Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.
Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.
Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.
Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 08
Begitu keluar dari ruang dimensi, udara dingin malam langsung menusuk kulit. Mereka kembali ke paviliun reot yang atapnya hampir rubuh, satu-satunya tempat berteduh bagi sang putri yang dilupakan.
"Cepat, Ji Yu! mencari harta karun dimulai malam ini," bisik Li Zie sambil melirik ke sekeliling dengan waspada, ia menggunakan mata Dewa untuk melihat sekitar, karena dengan mata Dewa seonggok manusia akan terlihat meski terhalang tembok.
Ji Yu bergerak lincah, hasil latihan beringasnya kemarin benar-benar berguna. Tak lama, ia kembali dengan nafas terengah sambil membawa dua potong hanfu hitam kasar yang ia ambil dari jemuran penjaga.
"Ini, Nona... eh, Guru. Hanya ini yang bisa kita pakai tanpa ketahuan," lapor Ji Yu.
Li Zie langsung mengenakannya, meski, cukup kepanjangan di tubuhnya yang mungil, ia merapikan rambut lalu berkata, "Ingat Ji Yu, harga diri nomor dua dan emas nomor satu. "
Ji Yu hanya mengangguk patuh.
Masalah muncul saat mereka bercermin. Akibat rajin mengonsumsi apel dan air spiritual, kulit mereka kini sangat mulus dan glowing seolah memancarkan cahaya sendiri di tengah kegelapan.
"Sial! kita terlalu cantik untuk menyamar," keluh Li Zie lalu kembali berkata. "Ji Yu, ambil arang dari tungku!"
Tanpa ragu, Li Zie menggosokkan arang hitam ke wajah dan lehernya yang mulus. Ia juga menempelkan kumis buatan dari rambut kuda dan alis di buat tebal yang berantakan. Ia mengenakan hanfu hitam itu, yang meski terlihat besar, tidak bisa menyembunyikan perubahan tubuhnya.
Di balik kain itu, otot-otot lengannya terlihat padat dan efisien, kecil namun berisi tenaga ledak yang sanggup meremukkan batu.
Li Zie menarik napas dalam, membusungkan dada, dan tiba-tiba. Auranya berubah. Dari putri cantik menjadi seorang kakek tua yang misterius namun arogan.
"Mulai sekarang, aku adalah Tabib Agung Zie. Ingat itu!" ucap Li Zie dengan suara yang dibuat serak dan berat, khas kakak tua yang berwibawa.
Ji Yu sendiri sudah berubah menjadi pemuda pengawal dengan kumis palsu dan arang yang di usap agar kulitnya nampak kusam, dan berkata "Baik, Tabib Agung! Tapi... Guru, kumis Anda sedikit miring ."
"Diam! Ini namanya seni penyamaran tingkat tinggi!" bentak Li Zie sambil membetulkan kumis rambut kudanya dengan kasar. Ia sangat gengsi jika harus di nasihati orang.
"Ayo, asistenku! Pasar gelap sudah menunggu kejeniusanku. Jangan biarkan arang ini luntur sebelum kita mendapat satu peti emas!"
ujar Li Zie tersenyum angkuh.
Dengan tubuh kecil yang lincah namun memiliki kekuatan otot tersembunyi, sang Tabib Agung melompati pagar paviliun, yang licin dan berlumut dengan sempurna, ia duduk di atas pagar itu dalam kegelapan malam menghadap kegelapan siap melompat. Tapi menunggu pengawalnya.
Ji Yu mengambil ancang-ancang lalu melompat ke atas tembok pagar yang tinggi, namun ia belum terbiasa dengan kekuatannya dan justru menabrak gurunya yang sedang duduk membelakangi di atas tembok.
Bruk!
Brak!
"Aduh pinggang ku" desis Li Zie, ia terjungkal kebawah dengan posisi nungging sedang Ji Yu terjatuh menimpa Li Zie.
Ji Yu segera bangun, dan berkata dengan tak enak hati, "Eh. Guru maaf tadi Ji Yu kehilangan keseimbangan. "
Li Zie pun bangun dan melepeh dedaunan kering yang masuk ke mulutnya. Dan mengusap hanfunya yang kebesaran itu.
"Guru, kumis anda miring, " ujar Ji Yu memperhatikan penampilan Li Zie.
"Kumis mu juga miring bocah! betulkan dulu, agar kita nampak sengat misterius. " ujar Li Zie merapikan penampilannya
dan kembali berkata, "Sudah ayo, Aku sudah dapat mencium koin emas dari sini. "
Tabib Agung dan Asistennya menghilang di kegelapan, mereka sudah keluar dari kediaman mentri Li, untuk menjalankan rencananya, yaitu mencari mangsa yang membutuhkan bantuannya dan akan mematok harga yang tinggi.
Keduanya menghilang di balik kegelapan malam menuju pasar bawah tanah yang penuh intrik.