NovelToon NovelToon
One Night Stand With Dosen

One Night Stand With Dosen

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:120M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Follow ig~ mazarina_asrifaris

Kesalahan satu malam yang membuat kehidupan Disya Anggita jungkir balik menata kehidupannya.

Melewati satu malam dengan kekasihnya mungkin sedikit tidak masalah dan dibilang wajar. Namun melewati satu malam bersama pria asing yang tidak dikenalinya ini konyol namanya.

Gara-gara salah masuk apartemen tetangganya Disya harus kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya. Disya syok seketika mengetahui pria tersebut?

"What! Kamu?" tentu saja keterkejutan itu hanya boleh ia ucapkan dalam hati.

"Aku akan bertanggung jawab!" ~> Daharyadika Ausky

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Seperti biasa kelas selalu rame sebelum kedatangan Dosen.

"Ya ampun ... makin uwu aja lo sama kak Rayyan?" Bila paling semangat.

"Iya kak Rayyan makin ganteng aja sih, lo pelihara pake apa?"

"Cinta," jawab Disya sekenanya.

"Gue orang pertama yang bakal kejar kak Rayyan kalau lo sampe putus." Sinta yang paling aktif lihat cogan.

Toyor

"Aw ... sakit bego!"

"Rasain, enak aja do'ain Disya putus, udah mau married!" Suara Bila jelas terdengar seisi kelas saking kencengnya.

"Dasar rombengan audio ... telinga gue sakit woy." Grace ikut menimpali.

"Berisik!" seru Bila, Sinta, dan Hanum bareng membuat Grace yang bersiap angkat bicara pun memilih bungkam kembali sontak membuat ciwi-ciwi cekakakan.

Disya hanya menanggapi teman-temannya dengan senyuman. Pada kenyataannya dia memang sangat mencintai Rayyan, tapi dia juga tanpa sengaja telah mengkhianatinya. Jadi untuk ke depannya pun Disya merasa gamang. Bukan, bukan karena hilang rasa cintanya, tapi rasa bersalah yang teramat dan jujur Disya belum siap kehilangan Rayyan kalau-kalau pria itu tidak bisa menerima dirinya.

Mereka berdua punya mimpi yang sama dan punya tujuan hidup yang sejalan, tapi bagaimana Tuhan bekerja atas takdirnya, Disya pasrah saja.

Tiba-tiba kelas yang tadinya gaduh mendadak menjadi sunyi karena dosennya masuk kelas.

"Siang ..." Salam menggema Pak Sky.

"Siang Pak ...!" jawab semua mahasiswa kecuali Disya.

Anak ini benar-benar malas untuk mengikuti mata kuliah Pak Sky, tapi bagaimana lagi suka atau tidak suka hidup harus dijalani.

Selama sembilan puluh menit pelajaran berlangsung Disya mencoba fokus, walaupun pada kenyataannya tetap gagal fokus. Tatapan Sky yang tidak biasa, ditambah masalah yang ada di antara mereka yang hanya mereka berdua yang tahu tapi seakan terus Sky mengoreknya.

Disya benar-benar ingin melupakan, melupakan malam yang paling kelam dalam hidupnya. Melupakan orang yang telah membuat satu malamnya merubah status dirinya. Melupakan apa saja yang berhubungan dengan malam itu, tapi seakan alam terus mempertemukan mereka.

"Oke semua materi kali ini cukup sampe sini, apabila ada yang kurang paham bisa ditanyakan di pertemuan selanjutnya. Deadline tugas nanti saya share lewat PJ saya." Sky melirik Disya yang dilirik cuek secueknya.

"Selamat siang ...!" ucap Pak Sky menutupnya.

"Siang ...." jawab kompak seisi kelas.

"Tegang ... woy ... tegang!" ucap Hanum.

"Rileks dulu gaess ... otak gue nyut-nyutan." Bila paling suka ngedrama.

"Kantin woy ... makan siang!" Bisma menginterupsi.

"Kuy lah!" Ditanggapi semua sahabat antusias.

