Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.
"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.
Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.
Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.
Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?
Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.
Happy Reading 🌻
Follow Instagram : @nona_rie
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryeana-15
"Hai. "
"Hai juga"
"Sendirian ?"
"Gak kok. Sama Shaka."
"Shaka ya mana?"
"Lagi ke kantin bentar"
"Oh gitu. Boleh gabung gak?"
"Silahkan."
Setelah diizinkan, Dino duduk disebelah Ryeana yang duduk santai dipinggir lapangan. Saat jam istirahat tadi, ketika Dino and the geng ingin ke kantin, matanya tak sengaja menangkap sosok yang selalu menarik perhatiannya. Dino menyuruh geng nya untuk ke kantin terlebih dulu karena ada sesuatu yang ingin diurusnya.
"Teman lo yang rambutnya keriting itu dimana ? "
"Andira?" Tebak Ryeana . Dino mengangguk.
"Di kantin kali kak."
"Kok gak gabung sama Lo. "
"Dia punya kehidupan sendiri. Gue gak berhak maksa dia buat terusan disisi gue. "
"Tapi kan lo berdua sahabat"
"Benar. Tapi seribu kali itu sahabat, gue gak mau kekang dia."
"Lo masih takut sama orang asing kayak gue? " Ucap Dino hati-hati. Dia masih takut Ryeana akan tersinggung dengan kehadiran orang asing.
Mendengar perkataan Dino, Ryeana terkekeh.
"Gue bukan takut sama orang asing. Gue itu cuman sulit berbaur diawal sama orang baru kalo gak ada yang gue kenal disekitar."
"Gitu ya. Jadi sekarang gimana perasaan lo dekat sama gue. "
"Maksudnya perasaan gimana ya kak?" tanya Ryeana menatap wajah Dino tak mengerti.
Dino yang ingin menjawab batal karena kedatangan cowok cantik. Eh.
"Kok lama Shak?" tanya Ryeana pada Shaka yang datang menghampirinya.
"Bete Ri." Gerutunya duduk disebelah kanan Ryeana. Sedangkan disebelah kiri ada Dino yang mengamati interaksi keduanya.
"Karena ?"
"Itu tadi ada geng barunya si Andira. Kacang lupa kulitnya. Ada teman baru teman lama dilupai." Sewot Shaka.
"Shakaaa" tegur Ryeana. Dia tidak suka sahabat nya dijelekkan.
Dino hanya diam mendengar percakapan dua manusia yang disampingnya.
"Ri, disebelah lo kok ada cowok ganteng. Siapa?" tanya Shaka berbisik tapi dengan nada yang masih bisa terdengar disekitarnya. Dino bahkan terkekeh mendengarnya.
"Kak Dino anak kelas XI IPA-1. " Jelas Ryeana.
"Oh hai kak kenalin gue Shaka terimut dikelas X-1" ucap Shaka alay sambil menjulurkan tangannya. Dino tersenyum kikuk menerima uluran tangan Shaka, untuk pertama kalinya ia melihat cowok menye-menye gitu.
"Dino" singkatnya.
"Yaudah gue gabung ke teman-teman gue dulu ya" pamit Dino pada Ryeana dan Shaka. Kedua adik kelasnya itu mengangguk.
"Tampan Ri. Gebet lah apalagi coba" goda Shaka masih menatap tubuh Dino yang semakin menjauhi lapangan.
"Gak minat. Kalo Lo mau ambil gih." Ucap Ryeana cuek sambil membuka bungkusan plastik lalu menikmati roti cokelat pesanannya.
🐸🐸🐸
Bel pulang berbunyi, siswa kelas X-1 berlomba adu cepat keluar dari kelas. Ryeana yang melihat itu bersikap cuek. Ia meletakkan kepalanya di atas meja dengan tas ransel dipunggungnya. Ia sungguh malas berdesakan seperti itu apalagi jumlah siswa ada 40 orang, lebih baik menunggu sedikit lebih lama saja. Sedangkan Shaka yang katanya ada acara keluarga ikut juga berdesak-desakan.
