NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Malam itu suasana meja makan terasa jauh lebih hening dari biasanya.

Tidak ada Theo yang mengeluh soal menu makan malam. Tidak ada Alya yang merajuk.

Bahkan, Elang pun hanya fokus pada makanannya.

Ara yang duduk di ujung meja memperhatikan ketiga anak tirinya satu per satu. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan. Namun, tidak satu pun dari mereka membuka suara.

Keheningan itu terasa aneh. Beberapa menit kemudian, Theo tiba-tiba meletakkan sendoknya.

"Aku kenyang,"

Ara mengangkat kepala. Theo berdiri dari kursinya.

"Aku keluar sebentar."

Kening Ara langsung berkerut.

"Malam-malam begini?"

Theo mendengus. "Iya."

"Mau ke mana?"

"Bukan urusanmu." Jawab Theo ketus.

Ara langsung melipat kedua tangannya di dada. "Bagaimana bisa bukan urusanku?"

Theo menatapnya jengah.

"Aku ibu—"

"Stop!" Theo memotong ucapan Ara dengan suara keras. Alya dan Elang langsung menoleh, Ara juga ikut terdiam.

"Berhenti bilang kamu ibu kami!" Suasana meja makan langsung membeku. Theo menatap Ara dengan tatapan penuh kekesalan.

"Kamu bukan ibu kami."

Ara tidak menjawab.Theo melanjutkan.

"Kamu tidak melahirkan kami." Suara pemuda itu mulai meninggi.

"Kamu tidak membesarkan kami. Kamu juga tidak merawat kami dari kecil." Setiap kalimat yang keluar terasa seperti pukulan.

Ara tetap diam.

Sementara Theo masih meluapkan semua kekesalannya. "Kamu baru datang beberapa hari lalu. Kamu datang dan langsung mengatur semuanya. Kamu membuat rumah ini seperti barak militer." Theo menunjuk ke sekeliling rumah.

"Ketenangan kami semua terganggu sejak kamu datang!"

Ara menunduk pelan. Entah kenapa dadanya terasa sesak. Namun, Theo belum selesai.

"Kamu tidak akan pernah jadi ibu kami!" Setelah mengatakan itu, Theo langsung berbalik. Lalu berjalan meninggalkan ruang makan tanpa menoleh lagi.

Pintu tertutup keras. Untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara. Ara hanya menatap kursi kosong yang tadi ditempati Theo. Biasanya ia akan membalas, biasanya ia akan mengomel. Biasanya ia akan mengejar Theo sampai ke lantai dua. Namun, malam ini tidak. Ucapan Theo benar-benar berhasil melukai hatinya.

Ara tersenyum kecil, senyum yang terasa pahit. Mungkin karena tanpa sadar, dia sudah mulai nyaman dengan anak-anak itu. Dan karena itulah ucapan Theo terasa menyakitkan. Ara menarik napas pelan lalu menoleh ke arah Alya dan Elang.

"Kalian lanjut makan." Ucapnya pelan.

Alya tampak tidak nyaman, gadis itu berdiri dari kursinya. "Aku juga kenyang."

Ara mengangguk.

"Besok masih ujian." Lanjut Alya. "Aku mau belajar."

Biasanya Ara akan mengomel dan menyuruhnya menghabiskan makanan tetapi kali ini tidak.

"Ya sudah." Jawab Ara.

Alya terlihat sedikit terkejut. Lalu perlahan meninggalkan ruang makan. Kini hanya tersisa Ara dan Elang. Keheningan kembali memenuhi ruangan.

Ara melirik pemuda itu. "Kamu juga mau pergi?"

Elang berdeham pelan. Ia memang sudah selesai makan. Perlahan ia meletakkan sendoknya. Lalu berdiri, Ara mengira Elang akan langsung pergi seperti biasanya. Namun, pemuda itu justru berhenti beberapa langkah dari meja makan.

Elang tampak ragu. Seolah sedang berdebat dengan dirinya sendiri. Beberapa detik kemudian, Elang akhirnya membuka mulut.