"Sorry cinta gue belum lapar, duluan aja," tolak Disya tak semangat.

Disya belum terlalu lapar karena sarapan bersama Rayyan tadi sudah lewat jam sembilan. Ia sebenarnya ingin ke perpus, namun karena KTMnya belum juga ditemukan sudah pasti tidak boleh masuk tanpa kartu itu.

Sementara teman-temannya ke kantin Disya malah berjalan menuju gedung rektorat. Dengan perasaan malas tapi butuh, Disya menuju ruangan Pak Amin, beliau adalah wakil dekan III.

Tok

Tok

Tok!

Disya mengetuk ruangan Pak Amin, setelah dipersilahkan gadis itu masuk.

"Maaf Pak minta waktunya sebentar," ucap Disya gugup.

"Lama juga nggak pa-pa, masuk Sya duduk," seloroh Pak Amin santai.

Pak Amin cukup mengenal Disya dengan baik. Disya pernah mengikuti lomba yang mengharumkan nama kampus jadi nama gadis itu cukup terkenal di kalangan Dosen.

"Eh Bapak lagi sibuk ya?" ujar Disya merasa tidak enak, di ruangan Pak Amin ada Pak Sky dan Pak Gany. Orang-orang penting petinggi kampus sedang ngumpul nampak diskusi yang cukup serius.

Melihat kedatangan Disya pun Sky otomatis menoleh dengan raut muka bertanya-tanya. Tadi pagi tante Amy sempat telfon perihal keluh kesahnya yang mengatakan putrinya ingin pindah.

"Apa Sya, ada yang bisa saya bantu?"

"Ada Pak, Saya kehilangan—" Disya belum sempat meneruskan pembicaraan sudah disela.

"Kehilangan kasih sayang?" celetuk Pak Amin ngasal.

"Bapak bisa saja. Bukan lah Pak."

"Habisnya kamu mau ngomong lama, beban banget kayaknya kehilangan apa Sya?"

"KTM Pak," ucap Disya gugup, sontak membuat Sky yang sedang sibuk di depan laptopnya berhenti dan menoleh ke arah Disya. Jarak mereka lumayan jauh tapi obrolan mereka masih bisa didengar dengan jelas.

"Kamu sudah buat surat kehilangan ke kantor polisi?"

"Belum Pak, kalau nggak usah gimana Pak, minta surat keterangan langsung dari Bapak aja. Hehe ...."

"Waduh ... prosedurnya harus bikin surat kehilangan dulu nanti baru ke saya lagi minta surat keterangan, baru nanti registrasi."

Sky pun berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Pak Amin. Entah perihal apa tapi yang jelas membuat Pria berumur itu manggut-manggut sambil tersenyum. Sementara Sky bersikap cuek dengan Disya di ruangan itu.

"Gitu ya Pak, ya sudah Pak saya permisi nanti saya minta surat kehilangan ke polres dulu," pamit Disya pada akhirnya.

"Sya ... saya baru saja dapat laporan bahwa kartu Anda sudah ditemukan seseorang dan sedang diamankan."

"Oh ... ya siapa Pak?"

"Kalau itu nanti kamu ke ruangan Pak Sky saja setelah selesai mata kuliah."

"Pak Sky?"

"Iya, silahkan nanti kamu atur sendiri waktunya untuk berkunjung."

"Iya Pak, terima kasih," jawab Disya sedikit kecewa.

Kenapa harus Pak Sky sih, siapa yang nemuin coba? Atau jangan-jangan Pak Sky yang menemukan KTM aku?

Ya ampun ... poor you Disya Anggita!

Hingga sampai selesai mata kuliah terakhir Disya tidak ada niatan untuk berkunjung ke ruangan Dosen Sky. Disya ragu antara mengunjungi dosen itu atau membiarkan semua dengan segala keruwetannya.

Gadis itu pun akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke ruangan Dosen Sky, tapi apa yang Disya dapat setelah sampai lantai tiga, di mana ruangan khusus Dosen Sky berada. Pintu ruangannya tertutup rapat dan terkunci.

