Jelita pergi dari rumah dengan membawa pedih dan luka, setelah mendapati kenyataan pahit. Ayahnya telah mengkhianati sang ibu dengan menikahi wanita simpanannya dan membawa wanita itu beserta seorang putri hasil perselingkuhan mereka, yang termasuk saudara tiri Jelita.
Malam dimana Jelita seharusnya mendapat cinta penuh dan tanggung jawab dari Chandra Adi Prama, Nyatanya membuat Jelita makin terluka setelah dengan terang-terangan, Chandra, pria yang dicintainya itu, menyatakan akan menikahi saudara tiri Jelita.
Ditambah lagi dengan sang ibu yang juga telah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa, membuat Jelita tepaksa membekukan hatinya.
Hingga jelita pergi membawa luka dan membawa satu-satunya keluarga yang akan menemani jelita selamanya, Membuat hati jelita terasa beku dan enggan mengakui memiliki keluarga.
~Penasaran kisahnya?
Jangan lupa dukung dengan tap love, like, comment and vote yaa....~
Mohon perhatian....
Bagi siapapun yang melihat karya saya di plagiat di aplikasi lain, mohon segera memberi tahu saya.
Kebijakan ini berdasarkan karya saya PESONA ANAK PEMBANTU pernah di plagiat di aplikasi lain dan saya tidak mau mengulangi hal serupa atas cerita ini.
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Pagi menyambut, Suasana di kediaman Radhi tengah hangat-hangatnya. Suara kicau burung mengalun merdu di pohon-pohon sekitar kamar. Suara gesekan ranting pohon menyertai kesyahduan suasana pagi ini.
Sepasang suami istri tengah menyalur rindu diatas peraduannya. Kerinduan karna tak berjumpa hingga beberapa pekan, membuat Suami istri itu enggan beranjak. Radhi dan Jelita masih betah menghabiskan waktu berdua saja.
Pengasuh Kara mengerti, Hingga ia tak mengijinkan Arlan dan Ariana untuk mendatangi kamar papa Radhi.
Begitu banyak yang Radhi ingin katakan pada istrinya.
Jelita, termenung dalam baringnya. Tangannya terulur mengusap pelan kandungannya yang memasuki usia 7 bulan. Pikiran Jelita mengingat kembali kenangan buruk yang pernah dialaminya.
Luka itu masih menganga...
Luka itu masihlah sama...
Luka itu masih lah basah meski telah terukir sembilan tahun lalu...
Luka yang hadir mengukir cerita, dan membentuk sebuah ukiran rumit yang menjalar ke seluruh urat nadi.
Jelita ingin lari dan terlepas, namun bagaimana caranya?
Sakit itu masih kembali menghadirkan perih tak berkesudahan dan kepedihan tak Terperi...
Kejadian kemarin kembali Jelita ingat.
Wajah renta ayahnya yang mengharapkan iba darinya.
Jelita kembali bukan semata karna untuk membalas dendam, apalagi menuntut hak atas harta warisan Nugraha sebagai putrinya.
Namun kembalinya Jelita pada tanah kelahirannya semata karna titah sang suami.
Ia sangat menyayangi suaminya, malaikat tak bersayap yang hadir dalam wujud suami.
Andai suaminya tak memaksa....
Namun semua telah terjadi, nafas lega Seketika rasa nyaman menyusup kedalam hati Jelita yang penuh dengan gundah gulana. Apa lagi ketika mendengar suaminya telah memutuskan mengakhiri sandiwara dengan berhenti bekerja pada perusahaan Nugraha.
"Cinta...... Apa yang kau pikirkan?", Suara parau Radhi mengejutkan Jelita.
Mata indah Radhi masih terpejam, namun hembusan nafas hangat nya masih menyapu kulit leher Jelita.
"Aku merindukanmu..... sangat. Apalagi telah memenuhi permintaanmu untuk kembali kemari. Aku bahagia".
"Benarkah? Syukurlah bila demikian".
"Jadi, kapan kita kembali pada ibu? Pasti ibu sudah menunggu kita. Aku merindukannya", Radhi membuka matanya dan menjawab dengan tegas.
