NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 06

Sinar mentari menyinari ruangan rumah sakit, tempat Ivana kini tengah di rawat sekarang. Tangan gadis itu mulai bergerak, dirinya mulai sadar dari koma. “Aku ada di mana?” ucap Ivana yang masih belum sadarkan sepenuhnya.

Nyawanya masih belum terkumpul, wanita itu ingin bangun. Namun bekas luka pasca operasinya belum pulih.

“Agh, mengapa rasanya begitu sakit? apa aku sembuh lagi sampai harus masuk rumah sakit?” ucapnya kepada dirinya sendiri.

Ia kemudian teringat saat sebelum ia pingsan, ia masih di dapur. Berencana membuatkan kue yang enak untuk mamanya. Ivana pun menoleh ke samping, dalam posisi yang masih terbaring itu melihat di atas meja itu ada sebuah kalender. Di mana semua tanggal saat Ivana tengah di rawat, semuanya di lingkari dengan menggunakan tinta merah.

“Mengapa tanggal-tanggal itu semuanya di lingkari?”

Di sampingnya ada bibi Agnes, dia benar-benar menjaga Ivana, ia kini tengah tertidur sangat pulas sebari menggenggam tangan Ivana. “Bibi, apakah kamu berjaga semalaman demi aku?” Ivana sentuh melihat ketulusan dari bibi Agnes.

Ia kemudian teringat, bagaimana ia terus di acuhkan oleh ibunya sendiri. “Ivana, kamu sudah bangun?” ucap dokter bedah yang baru saja sampai.

Saat pria itu baru saja masuk, Ivana di buat terperangah oleh ketampanan pria itu. “O, iya. Sudah dok”

“Dokter, boleh aku bertanya padamu?” dokter itu mengangguk.

“Ada apa Ivana?”

Dengan tangan yang masih kaku, Ivana menunjuk ke arah kalender di samping ranjangnya. “Ada banyak lingkaran merah di sana, apakah sudah selama itu aku di sini?” lagi-lagi dokter itu pun mengangguk.

“Ya Ivana, kamu sudah ada di sini 8 hari.”

“Selama itu dok?”

“Iya Ivana”

“Bagaimana rasanya?,”

“Apakah sudah jauh lebih baik?,”

“Ya, aku rasa begitu,” ucap Ivana menjawab pertanyaan dari dokter itu.

“Apakah kamu merasakan pusing atau hal lainnya?” Ivana menggelengkan kepalanya.

“Tidak dok, hanya saja saya merasa sedikit lebih baik sekarang,” mendengar jawaban dari Ivana dokter itu pun merasa lega.

“Huh, syukurlah. Itu artinya operasi anda telah berhasil sepenuhnya, o ya, jika nanti ada sesuatu yang kamu rasa tidak enak, kamu bisa bilang padaku. Mengerti kan!,” Ivana yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya terkejut.

“Operasi dok, operasi apa?” tanya Ivana yang sangat kebingungan saat itu juga.

“Apakah saya baru saja menjalankan operasi?”

Dokter itu pun mengangguk, menjawab pertanyaan dari Ivana. “Tapi dokter, apakah ada orang yang benar-benar mau menyerahkan jantungnya untuk saya?” Lagi dan lagi dokter itu hanya mampu mengangguk. Ivana yang tahu akan hal itu pun tak dapat lagi menyembunyikan tangisannya.

“Ternyata masih ada orang sebaik itu di dunia ini,” ujar Ivana yang terharu.

“Siapa dokter, saya ingin tahu siapa dia!,”

Dokter itu pun menggelengkan kepalanya, “Belum saatnya kamu tahu Ivana, nanti kamu akan tahu saat sudah waktunya tiba.”

“Ya, baiklah. Namun kamu akan benar-benar memberitahukan hal itu padaku kan dok?” dokter itu pun kembali mengangguk.

“Ok, semuanya sudah selesai. Saya akan datang lagi nanti untuk cek keadaan kamu, jika memang sudah jauh lebih baik. Kamu boleh kembali ke rumah besok,”

“Hem, terima kasih dokter.”

Dokter itu pun keluar dari ruangan Ivana, Ivana tampak sangat senang akan hal itu. “Siapa pun orang itu, aku benar-benar berterima kasih padamu. Kamu benar-benar sangat baik padaku, aku kira tak ada lagi orang baik di dunia ini selain kak Olivia, dan bibi. Andai papa masih hidup, dia pasti akan sangat bahagia melihat aku yang sudah pulih saat ini?” ucap Olivia.

Bibi Agnes mulai terbangun dari tidurnya, ia bahkan langsung terkejut saat melihat Olivia yang sudah sadar tengah duduk menatap jendela luar kamar.

“Hem, bibi sudah sadar ya. Bibi, lihatlah! aku sudah tidak sakit lagi.” Bibi Agnes yang mendengar itu pun tersenyum, ia meneteskan air matanya.

“Bibi kenapa?”

Bibi Agnes masih tak mampu menjawab, ia hanya dapat menggelengkan kepalanya.

“O iya bibi, bisakah aku minta tolong, padamu?,” bibi Agnes pun mengangguk, ia menyeka air matanya dan kembali menatap Ivana.

“Nona Ivana mau minta tolong apa?,” mendengar jawaban dari bibi Agnes, Ivana pun tersenyum.

“Bibi, bisa tolong tidak. Teleponkan kak Olivia agar dia tahu aku sudah sadar, dia pasti sangat senang setelah tahu aku pulih sepenuhnya.”

Bibi hanya mampu menurutinya, ia tak ingin merusak kesenangan Ivana. Surat kertas yang sempat Olivia berikan kepadanya belum sempat ia berikan.

“Bibi Teleponkan nanti ya, sekarang nona harus berbaring dulu, kata dokter kalau sehabis operasi tidak boleh banyak bergerak!.”

“Ayolah bibi, telepon kan dia untukku, aku ingin melihat kakak,”

“Nona Olivia kan sedang di kantor Nona, dia pasti sedang sangat sibuk saat ini”

“Benar juga, ya sudahlah. O iya, bagaimana jika kak Saga, aku benar-benar lupa kalau masih ada dia, kalau mama mana mungkin peduli padaku.”

Bibi Agnes benar-benar di buat kebingungan, ia tak tahu harus menjawab apa sekarang. “Bagaimana ini, apalagi sekarang semua orang pasti membenci Ivana. Apalagi Tuan Saga, sikapnya kepada Ivana pasti berubah sekarang. Jika aku katakan ini sekarang, maka aku sama saja akan melukai Ivana sekarang, namun jika aku tidak mengatakannya. Apa dia akan marah padaku?” ujar bibi Agnes dalam hati.

“Iya, nanti bibi telepon kan. Namun sekarang, nona harus tidur dulu ya.” Ivana pun menuruti bibi Agnes.

Di sisi lain......

Sebuah perdesaan yang masih asri, para petani di sana juga masih bekerja dengan cara yang alami, mereka belum mengenal mesin.

Di sebuah ladang yang luas, tempat arena pacu kuda. Seorang pria menunggang kuda dengan sangat lihai dan cekatan, ia bahkan berkuda sejauh 1 kilometer menyusuri perdesaan itu.

Setelah sedikit lelah pria itu pun turun dari kuda yang ia tunggangi, ia kemudian memberikan kuda itu kepada pemiliknya.

“Tuan Saga, bagaimana pacuan kuda kali ini?,” tanya pemilik kuda itu yang berharap mendapatkan jawaban yang baik dari Saga.

“Tetap Saga masih tak bisa mengendalikan emosiku, ini benar-benar menyebalkan.”

Saga kemudian duduk di kursi kayu berada di ladang itu, ia meneguk air mineral untuk menyegarkan dahaganya. Pria tua yang pemilik pacuan kuda itu pun datang dan duduk di sebelah Saga.

“Aku tahu, pasti memang tak akan mudah menerima ini semua. Aku benar-benar turut berduka cita atas Olivia, aku masih tak menyangka jika dia benar-benar telah tiada sekarang.” Saga meremas botol air mineral di tangannya.

“Bisakah tolong jangan katakan hal itu padaku di sini, aku sedang tidak ingin mendengarnya sekarang.”

Saga pun berdiri, ia meninggalkan pak tua itu dan kembali ke mobilnya. Pria itu mengambil puntung rokok, menyalakan korek api dan membakar rokok itu lalu menghirupnya. Setelahnya Saga pun memutar kunci mobil, ia pergi dari tempat terpencil itu.

“Drtttttt drtttttt drttttttt” Suara telepon berbunyi di ponsel milik Saga, sontak pria itu pun langsung meraih ponsel itu dan mengangkat teleponnya.

“Ada apa?” tanya Saga, pada seseorang di telepon.

“Tuan, nona Ivana sudah sadar. Dia sudah siuman,” ucap orang itu dari balik telepon.

Mendengar itu pun Saga langsung menghentikan mobilnya. “Awasi terus, kabari aku setiap pergerakan darinya,”

“Baik tuan.”

*****

Di rumah sakit, Emalia datang bersama dengan sekretarisnya Grace setelah mendengar Ivana yang sudah siuman.

“Ivana, bangun!” Emalia benar-benar tak mau tahu, bahkan dari sorot matanya sangat menunjukkan jika dia benar-benar sedang marah besar.

Ivana yang sempat tertidur pun akhirnya bangun, “Mama,” Ivana lalu duduk, di bantu oleh bibi Agnes ia duduk di atas ranjang dengan wajah yang masih pucat.

“Mama tahu tidak, Ivana sekarang sudah sembuh.” Senyuman terpancar di wajah wanita 26 tahun itu dengan sangat gembira.

Emalia mendekat ke arah Ivana, namun bukan untuk memeluknya melainkan memberikan sebuah tamparan yang sangat keras untuk Ivana. “Plakkkkkkk” satu tamparan mendarat di pipi wanita itu.

Ivana seketika langsung syok, wajahnya yang pucat itu kini bahkan tampak lebih buruk. Ia bahkan tak tahu mengapa sang ibu menamparnya, itu benar-benar membekas di hati Ivana. Ia bahkan kini tak berani menatap wajah ibunya sendiri.

“Lihat mama Ivana, lihat mama!” Emalia menarik dagu Ivana, wanita itu pun dengan terpaksa menatap wajah ibunya, ia melihat sorot mata yang tajam dari ibunya. Hal itu membuatnya ketakutan. Ia bahkan merintih kesakitan namun ibunya tak peduli.

“Bagaimana bisa kamu benar-benar tumbuh menjadi anak pembawa sial?”

Mendengar hal itu Ivana pun langsung bingung, “Ma, maafkan Ivana, Ivana minta maaf. Namun dokter bilang Ivana sudah sembuh sekarang, mama tidak perlu malu lagi punya anak sepertiku.”

“Cih, bagaimana dia bisa seyakin itu mengatakannya setelah mengambil jantung kakaknya.”

“Nyonya, tolong jangan katakan itu kepada Ivana!. Dia belum siap,” ucap bibi Agnes sebari menutup telinga Ivana.

Namun gadis itu menyingkirkan tangan bibi Agnes, sorot matanya seketika menjadi kosong, ia tampak seperti orang linglung bahkan hilang arah.

“Maksud mama apa,” Ivana mencoba menahan tangisannya, ia tak boleh pecah sebelum ia tahu akan faktanya.

Emalia lalu mendekatkan wajahnya ke putrinya, “Kamu tahu, aku menciptakan seorang monster, dia membunuh suamiku dan sekarang membunuh putriku yang tercinta, lalu apakah setelah itu kamu juga akan membunuh ibumu. BEGITUKAH IVANA?”

“Plakkkkkkk” lagi dan lagi tamparan itu ia layangkan kepada putrinya, bibi Agnes yang mencoba ingin menolong Ivana, kini di tahan oleh Grace.

“Jangan ikut campur!” ucap Grace kepada bibi Agnes.

“Plakkkkkkkk” Ivana hanya diam saat ia di tampar, wanita itu tak melawan sama sekali.

“Bagaimana bisa kau membuat kakakmu mati, bagaimana bisa kau menyuruhnya mendonorkan jantungnya untuk anak yang tidak berguna sepertimu,”

“Plakkkkkkk” tamparan itu terus di layangkan.

“Bagaimana bisa, mengapa kau harus menjadi anakku. Mengapa aku harus melahirkan iblis sepertimu. Mengapa, mengapa?”

Ivana yang sudah tak kuat lagi untuk menahan tangisannya pun, kini akhirnya pecah. Ia tak lagi mampu membendung air matanya, sehingga kini mulai luruh membasahi pipinya.

“Apa kau tahu, yang mendonorkan jantung untukmu itu adalah kakakmu sendiri, dan kau bagaimana bisa masih tersenyum setelah membunuh kakakmu. Kau pasti sudah gila,”

“Bagaimana aku tahu, aku bahkan tidak sadar saat itu. Mengapa harus kak Olivia, sekarang aku benar-benar sudah membunuh kakakku sendiri,” ucap Ivana dalam hati. Ia menarik rambutnya, menangis tanpa henti, para suster dan ahli medis semua berdatangan. Mereka memisahkan ibu yang terus memukul anaknya itu dan mencoba menenangkan Ivana.

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!