NovelToon NovelToon
Dear Khadijah

Dear Khadijah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:242.6k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Di pertemukan oleh waktu, di persatukan oleh takdir.
Namun, di pisahkan oleh ketamakkan.

Aishleen Khadijah dan Albiru Adityawarman.

Dua insan berbeda karakter, awal pertemuannya begitu unik.
Diam-diam saling mengagumi dan melangitkan nama masing-masing dalam doa.
Hingga pada akhirnya dipersatukan oleh takdir.
Saat kebahagiaan tengah menyelimuti keduanya, mereka harus terpisah oleh ketamakkan.

Takdir buruk apa yang memaksa mereka harus berpisah?
Akankah takdir baik menyertai keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir 2

...16. Khawatir...

“Kamu sakit, Teh? Bibir kamu pucat banget,”

Kha mematut dirinya dicermin. Benar, wajahnya tak bersemu, cenderung pucat pasi. Sejak semalam memang ia merasa badan mulai tak karuan, ia pikir dibawa tidur sebentar maka pusingnya akan hilang. Ternyata sampai bangun tubuhnya masih juga lemas tak bertenaga.

Jika tidak ada pekerjaan penting, mungkin ia akan menghabiskan hari ini untuk rebahan. Namun hari ini mereka akan mendekor ditempat yang lumayan jauh. Tante Risa berpesan jika ini klien penting, mereka diminta teliti dalam mendekor.

“Kalau nggak enak badan biar aku sama Asti yang control, kamu istirahat aja, Teh.” ujar Dipa lagi.

Asti yang baru datang dari pantry pun meyahut. “Teteh juga nggak habiskan sarapannya,”

“Nggak apa, Dip, As. Aku masih kuat kok.”

Terlihat jelas guratan khawatir pada wajah Dipa dan Asti.

“Bismillahirrahmanirrahim.” Kha turun ke lantai satu setelah memoleskan lipgloss pada bibir untuk menyamarkan pucat.

Semua kebutuhan dekorasi sudah diberangkatkan pagi tadi oleh pegawainya. Kali ini, Asti gantian menjaga toko dan Dipa ikut bersama Kha untuk control dekorasi.

Saat sedang menunggu mobil, Biru menghampirinya. Laki-laki itu juga menyadari jika Kha sedang tidak sehat. Setelah menanyakan beberapa hal dan hanya dijawab sepatah dua patah kata oleh Kha, Biru pergi begitu saja. Lalu kembali membawa obat dan pesan agar Kha istirahat selama perjalanan.

Kha ingin menanyakan kemana Biru akan pergi, tapi kepalanya terlalu berat untuk sekedar bertanya. Ia hanya melihat Biru menenteng tas kamera lalu pergi dengan motor sportnya. Mungkin Biru akan menjadi fotografer lepas seperti yang dibicarakan kemarin.

Ahh... Dia mau foto model seksi sama cantik. Gumamnya mencebikkan bibir.

Kha segera menghempaskan tubuhnya setelah meminum obat pemberian Biru.

Tiba di lokasi dekorasi sudah beres 70%. Cukup takjub melihat layout yang ia desain hingga lembur beberapa malam agar klien puas dengan hasilnya. Kha mulai memeriksa satu persatu dekorasi. Gedung lumayan luas, sebab itu Dipa membantu pekerjaan Kha.

Karena dekorasi bertema Cherry blossom, ia gunakan bunga yang bernuansa pink dan putih. Juga menambahkan kristal serta swarovski untuk menambah kesan glamor.

Kha mengedarkan pandangan. Meneliti dari ujung gedung untuk memeriksa keseluruhan dekorasi. Napasnya sudah tak beraturan sejak ia mengatur hiasan kristal dimeja prasmanan. Ia duduk sekedar mengatur pernapasan, ujung hijabnya sudah benar-benar basah.

“Sudah beres semua, tinggal dirapikan sama yang lain. Aku minta Boim buat anterin kamu ya, Teh?” Kha mengangguk. Ia berdiri dari kursi. Seketika pandangannya kabur, ia hanya melihat cahaya lampu yang berpendar. Lalu....

Brug!!

Kha tak sadarkan diri.

*****

“Dip... Dipa....” mulut mungilnya memanggil nama Dipa. Tapi yang datang bukanlah Dipa melainkan Barid.

Barid?? Bagaimana dia bisa disini?

Matanya memicing melihat sekeliling yang terasa asing.

“Gimana keadaan kamu? Masih sakit?” Kha menepis tangan Barid yang lancang menyentuh dahinya. Saat itu pula Kha menyadari tidak ada jilbab yang senantiasa menutupi rambutnya.

“Jilbab aku mana?” suara lirih itu cukup didengar oleh Barid. Barid memberikan hijab instan miliknya.

“Aku bantu ya, Kha.” Kha kembali menepis tangan Barid dari kepalanya. Susah payah ia memakai hijab itu dikepala, karena keterbatasan gerak tangan yang tertancap jarum infus.

