NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Immortal

Kebangkitan Sang Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Di Kerajaan Awan, Kaisar muda bernama Jing Yan difitnah dan dibunuh secara keji oleh Tang Long, seorang Kultivator Pedang dari Sekte Pedang Roh Biru, dan Fang Zhelan, putri Perdana Menteri yang berkhianat demi merebut takhta. Keluarga Fang lalu mengambil alih kerajaan, mencoreng nama baik Jing Yan selamanya.

Namun, kematian bukanlah akhir bagi Jing Yan. Jiwanya ditarik ke dalam Peti Mati Perunggu Kuno milik seorang Pencipta Immortal yang telah mati. Dengan menggunakan sisa kulit sang Immortal, Jing Yan bereinkarnasi ke dalam tubuh baru yang sempurna. Ia ditemani oleh dua kesadaran dalam satu makhluk kecil bernama Bintang Biru dan Bulan Merah—yang merupakan jelmaan dari peti mati tersebut.

Jing Yan mengetahui bahwa ia mewarisi kekuatan Pencipta Immortal. Untuk menjadi kuat, ia harus mengumpulkan Benih Ciptaan, yaitu fragmen kekuatan sang Immortal yang tersebar di seluruh dunia. Tujuan utamanya: membalas dendam kepada Tang Long dan Fang Zhelan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Jiwa Pedang Tingkat Bintang

Bisik-bisik segera menyebar di antara para peserta yang penuh semangat.

"Lima ratus tahun... Apa itu berarti tulang milik seorang Raja Iblis?" Jing Yan pun terkejut mendengar kabar itu. Bahkan dirinya sendiri tidak bisa menahan rasa tertarik.

"Konon, para iblis menghabiskan seluruh hidup mereka dengan menyerap energi spiritual untuk menempa tulang mereka. Immortal Pedang yang mampu menyatu dengan tulang iblis ke dalam Jiwa Pedangnya dapat menghasilkan Aura Pedang.”

Tingkatan sebuah Jiwa Pedang, seperti Jiwa Pedang Bulan Es milik Fang Zhelan, menentukan garis keturunan Jiwa Pedang tersebut, sesuatu yang hampir mustahil untuk diubah. Namun, Aura Pedang dari sebuah Jiwa Pedang dapat diperkuat melalui pemurnian tulang iblis!

Semakin banyak lapisan Aura Pedang yang dimiliki, semakin kuat dan ganas pula Jiwa Pedang itu. Bagi seorang Kultivator Pedang, roh berada di dalam tubuhnya, tetapi jiwanya berada di dalam pedangnya. Jika Jiwa Pedangnya hancur, maka jiwanya juga akan lenyap, yang pada dasarnya sama saja dengan setengah mati. Itulah sebabnya lapisan Aura Pedang memiliki arti yang sangat penting.

"Jiwa Pedang dengan tingkatan yang lebih rendah, jika memiliki cukup banyak lapisan Aura Pedang, mungkin saja dapat menghancurkan Jiwa Pedang dengan tingkatan lebih tinggi yang memiliki lapisan Aura Pedang lebih sedikit," gumam Jing Yan.

Ia masih belum mengetahui asal-usul maupun kemampuan Jiwa Pedang Pengubur Langit miliknya.

"Mungkin, di sekte para Kultivator Pedang ini, aku bisa menemukan jawaban untuk memahaminya."

Itulah alasan sebenarnya mengapa ia datang ke Sekte Pedang Roh Biru.

"Diam! Jalan Surgawi akan dibuka seperempat jam lagi!"

Keramaian yang semula dipenuhi suara percakapan langsung terdiam ketika tatapan dingin Tetua Ning menyapu kerumunan. Bisikan-bisikan penuh semangat menghilang seketika. Suasana yang menegangkan membuat jantung banyak orang berdegup semakin kencang.

Setelah mengumumkan hal itu, Tetua Ning memutar pinggangnya dengan anggun lalu berjalan memasuki sebuah hutan pohon maple. Dari kerumunan, dua orang segera mengikutinya, yaitu pemuda yang tadi mengajukan pertanyaan dan Fang Zhelan.

