NovelToon NovelToon
Married To My Enemy

Married To My Enemy

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Seorang penguntit telah dua kali menyusup ke rumah Stella. Ia merasa membutuhkan bantuan profesional. Karena itu, Kayson Sheridan, musuh bebuyutannya semasa kecil sekaligus pendiri Sheridan Securities, pun hadir untuk membantunya.

Kayson berjanji akan melindunginya serta menugaskan penyelidik terbaik untuk menangani kasus tersebut.

Mungkin Kayson tidak seburuk yang selama ini ia kira. Semakin lama bersama pria itu, Stella menyadari bahwa perasaannya jauh menjadi lebih rumit daripada yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun, di sisi lain, seseorang telah mengincar Stella dan bertekad bahwa jika tidak dapat memilikinya, maka ia akan menghancurkannya.

୨ৎ SHERIDAN SECURITIES SEASON I ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mansion Sheridan

Seorang wanita biasanya tidak mengharapkan musuh masa kecilnya tiba-tiba berperan sebagai pahlawan dalam hidupnya. Karena itu, Stella tidak bisa benar-benar tenang saat Kayson mengantar mereka kembali ke rumahnya.

Pria itu tinggal di pinggiran kota Kota Tua Jakarta yang mewah, kawasan elegan yang tersembunyi di balik gerbang besar. Rumahnya jelas bisa disebut sebuah mansion.

Keluarganya memang selalu berada, tetapi Kayson benar-benar melejit lewat perusahaan keamanannya. Setelah lulus dari MIT, pria itu menciptakan teknologi keamanan baru yang langsung menguasai pasar dunia.

Dalam waktu singkat, orang-orang kaya dan terkenal mulai berdatangan kepadanya. Dan kesuksesannya baru saja dimulai.

"Gue enggak percaya lo tinggal di tempat kayak gini sendirian."

Stella mencondongkan tubuh dan memandangi properti luas di hadapannya. Tuxedo Park. Lambang uang dan kekuasaan besar.

Jalan masuk melingkar mengarah ke mansion bergaya Inggris. Mansion sungguhan. Cahaya lampu dari dalam rumah memancar lembut, sementara deretan pinus tinggi bergoyang mengelilinginya.

"Gue enggak selalu sendirian."

Meski udara hangat mengalir dari ventilasi mobil, Stella tetap menggigil. Mungkin karena suara Kayson yang dalam dan gelap. Atau mungkin karena dirinya kehilangan kendali. Apa pun itu, sarkasmenya terhadap Kayson malam ini tidak muncul seperti biasanya.

Dan tentu saja, pria itu memang tidak selalu sendirian.

Dia punya banyak perempuan berganti-ganti setiap minggu, bukan?

Riggs sudah cukup sering menceritakan kisah-kisah itu selama bertahun-tahun.

Namun mungkin dia harus berhenti memikirkan semua omong kosong itu.

"Bisa enggak sehari aja kita jadi orang normal?"

Kayson menginjak rem dan mematikan mesin Benz. Stella merasakan tatapannya tertuju padanya.

"Gue kira kita normal," jawab Kayson.

"Maksud gue … lo berhenti benci gue, gue berhenti bikin Lo sebel, dan kita bisa lewatin malam ini tanpa drama? Gue benar-benar berterima kasih atas bantuan lo, dan gue cuma ...." Kata-katanya terhenti karena dia sendiri tidak tahu harus berkata apa.

"Lo salah besar."

Kepalanya menoleh cepat ke arah Kayson.

"Gue enggak benci lo. Enggak pernah." Ia berhenti sejenak. "Kenapa lo mikir begitu?"

Dia serius?

"Karena lo selalu menghindar! Bertahun-tahun lo begitu! Kalau gue masuk ruangan, lo keluar. Tiap lo tatap gue, pasti rahang lo mengeras. Waktu gue enam belas, gue dengar lo bilang ke Riggs kalau gue sebaiknya enggak ikut berenang lagi, kalau lo enggak mau gue ada di sana."

Oke, dia harus mundur. Dia baru saja kehilangan kendali sedikit. Semua permusuhan yang dipendam itu. Kalau menyangkut Kayson, dia memang selalu merasa tertekan.

"Lihat ... gue lagi berusaha enggak cari ribut."

Pertengkaran mereka memang selalu terjadi begitu saja. Stella tidak pernah berniat memulainya.

"Kita masuk aja, gue langsung ke kamar tamu, dan lo enggak bakal lihat gue lagi malam ini. Janji."

Kayson membuka pintu mobil. Stella mendorong pintu penumpang tanpa menunggu pria itu berjalan memutar untuk membukakannya.

Dia tahu Kayson akan melakukannya. Selama bertahun-tahun, dia selalu melihat Kayson membukakan pintu untuk para wanita yang dia kencani.

Pria itu bisa sangat sopan dalam satu momen, lalu berubah menjadi menyebalkan terhadapnya dan Riggs pada momen berikutnya. Tempramental. Ya, Kayson memang memilikinya.

Kayson menyusulnya di tangga batu yang mengarah ke mansion. "Lo bukan enam belas tahun lagi."