Matanya berair. Barid laki-laki pertama yang melihat dirinya tanpa hijab. Hatinya sakit. Dadanya bergemuruh menahan amarah. Rambut yang selama ini ia jaga dari pandangan orang lain telah dilihat pria yang bukan mahram.

Dimana Dipa? Bagaimana bisa hijabnya dilepas.

“Teh, sudah bangun?”

Kha membuang muka saat Dipa datang. Ia mengusap matanya yang berair. Melihat reaksi Kha, Dipa meminta Barid untuk meninggalkan ruang perawatan.

“Maaf, Teh. Tadi pas pingsan Barid langsung copot jilbab Teteh, katanya takut teteh kesususahan napas.”

“Barid disana?”

Menghabiskan satu botol cairan infus membuat Kha sedikit lebih baik meski kepala masih sedikit berat, Kha memaksa untuk menjalani rawat jalan.

Kha pulang bersama Dipa. Diantarkan Barid juga Gentar karena mobil tertinggal di lokasi tadi. Dipa sempat menawarkan untuk pulang kerumah Om Abyaz, namun ia tolak lantaran sungkan merepotkan mereka. Dimata Kha, ada sedikit kekecewaan terhadap Barid. Ia tak selalu merespon apapun pertanyaan dari Barid. Setibanya di ruko pun ia hanya berterima kasih sekilas lalu baik kelantai atas.

Rapuh. Ia merasa marah, tapi tak tahu harus bagaimana. Segalanya masih tentang lepasnya hijab dari kepala. Ia rebahkan tubuh lemahnya keatas ranjang.

“Makan ya, Teh.” Kha menggeleng, menolak nasi bungkus yang disajikan oleh Asti. Selera makannya hilang, padahal ia harus konsumsi obat.

Kha menarik selimut hingga batas leher. Lalu tiba-tiba, Biru datang masih dengan pakaian yang sama saat pria itu pergi pagi tadi.

“Kha....”

Ia melarang Biru masuk, Namun Biru keluar hanya untuk memanggil Asti lalu masuk kembali ke kamar. Kha mendengar dengan jelas saat Biru berbincang dengan Asti. Bahkan Biru menyebut namanya secara lengkap 'Khadijah'.

Hanya itu, lalu Biru pergi setelah meletakkan barang bawaannya. Entah kenapa, Kha merasa sedikit kecewa saat Biru keluar dan tak kembali dalam waktu lumayan lama. Asti duduk dipinggir ranjang, menuruti perintah Biru untuk menjaganya. Kha berusaha keras untuk tetap terjaga, ia masih penasaran kemana Biru pergi tanpa barang miliknya.

Tak selang lama, Biru kembali dengan membawa makanan. Ia juga mendengar Biru menawarkan Asti makan makanan yang ia beli. Bibir Kha melengkung, mendengar Biru berkata tegas membuat ia teringat Ummi. Ummi juga cerewet ketika menghadapi ia yang sedang sakit. Persis Biru saat ini.

“Makasih.” ucap Kha lirih saat Biru meletakkan air minum disamping ranjang.

Netranya menatap punggung bidang itu hingga menghilang dari balik pintu.

“Terima kasih, Mas....”

jangan lupa tinggalkan like dan komentar sebelum lanjut ke bab berikutnya ya bestieee.

1
Siti Dede
Jahatnya Bariid
Ita Yuhana
nyesek q bacanya 😭😭😭😭
Ita Yuhana
pedes banget itu mulut barid
Ita Yuhana
kayaknya sama" ada rasa nich .... asyik lanjut kk
Najwa Najwa
😭😭😭😭😭
NUR NAZEERAH: Najwa-Najwa
total 1 replies
Qin one
lihat judulnya, penasaran
baca bab awal,mulai tertarik
baca bab 2,mulai suka
q lanjut baca ya kak author, makasih 🙏😉
Bunga Dwi Femina
kadang heran aku sama yg novelnya bagus yg baca cuman sedikit,yg tulisannya amburadul malah dapet milestone,semangat ya kak ditunggu novel2 berikutnya
Bunga Dwi Femina
barid lebih cocok JD anaknya Jihan,sama2 ambisius,kalo biru malah kek senja...santaiiiii
Firzanah Ghassani
sangat puas sama endingnya. alurnya pun gk begitu berat. trima kaaih thor
RosE
Bagus banget ceritanya... q sampai nangis bacanya 🥺 thanks ya Thor, sudah menyuguhkan cerita yg lain dari yang lain... sampai marathon bacanya, penasaran gimana cerita selanjutnya... semangat terus berkarya ya... 💪❤️
Eka Suryati
Kha wanita soliha
Eka Suryati
Awal kisahmu dimulai Kha
Eka Suryati
Wanita anggun nan soleha
Eka Suryati
Kha....senang sekali
Eka Suryati
Aamiin
Eka Suryati
absen, komen dan Next
Eka Suryati
Next
Eka Suryati
Keren kok Kha
Eka Suryati
Muslimah sesungguhnya
Eka Suryati
Tidak.mengenal pacaran👍🏻👌🏻💪🏻💪🏻
karena akan ada tahap yang namanya ta'aruf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!