"Kita tak akan kembali bila papamu masih belum sembuh".
Jelita terkejut. Ia membalikkan badan tatkala mendengar kalimat suaminya.
"Hentikan omong kosong mu. Aku tidak mau. Aku tak Sudi berlama-lama di sini".
"Papa Yusman...... bagaimana pun busuknya, beliau adalah papa bagimu. Tidak akan hadir dirimu kedunia tanpa andil beliau bukan?", Radi meraih dan menenangkan jelita yang nafasnya nampak naik turun karna emosi.
"Dengarkan aku hai pemilik seluruh cinta di hatiku.....
Aku adalah imam bagimu.
Seburuk apapun papamu, dia tetaplah papa yang menyayangimu. Tidak kah kau lihat penyesalan di matanya kemarin?
Tidak kah nuranimu merasa tergerak dan iba?"
Jelita memandang suaminya dengan lekat.
Seketika tubuhnya gemetar karna guncangan akibat Isak tangis.
"Akan ku Jelaskan satu hal padamu, mas Radhi.....
Papa yang meninggalkan mama di saat-saat terakhir mama....
Papa yang membuangku demi membela Chandra....
Papa yang menyesal karena aku anak sial.
Tidakkah kau ingat saat aku di usir?
Bahkan luka itu senantiasa basah dan tetap menganga meski sembilan tahun telah berlalu....
Aku rapuh, bagaimana mungkin aku bisa mengikhlaskan dan memaafkan?
Sedang aku hanya manusia biasa dan bukan nabi.... pemilik kesabaran tanpa batas?".
Radhi terhenyak.
'Aku bukan tak mengerti dirimu.....
Aku paham akan lukamu, sayang.
Tapi percayalah, aku tak mau kau terperosok ke dalam lubang dosa terlalu dalam.
Cintaku tanpa batas dan tak mengharap balas, hanya meminta agar kau menjadi manusia lebih baik dan bukan pendosa.....
mengapa engkau yang tak salah engkau pula harus ikut menjadi pendosa?
Aku paham akan kegundahanmu kasih, tapi kumohon Jangan pernah seperti mereka, menjadi pendosa.....'
Pekik batin Radhi....
Radhi segera merengkuh tubuh gemetar istrinya. Ia tak mau begini. Ia tak mau istrinya sedih, takut-takut nanti bayi dalam kandungannya ikut bersedih. Tidak, Radhi tak mau bila itu terjadi.
"Ssshhttttttt.... Tenangkan dirimu, sayang. Aku tak akan memaksa lagi....
Aku mencintaimu".
Radhi membawa istrinya ke dalam dekapannya kembali. Menerjunkan diri mereka ke dalam kenikmatan duniawi....
Mengulang sesi kerinduan berupa penyatuan, meski semalam mereka menyalurkan hasrat berkali-kali...
Karna itu tak cukup,
Radhi ingin dirinya terpuaskan dan istrinya menggelinjang dalam kenikmatan.
Setelah bercinta, Radhi yakin, istrinya akan luluh.
Sebesar apapun dosa orang-orang di masa lalu, namun sembilan tahun telah berlalu.
Radhi hanya ingin membimbing istrinya menjadi wanita yang legowo, tanpa dendam.
Apa itu artinya Radhi tak sakit hati atas perlakuan mereka terhadap istrinya?
Tidak, bukan begitu.
Radhi tentu ikut tak terima atas perlakuan mereka terhadap sang istri.
Ini masalah bakti, pada satu-satunya orang tua yang masih tersisa. Dengan penyesalan bertahun-tahun lamanya, serta ringkih tubuh karna hukuman Tuhan, bukankah itu sudah cukup? Bukankah Tuhan maha pemilik kuasa atas segala pembalasan?
Andai tuan Nugraha tak terbaring sakit, andai tubuh renta nya tak mengundang iba, sudah pasti ia akan mendukung istrinya membalas sakit hatinya....
Akan ia hancurkan Nugraha sehancur-hancurnya, dengan tangan Radhi sendiri.
