NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pintu kamar pengantin perlahan terbuka. Maya membimbing langkah Aisha keluar dari ruangan.

Di ambang pintu, Zavran yang tengah berdiri menunggu seketika membeku. Matanya menatap lekat-lekat pada sosok Aisha.

Meskipun hanya dipoles dengan riasan wajah seadanya, kecantikan alami Aisha justru terpancar begitu murni dan teduh.

Zavran berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan keterpakuannya, terlihat dari helaan napas berat yang ia hembuskan perlahan.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Zavran berbalik melangkah paling depan menuju tangga, disusul Aisha yang dituntun pelan oleh Maya dari belakang.

Langkah demi langkah menuruni tangga terasa begitu berat bagi Aisha. Di pelataran depan yang dipenuhi dekorasi mewah dan puluhan pasang mata tamu undangan yang berbisik-bisik heran, seketika hening mencekam begitu calon pengantin berjalan menuju meja akad.

Zavran duduk lebih dulu di kursi pengantin, disusul Aisha yang mengambil tempat di sebelah kirinya dengan jemari yang saling bertaut erat dan gemetar di atas pangkauan.

Penghulu membetulkan letak kacamata dan mikrofonnya, lalu tersenyum ramah melihat kedua calon pengantin yang sudah bersanding di depannya.

"Alhamdulillah, pengantin wanita sudah hadir di meja akad," ucap Penghulu seraya membuka lembaran berkas di hadapannya.

"Baik, Mas Zavran dan Mbak Melani... apakah sudah siap untuk kita mulai prosesi sakral ini?"

Mendengar nama Melani disebut, Zavran langsung menegakkan tubuhnya, menatap Penghulu.

"Mohon maaf, Pak," potong Zavran.

"Calon pengantin wanita saya hari ini bukan Melani, melainkan Aisha... adiknya."

Kasak-kusuk riuh seketika memecah keheningan para tamu undangan di pelataran. Penghulu tersentak kaget, matanya membelalak pelan memandangi Zavran, Aisha, dan Ayah Aisha bergantian.

"E-eh... bagaimana, Mas?" tanya Penghulu memastikan, mencerna situasi yang tak biasa ini.

"Pengantin wanitanya adalah Aisha, Pak," tegas Zavran sekali lagi.

Penghulu menarik napas panjang, lalu mengangguk-angguk maklum. Beliau dengan sigap menguasai suasana.

"Baiklah... Kalau begitu, berkas administrasi dan buku nikahnya akan saya revisi dan perbaiki setelah acara ini selesai."

Penghulu lalu berpaling menatap Aisha yang tertunduk kaku di samping Zavran.

"Mbak... boleh sebutkan nama lengkap Mbak untuk keabsahan ijab kabul?"

Aisha menarik napas panjang yang terasa sangat sesak di dadanya.

"Aisha..." bisik Aisha pelan. "Aisha Senjani, Pak..."

"Baik, Mbak Aisha Senjani," sahut Penghulu tersenyum menenangkan.

Penghulu kemudian mengangguk ke arah Ayah Aisha.

"Baik, Bapak Hendra selaku ayah kandung, silakan menjabat tangan Mas Zavran untuk menikahkan putri Bapak."

Ayah Aisha yang wajahnya masih pucat pasi mengangguk dan mengulurkan tangannya pada Zavran.

Zavran segera mengangkat tangannya, menyambut genggaman erat dari Ayah Aisha. Suasana pelataran rumah seketika hening.

Dengan suara parau namun ditegas-tegaskan, Ayah Aisha menjabat tangan Zavran dan mengucapkan kalimat akad,

"Saudara Zavran Al-Hakim," ucap Ayah Aisha dengan air mata yang kembali mendesak di sudut matanya.

"Saya, Pak." jawab Zayyan.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya, Aisha Senjani binti Hendra Wijaya, dengan mas kawin berupa logam mulia 100 gram dan seperangkat alat sholat tunai!"

Tanpa jeda, tanpa sedikit pun getaran ragu di suaranya, Zavran mengencangkan genggaman tangannya pada Ayah Aisha dan menjawab dengan tegas dalam satu hembusan napas.

"Saya terima nikah dan kawinnya Aisha Senjani binti Hendra Wijaya dengan mas kawin tersebut, tunai!"

"Bagaimana para saksi? Sah?"

"Sah! Sah!" seru para saksi dan tamu undangan serentak.

"Alhamdulillah..."

Lantunan doa bergema memenuhi udara. Di saat semua orang mengusap wajah mengucap syukur, air mata bening akhirnya menetes melintasi pipi Aisha.

Takdirnya telah terkunci rapat, ia resmi menjadi istri dari pria asing di sampingnya, dinikahkan langsung oleh ayah kandungnya sendiri di atas reruntuhan air mata dan keputusasaannya.

1
Eneng Risbayani
mana updateannya
Rizza: Ditunggu ya, Kak. Author lagi ada kegiatan jadi belum sempat update kak😊🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!