Rizar Abran Maulana seorang pria tampan dan sholeh sudah jatuh cinta kepada seorang wanita cantik yang dia temui di sebuah pesta tapi wanita itu tidak menyadarinya, hingga suatu saat sahabatnya ingin menjodohkannya dengan adik kandungnya sendiri yang ternyata adalah wanita yang selama ini Rizar cari.
Jihan Addara Puteri seorang wanita cantik yang merupakan seorang artis dan model papan atas, Jihan yang biasa dipanggil Darra tidak menyangka kalau hidupnya sangat menyedihkan, disaat pacar yang dia cintai mengkhianatinya dan selingkuh dengan sahabatnya sendiri, sekarang Darra harus menerima perjodohan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal.
Akankah Rizar bisa membuat Darra jatuh cinta kepadanya dan menerima Rizar sebagai suami seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perfect Honeymoon
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
Keesokkan harinya...
Setelah bangun subuh dan shalat berjama'ah, Darra dan Rizar pamit karena harus siap-siap. Selama dalam perjalanan menuju rumah, Rizar tidak melepaskan genggaman tangan Darra.
"Mas, kalau kita pergi terus kerjaan Mas bagaimana?" tanya Darra.
"Ga apa-apa, soalnya Mas sudah minta izin untuk cuti."
"Bos Mas, baik banget ya."
"Ya begitulah."
Tibalah waktunya berangkat, saat ini Rizar sedang menunggu keberangkatan bersama Darra.
Tiba-tiba rombongan Pilot dan Pramugari melewati Rizar..
"Wahhh....Kapten Ri-----"
Ucapan Malla terhenti karena Rizar melotot ke arahnya sebagai kode supaya dia harus pura-pura tidak mengenal.
"OMG...Kapten mau ke-----"
Lagi-lagi ucapan rekan kerjanya itu terhenti, kali ini bukan Rizar yang menghentikannya tapi Malla yang langsung membekap mulut rekannya itu. Mereka pun langsung pergi sedangkan Darra tampak mengerutkan keningnya.
"Kenapa?" tanya Rizar khawatir.
"Kok para Pramugari itu genit-genit sih, ga lihat apa kalau di sebelahnya ada wanita cantik," ketus Darra.
Rizar terkekeh, ini pertama kalinya Darra cemburu kepada dirinya. Rizarenarik Darra ke dalam pelukkannya.
"Jangan marah, mereka hanya menyapa saja."
"Tapi Darra ga suka, Mas. Mereka juga kalau tahu Mas seorang sopir truk antar kota pasti mereka ngejauhin Mas."
Lagi-lagi Rizar tertawa, kali ini tawanya sedikit keras membuat Darra melepaskan pelukkan Rizar dan menatap kesal ke arah Rizar.
"Kok malah ketawa sih?" seru Darra dengan cemberut.
"Tidak, sudah ah jangan cemberut kaya gitu."
"Mas harus bersyukur, karena seorang artis dan model papan atas seperti Darra mau menjadi istri Mas. Wanita lain belum tentu mau, tampang boleh saja di atas rata-rata tapi kan yang mereka cari materi bukan tampang yang ganteng."
"Iya-iya, Mas sangat bersyukur sekali punya istri yang menerima Mas apa adanya. Ya sudah, yuk kita masuk sudah mau take off ini."
Rizar pun mengandeng tangan Darra dengan menggeret koper mereka masing-masing. Rizar sungguh tidak menyangka kalau Darra menganggapnya sopir truk antar kota, benar-benar lucu dan membuat Rizar selalu tertawa kalau membayangkan ucapan Darra.
Darra sudah tertidur pulas...
Hendra yang merupakan Co-Pilot saat itu merasa terkejut melihat Rizar berada di sana sebagai penumpang, dia baru saja ingin pergi ke kamar kecil.
"Loh, Kapten Rizar."
Rizar segera membekap mulut Hendra, untung Darra sudah terlelap tidur.
"Kamu pura-pura tidak mengenalku, karena istriku tidak tahu kalau aku seorang Pilot," bisik Rizar.
Hendra melirik ke arah Darra, dan lagi-lagi Hendra terkejut.
"Astaga, bukannya itu Jihan Addarra Arrasyid artis dan model papan atas yang saat ini sedang naik daun? jadi dia istri Kapten?"
Rizar menganggukkan kepalanya...
"Sungguh luar biasa, beruntung sekali Kapten punya istri yang sangat cantik."
"Sudah sana kembali ke Kokpit."
"Oke...oke...selamat menikmati perjalanan anda Kapten Rizar," seru Hendra dengan kerasnya membuat Rizar mengambil majalah untuk di lempar tapi Hendra segera pergi dengan sengirannya.
Darra tampak terbangun...
