NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

Sore menjelang, Char turun dengan baju yang sama. Rudolph mengangkat alisnya.

"Apa kau tak punya pakaian lagi?" tanyanya.

Char tersenyum lebar, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Grandpa, pernikahan mendadak. Aku kira pulang ke rumah. Tapi Alex malah membawaku ke sini. Jadi semua pakaianku di rumah," jawab Char.

"Kalau begitu, ikut aku!" Rudolph berdiri.

Pria tua itu membawa cucu menantunya ke sebuah mall yang juga salah satu inventaris keluarga Romanov dan Alexander adalah pewarisnya.

Kedatangan sang pemilik gedung tentu langsung disambut manager pengelola. Wajah-wajah penjilat yang tentu dikenali Rudolph. Ia sangat tidak suka, tetapi semua kendali management ada di tangan Alexander.

"Tuan Besar. Selamat datang!" ujar manager pengelola gedung dengan senyum penuh kepalsuan.

"Hmmm!' hanya deheman pelan yang dikeluarkan Rudolph.

Char keluar dari mobil Rolls-Royce yang membawa mereka. Semua tentu melihatnya, baju model sweater dengan leher panjang dan celana traning. Berbanding terbalik dengan setelan Rudolph yang dari sutra terbaik.

"Siapa itu. Tuan Besar bawa pengemis?"

Walau Alexander telah menikah secara besar-besaran. Tetapi Char belum dikenalkan pada khalayak ramai. Jadi tidak ada yang tahu siapa Char.

Bisik-bisik miring itu langsung menjalar samar di antara para staf dan pengunjung pusat perbelanjaan megah tersebut. Charoen, yang berjalan tenang di samping Rudolph, mendengar selentingan itu tanpa sedikit pun mengendurkan langkah anggunnya. Di bawah tatapan meremehkan yang familiar baginya, ia justru menyunggingkan senyum tipis—senyuman penuh percaya diri milik seorang jenius yang tak butuh pengakuan dari orang-orang dangkal.

Manajer pengelola mall, seorang pria berjas rapi bernama Mr. Barlow, bergegas mendekat dengan wajah menggebu-gebu, mengabaikan Charoen sepenuhnya.

"Tuan Besar Rudolph, suatu kehormatan luar biasa Anda berkenan hadir secara mendadak. Mari saya antar ke lounge VVIP," ujar Mr. Barlow sembari membungkuk dalam.

Namun matanya sempat melirik pakaian Charoen dengan kerutan jijik yang tak mampu ia sembunyikan sepenuhnya.

"Maaf Tuan, dia tadi keluar dari mobil anda ....."

"Lancang!" sentak Rudolph marah. Tetapi saat ia melihat penampilan cucu menantunya, tentu semua orang tidak akan memandangnya.

"Dia ikut denganku!" ucapnya tanpa memberitahu identitas Char.

Char menoleh pada Rudolph, lalu menatap tampilannya. Ia menggeleng pelan.

"Grandpa hanya berani di dalam rumah. Tetapi di luar, ternyata Grandpa takut dengan pandangan semua orang," gumamnya sedih.

Rudolph melangkah lebar, Char hanya mengikuti saja. Mereka memasuki butik wanita. .

"Kau belilah apa yang kau mau! Nanti tagihannya, Alex yang bayar!" ujar Rudolph ternyata tidak mau rugi sama sekali.

"Baik, Tuan Besar. Terima kasih!" ujar Char membungkuk hormat.

Mulut Rudolph mau protes, tapi semuanya tertelan di tenggorokannya. Ia membiarkan Char berlaga orang asing di depannya.

"Kau pasti marah," gumamnya sedih.

Char memilih beberapa gaun yang kau butuhkan. Lalu mereka bergerak di area sepatu, underwear dan perkembangan wanita lainnya.