Penampilan Fang Zhelan sangat memikat. Ia mengenakan jubah putih bersih yang disulam dengan motif kabut dan awan. Rambutnya diikat rapi, menambah kesan anggun pada dirinya. Selama tiga bulan terakhir, kekuatannya telah meningkat dengan sangat pesat, jelas menunjukkan bahwa ia telah memperoleh bimbingan dari seorang guru hebat untuk mempersiapkannya menghadapi Jalan Surgawi.

Ketiganya baru berjalan beberapa langkah ketika mereka melihat seorang pria berdiri di bawah pohon maple di depan mereka. Ia berdiri dengan sikap acuh tak acuh, memancarkan aura yang sulit didekati. Orang itu adalah Tang Long.

"Raja Pedang," sapa Tetua Ning.

Sikap dingin yang biasanya ia tunjukkan langsung lenyap, digantikan oleh senyum hangat yang sangat menawan begitu melihat Tang Long.

Tang Long menoleh ke arah mereka lalu berkata, "Terima kasih telah mengatur hadiah tulang iblis itu, Tetua Ning."

"Merupakan kehormatan bagiku bisa melayani Raja Pedang," jawab Tetua Ning. Matanya dipenuhi rasa kagum.

Tang hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.

"Ngomong-ngomong..." tanya Tetua Ning dengan nada penuh hormat yang berlebihan, "Apakah kau ingin adikmu menjadi juara pertama, atau gadis muda ini?"

"Dia. Juara pertama," jawab Tang Long sambil menunjuk Fang Zhelan.

Mata Tetua Ning langsung membelalak karena terkejut.

Pemuda yang bernama Tang Chen itu adalah adik kandung Tang Long sendiri. Ia terlahir dengan Jiwa Pedang tingkatan Meteor, mulai berkultivasi pada usia sepuluh tahun, dan berhasil menembus Alam Bela Diri Fana pada usia tiga belas tahun.

Tetua Ning benar-benar tidak mengerti. Tang Long bahkan telah menyediakan sendiri hadiah berupa tulang iblis berusia lima ratus tahun yang sangat berharga, tetapi ternyata ia tidak mengutamakan adiknya sendiri. Sebaliknya, ia justru memilih seorang gadis muda yang sebelumnya sama sekali tidak dikenalnya.

"Namanya Fang Zhelan. Ia terlahir dengan Jiwa Pedang tingkatan Bintang," ujar Tang Long. Tatapan dinginnya yang biasanya tajam sedikit melunak ketika memandang Fang Zhelan.

Fang Zhelan membalas tatapannya dengan menundukkan kepala malu-malu. Pipinya sedikit memerah.

Tetua Ning menatap Fang Zhelan dengan penuh keterkejutan. Bibir merahnya sedikit bergetar, sampai-sampai ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Jiwa Pedang tingkat Bintang!

Bagi seorang manusia fana, terlahir dengan Jiwa Pedang saja sudah merupakan sesuatu yang sangat langka. Sebagian besar dari seratus lebih peserta memang memiliki Jiwa Pedang, tetapi kualitasnya tidak cukup istimewa untuk diberi peringkat. Meski begitu, mereka tetap memenuhi syarat untuk memulai jalan kultivasi.

Seseorang seperti Tang Chen yang memiliki Jiwa Pedang tingkat Meteor sudah dianggap sebagai seorang jenius langka dengan potensi yang tidak terbatas.

Lalu bagaimana dengan Jiwa Pedang tingkat Bintang yang bahkan lebih tinggi?

Tetua Ning hanya bisa menggambarkannya dengan satu kalimat. Anugerah dari Langit.

"Nona Fang, potensimu benar-benar tidak terbatas. Sungguh membuat iri." ujar Tetua Ning. Sebelumnya ia bersikap acuh tak acuh terhadap Fang Zhelan, tetapi kini tatapannya dipenuhi kehangatan dan kekaguman.

"Di masa mendatang, aku masih harus banyak belajar darimu, Tetua Ning." Fang Zhelan menjawab dengan sopan.

"Aku akan melakukan apa pun agar bisa meraih peringkat pertama, Kakak Senior Tang." Lanjutnya.

"Demi dirimu, Kakakku bahkan menyerahkan Tulang Iblis berusia lima ratus tahun kepada sekte. Dia benar-benar sangat memanjakanmu." Bocah bernama Tang Chen itu berbicara dengan nada iri.

