NovelToon NovelToon
Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Pergi Dari Rumah Mengungkap Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: fianaqila

Sejak kecil, Alkina selalu tahu bahwa dirinya berbeda di mata kedua orang tuanya. Di rumah, Sisil selalu mendapatkan apa pun yang diinginkan. Ketika Sisil meminta uang, orang tua mereka memberikannya tanpa banyak bertanya. Ketika Sisil melakukan kesalahan, mereka selalu mencari alasan untuk membelanya. Bahkan ketika Alkina berprestasi dan berusaha membuat orang tuanya bangga, keberhasilannya dianggap biasa saja. Berbeda dengan Sisil, Alkina justru selalu dituntut untuk mengalah. "Kamu itu jangan egois... Apa susahnya sih mengalah." Kalimat itu sudah terlalu sering ia dengar. Alkina terbiasa melihat hadiah mahal diberikan kepada Sisil, sementara dirinya hanya mendapatkan barang bekas. Ia terbiasa bekerja membantu pekerjaan rumah, sementara Sisil bebas menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sampai Alkina berada di titik dimana ia berhenti berharap. Ia tidak lagi meminta dibelikan sesuatu. Tidak lagi menceritakan prestasinya. Tidak lagi menunggu ucapan bangga dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

“Dan Mobil itu ternyata milik pasangan bernama Hendra dan Livia.”

Ranti mengernyit pelan. Nama itu terasa sangat familiar baginya.

Lalu matanya membesar perlahan karena ia pernah mendengar nama itu bertahun-tahun lalu.

Nama pasangan yang menitipkan anak mereka kepadanya.

“Sisil …” bisiknya lemah.

Pria itu mengangguk.

“Mereka adalah orang tua kandung Nona Sisil.”

Deg.

Dunia Ranti kembali runtuh.

“Apa maksud kamu…”

“Tuan Arkan ditabrak oleh mobil milik orang tua kandung Sisil.”

Ranti langsung berdiri hingga kursinya jatuh.

“Tidak, ini tidak mungkin…”

Tubuhnya mulai gemetar lagi dan hal paling mengerikan adalah semua kejadian itu seperti lingkaran yang saling terhubung.

Arkan meninggal karena menyelamatkan Sisil dan yang menabraknya adalah orang tua kandung Sisil sendiri.

“Masih ada hal lain, Bu…” Suara asistennya terdengar makin berat.

Ratna perlahan menoleh.

“Apa itu…”

“Kami menemukan transaksi lama dan juga beberapa percakapan.” Map lain dibuka.

Di dalamnya ada salinan pesan dan bukti transfer bertahun-tahun lalu.

Tatapan Ranti mulai kabur membaca satu demi satu isi dokumen tersebut.

“Pastikan keluarga itu tetap merasa berutang pada Sisil.”

“Kalau anak kandung mereka disalahkan, posisi Sisil akan aman.”

“Kita harus pastikan dulu agar anak kita aman dan anak kandung perempuan mereka yang menjadi sasaran atas kema**an anak laki-laki mereka. Kita juga harus pastikan dulu posisi kita aman, kita harus pastikan tidak ada yang mengetahui bahwa kita lah yang mena**ak Arkan.”

“Suatu hari seluruh harta keluarga Wiratmaja akan jatuh ke tangan anak kita.”

Tubuh Ratna langsung lemas. Air matanya jatuh tanpa suara.

“Tidak, tidak…” Ia menggeleng pelan tidak ingin percaya namun bukti-bukti di depannya terlalu jelas.

Orang tua kandung Sisil ternyata sengaja memanfaatkan rasa bersalah keluarga Wiratmaja setelah kematian Arkan.

Mereka tahu Ranti hancur, mereka tahu Setiawan dipenuhi penyesalan dan mereka menggunakan Sisil untuk masuk lebih dalam ke keluarga itu. Untuk mengelabui keluarga Wiratmaja sekaligus memastikan bahwa keluarga Wiratmaja tidak mengetahui kejahatan keluarga Sisil.

“Apa mereka sengaja meninggalkan Sisil untuk pengalihan…?” tanya Ranti dengan suara nyaris hilang.

Pria itu mengangguk pelan.

“Sepertinya begitu bu.”

Ranti memejamkan mata kuat-kuat selama bertahun-tahun ia memanjakan anak orang lain setengah mati.

Sementara anak kandungnya sendiri ia Sisil dan semuanya berawal dari manipulasi busuk.

Malam itu Ranti memanggil Sisil ke ruang tengah. Gadis itu turun dengan wajah malas.

“Ada apa sih ma?”

Ranti menatapnya lama untuk pertama kalinya ia benar-benar melihat wajah Sisil tanpa rasa sayang berlebihan dan entah kenapa ia mulai menyadari banyak hal yang dulu diabaikannya.

Tentang sikap manipulatif Sisil. Tentang cara gadis itu selalu mengadu domba. Tentang bagaimana ia menikmati penderitaan Alkina.

“Kamu tahu tentang kecelakaan Arkan?”

Pertanyaan itu membuat wajah Sisil langsung berubah.

“Maksudnya apa ya ma?”

“Jawab Sisil.” Bentak Ranti.

“A-aku nggak ngerti…”

Ranti melempar beberapa foto lama ke meja. Foto kecelakaan, foto mobil dan foto orang tua kandung Sisil. Wajah gadis itu langsung pucat.

“Kamu pasti tahu ini kan?” suara Ranti mulai bergetar marah.

“Aku masih kecil waktu itu!” jawab Sisil mulai ketakutan.

“Tapi kamu tahu!” bentak Ranti.

Tangis Sisil pecah.

“Aku nggak sengaja ma…”

Ranti langsung membeku. Kalimat itu sudah cukup menjadi jawaban.

“Aku cuma takut ma…” tangis Sisil semakin keras. “Mama sama Papa kandungku bilang kalau aku harus tetap tinggal di rumah ini!”

Deg.

Ranti merasakan dadanya seperti diremas.

“Mereka bilang kalau aku harus jadi anak yang paling disayang…” lanjut Sisil ketakutan. “Kalau nggak, aku akan dibuang lagi…”

Air mata Ranti jatuh namun kali ini bukan karena iba.

Melainkan karena sadar dirinya telah menjadi boneka kebencian selama bertahun-tahun.

Dan korbannya adalah Alkina.

1
Adinda
kenapa gk lapor polisi
Adinda
balikkin aja anak angkat kamu udah sifatnya kurang ajar sok berkuasa juga
Ds Phone
kau yang tak nak jumpa dia pergi lah
Ds Phone
yang keras hati tu kenapa
Ds Phone
dia tahu itu anak nya
Ds Phone
meraka dah siap sedia
Ds Phone
kau sebok nak hancur kan orang siapa suruh
Ds Phone
abang nya pantau dia
Ds Phone
itu nenek nya juga patut lah begitu sayang
Ds Phone
mintak mintak dia aman
Ds Phone
ya kak kamu tengah beruasa
Ds Phone
semua orang lindung dia
Ds Phone
dia dah mula tenang sikat
Ds Phone
nak bunuh anak orang kah tu
Ds Phone
nak hidup senang aja tahu dia
Ds Phone
tak sedar diri nak harta orang tapi bunuh anak orang
Ds Phone
dia nak balas cara perlahan lahan
Ds Phone
baru kau tahu langit tinggi rendah nya
Ds Phone
mesti budak tak guna tu punya kerja
Ds Phone
kenapa di tutup mesti budak tak guna tu sorok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!