NovelToon NovelToon
AKU YANG DIPANDANG HINA

AKU YANG DIPANDANG HINA

Status: tamat
Genre:Penyelamat / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, paras cantik jelita dengan senyum menawan.

Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.

Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.

Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.

Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 33

Ayunda menyeringai keji, sorot matanya sedingin es beku. Tak peduli pada erangan kesakitan, badan menggigil, pakaian basah.

BRAK!

Suara pintu dihempaskan terdengar sampai bagian meja wastafel, lalu derap langkah berisik.

Akhhh!

Dua karyawan wanita yang tadi bertemu dengan Naisa temannya Binar, menjerit terkejut melihat penampilan sang resepsionis, dan lebih shock lagi–bagaimana seorang wanita terkenal karena keanggunannya, bisa begitu menyeramkan jika marah.

“Lepaskan dia Ayunda!” Asisten kepala divisi HRD berteriak lantang, paniknya luar biasa. Menarik tangan Ayunda yang masih menjambak rambut kusut Binar.

“Tolong, Bu! Tolong saya!” Binar memelas, mirip seorang sandera berada dalam cengkeraman penculik yang mencoba melarikan diri.

“Ayunda, dia bisa celaka! Lepasin, Yunda!” Niar yang juga ikut masuk kedalam toilet, membantu melerai, ia kesulitan memisahkan rekannya.

Dua orang security sampai melongo, lupa akan tugasnya, berdiri bak patung, mata mengikuti gerak dua wanita masih bersitegang.

“Apa yang kalian lihat? Tunggu apalagi? Mau jadi patung, iya?!” Iyan membentak dua penjaga yang diam saja.

Bergegas pak satpam maju, tapi kembali terpaku dengan tubuh kaku.

“Jangan mendekat!” Ayunda berada dipuncak emosi, masih enggan menyudahi. Tangannya terasa pegal sedari tadi menjambak rambut Binar.

“Yunda, tolong dengerin aku, kamu bisa kena masalah fatal, Yun.” Niar memeluk Ayunda dari belakang.

Asisten pimpinan HRD masih gigih membuka kepalan tangan yang menjambak rambut wanita terisak-isak.

“Tuan Daksa tahu masalah ini lewat aduan Naisa yang teriak-teriak di lobi!” tekannya berbisik di samping wajah Ayunda yang memiliki tinggi hampir sama dengannya.

Cengkraman tangannya mengendur, satu nama berhasil mengembalikan kesadaran Ayunda, mengikat emosinya.

Begitu terbebas, Binar memanfaatkan kesempatan. Dengan sisa tenaga, kedua tangannya mendorong bahu Ayunda yang masih berusaha meredam emosi.

Ayunda tidak siap, dia limbung, hampir terjatuh kalau tidak ditopang Yusniar.

Security menahan badan Binar yang bagian depan basah kuyup sampai bra warna hitamnya membayang dibalik kemeja putih.

“Dia yang salah! Saya gak terima diperlakukan seperti ini! Tolong adili dia, pak Iyan!” Binar menangis, mengiba, penampilannya sangat mendukung memerankan tokoh dizalimi.

Iyan mengusap wajahnya. Dia sendiri shock, wanita yang sering digodanya sangat mengerikan kala ngamuk. “Tenangin Binar dulu, bantu ganti pakaiannya _”

“Gak bisa! Bapak harus memberikan hukuman ke Ayunda! Jangan pilih kasih hanya karena dia salah satu wanita bapak, benarkan?” Binar memberontak sampai terbebas dari cengkeraman satpam yang memang tidak benar-benar membelenggunya.

Seolah mendapatkan kesempatan emas, hilang sudah rasa takut, sungkan. Binar menyudutkan Ayunda, berniat mempermalukannya.

“Tolong jawab, Pak! Kalian ada hubungan spesial, kan? Makanya dia berani menyerang saya. Kalau bapak gak berani tegas, kami akan protes ke pimpinan tertinggi demi mencari keadilan!” jeritnya menghayati.

