yang datang ke sana melonjak penuh. Selain ingin mencari referensi buku mereka juga ingin melihat Will Armstrong yang tampan.

Lea pun paham, jika pengawal pribadinya itu mulai merasa jengkel karena di tatapi oleh para gadis, dan akhirnya memilih duduk bersamanya.

"Kemarilah," ujar Lea seraya menepuk-tepuk kursi di sebelahnya.

"Duduklah di sebelahku," ujar Lea lagi seraya mengedipkan matanya.

Will pun patuh, lalu berdiri dan duduk di sebelah Lea. Melihat ini para gadis itu langsung saja berbisik-bisik. Perpustakaan yang tadi hening menjadi riuh ramai, sampai-sampai petugas perpustakaan turun tangan meminta agar mereka tidak ribut.

"Sebaiknya kita pergi dari sini dulu," ujar Lea.

Will membereskan buku-buku itu, lalu mendorongnya dengan troli dan membawanya kepada petugas perpustakaan untuk dikembalikan.

Keesokan harinya, mereka kembali ke perputakaan, hal yang sama terjadi lagi. Lagi-lagi Will menarik banyak perhatian para gadis-gadis.

Lea menatap Will yang duduk di depannya seraya berkata, "Apa kau ini madu, mengapa semua begitu menyukaimu."

Bahkan ada yang sudah mulai berani mendatangi meja mereka dan terang-terangan meminta nomor ponsel Will. Melihat itu Lea sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Yang pasti saat ini hatinya merasa tidak suka karena Will banyak diburu oleh gadis-gadis.

"Dia sudah punya pacar, jadi jangan terlalu banyak berharap," imbuh Lea seraya menutup buku yang sedang dia baca seraya memicingkan matanya kepada pengawal pribadinya itu.

Will menelan salivanya, lalu berkata," Ya aku sudah memiliki pacar," ujar Will mengiyakan perkataan Lea.

Lea menyunggingkan senyuman senang, meski tersirat tapi Will dapat melihat itu. Mendengar perkataan Will membuat hatinya sedikit senang tapi juga sedikit kesal. Keinginannya untuk melakukan riset pun meredup seketika.

"Ayo, kita pulang," ujarnya lagi.

Will merasakan perubahan mood dari Nona kedua Atkinson itu. Lalu bukan membawanya pulang malah membawanga pergi ke taman, "Sepertinya Nona butuh udara segar."

Lea menoleh kepada Will, merasa jika memang memerlukan udara segar. Dia pun turun dari mobil, lalu mulai berjalan di jalan setapak taman itu.

Will mengikuti dari belakang, lalu mulai mengejar langkah Lea dan mensejajarkan langkahnya lalu mulai bersuara, "Tahukah Nona, strategi komunikasi pemasaran yang paling jitu sepanjang masa bahkan sampai akhir duniapun?"

Lea mengeratkan jaket panjangnya, sedikit memelankan langkahnya, lalu berkata, "Apa?"

"Aku kasih tau Strategi yang tak pernah usang dimakan zaman meskipun ada desakan teknologi informasi yang begitu deras," jawab Will.

"Iya apa, cepat katakan," imbuh Lea dengan tidak sabaran.

"Strategi ini pernah dilakukan oleh orang hebat beberapa abad lalu saat menyebarkan ajarannya ke seantero dunia lalu disambung dimasa pemerintahan setelahnya, oleh para sahabat-sahabatnya," jelas Will lagi.

"Iya, iya strategi yang seperti apa?" tanya Lea sudah tidak sabar dengan sedikit menggembungkan pipinya.

Will pun tertawa lalu mulai berkata lagi, "Promosi dari mulut ke mulut."

"Eum ... maksudmu adalah kita bisa memakai public figure yang memiliki pengikut banyak, punya ketokohan sehingga ketika mereka merkemonedasikan brand kita maka akan berdampak luas karena kepercayaan calon customer akan lebih kuat," imbuh Lea.

"Tepat sekali," jawab Will.

"Testimoni dari pelanggan merupakan salah satu aplikasi strategi marketing dari mulut ke mulut. Didalam testiomoni itulah orang bercerita tentang brand kita sehingga menimbulkan kepercayaan calon pelanggan," jelas Will lagi lebih mendetail.

"Wah kau ini sungguh pandai, seharusnya kau jadi pebisnis," ujar Lea sambil tertawa.

Keesokan harinya Lea pergi ke perpustakaan lagi, teringat para gadis-gadis centil yang melirik Will, ini membuat Lea menjadi jengkel. Lalu alea terpikir satu cara. Lea akan membungkus Will dengan syal yang menutupi sebagian wajahnya, hanya memperlihatkan mata dan kedua alisnya saja yang seperti pohon willow.

1
erni.pisces
bagus
nikatha
good job thor byk cameo nya /Good//Good/ suka deh
happy mom's
Lea oon
Bunda Keisha
kok tamat aja.. Bonchap donk.. ✌✌
Bunda Keisha
antara Abe dan Elliot jelas beda circle donk..
Elliot pekerja keras, circle pertemananya jg orang² lurus.. sedangkan Abe.. culas dan circle pertemananya gak jelas.. si kakek Foster bakal nyesel sudah memasukkan Abe kedalam keluarga Foster.. /Awkward//Awkward/
Bunda Keisha
ada bunga telang segala ya.. 👍
Bunda Keisha
aq sampai browsing Pulau Kunti Loch Thor..
penasaran gitu... 😅
ternyata bagus banget ya..
Bunda Keisha
bayanganku yg mukanya agak² dingin dg pandangan yg tajam menusuk 🤣🤣
nikatha
beda dr halu ku tor 😄
Rue
orkay beneran berkelas
Bellamy
AHAHAHHAHAHAHA MAMPHUS. HANCUR HARGA DIRI
Bellamy
hebat. disiram minyak pula apinya
Bellamy
perut mengalahkan logika. hebat lea... kenapa bacanya jadi maluuuuu woooi
Bellamy
tipical
Bellamy
setali tiga uang... ungkapannyaah author.. 🤣bukan maen
Bellamy
aku sih marah kalau di bohongi apalagi digampangin
Bellamy
Wak Wak Wak wawawaw
Bellamy
hi lea
Bellamy
awokawok
Bellamy
lah rombongan khansa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!