NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 : Bulan Merah

Langit di atas Kekaisaran Daxuan tampak tak lazim. Bulan yang biasanya berwarna perak pucat, kini perlahan merayap menjadi jingga pekat, hampir menyerupai warna darah yang mengering. Atmosfer di istana terasa berat, seolah udara sendiri tahu bahwa malam ini akan ada nyawa yang dikurbankan.

​Di dalam Paviliun Teratai, Lin Yue berdiri di depan cermin besar. Ia mengenakan pakaian yang jauh berbeda dari biasanya.

Bukan hanfu berlapis-lapis yang merepotkan, melainkan setelan sutra hitam ketat yang dilapisi dengan kain organza merah gelap di bagian luar untuk menyamarkan bentuk tubuhnya yang kini jauh lebih ramping dan atletis.

​"Yang Mulia... Anda terlihat seperti dewi kematian," bisik Xiao Xiao saat mengikatkan tali pelindung dada dari kulit di balik baju Lin Yue.

​Lin Yue mengepalkan tangannya. Kecepatan gerakannya saat mengepal kini menimbulkan suara angin kecil.

"Malam ini, Xiao Xiao, kau harus tetap di sini. Kunci pintu dari dalam. Jangan keluar sampai aku atau Han Shuo yang memanggilmu. Mengerti?"

​Xiao Xiao mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Ia tahu ini adalah pertaruhan hidup dan mati.

​Sementara itu, di Aula Utama, persiapan perjamuan sudah mencapai puncaknya. Meja-meja panjang dipenuhi makanan mewah yang aromanya memenuhi ruangan. Long Wei duduk di singgasananya, tampak gelisah. Di sampingnya, Selir Ning terlihat sangat anggun, namun tangannya terus meremas sapu tangan sutranya.

​Di sudut aula, seorang pria asing dengan tubuh tinggi besar dan kulit pucat berdiri diam. Dialah sang Guru Barat yang dibicarakan Han Shuo. Matanya yang berwarna biru es terus mengamati setiap pergerakan di ruangan itu dengan waspada.

​Han Shuo, yang menyamar sebagai pemimpin pengawal bayangan, berdiri tidak jauh dari meja kaisar. Matanya bertemu dengan mata kaisar palsu itu, namun ia segera menunduk. Di balik jubahnya, ia sudah memegang botol kecil berisi penawar—dan racun yang akan ditukar.

​"Permaisuri Lin Yue memasuki ruangan!" seru sang Kasim.

​Semua tamu undangan menahan napas. Mereka mengharapkan melihat gunung lemak yang berjalan tertatih-tatih. Namun, yang muncul adalah sosok wanita yang berjalan dengan keanggunan seorang predator. Cadar hitam menutupi wajah bawahnya, hanya menyisakan matanya yang tajam seperti elang. ​Meskipun masih terlihat "berisi" dibandingkan standar selir yang kerempeng, Lin Yue kini memiliki siluet tubuh jam pasir yang kuat. Bahunya tegak, dadanya membusung dengan percaya diri, dan setiap langkahnya terasa ringan namun berwibawa.

​Long Wei tertegun hingga cawan anggur di tangannya hampir miring. "Lin Yue... apakah itu benar kau?"

​Lin Yue membungkuk sedikit, namun matanya tetap menatap Long Wei. "Siapa lagi yang Anda harapkan, Yang Mulia? Bukankah Anda sendiri yang ingin saya menghadiri perjamuan Bulan Merah ini?"

​Selir Ning tersedak ludahnya sendiri. Ia segera memberi kode pada pelayan pribadinya untuk mendekati meja Permaisuri. "Silakan, Yang Mulia Permaisuri. Minumlah anggur khusus ini. Ibu Suri sengaja menyiapkannya untuk merayakan 'perubahan' Anda."

​Pelayan itu meletakkan cawan emas berisi anggur "Lidah Ular". Lin Yue bisa mencium aroma manis yang samar, aroma kematian yang sudah ia kenali dari penjelasan Han Shuo.

​Lin Yue melirik ke arah Han Shuo. Ini adalah momennya.

​Tiba-tiba, musik berubah menjadi cepat dan menghentak. Kelompok penari pedang masuk ke tengah aula. Han Shuo memimpin di depan, mengenakan topeng perak. Gerakan pedangnya begitu cepat hingga menciptakan kilatan cahaya yang menyilaukan mata para tamu.

​Di tengah hiruk pikuk tarian dan dentingan pedang, terjadi sebuah kekacauan kecil yang disengaja. Seorang penari seolah terpeleset dan menabrak meja kaisar. Dalam sepersekian detik kemelut itu, tangan Han Shuo bergerak secepat kilat.

​Cawan di meja Lin Yue berpindah ke meja Long Wei, dan sebaliknya.

​Lin Yue mengambil cawan yang sekarang sudah aman. Ia mengangkatnya ke arah Selir Ning. "Untuk kesehatan Anda, Nyonya Selir. Semoga kecantikan Anda abadi seperti bulan malam ini."

​Lin Yue meminum anggurnya dalam sekali teguk. Selir Ning tersenyum penuh kemenangan, menunggu detik-detik di mana Lin Yue akan terjatuh dan sesak napas.

​Namun, sepuluh menit berlalu, Lin Yue tetap duduk tegak dengan senyum misterius di balik cadarnya. Justru di atas singgasana, wajah Long Wei mulai berubah membiru.

​"Uhuk... air... berikan aku... air..." Long Wei mencengkeram lehernya. Napasnya mulai tersenggal.

​"Yang Mulia!" teriak Selir Ning panik.

"Tabib! Panggil Tabib!"

​Di tengah kekacauan itu, sang Guru Barat tiba-tiba melompat ke tengah arena. Ia tidak melihat ke arah kaisar, melainkan menunjuk langsung ke arah Lin Yue.

​"You! You did this!" teriaknya dalam bahasa asing yang kasar. Pria besar itu menerjang ke arah Lin Yue dengan pukulan lurus yang sangat kuat.

​Lin Yue tidak menghindar. Ia berdiri dari kursinya, menendang meja di depannya hingga hancur, dan memasang kuda-kuda tinju yang sempurna.

​"Akhirnya," desis Lin Yue. "Seseorang yang bisa kupukul tanpa rasa bersalah."

​Aula Utama berubah menjadi arena pertarungan. Han Shuo segera mencabut pedangnya, menghalangi pengawal pribadi kaisar yang mencoba mendekat, sementara Lin Yue berhadapan satu lawan satu dengan raksasa dari Barat itu.

​Bulan di atas sana kini benar-benar merah darah. Malam pembalasan telah mencapai puncaknya.

***

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!