NovelToon NovelToon
Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan sentuh apa pun. Jangan duduk di sofa sebelum mandi. Dan singkirkan remah kerupuk itu dari jangkauan radar saya!" — Calvin Harvey Weinstein.
Nirbita Luminara Rein mengira hidupnya sudah berakhir saat orang tuanya pergi dan kakaknya, Varro, menyatakan mereka bangkrut. Tapi ternyata, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat ia "digadaikan" oleh kakaknya sendiri kepada Calvin—CEO jenius yang punya alergi akut pada segala sesuatu yang tidak rapi.
Bagi Calvin, Nirbi adalah sumber kuman berjalan. Bagi Nirbi, Calvin adalah kulkas dua pintu yang cerewetnya minta ampun. Namun, di balik semprotan disinfektan dan aturan ketatnya, Calvin menyimpan rahasia: Ia sudah jatuh cinta pada "si kuman kecil" ini sejak insiden pelukan salah sasaran di kampus dulu.
Bisakah rumah super steril Calvin bertahan dari badai keberantakan Nirbi? Atau justru hati Calvin yang akhirnya "terkontaminasi" cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Uji Nyali Sang Kakak Ipar (Palsu)

Pagi itu, aroma kopi Arabika dan roti panggang memenuhi ruang makan. Namun, suasana sarapan yang seharusnya tenang terusik oleh suara Varro yang sengaja dikeraskan. Pria itu sibuk mondar-mandir di dekat meja makan sambil memegang ponsel di telinganya.

Calvin duduk dengan punggung tegak, memotong telur matasapi dengan sangat presisi. Nirbi, yang masih mengantuk, hanya sibuk mengaduk susunya.

"Oh, halo! Assalamualaikum, Syekh Hamdan?" seru Varro dengan nada yang dibuat seceria mungkin.

Calvin menghentikan gerakan pisaunya sebentar, tapi segera melanjutkan lagi. Rahangnya sedikit mengeras.

"Iya, Syekh! Ini saya, Navarro. Gimana kabarnya di Dubai? Masih sibuk ngurusin sumur minyak atau lagi santai di jet pribadi?" Varro melirik Calvin dari sudut mata. Calvin tetap diam, tapi pegangan tangannya pada garpu terlihat sangat erat.

"Ah, soal adik saya? Kebetulan dia ada di depan saya sekarang. Dia makin cantik, Syekh! Kulitnya seputih susu, hatinya sebaik malaikat, meskipun makannya agak banyak," lanjut Varro sambil tertawa renyah. "Kapan Syekh mau mampir ke Jakarta? Nanti saya kenalin langsung. Saya rasa kalian bakal cocok banget. Syekh kan butuh pendamping yang ceria biar nggak kaku terus kayak robot."

Nirbi mendongak, matanya yang tadi sayu kini membelalak. "Abang ngomongin siapa sih? Syekh siapa?"

"Sstt! Diem, Bi. Ini urusan masa depan cerah kamu," sahut Varro, lalu kembali ke ponselnya. "Gimana, Syekh? Oh, mau kirim helikopter buat jemput Nirbi? Boleh banget! Di sini dia cuma jadi asisten yang sering diomelin bosnya yang nggak punya perasaan."

BRAK!

Calvin meletakkan gelas kristalnya ke meja dengan hentakan yang cukup keras. Air di dalamnya sedikit memercik ke taplak meja yang putih bersih—sebuah pemandangan yang biasanya akan membuat Calvin mengamuk, tapi kali ini dia tidak peduli.

"Navarro, meja makan saya bukan tempat untuk melakukan transaksi perjodohan ilegal," suara Calvin rendah, berat, dan penuh ancaman.

Varro menurunkan ponselnya (yang sebenarnya layarnya masih gelap karena dia tidak menelepon siapa pun). "Lho, kenapa, Vin? Kok lo sewot? Gue kan cuma mau cariin Nirbi jodoh yang 'higienis' dompetnya. Syekh ini punya pulau pribadi, udaranya bersih, bebas kuman debu kota. Cocok banget kan buat standar lo?"

Calvin berdiri, menatap Varro dengan mata elang yang menyala. "Pulau pribadi tidak menjamin keamanan. Lautan itu penuh bakteri laut. Dan pasir gurun itu adalah sarang kuman mikroskopis yang sulit dibersihkan."