"Sialan nih Dosen, nggak ada di ruangannya tumben banget jam segini sudah pulang," gumam Disya pelan.

Waktu baru menunjukkan pukul tiga sore hari banyak yang sudah pulang, ada juga yang masih mengajar.

"Mbak Disya cari Pak Sky?"

"Astaghfirullah ... Pak Jono ngagetin aja." Jono si petugas cleaning servis.

"Sorry mbak nggak sengaja, situ ngelamun aja di depan pintu. Pak Sky-nya sudah pulang mbak Disya," ujar Jono memberi informasi.

"Eh beneran Pak? Yah ... ada perlu lagi," ujar Disya kecewa.

"Fansnya Pak Sky ya atau mau minta pulang bareng?"

"Hah!" Disya melongo mendengar penuturan Pak Jono.

"La iya gitu mbak setiap hari juga banyak yang cari Pak Sky, tapi Pak Sky nggak mau nemuin mereka di ruangannya. Selalu lewat asistennya," jelas Jono, fakta yang membuat Disya semakin melongo mendengarnya.

"Tinggal pulang aja mbak, orangnya pasti sudah pulang. Semoga berhasil ketemu dan Pak Sky mau menemui mbak Disya," ujar Jono memberi semangat.

"Iya makasih Pak."

"Ada apa dengan Sky? Sebenarnya dia siapa sih?" Disya bergelut dengan pemikirannya sendiri. Setahu Disya, Sky hanyalah Dosen baru di kampusnya. Disya tidak tahu kalau kampus ini adalah milik kakeknya Sky.

1
Irlindawati
Luar biasa
Aysana Shanim
Tapi kisah bila bisma sama mirisnya kayak disya sih.
Aysana Shanim
Bisma suka sama bila, tapi bila pacaran sama kakaknya bisma. Ruedd juga kisah mereka 🤣
Aysana Shanim
Berkulit bundar pikiranku langsung keinget sama kulit dimsum 🤣
Aysana Shanim
Kejadian ini terjadi sama adikku. Dia putus dengan pacarnya di hari ia melamarnya dan membawa keluarga besar. Di hari itu juga dia mengetahui fakta bahwa pacarnya selingkuh dengan yg lain dengan bukti bukti yang mencengangkan. Seenggaknya, disya nggak sengaja bahkan merasa bersalah. Sudah berusaha juga buat menghindari sky, tapi takdir berkata lain. Di kisah adikku, dia lebih hancur karena sudah di bohongi habis habisan. Pulang ke rumah bukannya bahagia, tapi semua bermuram durja. Lamaran gagal, bahkan sudah membawa berbagai hadiah untuk diserahkan. Baru kali itu aku melihat dia menangis mungkin karena terlalu sakit hatinya. Dia berkata: kurangnya apa? Dia mapan, rupawan dan setia, selalu menjaga marwahnya. Tapi namanya bukan jodoh, dia hanya bertemu dengan wanita yang salah.
Aysana Shanim
Ini masih adem ayem yah bila dan bisma. Sebelum huru hara menyerang, terjadi perpecahan antara bila, bisma, sama hanum. Baru sadar, sekompak itu dulu mereka 🤣
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya nya
sungguh mantap sekali 🌹🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu ✌️
💗vanilla💗🎶
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
bener
💗vanilla💗🎶
emang konyol sih
💗vanilla💗🎶
disya tll lama ngulur waktu gak menyelesaikan mslh , pak dosen jg sih
💗vanilla💗🎶
baca lg ..😊
syizfaiz
Luar biasa
istiqlal👻👻
mata orang tua gk akan salah menilai fisik perempuan yg hamil...apa lagi udah sepuh
istiqlal👻👻
yang jadi setan malah saudara sendiri...
anisah narendra
Luar biasa
Nety Dina Andriyani
aku tunggu ceritanya si Bintang kakak
knp gak jd sm rayyannnn
Ila Aisyah
cerita amar di judul apa thorrr,,,,
ika_okta
Luar biasa
Habibi
katanya ngga cinta tpi pasrah baru 2 Minggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!