NovelToon NovelToon
MY IDOL MY SUGAR DADDY

MY IDOL MY SUGAR DADDY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

MY IDOL MY SUGAR DADDY Disya Putri, mahasiswi ekonomi yang berjuang menopang hidup dan ibunya, terpaksa menyetujui tawaran tak terduga dari Min Jae—idol papan atas yang dikenal dengan nama panggung Zelo. Hubungan mereka bermula dari perjanjian tanpa cinta: ia melayani, ia dibayar. Namun perlahan transaksi itu berubah menjadi rasa tulus, hingga masa lalu kelam Min Jae kembali hadir. Li Bora, mantan kekasih sekaligus produser yang dulu pergi tanpa penjelasan, kini kembali membawa ancaman dan rahasia besar. Di tengah tekanan publik, penolakan keras ayah Min Jae yang menganggap latar belakang Disya tidak setara, serta bukti perjanjian awal yang dijadikan senjata, mereka diuji hingga ke titik terberat. Di saat yang sama, tersembunyi kebenaran mengapa Li Bora dulu pergi, dan siapa yang sebenarnya mengatur semua ini dari balik layar. Akankah cinta yang tumbuh di antara keterpaksaan mampu bertahan melawan ambisi keluarga, masa lalu yang kelam, dan dunia yang menentang? Atau mereka justru menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang telah lama disiapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~BAYANGAN YANG KEMBALI MENGHANTUI

Pagi itu udara di depan gerbang Universitas Hayang terasa segar. Min Jae mengantar Disya dengan mobil biasa, tanpa penutup wajah yang berlebihan. Saat berhenti di pinggir jalan, ia menatap Disya lembut sambil menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga gadis itu.

"Hati-hati di kelas ya. Kalau ada apa-apa langsung telepon aku," ucapnya pelan.

"Iya, Oppa. Kau juga jangan lupa istirahat di sela jadwalmu," jawab Disya sambil tersenyum lebar, lesung pipinya terlihat jelas. Ia tidak lagi menunduk cemas seperti dulu. Kehadiran Min Jae membuatnya merasa aman dan berharga.

Baru saja Disya melangkah turun, Nara berlari mendekat sambil melambaikan tangan. "Disya! Wah, Oppa yang antar ya?" serunya riang.

Min Jae menyapa dengan anggukan ramah sebelum melanjutkan perjalanan ke agensi. Hatinya terasa ringan pagi itu, belum menyadari berita yang akan mengubah suasana hatinya seketika.

Sesampainya di ruang kerja, Kim Seo Jun sudah menunggunya dengan wajah serius. Ia meletakkan berkas di atas meja, lalu menatap Min Jae lekat-lekat.

"Ada berita yang harus kau ketahui, Min Jae," ucap Seo Jun pelan. "Li Bora telah kembali ke Korea. Dan mulai hari ini, ia resmi bergabung dengan Blue Sky sebagai produser tetap."

Min Jae terdiam kaku. Matanya membelalak tak percaya. "Li Bora? Yang pergi ke Amerika lima tahun lalu itu?"

"Iya. Dia baru saja mendarat kemarin, dan sudah menandatangani kontrak kerja sama," jawab Seo Jun. "Sun Ju meminta kita hadir di ruang rapat sekarang untuk perkenalan resmi."

Langkah kaki Min Jae terasa berat saat berjalan menuju ruang rapat. Ribuan kenangan lama berputar di kepalanya—tentang perpisahan yang tiba-tiba, pesan singkat yang hanya berisi kalimat "maaf, aku harus pergi", dan keheningan yang tak pernah terjawab sampai sekarang.

Saat pintu ruang rapat terbuka, sosok wanita berdiri di dekat jendela. Rambut panjangnya kini dipotong sebahu, penampilannya lebih dewasa dan tegas. Saat ia berbalik, mata Min Jae dan mata Li Bora bertemu langsung.

"Selamat bertemu kembali, Min Jae," ucap Li Bora duluan. Suaranya tenang dan sopan, namun ada kilatan emosi yang tak bisa disembunyikan sepenuhnya. Ia melangkah maju, mengulurkan tangan. "Senang bisa kembali bekerja di tempat yang pernah menjadi rumah bagiku."

Min Jae menyambut uluran tangan itu dengan ragu. Kulit tangan mereka sempat bersentuhan sebentar, lalu segera ditarik kembali. "Selamat kembali, Li Bora. Semoga pekerjaanmu di sini berjalan lancar."