Seseorang dari sudut kelas itu memperhatikan tingkah Ryeana. Senyum simpul terbit diwajahnya. Gadis itu memang sangat berbeda dengan yang lainnya. Sikapnya yang cuek justru sangat menarik perhatian.
Merasa sudah aman, Ryeana bangkit dari duduknya untuk meninggalkan kelas yang didalamnya hanya tertinggal 4 orang lagi termasuk dirinya. Ryeana mengabaikan orang-orang yang tersisa. Dia berjalan dengan sangat santai.
Didepan pintu kelas X-1 Andira sudah menunggu dirinya. Ryeana tersenyum pada Andira dan langsung memeluk setelah melihatnya.
"Lama banget sih" cibir Andira merangkul tubuh sahabatnya itu.
Ryeana hanya tersenyum.
"Ri gue kangen tahu gak" ucap Andira manja.
"Masa?" Tanya Ryeana tak percaya.
"Issssh gue serius. Meet time dulu yukk."
"Gue gak.."
"Gue yang traktir deh" potong Andira seakan bisa menebak jawaban Ryeana.
"Tapi.."
"Please ya, gue rindu sama wajah galak ini" ucap Andira melepas rangkulannya dan mencubit pipi Ryeana gemas.
"Iya deh. Tapi lepas dulu sakit tahu."
Andira berdecak senang, lantas ia mencium pipi sahabatnya berulang kali.
Cup, cup, cup.
"Andiraaaaa" rengek Ryeana sambil mengusap liur Andira yang menempel diwajahnya. Bibirnya mengerucut ke depan sangat menggemaskan.
Ryeana mengejar Andira yang sudah tiba di pintu gerbang. Setelah tiba, mereka berdua bergandengan tangan untuk mencari angkutan umum.
Menunggu didepan halte akan sangat lama, karena banyak siswa yang juga menanti angkutan umum, pasti akan berdesakkan nantinya. Ryeana dan Andira memutuskan untuk berjalan kaki sedikit lebih jauh dari lingkungan sekolah untuk mencari angkutan umum.
"Ryeana, gimana kalo kita nyeberang ke sana, lihat itu ada tokoh pernak-pernik. Kita main bentar." Ajak Andira saat melihat toko yang bercat pink berlantai dua itu menampilkan beragam pernak-pernik untuk anak cewek. Ryeana mengangguk setuju.
"Sini tangan Lo, gak usah sok jago nyeberang sendirian" cibir Ryeana menarik tangan Andira dan menggenggamnya erat.
Ryeana dan Andira saling menggenggam tangan. Posisi mereka sekarang berada di persimpangan enam. Ryeana dan Andira berada disebelah Selatan, yang terdapat dua jalur jalanan yang berbeda arah. Ryeana berada di sisi kanan dan Andira berada di sisi kiri. Pandangan Ryeana ke arah Utara memastikan tidak ada kendaraan yang lewat setelah lampu merah berhenti. Merasa aman, Ryeana menuntun tangan Andira untuk menyeberangi jalanan, namun baru beberapa langkah mereka berjalan mendekati pembatas jalur berbeda arah di sebelah Selatan, sebuah becak dengan kecepatan tinggi datang ke arah mereka dari sebelah utara. Dan dalam hitungan detik tabrakan terjadi.
Brakkkkk
Seseorang terhempas, masuk kedalam kolong becak, tubuhnya tertarik sejauh 2 meter. Dan seseorang lagi mematung ditempat dengan mata yang terpejam, tubuhnya gemetar dan keringat dingin.
Polisi jalanan yang bertugas datang menghampiri tempat kejadian dan menepuk tubuh yang masih selamat.
"Dek, temannya itu tolongin" ucapnya sambil berlari ke arah becak yang sudah terhenti di tepi jalanan.