“Diam!” suara bariton Iyan menghentikan laju bibir Binar yang bersiap menyembur racun lewat kalimat tuduhan.

“Kalian semua yang ada disini! Saya beri waktu lima belas menit harus sudah berada di ruangan asisten kepala HRD. Tak terkecuali!” Iyan berbalik keluar dari dalam toilet wanita.

Yusniar merangkul Ayunda, penampilan wanita baru saja duel dengan Binar, tidak terlalu buruk meskipun baju atasan terpercik air, blouse keluar dari celana bahan.

Binar bersungut-sungut, jalan pelan sambil mengusap kulit kepala terasa pedih, banyak helaian rambut rontok berikut akarnya.

Kejadian tadi tak ada satupun yang berani merekam, sebab ada sang asisten dan sektretaris CEO, asisten kepala divisi HRD juga berada disitu.

***

Pertemuan tidak jadi di kantor asisten HRD, melainkan ruang rapat B lantai 21.

Kedua tersangka duduk saling berjauhan. Naisa dihadirkan sebagai saksi, dia ada di dalam toilet, dan juga dirinya pula si pencari bala bantuan.

Kedua security, asisten pimpinan divisi HRD juga hadir. Lainnya kembali bekerja sesuai tugasnya.

Bu Puspa, wakil pimpinan HRD mulai menginterogasi. Bertugas mendisiplinkan karyawan, dan sekarang dirinya berada diantara dua pilihan. Sebelum rapat dimulai, sudah mendapat mandat dari pimpinan perusahaan.

Binar diberi kesempatan pertama, sebab dirinya lebih pantas terlihat sebagai korban – kening mulai bengkak, pipi terdapat cap jari yang kentara dikarenakan kulitnya putih bersih.

Penampilan Binar sekarang jauh lebih baik daripada kemeja basah, bra tembus pandang. Seseorang meminjamkan kaos longgar kepadanya.

“Saya dan Naisa sedang mencuci tangan, kami cuma membahas tentang video dan foto Ayunda yang lagi viral. Tak lebih. Tahu-tahu dia keluar dari dalam bilik toilet, langsung menyerang saya,” dustanya mencoba menutupi fakta.

“Benar Naisa?” tanya suara tenang namun tegas, sorot matanya penuh intimidasi membuat yang ditanyai sedikit gelisah.

“Benar, Bu. Ayunda duluan yang mulai. Menampar pipi Binar, terus menyiksanya tanpa ampun,” ungkapnya melebih-lebihkan.

Kedua karyawan tetap itu merasa diatas angin. Menghilangkan panggilan formal yang biasa menyebut ‘Bu’ ke Ayunda. Terlebih banyak bekas luka mudah terlihat pada fisik Binar.

“Ayunda, giliran kamu menjelaskan dari sudut pandangmu,” bu Puspa mempersilahkan, suara dan gesturenya berbeda saat berbicara dengan Binar, lebih sopan meskipun tetap tegas.

“Tidak perlu, Bu. Tolong putuskan saja sanksinya!” Ayunda enggan melakukan pembelaan.

Suasana yang sempat panas, tiba-tiba tegang setelah pernyataan Ayunda. Terlebih Binar dan Naisa, mereka kira akan mendapatkan kesempatan lebih lagi untuk memojokkan, supaya terbebas dari sanksi.

Bu Puspa seperti tengah menimbang-nimbang. Aneh rasanya langsung melayangkan surat peringatan jika salah satu dari dua orang terlibat pertikaian tidak bersedia klarifikasi.

“Kalian boleh keluar. Keputusan ini tak langsung bisa dijatuhkan. Saya perlu melakukan pertimbangan, dan juga mendengar dari saksi lainnya, serta memeriksa rekam jejak karir kedua belah pihak selama bekerja di perusahaan Wangsa group,” jelas bu Puspa.

Pada akhirnya semua masih mengambang, abu-abu. Satu persatu keluar dari ruang rapat, Ayunda berjalan paling belakang.

Ketika mendekati meja kerjanya, Yusniar telah menunggu, memandang penuh perhatian dengan sorot mata sendu.