"Diam." Tang Long langsung melemparkan tatapan tajam kepadanya.

Tang Chen segera menundukkan kepala dan tidak berani berkata apa-apa lagi.

"Aku sungguh berterima kasih atas kemurahan hatimu, Kakak Senior Tang." Kata Fang Zhelan, dipenuhi rasa syukur.

Ia tahu bahwa Tulang Iblis itu sebenarnya merupakan hadiah dari sekte untuk Tang Long. Namun Tang Long tidak bisa begitu saja memberikannya kepadanya. Ia harus menjadikannya sebagai hadiah bagi pemenang ujian Jalan Surgawi.

Jika ia berhasil memperoleh Tulang Iblis sekaligus meraih peringkat pertama, maka ia akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus.

Ditambah lagi, dengan garis keturunan keluarga kerajaan yang murni, peluang keberhasilannya memang sangat besar.

Sedangkan Tetua Ning hanyalah jaminan tambahan baginya.

"Aku cukup puas kalau dia mendapat peringkat pertama, sementara aku mendapat peringkat kedua. Tetua Ning, aku tidak membutuhkan perhatian khusus darimu." Tang Chen berkata dengan penuh kesombongan.

"Jangan terlalu percaya diri. Masih ada delapan belas orang lain yang telah mencapai Alam Mata Air Naga sepertimu. Kalau kau membuatku malu, jangan pernah kembali ke Sekte Pedang Roh Biru." Tang Long memperingatkannya dengan nada tegas.

"Aku mengerti." Tang Chen mengepalkan kedua tangannya, tekadnya menjadi semakin kuat.

Alam Mata Air Naga merupakan alam pertama dalam perjalanan kultivasi seseorang.

Berkat bimbingan kakaknya, Tang Chen berhasil mencapai alam itu pada usia tiga belas tahun.

Sementara Fang Zhelan juga berhasil mencapai Alam Mata Air Naga hanya dalam waktu tiga bulan berkat berbagai sumber daya yang diberikan Tang Long kepadanya.

Saat mereka masih berbincang, waktu dimulainya ujian hampir tiba.

"Raja Pedang, apakah kau benar-benar akan memasuki Lautan Pedang untuk mewarisi Layang-layang Biru?" Tetua Ning bertanya dengan suara sedikit bergetar sambil menatap Tang Long.

"Ya." Tang Long mengangguk, tatapannya dipenuhi hasrat yang telah ia pendam.

"Jika kau berhasil, seluruh kultivator pedang di Sekte Pedang Roh Biru akan menjadikanmu kebanggaan mereka." Tegas Tetua Ning.

Dinobatkan sebagai Raja Pedang pada usia dua puluh tahun! Di dalam Sekte Pedang Roh Biru, Tang Long dipuja layaknya seorang dewa oleh para murid. Dan sekarang, ia bahkan akan menantang Lautan Pedang yang luas, mencoba mencapai sesuatu yang hampir mustahil.

Ning Ziyi pun tidak memiliki pilihan selain menghormatinya.

"Bersiaplah untuk ujian Jalan Surgawi."

Ia membawa Fang Zhelan dan Tang Chen kembali ke tengah kerumunan.

Saat mereka kembali, lebih dari seratus kultivator muda telah berkumpul, siap mengikuti ujian.

Semua orang mengetahui hubungan Tang Chen dengan Tang Long yang sangat berpengaruh. Karena itu, mereka memperlakukannya dengan rasa hormat sekaligus kewaspadaan. Tidak seorang pun berani mendekati ataupun menyinggung perasaannya.

Setelah kembali, Fang Zhelan tetap berdiri dengan sikap dingin dan angkuh. Di matanya, tidak satu pun dari para jenius bela diri itu layak menarik perhatiannya.

Namun tiba-tiba, ia melihat seorang pemuda berjubah putih berdiri tidak jauh di belakangnya.

"Benarkah ada orang yang bisa setampan ini di dunia?" Sebuah getaran langka bergejolak di hati Fang Zhelan.

Kehadiran pemuda itu memiliki daya tarik yang sulit dijelaskan.

Didorong oleh perasaan yang tidak dapat dijelaskan, Fang Zhelan berjalan menghampirinya dan tanpa sadar bertanya, "Siapa namamu?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!