Bahkan Radhi tak perduli bila harus melawan dunia demi kecintaannya pada sang istri, tak peduli bila harus menumpahkan sungai darah.... Atau bahkan berenang di dalamnya,
Akan Radhi lakukan...
Namun kini, keadaannya berbeda......
Radhi takut istrinya menyesal...
Sebesar apapun kesalahan seorang ayah, Namun bila ayah telah tiada, sosoknya tak akan pernah tergantikan.
Jangan tanya mengapa.
Radhi sendiri tak pernah tau wajah ayahnya karna mendiang ayahnya telah berpulang sejak Radhi berusia tiga bulan, saat Radhi masih sangat bayi......
*****
Di kediaman keluarga Nugraha, di pagi yang sama.....
"Mas Chandra, mari sarapan....", Alunan merdu nan lembut suara Dewi mengejutkan Chandra yang setia hanyut dalam lamunannya. Senyum terukir di bibir tipisnya.
"Makan lah dulu, sayang. Aku ingin sendiri....".
"Memikirkan kak Jelita dan cara untuk mendekati anak-anakmu juga butuh tenaga dan asupan gizi untuk berfikir, mas. Jangan menjadi tidak mau sarapan....
Bisa-bisa mas akan sakit. Ayo....."
Dewi merangkul lengan suaminya dan memaksanya ikut turun.
Maka, saat itu lah, Chandra merangkul Dewi dan isakan kecil lolos dari bibirnya.
"Maafkan aku, istriku....
Maaf, aku tau kau telah banyak terluka karna ku. Andai Lita tak ku manfaatkan untuk bisa mendapatkan mu, sumpah Jelita tak akan membawamu ikut serta dalam penderitaan ini. Maaf....."
Chandra tiba-tiba merasa bersalah karna telah membawa istrinya ke dalam lautan nestapa.
Tak banyak orang tau bahwa sesungguhnya....
Delapan tahun Chandra dan Dewi berumah tangga, Dewi bahkan telah mengandung dua belas kali dan sebanyak dua belas kali pula Dewi mengalami keguguran.
Sumpah Jelita nyatanya terkabul oleh alam. Semesta seperti tak mengijinkan Benih Chandra dan garis keturunan Nugraha terlahir dari Dewi.
Saat ini, yang mampu melahirkan garis keturunan Adi Prama dan Nugraha, adalah Jelita.
"Jangan seperti ini, mas.....
Nyatanya aku jua ikut andil dalam keadaan hancur kakakku sendiri. Adik macam apa aku ini....?" Dewi terisak kembali big keras.
"Andai dulu kita tak memaksakan bersama...
Andai dulu kak Lita tak kita abaikan....
Andai kak Lita mendapat pernikahan denganmu.....
Andai ki........"
"Ssshhttttttt.... Hentikan. Jangan katakan lagi. Jangan..... Aku tak sanggup"
Dewi dan Chandra.....
Mereka larut dalam kesedihan mendalam. Ada kerinduan yang begitu besar di hati Chandra dan Dewi untuk segera menimang buah hati, Namun itu seperti bayangan semu yang mustahil mereka dapatkan.
"Mari kita sarapan untuk hidup sehat, mas. Kita datangi mas Radhi dan kak Lita. Mari kita mohon pengampunan dari Mereka. Aku bersedia berlutut di kaki kakakku demi maaf darinya.
Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan bertemu ini. Aku bersedia menganggap Arlan dan Ariana sebagai putra putriku, meski nanti kak Lita tak memberi ijin kita menemui mereka".
Kilat pendar ketulusan itu menari-nari begitu nyata di mata Jelita.
Chandra kian merasa bersalah.
"Bersediakah Radhi mengijinkan istrinya menemui kita? Setelah segala dosa yang kita lakukan padanya?".
"Kita tak akan tau bila kita tak mencobanya, mas".
🍁🌺🍁
Hayyo yang penasaran apa yang akan terjadi pada Mereka, Jangan lupa dukung.
Kalau banyak yang suka dengan cerita Jelita, akan aku buat panjang ceritanya dengan banyak episod.....
Salam cinta dari neng Tia😚😚😚