Aneh bukan? Tapi kembali lagi, hati manusia tidak bisa dipaksakan. Karena cinta merupakan keikhlasan, tak ada paksaan atau pun pelampiasan. Semuanya murni dari kesucian hati yang paling dalam.
Kita tidak bisa menentukan kepada siapa hati ini akan berlabuh. Semua terjadi dengan sendirinya, namun tetap dalam kendali Sang Pencipta.
Ada saatnya berjuang dan diperjuangkan. Tugas kita hanyalah memantaskan diri sesuai dengan apa yang diharapkan, karena jodoh merupakan cerminan diri. Namun, jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, maka yakin itulah yang terbaik. Bisa jadi, jalan kita menuju kebahagiaan yang hakiki.
Pencipta maha tahu, apa yang sebenarnya lebih kita butuhkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ainun 16
Ingat Ainun, profesional! Tekadku dalam hati.
Aku menenangkan diriku. Mencoba mendamaikan pikiran dan hatiku. Walau aku berusaha mengelak, tapi itulah kenyataannya. Bagaimana pun dia adalah bosku, orang yang menyediakan lapangan tempatku mencari nafkah. Yah, aku harus profesional.
Suasana semakin riuh oleh tepuk tangan para tamu undangan setelah band ternama sebagai bintang tamu malam ini menyanyikan beberapa lagu. Hatiku sedikit terhibur melihat penampilannya. Bahkan aku terbawa suasana dan ikut bernyanyi walau suaraku hampir tidak terdengar. Maklum lah, aku sedang bekerja bukan menonton konser.
Seperti niatku semalam, aku akan mempersembahkan lagu untuk para tamu. Meskipun awalnya aku ragu, tapi aku mencoba meyakinkan diriku. Aku melihat band tersebut telah menutup penampilannya. Jadi mungkin, inilah saat yang tepat.
Aku memanggil Winda yang berada di pantry menggantiku berjaga untuk sementara.
"Winda, gantiin aku sebentar, yah!"
"Loh! Kamu mau kemana?"
"Udah, ikut ajah!" Aku menarik tangannya keluar dari pantry menuju tempatku.
"Sebenarnya kamu mau kemana?" ucapnya yang semakin penasaran.
"Tuh!" Aku menunjuk panggung, tempat bernyanyi.
"Jangan bercanda."
"Aku serius! Makanya aku panggil kamu buat gantiin aku sementara," ucapku meyakinkan.
"Kamu yakin, Ainun?"
"Iya. Aku sangat yakin. Kamu do'ain aku, yah!"
"Oke!"
Aku menghela napas sebelum melangkah menuju panggung. Aku meminta waktu kepada MC untuk penampilanku. Jujur, Aku deg-degan tapi aku memberanikan diri. Meskipun begitu, aku akan berusaha menampilkan yang terbaik.
Awalnya MC ragu, tapi setelahnya dia mengizinkan. Aku mengambil gitar listrik dan duduk di kursi yang telah disiapkan. Senyumanku tidak pernah lepas dari bibirku.
"Selamat malam, semua." Aku memulainya dengan menyapa para tamu yang ada.
Tidak butuh waktu lama, semua mata tertuju padaku. Aku menangkap ekspresi tegang dari pak Bara dan bebarapa karyawan, seakan mereka takut aku melakukan kesalahan dan mempermalukan diriku sendiri. Aku hanya membalasnya dengan senyum ramah, termasuk kepada si rentenir licik. Pandangan kami bertemu. Aku melihatnya mengerutkan kening menatapku bingung. Seakan mempertanyakan maksud keberadaanku diatas panggung.
"Perkenalkan, saya Dewi Ainun. Malam ini saya akan mempersembahkan sebuah lagu dari JUDIKA, AKU MILIKMU." Aku berhenti sejenak dan Kembali mengalihkan pandanganku kepada si rentenir licik. "Namun sebelum itu, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada yang terhormat, Pak Danish, selaku pemilik Danish Cafe." Aku tersenyum manis kepadanya, dan dia hanya membalaskau dengan ekspresi terkejut.
Aku kembali memfokuskan diri kepada lagu yang akan kubawakan. Aku memetik senar gitarku dan mengahayati setiap alunan musik yang tercipta.
***Terdengar lirih bisikanmu
Di antara bayang-bayangmu
Yang tak mungkin terlupa
Terukir di hati
Dan tak mau pergi
Mungkinkah kumiliki
Cinta seperti ini lagi
Jangan biarkan aku
Kehilangan dirimu
Coba dengarkanlah sumpahku
(Janji suci) dari hati
Aku cinta kamu
Jangan dengar kata mereka
Yang tak ingin kita satu
Yakinkan aku milikmu
Jalinan cinta tulus suci
Terpadu terikat erat
Jangan terpisah lagi
Waktu 'kan menguji
Cinta kita berdua
Mungkinkah kumiliki
Cinta seperti ini lagi
Jangan biarkan aku
Kehilangan dirimu
Coba dengarkanlah sumpahku
(Janji suci) dari hati
Aku cinta kamu
Jangan dengar kata mereka
Yang tak ingin kita satu
Yakinkan aku milikmu
Aku milikmu
Mungkinkah kumiliki
Cinta seperti ini lagi
Jangan biarkan aku
Kehilangan dirimu
Coba dengarkanlah sumpahku
(Janji suci) dari hati (dari lubuk hati)
Aku cinta kamu (aku cinta kamu)
Jangan dengar kata mereka
Yang tak ingin kita satu (jangan dengarkan mereka)
Yakinkan
Aku milikmu
Aku milikmu
Who-o-o ...
Aku milikmu***
.
.
.
.
.
Aku Milikmu Ainun🤗😁
Terima kasih banyak kepada Readersku yang masih setia dengan Novel AINUN 🤗 semoga semuanya dalam keadaan sehat wal Afiat 😇 aamiiinnn.
Jangan lupa tinggalkan jejak **LIKE, COMMENT DAN VOTE** untuk menambah semangat Authornya 😉
**AINUN percaya bahwa readersnya adalah orang yang baik dan pasti mengerti** 🤗
Salam
AAH♥️
trnyata lutfii orang nyaa