"Terima kasih."

Ara mengangkat kepala. "Hm?"

"Untuk revisi skripsiku."

Ara membeku, Elang memalingkan wajahnya.

Jelas terlihat tidak terbiasa mengucapkan terima kasih.

"Aku diterima." Lanjutnya singkat "Dosen menyetujui revisinya."

Ara tidak berkedip.

"Aku bisa ikut wisuda bulan depan."

Untuk pertama kalinya malam itu, senyum tulus muncul di wajah Ara.

"Oh." Jawabnya pelan. "Bagus."

Elang mengangguk kecil, lalu berbalik pergi.

Namun, sebelum menghilang dari ruang makan, ia berkata tanpa menoleh,

"Terima kasih sekalian lagi..." Kali ini lebih tulus.

Ara hanya tersenyum. "Ya."

Setelah Elang pergi, ruang makan kembali sepi. Ara duduk sendirian di meja makan yang besar itu. Perlahan ia meletakkan tangannya di dada. Entah kenapa terasa sesak. Ucapan Theo terus terngiang di kepalanya.

Ara menundukkan kepala, lalu tertawa kecil.

Tawa yang terdengar pahit.

"Anak itu..." Gumamnya pelan.

Meski menyakitkan, Theo tidak salah. Karena bagaimanapun juga Ara memang bukan ibu mereka.

1
azay depcan
suka banget ceritanya apalagi ada hot2nya
Wak Coy
kok nulis cerita nya si othor ini pakai bawang bombai seeh
Aisyah Alfatih: Biar campur aduk kakak 😩
total 1 replies
Munas Tuti
Thor aku gak punya IG ...gmn dwong ? knp gak up load di NT ajhaa
Aisyah Alfatih: Cerita nya lanjot di wa boleh DM wa saja kak

0853
3306
5071
total 1 replies
Munas Tuti
kerennn lah mbak ceritanya.....aku suka 👍👍
Vidya Mega
ngakaaaak... efek gak makan sayur ini, mlenceng kmana mana
Nasriati Bakri
thir ijin gabung dan tolong Thor novelnya Kenzi kpn rilis
Aisyah Alfatih: Novel Kenzi rilis di Wa insyaAllah, hari Selasa atau Rabu ininkak
0853
3306
5071
DM wa saya kak kalau mau gabung.
total 1 replies
Inarairlan 0811
ka bc WA yaa, aku mau paymentt
Aisyah Alfatih: siap kakak 🙏
total 1 replies
Bakulgeblek
owh, ini kakak ipar ipin upin brati y? menantu opa...
Bakulgeblek: nha... cakep...
total 4 replies
Nasriati Bakri
knp bayinya ga lahir dulu baru happy ending 😭
Nasriati Bakri
knp bayinya ga lahir dulu baru happy ending 😭
Inarairlan 0811
gabung ny gmn kq
Inarairlan 0811
aku mau gabung gmn ka.. ig ny apa
Melda Andriyani
suka banget dengan novel ini
Aisyah Alfatih: Jangan lupa baca sambungannya kak di wa 🤭
total 1 replies
Melda Andriyani
suka2 author 🤭🤭
Nining Werdiningsih
ky nya ken deh..si pooh itu
evana gusani
baru mampir
Endah Lestary
agak aneh pemikiran anak tirinya dibuat seperti abg...ga mungkin diusia mereka bersikap seperti bocah....
syska
ᴛʜᴏʀ.. ɪᴊɪɴ ɢᴀʙᴜɴɢ ᴅᴏɴᴋ ᴅɪ ɢʀᴜᴘ ᴋɪsᴀʜ ᴅʀ. ᴋᴇɴ sᴀᴍᴀ ᴀʟʏᴀ.
.😍😍
Aisyah Alfatih: boleh kak boleh DM Ig Aisyah alfatih, atau masuk grup di sini nanti ada Wanya kakak
total 1 replies
lenny sukmasari
Luar biasa
tutut wahyuningsih
cerita nya 👍👍❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!