"Ada apa Mas? kok barusan Darra kaya mendengar ada yang manggil, Mas."
"Hah...salah dengar kali, siapa yang manggil? pasti kamu lagi mimpi deh."
"Iyakah?"
Rizar menganggukkan kepalanya dengan senyuman canggungnya.
"Sudah, kamu tidur lagi perjalanan masih panjang." Rizar merapikan selimut yang di pakai oleh Darra.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya Darra dan Rizar pun sampau di New Zealand. Darra tampak antusias dan bahagia sekali membuat Rizar merasa sangat bersyukur karena sudah membuat istrinya bahagia.
"Kita langsung ke hotel saja ya, jalan-jalannya di lanjut besok saja."
"Iya Mas."
Sesampainya di hotel, Darra merasa terkejut karena Rizar menyewa hotel bintang lima yang harganya lumayan mahal.
"Mas, lebih baik kita menginap di hotel biasa saja. Hotel ini kayanya sangat mahal," bisik Darra.
"Hai, ini kan bulan madu kita berarti semuanya harus spesial."
"Iya, tapi kan tabungan Mas bisa habis. Aku tidak apa-apa kok menginap di hotel yang biasa-biasa juga."
"Sudah kamu diam ya, biar ini menjadi urusan Mas."
Setelah ceck in, petugas hotel pun mengantar Darra dan Rizar ke kamarnya. Setelah menyimpan koper Rizar dan Darra, petugas itu langsung keluar.
Darra melihat setiap sudut kamar hotel yang di sewa Rizar, lagi-lagi Darra di buat menganga karena Rizar memesan hotel dengan fasilitas yang sangat bagus.
"Wow...bagus banget pemandangannya," seru Darra yang merasa kagum dengan kondisi kamat hotel yang langsung menghadap pegunungan.
Rizar memeluk Darra dari belakang...
"Apa kamu suka?"
"Suka banget, tapi ini pasti mahal ya Mas."
"Tidak, murah kok."
Darra melepaskan pelukkan Rizar dan berhadapan dengan Rizar.
"Mas, maaf ya tabungan Mas pasti habis karena mengajak Darra liburan ke sini. Padahal dulu Darra hanya bercanda saja untuk tes Mas, Darra ga nyangka kalau Mas akan mengabulkan permintaan Darra."
"Mas sudah bilang, Mas akan berusaha mengabulkan semua permintaan kamu selama Mas mampu."
"Tapi kan, Mas sudah capek-capek bekerja malah hasilnya habis dalam sekejap."
"Kenapa sekarang istri Mas jadi malah mengkhawatirkan Mas? kamu takut Mas tidak bisa ngasih kamu makan?"
"Bukan gitu Mas, sekarang Darra sudah menerima Mas apa adanya. Darra cuma kasihan aja sama Mas kan capek nyari uang itu."
Rizar tersenyum dan menarik Darra ke dalam pelukkannya.
"Terima kasih kamu sudah mengkhawatirkan Mas, tapi Mas janji tidak akan membuat kamu susah."
Rizar melepaskan pelukkannya dan menatap wajah cantik istrinya itu.
"Apa sekarang kamu sudah tidak malu punya suami seorang sopir?"
Darra tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Rizar menarik tengkuk Darra dan mencium Darra begitu lembut dan dalam. Perlahan Rizar melepaskan pungutannya dan mengangkat tubuh Darra kemudian merebahkannya di atas tempat tidur.
Rizar dan Darra begitu hanyut dalam suasana perhotelan yang sangat indah, apalagi cuaca yang begitu dingin sangat mendukung kegiatan panas mereka. Rizar sangat bersyukur karena kali ini Darra sudah benar-benar menerima Rizar apa adanya.
Setelah melakukan kewajibannya, Darra pun langsung terlelap karena kelelahan. Rizar membelai wajah cantik sang istri yang sudah damai dalam tidurnya.
"Mas, akan memberi tahumu siapa Mas sebenarnya tapi tidak sekarang. Mas akan buat kejutan spesial untukmu," gumam Rizar.
Rizar pun mencium kening Darra dan menyusul Darra menuju alam mimpi yang indah.
***
Keesokkan harinya...
Rizar mengajak Darra jalan-jalan mendatangi tempat-tempat yang terkenal di New Zealand. Darra sangat bahagia sampai-sampai dia senyumannya tidak pernah luntur dari wajah cantiknya.
Bulan madu ini benar-benar mereka nikmati, tidak ada tempat yang terlewatkan. Rizar sangat memanjakan Darra.
"Terima kasih Mas, sudah buat Darra bahagia."
Darra menjinjitkan kakinya dan mencium bibir Rizar sekilas. Rizar kembali memeluk Darra dan menciumi pucuk kepala Darra dengan berulang-ulang.
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU