NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin / Tamat
Popularitas:722
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35. Kabar Bahagia di Tengah Duka

Tiga hari sudah berlalu, Baik Aksara ataupun Rehan , belum ada yang membuka mata. Luka yang mereka alami cukup parah, hingga mereka berdua belum tahu jika Ki Satya sudah meninggal dunia.

Ki Satya dikuburkan di kampungnya. kiyai Syafiq beserta Nadira dan Elsa ikut mengantarkan jenazah Ki Satya. tak ketinggalan pak Rusdi dan pak Hamdan juga

"ini sudah 3 hari, kenapa mereka belum juga sadar?" Nadira sedikit cemas melihat keadaan kedua laki-laki itu

Aksara dan Rehan memang di satukan di ruangan yang sama, agar lebih mudah di pantau.

"Tunggu sebentar lagi, mereka pasti akan sadar" ucap Elsa meyakinkan

"Masih nggak nyangka kalo Ki Satya rela ngorbanin dirinya demi Rehan" ucap Elsa pelan

"Namanya juga orang tua, pasti akan di lakukan segala cara untuk kesembuhan anaknya" jawab Nadira

"Eh iya, gimana keadaan kak Zayn?" tanya Elsa

"Astaghfirullah! Aku lupa" Nadira cepat mengambil ponselnya dan segera menghubungi orang tuanya

Tuuttt tuuuttt

Tuuutt tuuttt

"nggak di angkat?" gumam Nadira

"coba telpon isterinya kak Zayn" saran Elsa

Nadira pun segera mencari kontak kakak iparnya, dan langsung menghubunginya.

"hallo assalamualaikum"

"wa'alaikumsallam, kak gimana keadaan kak Zayn? Tanya Nadira langsung

"...."

"kak hallo?"

"mas- mas Zayn..hiks hiks" terdengar suara Fahira menangis

"kak, kenapa kakak nangis? Kak Zayn baik-baik aja kan?" tanya Nadira mendesak

"hiks mas Zayn meninggal sehabis isya'' tadi malam"

Duaarrrr

Brughh

Nadira menjatuhkan tubuhnya. Ia merasa lemas mendengar kabar yang disampaikan oleh kakak iparnya itu.

"Nadira, kamu kenapa?" tanya Elsa panik

"hiks hiks kak zayn- hiks kak Zayn u-udah meninggal" Nadira menangis terisak-isak. ia kehilangan sang kakak yang sangat menyayanginya

"Hiks hiks aaghhh!!" Nadira merasa sesak, ia sungguh tak menyangka jika akhirnya, kakak laki-lakinya yang menjadi korban.

"nak Nadira, kenapa?" tanya Bu Mutia yang baru masuk bersama Bu Tuti

"Kak Zayn meninggal Bu" Elsa yang menjawab karena Nadira masih terisak karena terpukul

"innalilahi wa innailaihi roji'un" kedua wanita paruh baya itu terkejut

"Ya Allah, maafkan Aksara ya Nadira. Ibu sungguh memohon maaf untuk Aksara" ucap Bu Mutia dengan memohon

"Nggak papa Bu, itu diluar kendali Aksara" jawab Elsa yang memeluk Nadira

"Aku mau pulang, Sa! hiks hiks"

"iya iya, kita pulang ya"

Elsa sebenarnya juga merasa sedih, karena bagaimanapun juga, Zayyan sudah seperti kakaknya sendiri. Laki-laki itu tidak pernah bersikap buruk padanya. Zayyan juga sudah menganggap Elsa sebagai adiknya.

"Apa tidak menunggu Pak Rusdi dulu?" tanya Bu Tuti

"iya Nadira, kalian tidak boleh pergi dengan pikiran yang kalut seperti ini" ucap Bu Mutia.

Nadira dan Elsa akhirnya setuju, dan menunggu pak Rusdi yang sedang pergi ke kantor lurah.

"Loh, ini kenapa Nadira?" tanya Pak Rusdi yang kebetulan pulang bersama pak Hamdan Yang ingin melihat keadaan putranya

"Zayyan meninggal yah" Ucap Bu Mutia

"innailaihi wa innailaihi roji'un!"