Gadis itu tersadar dan langsung menoleh ke sebelah kiri.
"Andiraaaaa" teriaknya kuat.
Ya, Andira lah yang terseret oleh becak itu hingga masuk kedalam kolong. Andira yang diteriakin pun keluar dari dalam kolong dengan tubuh yang sudah pada lecet. Lengan dan lututnya berdarah.
Sangat bersyukur sekali tubuh Andira itu lebih besar dari Ryeana dan luar biasanya lagi muzijat Tuhan, Andira tidak terluka parah.
"Ra. Are you oke?" Sebuah pertanyaan polos yang keluar dari mulut Ryeana gemetar karena terlalu khawatir.
"Kawannya luka-luka gitu masih ditanya baik-baik saja. Bodoh kali kau dek!" Sentak Pak polisi dengan nada khas orang Medan sambil membantu Andira keluar dari bawah kolong, Ryeana bahkan tak sanggup melihatnya, tangannya serasa tak berdaya untuk digerakkan.
Ryeana mengabaikan pak polisi. Dia menatap sendu Andira yang membersihkan tubuhnya. Andira tersenyum tipis menahan perih di lengannya.
"Gak pa-pa. Gak usah nangis." Ucap Andira seakan tahu sahabatnya sudah mulai berkaca-kaca. Ryeana mengangguk dan matanya beralih ke Mamang tukang becak yang mau ancang-ancang melarikan diri dengan sewanya yang ternyata anak sekolahan.
"Hei mang!! Jangan lari! Tanggung jawab dong. Gak ngotak kali " bentak Ryeana emosi dengan mata yang mulai memerah, antara marah dan menahan tangis.
"Anak sekolahan mulut nya bar-bar kali dek" sindir Pak polisi itu lagi.
Ini pak polisi ngajak ribut emang yeee, udah tahu ada insiden bukannya bertanggung jawab malah banyak bacot. Pikir Ryeana dan Andira hampir sama.
"Iya dek. Bawa aja temannya ke klinik situ, nanti biaya obatnya saya tanggung jawab. " Ucap Mamang tukang becak.
Akhirnya Ryeana menuntun Andira ke klinik yang tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian. Beruntung sekali ya.
Diikuti dengan Mamang tukang becak. Proses pengobatan Andira tidak terlalu lama, karena lengan dan lututnya saja yang luka.
Setelah selesai berobat. Mamang tukang becak itu menuntun Ryeana dan Andira naik ke taksi menuju jalur alamat mereka.
"Ra. Maaf ya, seharusnya kan gue yang harusnya kena, ini malah jadi Lo. Ini salah gue gak bisa jagain Lo." Ucap Ryeana merasa bersalah, gadis itu malah sudah menangis. Benar yang kata Ryeana, kalau dipikir-pikir arah datang becak itu dari sebelah kanan Ryeana dan posisi Andira disebelah kiri Ryeana. Tapi kenapa bisa Andira yang justru ya jadi korban. Ryeana sejak tadi di klinik hanya memikirkan itu saja. Dia cukup bingung membayangkan insiden itu.
"Udah lah Ri. Udah nasib gue kali. Mungkin Tuhan tahu kalo lo itu gak sekuat gue. Mungkin kalo lo yang diposisi gue jangan-jangan lebih parah lagi. Ahh gue gak sanggup kehilangan Lo" ucap Andira ikut sedih.
Ryeana terharu, benar kata Andira. Coba kalo tadi itu dia yang ditabrak, Ryeana mungkin akan pingsan atau malah berujung masuk rumah sakit.
Sepanjang jalan didalam taksi Ryeana terus menggenggam tangan Andira erat. Bayangan kejadian masih lengket di memorinya.
"Tuhan terima kasih sudah menyelamatkan sahabatku" batin Ryeana bersyukur sambil menelisik wajah sahabatnya itu.
fokusnya ttep ryeana & nicho
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..