NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Cacat

Menikahi Pewaris Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Orang Disabilitas / CEO
Popularitas:133.9k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

​"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."

​"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
​Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.

"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."

​Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.

​Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?

Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bercinta+

Mata Levara membelalak lebar mendengar penuturan tegas dari suaminya. Napasnya tertahan di tenggorokan, sementara jemarinya yang mencengkeram kemeja Dante bergetar makin hebat. Di dalam kamar yang temaram itu, kenyataan mengerikan mendadak terhampar begitu telanjang dan menyayat hati.

"Maksudmu ... kecelakaan mobil yang merenggut nyawa ayahmu dan melumpuhkan kakimu itu ... adalah ulah David Veyron?" bisik Levara dengan suara parau, menatap iris mata Dante mencari kepastian.

Dante mengangguk pelan namun pasti. Sorot matanya menajam, membencikan dingin yang sanggup membekukan udara di sekitar mereka.

"Tepat, Levara," sahut Dante dengan nada bass yang dalam. "Beberapa tahun setelah kejadian itu, melalui analisis forensik yang saya lakukan bersama Riko, kami berhasil membongkar arsip kepolisian yang sengaja dikubur. Kami menemukan bukti bahwa sistem rem mobil Ayah saya telah disabotase secara sengaja sebelum kami meninggalkan lokasi pertemuan rahasia malam itu."

Levara terperanjat, menutupi mulutnya dengan sebelah tangan. "Disabotase ...,"

"Bukan hanya itu," lanjut Dante, jemarinya mengepal keras di atas kasur. "Truk kontainer tanpa plat nomor yang menghantam mobil kami berulang kali hingga melempar kami ke jurang ... terdaftar atas nama perusahaan cangkang milik Veyron Group. David Veyron yang membiayai dan merancang seluruh pembantaian malam itu."

Airmata Levara menetes tanpa bisa ditahan, mengalir deras membasahi pipinya. "Jadi ... David Veyron bukan hanya menculik Ayahku untuk merebut berkas pelecehan seksual itu ... tapi dia juga membantai keluargamu dan melumpuhkanmu demi meruntuhkan aliansi Velmore?"

"Benar, Levara," jawab Dante, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan kekejaman dendam yang telah mengendap puluhan tahun.

"David Veyron ingin memutus seluruh perlawanan dalam satu malam. Dia tahu aliansi Ayah saya dan Edlan adalah ancaman terbesar bagi kekuasaannya. Dia mengira dengan membunuh ayah saya, melumpuhkan saya di atas kursi roda, dan menghilangkan Edlan ... tidak akan ada lagi yang tersisa untuk menuntut keadilan atau menyentuh kekuasaannya."

Dada Levara bergemuruh hebat oleh perpaduan rasa duka yang mendalam dan amarah yang membakar. Kebenaran ini memperjelas bahwa pernikahan dan pertemuan mereka hari ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Takdir telah mengikat luka mereka dengan benang yang sama, dua jiwa yang dihancurkan oleh kekejaman iblis bernama David Veyron.

"Pria itu benar-benar monster tanpa nurani, Dante ...," bisik Levara dengan rahang mengeras, merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan Dante. "Dia merenggut segalanya dari kita. Dia merenggut masa kecilmu, merenggut fungsi kakimu, membunuh ayahmu, dan menculik Papa ...,"

Dante mengulurkan tangannya, mengusap lembut air mata di pipi Levara dengan ibu jarinya. Sentuhannya yang hangat dan tegas seketika menenangkan gejolak emosi Levara.

"David Veyron berpikir dia berhasil, Levara," ucap Dante, mendekatkan wajahnya hingga pandangan mereka saling terkunci erat.

"Dia berpikir roda kehidupan kita sudah terhenti dan hancur di dasar jurang malam itu. Dia berpikir bisa menikmati takhta kekuasaannya di atas darah orang tua kita selamanya."