Rudolph menatap apa yang dibeli oleh istri cucunya. Tidak banyak, hanya tiga gaun, dua pasang sepatu, beberapa underwear dan kosmetik serta parfum.

"Kau hanya membeli ini?" tanya Rudolph bingung.

"Di Kastil juga aku tak punya lemari Tuan Besar!" jawab Char merendah.

Rudolph benar-benar terpukul, Char menempatkan posisinya sesuai pengakuannya tadi, "Orang yang ikut dengannya".

"Sungguh nyalimu besar sekali gadis udik!" seru Barlow menghina Char.

Rudolph menegang, Char menatap manager gedung itu dengan tatapan santai.

"Aku memang terlahir dengan nyali besar ... Tuan!" jawabnya tenang.

"Jaga bicaramu. Aku ini kedudukannya lebih tinggi darimu orang udik. Kau hanya orang beruntung yang dikasihani Tuan Besar Romanov!" hardik Barlow.

"Begitu?" Charoen tersenyum tipis, matanya berbinar tajam dan tenang. "Posisi tinggi tidak pernah menjamin otak seseorang bekerja dengan benar, Tuan Barlow."

​"Kau—!" Barlow mengepalkan tangannya, mukanya memerah menahan geram.

"Diam, Barlow!" sentak Rudolph.

"Tuan. .. Saya hanya ...."

"Wanita ini adalah cucu menantuku. Istri dari Alexander Romanov!" seru Rudolph pada akhirnya mengakui Char.

"Apa!" semua tentu terkejut, para pelayan toko menutup mulutnya dengan tangan. Tak percaya dengan apa yang mereka dengar.

Rudolph mendekati Char yang berdiri tenang. Ia benar-benar minta maaf tidak memperkenalkan Char sejak awal.

"Maafkan aku, Cu. Mestinya aku tak merendahkan pilihanku sendiri," Rudolph ingin membungkuk, tetapi Char langsung mencegahnya.

"Grandpa ... Sudah lah. Ayo kita pulang," ujarnya tak masalah.

Lalu mereka pun pergi, sementara di sebuah ruangan kantor dengan design mewah.

Sebuah bunyi notifikasi terdengar dari ponsel pribadi Alexander. Ia mengerutkan keningnya.

"Tagihan belanja, lima ratus dolar?" keningnya berkerut.

"Dari butik wanita ... Ah .. Char membeli beberapa pakaian ganti!" lanjutnya tersadar jika ia membawa wanita yang telah jadi istrinya itu tanpa membawa apapun dari rumahnya.

"Tuan, ini semua hasil audit tim independen tentang korupsi pada Deputi Montana, Sir Lebertto Sinclair!" ujar Raph membawa laporan dalam map.

"Letakkan di sana!" suruh Alexander tanpa minat.

Raphael meletakkan berkas tebal ke meja. Ia menatap atasannya yang sedang asik dengan ponselnya. Baru kali ini ia melihat ekspresi berbeda dari Alexander.

Senyum kecilnya, binar matanya. Alexander seakan-akan jadi sosok lain saat berhadapan dengan ponselnya.

Sementara pria yang diamati kini tengah berbalas pesan pada sang istri.

(Sayang ... Kau sedang apa?) Tulis Alexander.

(Masak pie untuk teman teh sore.) jawaban Char.

(Kau tadi menghabiskan lima ratus dolar!) tulis Alexander menggoda istrinya.

(Grandpa memaksa! Tadinya tidak segitu!). Jawab Char.

(Sayang, aku rindu tubuhmu)

(Dasar pria mesum. Kau tak malu menulis begitu Tuan muda Romanov!)

Alexander tertawa membaca tulisan itu.

"Tuan!" panggil Raph menyadarkan Sang Romanov dalam dunia nyata.

"CK!" decaknya tak suka melirik Raph sebal.