Mereka duduk berhadapan. Sun Ju menjelaskan secara singkat tentang kedatangan Li Bora, keahliannya di bidang musik dan produksi, serta perannya sebagai bagian dari tim kreatif agensi. Belum ada pembahasan tentang proyek khusus atau kerja sama dengan Min Jae—hanya perkenalan formal antar rekan kerja.

Setelah Sun Ju keluar sebentar, suasana di ruangan menjadi hening. Li Bora menatap Min Jae dengan senyum tipis yang tak sampai ke mata.

"Kau terlihat makin sukses sekarang," ucapnya pelan. "Aku sering melihat karyamu dari sana. Kau benar-benar menjadi bintang besar."

"Itu berkat dukungan agensi dan penggemar," jawab Min Jae singkat. Ia tidak nyaman dengan tatapan itu.

Li Bora tertawa kecil, lalu mencondongkan tubuh sedikit ke depan. "Kau belum berubah ya? Masih sama, pendiam dan tak suka bicara soal dirimu sendiri. Dulu... aku selalu ingin tahu apa yang ada di dalam hatimu. Tapi sayangnya, waktu kita tidak pernah berpihak."

Kalimat itu terasa seperti sengatan halus. Min Jae menatapnya tajam. "Itu sudah lama berlalu, Li Bora. Kita sudah punya jalan masing-masing sekarang."

"Jalan masing-masing..." Li Bora mengulang kata itu pelan, lalu menunduk sejenak sebelum kembali menatapnya dengan tatapan yang lebih dalam. "Mungkin saja menurutmu begitu. Tapi aku... aku tidak pernah benar-benar bisa melangkah pergi sepenuhnya."

Min Jae tidak menjawab lagi. Ia berdiri dan berpamitan singkat. "Maaf, aku harus bersiap untuk jadwal lain. Sampai jumpa nanti."

Sore harinya, di sudut kafe yang sepi jauh dari agensi, Li Bora duduk sendirian. Tak lama kemudian, seorang pria berjas hitam datang dan duduk di hadapannya—orang suruhan Min Sung Hoon. Ia meletakkan sebuah amplop tebal di atas meja.

"Ini yang Bapak Dokter minta saya sampaikan," ucap pria itu datar.

Li Bora menatap amplop itu dengan tangan gemetar. Ia tahu isinya: bukti-bukti awal hubungan Min Jae dengan Disya. Sebenarnya ia sangat ragu, hatinya berperang hebat. Ia tidak ingin menyakiti Min Jae, tapi ia juga tahu... dulu ia pergi bukan karena keinginannya sendiri. Ia pergi karena itu satu-satunya jalan yang terlihat sebagai pilihan terbaik, demi masa depan karir yang mereka impikan berdua.

Dan sekarang, setelah bertahun-tahun menahan rindu, ia sadar perasaannya pada Min Jae belum hilang sedikit pun. Ia ingin memperbaiki semuanya, ingin merebut kembali tempatnya di hati pria itu.

Dengan napas berat, akhirnya Li Bora menyentuh amplop itu, lalu menariknya perlahan ke arahnya.

"Aku akan melakukannya," bisiknya pelan, lebih kepada dirinya sendiri. "Aku janji... aku akan membuat semuanya kembali seperti semula."

Sementara itu, di apartemen Min Jae, suasana terasa hening. Min Jae masih tampak murung. Ia menceritakan kembalinya Li Bora pada Disya, namun belum menceritakan semua keraguan di hatinya.

Disya mendengarkan dengan tenang, lalu menggenggam tangan Min Jae erat. "Aku tidak tahu beban apa yang kau pikul, Oppa. Tapi aku percaya padamu. Apa pun yang terjadi, aku ada di sini."

Min Jae tersenyum tipis, namun di lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa ada sesuatu yang besar sedang bersiap untuk meledak—sesuatu yang telah disembunyikan darinya selama bertahun-tahun.

1
Eomma'Drakor 01
Alice😡
Eomma'Drakor 01
disya kenapa ga pacaran Ama Jack aj sih?
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya, nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Tere Rere
keren
Flm Rendom
kisah cinta yg Berawal dari transaksi..
Flm Rendom
kira2 siapa nih yang bakalan melanggar aturan transaksi...
Wae
suka dengan persahabatan Jack dan disya😍 ceritanya bikin baper
Wae
my idol may sugar Daddy 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!