“Kamu ditunggu tuan Daksa. Tadi beliau memintamu keruangannya begitu selesai rapat,” katanya pelan, memastikan tidak ada yang mendengarnya.

Rombongan bu Puspa sudah melangkah jauh, dan tengah menunggu lift menuju ke lantai bawah.

“Terima kasih, Mbak.” Yunda tidak jadi duduk di kursinya, kembali berjalan memasuki kantor terlihat jauh lebih dingin dari biasanya.

Tak perlu mengetuk pintu, terdapat cela kecil yang sepertinya memang disengaja.

Ayunda menutup pintu di belakangnya yang langsung terkunci otomatis, dia mendongak. Tepat dua meter dari tempatnya berdiri, seseorang memperhatikan lekat dari atas kepala sampai kaki.

Daksa Wangsa dalam balutan kemeja lengan tergulung sampai siku, mempersempit jarak tanpa memutuskan pandangan mereka.

.

.

Bersambung.

1
Yuliati Soemarlina
sudahi perang dingin ayunda..daksa..anak sudah mau keluar..ngegedein ego aja..cape deh...
Yuliati Soemarlina
semoga daksa bisa menuntaskan masalah" yg sedang dihadapi...
Yuliati Soemarlina
daksa kamu harus tegas n tepat dlm memilih pendamping hidup..apakah mau lanjut dg ayunda ataw dg syafira ..pilih salah 1..jgn gantung anak orang
Yuliati Soemarlina
renungkanlah ayunda tanpa perlindungan daksa ..kamu selalu disiksa lahir bathin oleh kel guntara..dan dijadikan wanita bergilir..mengalahlah sedikit egomu n tau berterima kasih..sesungguhnya daksa sayang n mencintaimu
Yuliati Soemarlina
daksa n ayunda harus kaluan selesaikan kesalah pahaman ini...sebelum kamu pulang ..
Yuliati Soemarlina
si benalu..si benalu..memangnya apa yg telah kaluan berikan kel guntara pd ayunda..selain penyiksaan n penghinaan
R_Bell
koq calon ibu hamil?
Cublik: Typo, Kak 🙏
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
dwira lancang banget orgnya..ga tau adab...
Yuliati Soemarlina
ayunda nurutlah pd suamimu..kamu tau sendiri kekejaman ayahmu sarda n anak istrinya..selama kamu dekat dg mereka ..keselamatanmu terancam
Yuliati Soemarlina
daksa berbuat begitu demi kebaikanu n bayimu ayunda..tau sendiri kamu di kelilingi org jahat..
Yuliati Soemarlina
ayunda jadi istri simpanan gak enak ya..lagi hamil lagi..peran utama sengsara dari lahir..
Yuliati Soemarlina
ayunda wanita banyak misteri..hanya thor yg tau 🤭
Yuliati Soemarlina
hamil sama siapa ayunda ?...ganti" lk" yg harus dilayani ayunda..suruhan bpk biadabnya..
Yuliati Soemarlina
udah ayunda pergi aja sejauh mungkin dari kota ini..kamu sukanya disiksa sih...cerita ini mah pembulian wanita lemah...yg jahat" terus dimuluskan...
Yuliati Soemarlina
ah thor..jadi kesel bacanya..kok ayunda mau aja terus ditindas sama si vinira n kel..sampai jual diripun nurut...jadikan dong pemeran utama yg bermartabat ...
Yuliati Soemarlina
si penyiksa datang..kenapa ayunda hidupmu ngenes banget..
Yuliati Soemarlina
kel guntara kok iblis semua..gak ada 1 pun yg hati malaikat...kenapa thor..kok ceritanya gini banget...
Yuliati Soemarlina
kel guntara adalah kel manusia berhati iblis..n ibunya ayunda ibu yg tdk punya hati..semoga secepatnya mereka mendapat balasan
Yuliati Soemarlina
ayunda nasibmu ngenes banget..di serang sana sini...mau sampai kapan mau bertahan dlm keadaan begini ?..
Humaira izzatunisa
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!