.Raphael langsung menarik napas tajam dan menegakkan tubuhnya, menyadari bahwa ia baru saja mengganggu momen berharga milik sang penguasa Romanov. Senyum yang beberapa detik lalu menghiasi bibir Alexander seketika sirnah, berganti dengan tatapan kelabu yang sedingin es.

​"Kau mengganggu, Raphael," ujar Alexander datar, mengunci layar ponselnya lalu meletakkannya dengan pelan di atas meja kerja.

​"M-maafkan saya, Tuan Muda," bisik Raphael sedikit membungkuk. "Saya hanya ingin mengonfirmasi jadwal kepulangan Anda ke kastil. Helikopter sudah siap di helipad lantai atas."

​"Kemasi semua berkas itu. Kita pulang sekarang," perintah Alexander berdiri seraya merapikan jas hitamnya. Setiap detik yang terbuang terasa sangat berharga saat ia tahu istrinya sedang menunggu di rumah—lengkap dengan pie hangat buatan tangan Charoen yang harum.

​Sementara itu di Kastil Romanov, aroma harum mentega dan kayu manis merebak ke seluruh area dapur hingga koridor utama. Rudolph duduk di kursi kebesarannya di ruang tengah, berkali-kali menyesap teh hangatnya sembari memandangi dapur dengan binar penyesalan sekaligus rasa kagum.

​Gadis muda yang tadi siang sempat ia biarkan dipandang sebelah mata oleh Barlow, kini justru sibuk di dapur tanpa ada rasa dendam sedikit pun padanya.

​"Char, Cu... kenapa harus kau sendiri yang memegang loyang panas itu? Mana para pelayan?" panggil Rudolph dengan suara yang sedikit dilembutkan, merasa tak enak hati.

​Charoen keluar dari area dapur membawa nampan berisi pie apel yang permukaannya berwarna cokelat keemasan sempurna. Pakaian sweater-nya masih sama, namun pancaran keanggunannya membuat ruangan itu terasa begitu hangat.

​"Aku lebih suka memasak sendiri untuk teman teh sore, Grandpa. Lagi pula, maid di sini tampak masih canggung denganku," sahut Charoen tenang, meletakkan sepotong pie hangat di meja depan Rudolph.

​Rudolph menghela napas panjang, menatap cucu menantunya lurus-lurus. "Soal di mall tadi... Kakek benar-benar minta maaf, Char. Kakek terlalu tua dan lambat untuk memamerkan Nyonya Romanov yang sebenarnya di depan orang-orang picik itu."

​Charoen menyunggingkan senyum tipis—senyuman tulus yang sangat jarang ia perlihatkan pada keluarga kandungnya sendiri di rumah Torrer.

​"Tidak perlu minta maaf, Grandpa. Aku sudah biasa dinilai dari luarnya saja. Yang terpenting, Grandpa sudah membelikanku pakaian baru," jawab Charoen santai, sedikit menyindir dengan nada bercanda.

​Belum sempat Rudolph membalas, suara langkah sepatu kulit yang tegas bergema cepat dari arah pintu utama. Pintu kayu jati berukir itu terbuka lebar, memperlihatkan sosok Alexander yang melangkah masuk. Aura dingin yang dibawanya dari luar kastil lumer seketika saat matanya menangkap Charoen yang berdiri di dekat meja teh.

​"Aroma pie-nya sampai ke luar," suara berat Alexander memecah keheningan.

"Alex!" Char bertingkat kegirangan lalu berlari memeluk pria besar itu.

"Do you miss me?" bisik Char entah kenapa sangat ingin menanyakan itu.

"Yes, Dear. I miss you so much," jawab Alexander tegas.

Bersambung.

Uhuy ...

next?

1
Anita Barus
se tolol2nya manusia maka gorgio ini adalah se orang ayah dan manusia Ter tolol di muka bumi kerna dia masih melindungi org yg sudah memfitnah putri kandung nya sendiri sebenar nya putri kandung nya siapa sih segitu gigih nya dia melindungi si tukang fitnah itu
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!