NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rahasia di balik tirai merah

Suasana di kamar utama kini jauh lebih menyesakkan daripada sebelumnya. Mei Lin berdiri mematung di tengah ruangan, matanya terpaku pada noda gelap di sudut marmer yang belum sempat dibersihkan dengan sempurna. Bau amis itu bukan sekadar imajinasinya—itu adalah bau kematian yang sudah mulai membusuk di balik kemewahan sutra dan emas. Setiap kali ia menarik napas, ia merasa seolah sedang menghirup nyawa orang-orang yang telah dibantai oleh Jian Feng.

​Jian Feng masih terbaring, namun matanya yang terbuka sedikit kini mengikuti setiap gerak-gerik Mei Lin dengan intensitas yang mengerikan. Meskipun tubuhnya dibalut perban yang masih merembeskan darah, aura predatornya tidak berkurang sedikit pun. Melihat Kepala Pelayan yang tadi menyentuh tangan Mei Lin gemetar hebat di lantai, Jian Feng mengeluarkan suara serak yang mematikan.

​"Pergi..." bisik Jian Feng, suaranya seperti gesekan pedang di atas batu. "Dan potong tanganmu sendiri karena telah menyentuh apa yang menjadi milikku."

​Kepala Pelayan itu tidak berani membantah. Dengan wajah pucat pasi, ia membungkuk hingga dahinya menyentuh lantai sebelum merangkak keluar dengan tubuh menggigil. Mei Lin menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak ketakutan. "Tuan... dia hanya mencoba mencegahku membuka jendela. Dia tidak bermaksud jahat!"

​Jian Feng mengalihkan pandangannya pada Mei Lin. Sebuah seringai tipis yang dingin muncul di bibirnya yang pucat. "Hanya aku yang boleh menyentuhmu, Mei Lin. Bahkan jika itu untuk melindungimu. Siapa pun yang lancang, harus menerima konsekuensinya."

​Mei Lin merasa lututnya lemas. Ia melangkah mundur hingga menabrak lemari jati besar. "Apa yang telah Tuan lakukan selama aku pergi? Di mana pelayan-pelayan yang dulu? Di mana bibi dapur yang sering memberiku roti?"

​Jian Feng terdiam sejenak, lalu tertawa kecil yang berakhir dengan rintihan kesakitan karena lukanya yang tertarik. "Mereka semua adalah saksi kegagalan. Dan di istanaku, kegagalan tidak diberikan ruang untuk bernapas. Mereka tidak menjagamu dengan benar, jadi mereka tidak lagi dibutuhkan di dunia ini."

​Kengerian menyapu seluruh tubuh Mei Lin. Ia menyadari bahwa noda darah di lorong dan di kamarnya adalah milik orang-orang yang ia kenal. Mereka mati karena dia melarikan diri. Beban rasa bersalah itu menghujam jantungnya lebih dalam daripada belati mana pun. Ia merasa seolah tangannya sendiri yang berlumuran darah itu.

​Jian Feng mengulurkan tangannya yang gemetar ke arah Mei Lin, memberi isyarat agar gadis itu mendekat. "Kemarilah, Pelayan Kecilku yang tak tahu diri... Kemarilah dan penuhi tugasmu. Kau berhutang nyawa padaku, dan kau akan membayarnya dengan tetap berada di sampingku sampai napas terakhirmu."

​Mei Lin tidak punya pilihan. Dengan air mata yang mengalir tanpa suara, ia berjalan mendekati ranjang. Ia duduk di sisi Jian Feng, membiarkan jemari pria itu yang kasar dan panas membelai pipinya. Ia merasa seperti burung yang sayapnya telah dipatahkan, lalu dikurung kembali di dalam sangkar yang kini berlumuran darah teman-temannya.

​"Aku membencimu," bisik Mei Lin sangat pelan, hampir tak terdengar.

​Jian Feng menarik kepala Mei Lin hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. "Bencilah aku sesukamu, Mei Lin. Tapi kau akan tetap di sini. Di bawah bayanganku. Di dalam genggamanku. Karena tanpaku, kau hanya akan menjadi mangsa bagi monster lain seperti Kaelen."

​Malam itu, Mei Lin merawat luka sang Kaisar dalam diam yang mencekam. Di luar, hujan mulai turun, seolah berusaha membasuh noda darah di istana itu, namun Mei Lin tahu bahwa bau amis dan kenangan akan kekejaman Jian Feng tidak akan pernah bisa terhapus dari jiwanya.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!