Dania terpaksa menggantikan posisi kakak tirinya, Adelia sebagai seorang mempelai wanita dari seorang lelaki yang bernama Daniel Dirgantara.
Tanpa sepengetahuan Dania, ternyata Daniel memiliki kelainan mental. Ia mengalami Intermittent Explosive Disorder, di mana ia tidak bisa mengontrol kemarahannya. Ia bisa membanting dan menghancurkan apa saja, bahkan ia bisa melukai siapapun yang berada di dekatnya.
Hal itu pula lah yang membuat Adelia memilih kabur dan meninggalkan Daniel, beberapa hari sebelum hari pernikahan mereka.
Bagaimana nasib Dania yang akhirnya berada di bawah kungkungan Daniel?
#Cerita ini hanya lah fiktif belaka, jika ada yang tidak masuk akal, mohon sekiranya dimaklumi. ❤❤❤
💗Terima kasih 💗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan
Bagaimana Tuan? Apa Anda mengizinkan saya?" tanya Dania lagi, karena sejak tadi tidak ada keputusan dari lelaki itu.
"Sebenarnya apa yang bisa kamu dapatkan mengajar di tempat itu? Bukankah sebelumnya kamu bilang bahwa kamu tidak di gaji?"
"Ya, itu memang benar, Tuan. Tapi, saya sangat mencintai anak didik saya, mereka sudah seperti keluarga bagi saya," jawab Dania sambil memasang senyuman semanis mungkin.
"Mencintai anak didikmu, atau pria itu?" Daniel masih menatap dingin ke arah Dania.
Dania menggelengkan kepalanya pelan. Ia tidak mengerti kenapa Daniel terus mengaitkan dirinya dengan Erick.
"Baiklah, tapi syaratnya kamu harus sudah ada di sini sebelum aku kembali dari kantor," tegas Daniel.
"Benarkah, Tuan? Oh, terima kasih banyak!" Saking bahagianya, Dania segera berdiri kemudian membungkuk hormat kepada Tuan Pemarah itu.
Daniel tak menjawab. Ia bangkit dari posisi duduknya kemudian melenggang pergi meninggalkan Dania di ruangan itu. Dania kembali tersenyum. Ternyata di balik sikapnya yang menyebalkan, masih ada sedikit sisi baik lelaki itu. Buktinya Daniel masih mengizinkan Dania untuk kembali mengajar.
***
Akhirnya hari yang paling di takuti oleh Dania pun tiba. Hari di mana ia akan sah menjadi istri dari Tuan Daniel Dirgantara, lelaki yang menurutnya paling menyebalkan di muka bumi.
Huft! Dania membuang napas berat sebelum ia melangkahkan kakinya menuju pelaminan, di mana lelaki itu sudah menunggunya.
Dania terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna silver. Yang di desain khusus oleh Desainer ternama untuk mempelai wanita Tuan Daniel Dirgantara.
Sebuah mahkota bertabur permata menghiasi kepala gadis itu. Mahkota itu terlalu berat menurut Dania. Kepalanya sampai terasa pusing akibat menahan beban benda tersebut.
Beberapa orang Bridesmaids menunggu Dania di depan sambil tersenyum manis menatap dirinya. Perlahan Dania melangkahkan kakinya dan segera disambut oleh para wanita-wanita cantik dengan dress berwarna senada dengan gaun pengantin yang ia kenakan.
Para wanita cantik itu menuntun Dania melewati banyaknya tamu dan akhirnya mereka pun tiba di depan pelaminan megah, di mana si tampan Tuan Daniel sudah menunggunya.
Lelaki itu mengulurkan tangannya ke hadapan Dania dan segera di sambut oleh gadis itu. Daniel menuntunnya ke pelaminan dan mereka pun segera duduk di sana.
"Terus tersenyum dan jangan pernah tampakkan wajah sedihmu. Kamu mengerti?" ucap Daniel dengan setengah berbisik kepada Dania.
"Ya, saya mengerti," sahut Dania sembari memperhatikan seluruh tamu undangan yang kini memperhatikan dirinya dan Daniel.
Dania mengedarkan pandangannya dan di antara banyaknya manusia yang berkerumun di tempat itu, tak satupun di antara mereka yang Dania kenali. Bahkan Ayah dan Ibu tirinya masih belum terlihat batang hidungnya.
"Di mana Ayahmu? Kenapa sampai sekarang dia belum juga datang?" gumam Daniel sembari melirik jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.
Dania menggelengkan kepalanya pelan. "Entahlah, saya juga tidak tahu."
"Apakah mereka juga melarikan diri, sama seperti Kakakmu yang tidak berguna itu? Jika itu benar, maka habislah kamu!" tegas Daniel dengan penuh penekanan, sembari melirik Dania dengan tatapan yang begitu mengerikan. Seolah ingin menelannya hidup-hidup.
Dania membuang napas berat. Ia berharap Ayah dan Ibu tirinya tidak akan melakukan hal bodoh itu. Karena saat ini nasibnya benar-benar berada di ujung tanduk.
"Ayah, datanglah! Aku sudah merelakan hidupku demi kalian. Setidaknya, jangan buat hidupku semakin rumit," gumam Dania dengan wajah cemas.
Semua orang mulai bertanya-tanya, di mana Ayah Dania berada. Kenapa acara pernikahan mereka belum juga dimulai dan sebagainya. Roy pun mulai panik, ia takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di hari yang spesial ini.
Selang beberapa saat, akhirnya Pak Adi dan Bu Ida pun tiba di tempat itu. Dengan tergesa-gesa mereka menerobos kerumunan para tamu undangan yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan secara langsung pernikahan Daniel dan Dania.
"Oh Tuhan, syukurlah!" seru Dania ketika menyaksikan Ayah dan Ibu tirinya yang kini berjalan ke arahnya dengan wajah semringah.
"Hmm, beruntung Ayah dan Ibumu masih ingat akan pernikahan ini, kalau tidak ...." Daniel menghentikan ucapannya sambil tersenyum sinis menatap Dania yang hampir putus asa.
Setelah Pak Adi dan Bu Ida tiba, acara pernikahan Daniel dan Dania pun segera dimulai. Acaranya berjalan dengan lancar hingga akhirnya Dania pun sah menjadi Nyonya Daniel Dirgantara.
...***...
"suamiku"
dania munafik kalau kau sadar punya suami apa pantas kau pergi dengan lelaki lain, berinteraksi kayak sepasang kekasih lagi kencan
dania munafik kalau kau benarkan kelakuan menjijikan mu dengan erick berarti suami juga boleh dong punya teman wanita lain dan berinteraksi sepertimu
untuk para author, belajar lagi mana benar mana salah, buka pikiran mu apakah seorang istri bebas berteman dan pergi berduaan dengan lelaki lain kayak sepanjang kekasih itu itu kalian anggap sesuatu yang benar, klo kalian benarkan perbuatan dania berarti boleh donk suami kalian punya teman wanita dan pergi berduaan dengan wanita lain
walau uji hanya novel tapi pakai juga pikiran dan hatimu biar bisa membedakan mana salah mana benar
Aku pasti,Sam punya yg lain diluar sana selain Adelia...👏👏👏