Benar. Stella memang bukan gadis enam belas tahun lagi.

"Dan sekadar catatan, gue gak pernah benci sama lo. Gue pikir sekarang lo udah paham."

"Kalau soal lo, gue selalu kesulitan memahami ... hampir semua hal."

Stella masih mengenakan jaket milik Kayson. Aromanya seperti dirinya. Bersih, maskulin, dan sedikit memabukkan.

Fokus.

Kayson membuka kunci pintu depan, memasukkan kode keamanan, lalu memberi isyarat agar Stella masuk. Stella melewatinya dengan sangat hati-hati, memastikan tubuh mereka tidak bersentuhan.

Sebenarnya, dia belum pernah masuk ke rumah Kayson sebelumnya. Pria itu tidak pernah mengundangnya.

Karena mereka bukan sahabat. Sahabat Stella adalah Riggs. Dia seharusnya pergi ke rumah Riggs.

Kenapa dia tidak melakukannya?

"Gue punya kamera keamanan yang memantau seluruh perimeter properti. Sensor gerak aktif, dan sistem lampu sorot otomatis menyala kalau ada pergerakan." Kayson menunjuk sebuah pintu di sebelah kanan. "Itu ruang monitor. Lo bisa masuk dan lihat semua feed keamanan. Enggak ada yang bisa mendekati rumah ini tanpa sepengetahuan gue. Gue janji."

Benar. Dan itulah alasan dia ikut Kayson, bukan Riggs yang sudah dikenalnya sejak lama.

Kayson sudah menutup pintu. Alarm diaktifkan kembali, sementara Stella berdiri canggung di foyer yang sangat luas. Langit-langitnya setinggi dua lantai, dan sebuah lampu gantung besar berkilauan di atasnya.

"Di mana kamar tamunya?" tanya Stella sambil berjinjit di ujung sepatu ketsnya.

"Gue tunjukin. Ikut gue!"

Stella melepas jaket Kayson dan menyodorkannya. "Gue enggak butuh ini lagi."

Kayson mengambilnya, jari mereka bersentuhan dan … sial. Percikan itu muncul lagi.

Kali ini Kayson menatap langsung ke matanya saat Stella merasakannya. Dan dengan dada yang menegang, Stella menyadari.

"Lo ngerasain itu?" gumam Kayson. "Tapi gue kira lo pasti ngerasain. Lagi pula, ciuman kita waktu itu luar biasa, kan?"

Kayson baru saja menyebut ciuman itu. Ciuman yang Stella mohonkan agar tidak pernah dibicarakan. Ciuman yang dia janjikan akan dirahasiakan.

"Riggs pernah tahu soal itu?" tanya Kayson sambil memiringkan kepala dan menelitinya dengan mata gelap yang dalam.

Stella menatapnya sejenak. Hanya menatap. Lalu dia tersenyum.

"Baiklah." Stella mengangguk tegas, berputar, lalu meraih gagang pintu. "Gue pergi."

"Stella." Tangan Kayson menggenggam pergelangan Stella.

"Lo brengsek." Suaranya penuh penekanan. Kayson sudah berjanji tidak akan pernah membahas ciuman itu.

"Gue tahu gue siapa. Terutama karena gue cemburu."

Cemburu?

Sejak kapan?

Stella menoleh dan menyipitkan mata padanya. Stella besar-benar tidak sedang ingin bercanda.

"Malam ini benar-benar kacau," gumam Kayson pelan. "Lo enggak tahu rasanya waktu gue pikir … telepon dari dia .…" Suaranya menghilang begitu saja.

Stella memutar mata. "Malam yang kacau? Serius? Karena ada yang masuk ke rumah lo, ngerusak barang-barang lo, motong celana dalam lo, dan bikin lo takut setengah mati?" Stella memasang ekspresi pura-pura terkejut. "Oh, tunggu, bukan ... Itu gue."

Wajah Kayson memerah. "Gue minta maaf. Gue tunjukin kamar tamunya. Ikut gue aja."

Stella berbalik dan kembali ke kebiasaan lamanya, menjauh dalam diam.

1
Rita
like seru tegang
DityaR: Maacii kak
total 1 replies
Rita
bagus biarpun awal2 bingung ma obrolan nya ceritanya seru tebak2an siapa penjahaty semangat terus
Rita
sdh g sabar nervous
Rita
hhhmmmmmmm👀
Rita
😂😂😂😂saking kuaty
Rita
tegang,trauma,kecewa,sedih takut jadi satu kmu sdh bener
Rita
buruan mumpung lengah
Rita
seru g diduga
Rita
nah lho👀👀👀👀
Rita
😂😂😂😂
Rita
ini diluar pengamanan 🥰🥰🥰
Rita
👍👍👍👍👍👍bener
Rita
Mudah2n beneran selesai
DityaR: pembunuhnya aja belum ketemu, selesai gimana wkwkwk
total 1 replies
Rita
akhirnya
Rita
bikin deg2an Kayson
Rita
nikahin lah
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😂😂😂😂😂
Rita
hhmmm bnr2 sdh selesai blm?
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!