Levara menatap lurus ke dalam iris mata Dante yang memancarkan aura dominasi mutlak dan tekad baja.

"Tapi dia salah besar," tegas Dante dengan suara rendah yang mengintimidasi. "Kita bertahan hidup. Dan malam ini, kita berdiri bersama sebagai suami dan istri. Kita bukan lagi anak-anak kecil yang bisa dia tindas."

Dante meraih tangan Levara, menyatukan jemari mereka dan meletakkannya tepat di atas dadanya, di mana detak jantungnya berembus stabil dan kuat.

"Kita akan cari saksi kunci itu besok pagi, Levara," janji Dante mantap. "Kita kumpulkan setiap kepingan bukti yang tersisa, dan kita seret David Veyron ke hadapan hukum sampai dia membayar setiap tetes darah dan air mata yang dia curahkan dua puluh satu tahun lalu."

Levara mengangguk tegas, mengusap sisa air matanya seraya menggenggam erat jemari Dante. "Kita hancurkan dia bersama-sama, Dante. Aku tidak akan pernah ragu lagi."

.

.

.

.

Dante berbaring di atas tempat tidur, menatap Levara yang berbaring di sampingnya. Pria itu menyapu garis wajah istrinya dengan jemarinya yang hangat. Tatapan tajam Dante perlahan melunak, dipenuhi gairah dan kelembutan yang jujur. Dengan perlahan, Dante menaikkan tubuh bagian atasnya, menunduk, dan mendaratkan ciuman hangat di bibir Levara.

"Hmpp ... Dante,"

Levara membalas ciuman itu tanpa ragu. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher tegap Dante, menyusupkan jemarinya di antara rambut lebat suaminya. Kecupan yang semula lembut berubah menjadi semakin dalam dan sarat akan dahaga emosional. Helaan napas halus dan desiran hangat membakar seluruh sudut ruangan.

Namun, tepat saat tautan bibir mereka makin intens dan tangan Dante bergerak mengelus pinggang Levara, gerakan pria itu mendadak terhenti.

"Maaf,"

Dante melepaskan ciumannya perlahan. Napasnya memburu dan berat. Pria itu menatap Levara dengan raut wajah yang mendadak dipenuhi rasa bersalah dan keminderan yang mendalam. Pandangannya perlahan turun menatap kedua kakinya sendiri yang terkulai tak berdaya di atas kasur, kaki yang tak lagi memiliki sensasi motorik sejak malam kecelakaan itu.

Dante menghembuskan napas panjang, lalu perlahan menjauhkan tubuhnya dan memalingkan wajah.

"Maafkan saya, Levara ...," bisik Dante parau. Suara bass-nya yang biasanya penuh dominasi kini terdengar begitu rapuh. "Saya tidak bisa melanjutkannya."

Levara tersentak pelan. Ia ikut menyandarkan tubuhnya, menatap suaminya dengan pandangan cemas. "Dante? Ada apa? Kenapa?"

Dante mengepalkan tangannya di atas sprei, menatap lurus ke dinding dengan raut wajah menahan beban mental yang berat.

"Kaki saya belum sembuh ... dan mungkin tidak akan pernah sembuh," tutur Dante dengan nada suara bergetar tipis.

"Saya tidak bisa bergerak atau menopang tubuh saya seperti pria normal lainnya. Maafkan saya ... suamimu ini tidak sempurna untuk memberikan apa yang seharusnya didapatkan seorang istri."

Mendengar penuturan jujur dari bibir Dante, dada Levara terasa seperti dihantam sembilu. Pria yang selama ini berdiri bak benteng baja yang tak tertembus, pria yang bertaruh nyawa membentenginya dari teror Veyron, kini menunjukkan sisi paling rapuh dan ketakutannya di hadapan wanita yang dicintainya.