"Jadi, mereka mau pulang?" tanya pak Hamdan.

"Iya pak"

"Ayo saya antar" ajak pak Rusdi

"saya juga mau ikut sekalian menemui pak Wijaya" ucap pak Hamdan

Akhirnya, mereka pergi menggunakan mobil pak Rusdi. Sepanjang perjalanan, Nadira tak henti-hentinya menangisi sang kakak. Hingga tertidur dengan mata yang bengkak.

.

Dirumah Wijaya, suasana terasa sunyi. Wijaya dan Liana masih berduka dengan kepergian Zayyan. mereka belum mengabari Nadira, karena takut membuat putri mereka sedih.

"Yah, bund, Nadira tadi nelpon" ucap Fahira

"Lalu apa yang kamu katakan nak?" tanya Bunda Lembut

"Fahira terpaksa memberi tahu Nadira kalau Mas zayn-" Fahira tidak melanjutkan perkataannya. ia masih belum sanggup menerima kenyataan jika sang suami telah meninggal.

"Sudah, tidak apa-apa. Mungkin sekarang ia sedang dalam perjalanan kesini" ucap ayah Wijaya

"Assalamu'alaikum!"

"wa'alaikumsallam"

Wijaya membuka pintu, dan langsung di tabrak oleh Puterinya. Nadira menangis di pelukan sang ayah.

"hiks hiks, kenapa ayah nggak ngabari Nadira? Kenapa?!" Isak Nadira

"maafkan kami nak, kami hanya tidak ingin kamu sedih dan kalut" ucap Wijaya memeluk sang puteri yang tergugu

"Maafkan Putraku Aksara. Karena dia Zayn meninggal" ucap pak Rusdi menunduk sambil menangkupkan tangannya

"Tidak Rusdi, ini bukan salah Aksara. Dia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan. Mungkin memang Allah lebih sayang kepada Zayyan." ucap ayah Wijaya mencoba tegar.

Mau marah pun tidak mungkin. Aksara melakukan itu semua diluar kendalinya. Memang yang salah dari awal adalah juragan Sapto karena bersekutu dengan Iblis.

"Semoga setelah ini, tidak ada lagi masalah yang muncul dan mengganggu keluarga kita" ucap Ayah Wijaya

"Terimakasih karena kamu mau memaafkan Aksara, aku sungguh tidak menyangka jika Aksara akan berubah menjadi iblis. Karena dulu tidak ada perjanjian itu antara kami dan Kolonyowo" jelas pak Rusdi

"Sudahlah, yang penting semua sudah membaik" ucap ayah Wijaya

"kak Fahira" Nadira menatap kakak iparnya yang juga tak jauh beda sepertinya

Kakak iparnya nampak pucat dengan mata yang bengkak.

"hiks hiks Nadira" Nadira dan Fahira saling berpelukan, bersama bunda Liana. mereka seakan saling menguatkan

"Kamu tetap menantu bunda, kamu tetap anak bunda" ucap bunda Liana mengelus kepala menantunya

"Aku- hiks, padahal aku ingin memberi kejutan untuk mas Zayn dan kalian semua" ucap Fahira

"kekuatan apa?" tanya bunda Liana

"ini" Fahira menunjukkan benda persegi panjang yang bergaris dua warna merah

"Nak, kamu-"

"Aku hamil Bund hiks hiks" Fahira menangis dalam pelukan bunda Liana

Dulu, Zayyan dan Fahira sangat menantikan kehadiran malaikat kecil di tengah-tengah mereka. Namun, saat keinginan itu terkabul, justru sang suami pergi meninggalkannya.

Mereka yang ada disana ikut meneteskan air mata. Merasa kasihan melihat seorang isteri yang baru saja merasakan hamil dan masa ngidam, justru mendapat duka besar. kehilangan sosok suami yang sangat mencintainya.

"Allah hadirkan dia sekarang, namun kamu sudah tidak bersama ku. Bagaimana aku akan menjalani hari-hari ku. Masa mengidamku? Mas Zayn, semoga kamu bahagia disana dan melihat kami yang akan selalu merindukanmu"

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!