Nirbi menutup mulutnya, menahan tawa melihat Calvin yang mulai mencari-cari alasan medis yang tidak masuk akal.

"Tapi dia kaya, Vin! Nirbi nggak perlu kerja keras sampe nangis-nangis kayak kemarin," pancing Varro lagi. "Gimana, Bi? Mau nggak Abang kenalin sama Syekh Hamdan? Orangnya ganteng, brewokan tipis, mirip-mirip aktor Hollywood."

"Eh... aku—"

"TIDAK BOLEH!" potong Calvin cepat. Ia menoleh ke arah Nirbi. "Nirbita, kamu masih punya kontrak kerja selama dua tahun dengan Weinstein Group. Keluar dari kontrak berarti denda sepuluh kali lipat dari biaya kuliahmu."

Nirbi melongo. "Hah? Emang ada pasal itu? Kok aku nggak baca?"

"Baru saja saya tambahkan secara lisan," sahut Calvin dingin. Ia lalu kembali menatap Varro. "Dan kamu, Navarro. Berhenti membual tentang teman khayalanmu itu. Simpan ponselmu atau saya akan menyuruh keamanan untuk membuang benda penuh kuman itu ke tempat sampah."

Varro tertawa terbahak-bahak sampai memegang perutnya. "Hahaha! Vin, Vin! Lo harus liat muka lo di cermin sekarang! Merah banget kayak kepiting rebus! Lo cemburu sama orang yang bahkan nggak ada di telepon gue?"

Varro memutar layar ponselnya ke arah Calvin, memperlihatkan bahwa dia tadi hanya berbicara dengan wallpaper foto kucing.

"Lo beneran suka ya sama adek gue?" Varro menaikkan alisnya, menantang. "Ngaku aja lo, Tuan Higienis. Lo takut banget kan kehilangan 'kuman' paling berharga lo ini?"

Calvin tertegun. Ia merasa telah masuk ke dalam jebakan konyol Varro. Ia melirik Nirbi yang kini menatapnya dengan pipi merona dan senyum penuh arti.

Calvin berdehem, merapikan jasnya yang sama sekali tidak berkerut, lalu berjalan pergi meninggalkan ruang makan dengan langkah cepat. "Saya ada rapat penting. Nirbita, sepuluh menit lagi tidak di mobil, saya potong gajimu!"

"CIEEEE! PAK BOS CEMBURU!" teriak Varro menggelegar di seluruh penthouse.

Nirbi hanya bisa tersenyum lebar sambil memakan rotinya. "Makasih ya, Bang. Ternyata bener kata Abang, Kak Calvin kalau diteken dikit langsung bocor rahasianya."

Varro nyengir puas. "Tenang aja, Bi. Abang bakal pastiin si Kulkas itu bertekuk lutut di depan kamu. Raja Minyak Dubai lewat!"

1
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ga takut di gigit nyamuk bulan madu di hutan 🤣
Rian Moontero
mampiiirrr/Bye-Bye/👍😍
umie chaby_ba
amazon ga tuh... 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
An
amit" pake penggaris??diukur segala?? kang bangunan kah🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih kak, sudah mampir 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yaelah Caplin...
umie chaby_ba
kirain syekh puji... 😄😄😄🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
Vario Vario.. 🤣
umie chaby_ba
buset...🤭🤭🤭🤭
umie chaby_ba
alah sia cemburu... 😄
umie chaby_ba
duh... si Caplin udh kedemenan itu 😍🤣🤣
Ariska Kamisa: Calvin kak... /Facepalm/
tapi lucu sih kenapa jadi Caplin /Chuckle/
Semoga kak umi menikmati cerita saya yaa... /Kiss/
total 1 replies
umie chaby_ba
sumpah lucu😄
umie chaby_ba
Dih.. Varro Kocagghh....
udah ngasih beban nitipin NOBITA eehh.. maksudku Nirbita...
nglunjak lagi..🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ini ceritanya romansa komedian nih... asik kayanya .. kakaknya kocakk.
dari sahabat jadi musuh ini kah... bukan musuh dari awal.
Nirbita lucu banget ... ini bukan kembaran nya Nobita kan ??? /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
udah ini mah lucu lucu romantis gemes dan lebbayyy tapi aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!