Levara tidak menjauh. Sebaliknya, wanita itu bergerak mendekat. Tanpa ragu sedikit pun, Levara memposisikan dirinya naik dan duduk di atas pangkuan Dante, menatap lurus ke dalam iris mata suaminya dari atas.

Dante terperanjat, matanya membelalak menatap keberanian Levara. "Levara ... apa yang kamu—"

"Dengar aku, Dante Velmore," potong Levara tegas, namun matanya memancarkan kehangatan dan rasa cinta yang teramat dalam. Kedua telapak tangan Levara membingkai pipi tegap Dante, memaksanya untuk menatap mata Levara.

"Aku tidak pernah peduli dengan kekurangan fisikmu," ucap Levara dengan suara mantap tanpa nada keraguan. "Bagiku, kamu adalah pria paling sempurna, paling tangguh, dan paling menghormatiku di dunia ini. Kalau kakimu tidak bisa menopang kita malam ini ...,"

Levara menyunggingkan senyum tulus yang memikat, mendekatkan wajahnya hingga hembusan napas hangat mereka menyatu.

"Maka tidak masalah. Aku yang bisa berada di atas untukmu." Bisiknya menggoda.

Dante terpaku, terkejut luar biasa mendengar penegasan tulus dari bibir istrinya. Seluruh rasa insecure dan tembok pertahanan yang ia bangun selama bertahun-tahun seketika runtuh diterjang kehangatan Levara.

"Baiklah Nyonya Velmore, kamu sangat ahli rupanya. Tunjukkan kemampuanmu,"

"Kamu meragukanku Tuan Velmore?" ucap Levara membuat Dante menyeringai dalam.

Tanpa kata-kata lagi, Dante meraih pinggang Levara dengan kedua tangannya yang kokoh, menarik tubuh wanita itu mendekat dan menyapu bibirnya dalam ciuman yang jauh lebih dalam, pasrah dan menyerahkan seluruh jiwa dan raganya pada wanita yang kini resmi menjadi pemilik hatinya.

"Hmpph ... Dante ...,"

"Kau milik saya malam ini, sayang," bisik Dante. Levara tersenyum, nafasnya memburu menatap pria yang kini berkeringat karenanya.

"Tentu saja, aku milikmu. Sudahi panggilan Formalmu, Tuan. Mari lanjutkan percintaan kita," ucap Levara dan melanjutkan aksinya, membuat Dante hanya pasrah memejamkan matanya.

_____________

Daaaaah bubaaaaaaar kaliaaaaaaan😭

Mau lagi? Like komennya dulu😜

1
Ass Yfa
kok..Lepa jdi keponakan seh..harusnya kan ank angkt...sama Lio jadi kakak angjt dong..kak Ra..😁
indrie_💖
si juli mau meracuni Lepa...jangan ditelan mentah2
indrie_💖
sdh tau sj si juli
Rosy
masih berharap kalau Edlan masih hidup dan bisa berkumpul dg Levara 😢😢
faridah ida
hadeeeh gagal ini rencana kalian karena Levara di tangkap .
GiZaNyA
Papa Edlaannnn... kenapa buang banyak Bawang Merah.... pedess niihhh... jadi mewekkk.. 😭😭😭
faridah ida
kalau bukti2 sudah terkumpul semua , Davit gak bisa berkutik lagi ..
Rosy
meskipun cuma baca cerita tapi ikut deg2an 😌😍😍
Marya Dina
nah nah auto gk bisa tidur ni
malemgara2 mikirin leva😭😭
Rosy
sengaja banget bikin anak orang cemburu 😂
Rosy
harusnya kan saudara angkat bukan saudara sepupu 🤔
Rosy
waduh,pasti ada yg kepanasan nih 😂
Sastri Dalila
👍👍👍👍👍
Senja Susanti
ini cerita siapa ka,,
Cahaya
duhhh bikin kagen ini ada bocil lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
👍👍😅😅
Sastri Dalila
👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍
Sastri Dalila
😅😅
Sastri Dalila
🥺😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!